Anda di halaman 1dari 29

ARBITRASE

Oleh:
Dr. ALFITRA,SH,MH
NON LITIGASI/PERWASITAN
1

ARBITRASE
Sengketa/Ketidaksefahaman,
Antara dua orang/kelompok atau
lebih
Diserahkan kepada Pihak ketiga
profesional yang disepakati bersama
(terdiri dari seorang atau beberapa
orang), melalui penyederhanaan
prosedur
Dilakukan dengar pendapat secara
hukum yang disepakati,
Putusan final dan mengikat

MEDIASI
-Suatu proses dimana pihak-pihak yang
bersengketa berhubungan,
-Dengan arahan dari seorang mediator,
-Yang berusaha dan membimbing para
pihak mengakhiri sengketanya,
-Mediator tidak mempunyai wewenang
memberikan keputusan,
-Kecuali menunjukkan jalan untuk
sampai kepada penyelesaian sukarela.
- Kepastian kesepakatan berada mutlak
ditangan para pihak

KEPENTINGAN PERJANJIAN
ARBITRASE
MEMBERIKAN JAWABAN:
- Keabsahan Perjanjian
- Apakah Sengketa/Ketidaksepahaman
Dapat Diarbitrasekan?
- Batas Kewewenangan Hakim
- Arbitrase Internasional Merupakan
Arbitrase Campuran
- Kepentingan Yurisdiksi Campuran
4

PERBANDINGAN
ARBITRASE

MEDIASI

Dikendalikan Majelis
Putusan Dipaksakan
Mengikat
Proses Hukum
Pembuktian Formal
Dengar Pendapat

Dikendalikan Pihak
Kesepakatan Pihak
Tidak Mengikat Menggunakan
Tanpa Pengaturan Baku
Privat

LITIGASI

ARBITRASE

Sistem Paksa
Ketepatan Hukum
Publik
Banding
Formal

Consensus
Adil
Privat
Final-Mengikat
Flexible
Penyederhanaan Sistem

Pasti
Mengikat
Memenuhi Hukum
Dapat Dilaksanakan

STATUS ARBITER

Dipilih oleh/disepakati para pihak


Bukan pengacara/advokat
Bukan penasehat hukum,
Bukan konsultan
Bukan wakil
Dari Pihak Yang Memilih

PERSYARATAN ARBITER
Menguasai E-commerce,Mengenali Berbagai Permasalahan Ilmu
Teknologi Dan Perkembangan Dunia
Independen
Terbuka Dan Membeberkan Berbagai Hal-Hal Menyangkut
Pribadinya
Tidak Memihak/Independen
Memperlakukan Para Pihak Secara Adil Dan Benar
Memperhatikan Batas Waktu
Konfidensial
Berhak Kompensasi
Berhak Atas Kerja Sama Dari Para Pihak
Adanya Perjanjian Dengan Para Pihak
Bertanggung Jawab Secara Pidana
8

MANAJEMEN SENGKETA
JALUR CEPAT (FAST TRACK):
Mengenai Sengketa Sederhana (Win-Win)
JALUR RUTIN (STANDARD TRACK):
Sengketa Yang Tampak Terjadi Secara Rutin
JALUR KOMPLEKS (COMPLEX TRACK):
Sengketa Yang Penuh Komplikasi
9

TATA CARA
Pencarian Fakta Dan Kebenaran
Menerapkan Hukum
Pemecahan Masalah
- Inquisitor
- Adversarial
10

HUKUM/PROSEDUR YANG DIPILIH


DAN DISEPAKATI OLEH PARA PIHAK
Menerapkan
(
LAW
OF THE PARTIES/LAW-OF
PROCEDURE)
Mengikuti
Mendampingi
- Analogi
Mendahului
- Menciptakan

11

SUMBER HUKUM
Perjanjian Internasional/Hukum
Nasional
Kebiasaan
Internasional/Nasional
Doktrin/Prinsip-Prinsip Hukum
Putusan Hakim/Ajaran-Publikasi
Para Pakar Dunia
12

PUTUSAN ARBITRASE
Para

pihak dalam suatu perjanjian berhak


memohon pendapat yang mengikat dari
lembaga arbitrase atas hubungan hukum
tertentu dari suatu perjanjian
Perdapat yang mengikat tidak dapat
dilakukan perlawanan melalui upaya hukum

Putusan arbitrase harus memuat


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Kepala putusan
Nama lengkap dan alamat para pihak
Uraian singkat sengketa
Pendirian para pihak
Nama dan alamat arbiter
Pertimbangan dan kesimpulan arbiter atau
mejelis arbitrase atas keseluruhan sengketa
Pendapat tiap-tiap arbiter jika terdapat
perbedaan pendapat dalam majelis arbitrase
Amar putusan
Tempat dan tanggal putusan
Tanda tangan arbiter atau majelis arbitrase

Tidak

ditandatanganinya putusan
arbitrase oleh seorang arbiter dengan
alasan sakit atau meninggal dunia tidak
mempengaruhi kekuatan berlakunya
putusan
Alasan tidak adanya tanda tangan harus
dicantumkan dalam putusan
Dalam putusan ditetapkan jangka waktu
putusan tersebut harus dilaksanakan
Putusan harus diucapkan maks. 30 hari
sejak pemeriksaan ditutup

