Anda di halaman 1dari 22

FISIKA BANGUNAN 2

IKLIM, CUACA ,DAN ARSITEKTUR

IKLIM
Cuaca rata-rata dalam jangka waktu lama
(wikipedia)

Pola umum cuaca di suatu tempat dalam jangka


waktu lama

CUACA
Perubahan suhu, angin, curah hujan, dan pancaran
sinar matahari

Pada suatu area, iklim bersifat tetap dan dapat bertahan hingga puluhan
tahun, sedangkan cuaca bersifat berubah ubah setiap hari bahkan setiap jam

http://pancaproject.blogspot.co.id/

FAKTOR PENENTU CUACA


1. Energi Bumi
2. Kemiringan Bumi
3. Rotasi Bumi
4. Revolusi Bumi
5. Topografi Bumi
6. Letusan Gunung Berapi
7. Polusi Udara
8. Global Warming

KAITAN DALAM ARSITEKTUR


KONDISI Iklim dan
cuaca yang spesifik di
setiap
area
bumi,
maka setiap site
memiliki
potensi
dan kendala yang
spesifik terkait iklim
dan cuaca masing
masing,
termasuk
iklim mikro.

hdpixa.com

CIRI IKLIM TROPIS BASAH


1.
2.
3.
4.
5.

Suhu udara maksimum rata-rata 27 c 32 c


Suhu udara minimum rata rata 20 c 23 c
Kelembapan rata-rata 75%-80%
Curah hujan 1.000 mm-5.000 mm
Tutupan awan dilangit 60 c%-90%

SOLUSI DESAIN UNTUK DAERAH TROPIS BASAH


1.
2.
3.
4.
5.

Pengaturan orientasi bangunan/bukaan menghindari timur dan barat


Sistem ventilasi yang baik dengan cross ventilation
Fasad bangunan dilengkapi dengan sun shader
Jarak antar massa bangunan yang tidak rapat
Atap miring agar mampu mengalirkan air hujan dengan baik.

FAKTOR DESAIN ARSITEKTUR TERKAIT IKLIM, CUACA DAN SITE


1. ORIENTASI BANGUNAN DAN BUKAAN
Orientasi
bangunan
dan
bukaan
dipertimbangkan
terhadap potensi dan kendala
yang
mempengaruhi
kenyamanan termal

danangprofile.blogspot.com

Kendala : arah datangnya radiasi panas matahari yang harus dikontrol


penerimaannya bila masuk dalam ruang
Potensi : arah datangnya angin dengan kecepatan angin yang cukup untuk
pergantian udara dalam ruang.

Menara Mesiniaga, Ken Yeang- Malaysia

www.solaripedia.com

Untuk mengurangi kendala dengan solusi disain sun


shadeer atau sun filter

2. BENTUK, VOLUME DAN LUAS FASAD BANGUNAN


Menentukan berapa besar perolehan dan
pelepasan energi radiasi panas matahari oleh
selubung bangunan

Bentuk bangunan juga mempengaruhi besar


angin yang terjadi di daerah bayangan angin

Bentuk bangunan didesain agar dapat menangkap angin datang dengan cara
membuat subtraktif/coakan pada fasad.

Plaza Atrium, Ken Yeang

http://www.pages.drexel.edu/
http://archnet.org/

Bentuk dan proporsi bangunan juga dipengaruhi oleh iklim

3. BENTUK DAN LOKASI BUKAAN UDARA


Syarat memilih bukaan
Disain bukaan yang fleksibel,
dapat dibuka dan tutup sehingga
bisa diatur arah, kecepatan dan
volume udara yang bersirkulasi
dalam ruang.
Luas bukaan yang dapat
menunjang
kelancaran
sirkulasi
udara.
Syarat
minimal luas bukaan 60 %-80%
luas fasad atau 20% luas ruang.

Pada Iklim tropis basah, udara panas dan lembab dalam ruang harus
dapat segera digantikan oleh udara yang lebih sejuk dan kering
Syarat penentuan lokasi bukaan:
a. Lokasi bukaaan harus tepat sesuai dengan potensi dan kendala angin
b. Lokasi bukaan menunjang terjadi sirkulasi silang atau cross ventilation

http://www.reissdesignstudio.com/greendesign/

4. JENIS DAN KETEBALAN


MATERIAL KULIT BANGUNAN
Pemilihan material utama
penyusunan kulit bangunan
ditentukan oleh:
a. Lokasi bangunan terkait
zona iklim
b. Jenis Material
c. Ketebalan material

Secara fisik, material kulit bangunan dipengaruhi oleh warna, tekstur dan
transparansi material
a. Semakin gelap warna dan makin kasar tekstur permukaan material maka
semakin besar panas yang diserap
b. Makin terang warna dan makin licin tekstur permukaan material maka
semakin besar panas yang dapat dipantulkan
c. Semakin transparan semakin mudah panas masuk kedalam ruangan.

5. KONSTRUKSI BANGUNAN
Ciri konstruksi bangunan di iklim tropis basah
a. Lantai panggung, menghindari udara lembab yang terakmulasi dekat
permukaan tanah
b. Atap lebar dan miring, atap lebar agar dapat membayangi bukaan
pada fasad, sementara atap semakin miring agar hujan dapat segera
mengalir.

kebudayaanindonesia.net

6. SITE PLAN
Elemen site plan yang paling berperan dalam
menghasilkan iklim mikro untuk mencapai
kenyamanan termal adalah massa bangunan,
vegetasi dan air.
a. Alokasi
massa
bangunan
terkait
pembayangan,
dengan
memepertimbangkan sudut jatuh sinar
matahari sepanjang tahun maka dapat
diperkirakan efek pembayangan.
b. Bila penghawaan alami diperlukan, lebih
baik menerapkan penataan massa pola
tersebar daripada grid.
c. Vegetasi dapat memeberi pembayangan,
tetapi efektivitasnya berbeda sesuai
pertumbuhannya
d. Air, kolam memeberikan passive cooling

ELEMEN SITE
1. Topografi

Makin tinggi elevasi dataran dari permukaan laut , maka suhu udaranya
cenderung makin rendah.
Suhu permukaan tanah akan menerima intensitas radiasi panas matahari
lebih sedikit JIKA permukaannya miring atau tidak frontal terhadap
datangnya sinar.

2. Material Permukaan
Makin tinggi albedo, maka makin besar kemampuan pantul, sebaliknya
makin kecil kemampuan serapnya.
Makin rata dan licin teksturnya maka arah pantul akan terfokus, sehingga
dapat terjadi peningkatan suhu di satu titik.
Albedo : perbandingan antara radiasi matahari yang dipantulkan terhadap
yang diterima.

geography.about.com

3. Vegetasi
Dapat memodifikasi iklim menjadi iklim mikro
a. Kanopi tumbuhan dapata menaungi udara sehingga suhunya turun
b. Berfungsi sebagai material permukaan
c. Passive cooling, dimanahasil resirasitumbuhansaat menguapakan
mengmbil panas dari udara
d. Pengarah gerak angin
e. Filter debu

4. Air Permukaan
Perinsip passive cooling, saat air menguap panas akan diambil dari udara
yang melalui uapnya. Udara yang akan masuk kedalam bangunan menjadi
lebih sejuk, tetapi lebih lembab sehingga ruang harus memiliki sistem
ventilasi yang baik.
Maka passive cooling lebih tepat diletakkan pada iklim tropis kering.

thailand

PUSTAKA:
Laela L, Fisika Bangunan 1,Griya Kreasi, 2015
Frick, Heinz,dkk; Ilmu Fisika Bangunan; Yogyakarta:Kanisius;2008
Satwiko, Prasasto; Fisika Bangunan; Yogyakarta:Andi ; 2008