Proses Putusan Arbitrase

1----2---3----4----5---6----6a----6b
30 hari

14 hari

30 hari

6--------7--------8------9-------10
30 hari

30 hari

30 hari

Keterangan Diagram
Pemeriksaan mulai dilakukan
Pemeriksaan selesai
Putusan diucapkan
Putusan diterima oleh para pihak
Koreksi, pengurangan dan penambahan putusan
Pendaftaran putusan di PN
6a. Pendaftaran permohonan eksekusi
6b. Perintah pelaksanaan putusan
7.
Permohonan pembatalan putusan arbitrase k PN
8.
Putusan PN a/ permohonan pembatalan putusan
arbitrase
9.
Berkas pengajuan banding a/ permohonan
pembatalan arbitrase diterima oleh MA
10. Putusan MA terhadap banding (final dan mengikat)
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Koreksi, Penambahan atau


pengurangan putusan
Koreksi

adalah suatu hak para


pihakuntuk mengajukan pembetulanpembetulan terhadap putusan
arbitrase
Koreksi terhadap putusan :
Hanya dapat dilakukan 14 hari setelah
putusan diterima
Hanya dilakukan atas kekeliruan
administratif putusan arbitrase

Upaya penambahan atau pengurangan


terhadap putusan arbitrase dapat diajukan
dengan alasan alasan sebagai berikut :

1.
2.
3.

Di luar tuntutan
Tidak mencakup tuntutan
Ketentuan yang bertentangan

Pembatalan

a.
b.
c.

Adalah suatu upaya hukum yang diberikan kepada


para pihak yang bersengketa u/ meminta kpd PN
agar suatu putusan arbitrase dibatalkan, baik
terhadap sebagaian/seluruh isi putusan
Pembatal putusan hanya dilakukan dengan alasanalasan berikut :
Surat atau dokumen yg diajukan dlm pemeriksaan,
setelah putusan dijatuhkan, diakui atau dinyatakan
palsu
Setelah putusan diambil, ditemukan dokumen yang
bersifat menentukan, yang disembunyikan oleh
pihak lawan
Putusan diambil dari tipu muslihat yang dilakukan
oleh salah satu pihak dalam pemeriksaan sengketa

Konsekuensi hukum pembatalan


putusan arbitrase
1.
2.

a)
b)
c)

Batalnya seluruh atau sebagaian isi


putusan
Ketua Pengadilan Negeri dapat
memutuskan bahwa perkara tersebut
diperiksa kembali oleh :
Arbiter yang sama, atau
Arbiter yang lain, ataupun
Tidak mungkin lagi diselesaikan
melalui arbitrase

Sistem pengambilan putusan


arbitrase
1.
2.
3.
4.

Sistem musyawarah
Sistem mayoritas
Sistem perwasitan
Sistem kombinasi antara mayoritas
dengan perwasitan

Apakah putusan dapat melebihi apa


yang diminta oleh para pihak?
Dalam

sistem KUHPdt, hakim yang


memutus perkara tidak boleh memutus
melebihi dari yang dimintakan untuk
diputus oleh para pihak (berlaku juga
bagi arbitrase)
Apabila ternyata keputusan arbitrase
melebihi dari yang dimintakan oleh
para pihak, mrpkan alasan bagi salah
satu atau kedua belah pihak untuk
meninta pengurangan putusan

Pelaksanaan Putusan Arbitrase

Pelaksanaan (eksekusi) putusan


arbitrase nasional dapat dilakukan
baik secara sukarela atau secara
paksa
Eksekusi putusan arbitrase secara
sukarela dimaksudkan sebagai
pelaksanaan putusan yang tidak
memerlukan campur tangan dari
ketua PN, melainkan para pihak yang
berkewajiban melaksanakan sendiri
putusan

Eksekusi

secara paksa dimaksudkan jika pihak


yang berkewajiban melaksankan kewajiban
beradasarkan isi putusan arbitrase tidak mau
melaksanakan kewajibannya, maka diperlukan
campur tangan PN
Agar putusan bisa dieksekusi harus ada akta
pendaftaran yaitu pencatatan dan penanda
tanganan pada bagian akhir atau di pinggir dari
putusan arbitrase asli atau salinan otentik yang
ditandatangani bersama-sama oleh panitera PN dan
arbiter
Tidak didaftarkan kepada panitera PN berakibat
putusan tidak dapat dilaksanakan
Semua biaya yang berhubungan dengan pembuatan
akta pendaftaran dibebankan kepada para pihak

Pelaksanaan putusan arbitrase


internasional

a.

b.

Yang berwenang menangani masalah pengakuan


dan pelaksanaan putusan arbitrase Internasional
adalah PN JakPus
Putusan arbitrase Internasional hanya diakui serta
dapat dilaksanakan di wilayah hukum RI, apabila
memenuhi syarat-syarat sbb :
Putusan arbitrase internasional dijatuhkan oleh
arbiter atau majelis arbitrase di suatu negara yang
dengan negara Indonesia terikat pada perjanjian,
baik secara bilateral maupun multilateral, mengenai
pengakuan dan pelaksanaan putusan arbitrase
Internasional
Putusan arbitrase internasional tersebut termasuk
dalam ruang lingkup perdagangan

Putusan

arbitrase Internasional tidak


bertentangan dengan ketertiban umum
Putusan arbitrase Internasional dapat
dilaksanakan di Indonesia setelah
memperoleh eksekutor dari pusat
Putusan arbitrase Internasional yang
menyangkut negara RI sebagai salah satu
pihak dalam sengketa , hanya dapat
dilaksanakan setelah memperoleh eksekutor
dari MA RI yang selanjutnya dilimpahkan
kepada PN JakPus

Terhadap

putusan Ketua PN JakPus


dalam melaksanakan putusan
arbitrase internasional tidak dapat
diajukan banding atau kasasi

THANK YOU
bapak&ibu

29