Anda di halaman 1dari 90

TAKSONOMI HEWAN

KELOMPOK 1
AMITHA INTAN (A1C414014)
DESYA PRADISTA (A1C414031)
DINA FITRIANA (A1C414008)
ENDAH KARTIKA SARI (A1C414032)
FAJAR BAHARI ((A1C414006)
LUSTY PATMA DWI (A1C414018)
TIARA PUTRI UTAMI (A1C414009)

TAKSONOMI HEWAN

PLATYHELMINTES

TAKSONOMI HEWAN
PEMBAGIAN TUGAS
1
2
3
4

DINA FITRIANA

PPT

FAJAR BAHARI

KLASIFIKASI

LUSTY PATMA DEWI

STRUKTUR DAN FUNGSI

ENDAH KARTIKA SARI

PERANAN, SEBARAN, DAN


HABITAT

TAKSONOMI HEWAN

TIARA PUTRI UTAMI

SPECIES HEWAN LANGKA DAN BARU


(GAMBAR, HABITAT)

AMITHA INTAN

KLASIFIKASI SPECIES HEWAN LANGKA


DAN BARU

DESYA PRSDISTA

GAMBAR SPECIES (NO 2)

TAKSONOMI HEWAN
KELAS

PLATYHELMINTES

Trematoda

Turbellaria
Cestoda

LUSTY PATMA DEWI

TAKSONOMI HEWAN

A. Kelas Trematoda
Contoh : Fasciola hepatica
1. Struktur tubuh
Ukuran tubuh antara 8-13 mm, bentuknya pipih (seperti
daun), susunan tubuh triploblastik :
a. Lapisan ectoderm (tipis, mengandung sisik kitin dan sel-sel
tunggal kelenjar, dilapisi kutikula yang berfungsi melindungi
jaringan di bawahnya dan cairan hospes).
b. Lapisan endoderm (melapisi saluran pencernaan)
c. Lapisan mesoderm (merupakan jaringan yang membentuk
otot, alat ekskresi, saluran reproduksi)

LUSTY PATMA DEWI

TAKSONOMI HEWAN

Disamping itu terdapat jaringan


parenkim yang mengisi ronggga
antara dinding tubuh dengan
saluran pencernaan. Di dalam
jaringan itu terdapat bermacammacam organ, misalnya alat
reprooduksi.
disekitar
mulut
terdapat alat hisap (berfungsi
sebagai alat penempek pada
hospes). Batil isap ini terdapat di
sebelah anterior dan ventral. Alat
hisap dilengkapi dengan otot-otot
yang tersusun atas tiga lapisan
yaitu :
a.Lapisan luar melingkar
b.Lapisan dtengah longitudinal
c.Lapisan dalam diagonal

LUSTY PATMA DEWI

TAKSONOMI HEWAN

2. Sistem Pencernaan makanan


System pencernaan makanan sederhana. Saluran pencernaan
makanan terdiri atas :
1.Mulut
2.Faring (saluran pendek)
3.Esophagus
4.Usus (terdiri atas 2 cabang utama menjulur dari anterior ke
posterior sebelah-menyebelah dalam tubuh).
Selanjutnya cabang utama itu akan bercabang lagi (cabang
tersebut disebut divertikulum, seperti pada Planaria). Tidak memiliki
system sirkulasi, maka bahan makanan diedarkan oleh saluran
pencernaan makanan itu sendiri.

LUSTY PATMA DEWI

TAKSONOMI HEWAN

3. System ekskresi
System ekresi sama dengan system ekskresi pada planaria, hanya
saluran utama yang mempunyai lubang pembuangan keluar.

LUSTY PATMA DEWI

TAKSONOMI HEWAN

4. System saraf
System syarafnya sama dengan system syaraf Planaria
5. System reproduksi
Fasciola hepatica bersifat hermaprodit, dari setiap individu dapat
dihasilkan ratusan ribu telur, telur tersebut dikeluarkan ke usus
dan keluar bersama-sama pengeluaran fases. Telur bila samapai
pada tempat yang baik (basah) akan menetas menjadi
miracidium. Miracidium ini akan bergerak dengan cilianya ke siput
Lymnea dan masuk ke dalam tubuh siput (miracidium di luar
tubuh siput tahan hidup selama 8 jam).

LUSTY PATMA DEWI

TAKSONOMI HEWAN

Miracidium setelah dua minggu di dalam tubuh ciput akan


menjadi sporocyst yang menghasilkan redia-redia.dari redia
akan dihasilkan cercaria-cercaria yang mempunyai alat gerak
semacam ekor untuk bergerak menempel pada tumbuhan air/
tumbuhan darat dekat dengan tempat berair dalam bentuk
metacercaria (mengkista). Metacercaria yang mengkista
dapat termakan oleh ternak dan akan menjadi Fasciola
hepatica dewasa yang menetap dalam hati.

LUSTY PATMA DEWI

TAKSONOMI HEWAN

B. Kelas Cestoda
Contoh : Taenia solium, Taenia saginata, Taenia pisiformis,
Echinococcus granulosus
1.Karakteristik
Hewan dewasa hidupnya parasit pada hospes tetap, sedangkan
hewan
yang
belum
dewasa
hidupnya
pada
hopes
sementara/perantara. Bagian-bagian tubuh terdiri dari :
1.Kepala
2.Leher
3.Segmen-segmen (proglotid)
4.Kelapal (scolex)
5.Alat hisap

LUSTY PATMA DEWI

TAKSONOMI HEWAN

Taenia tidak mempunyai mulut dan tidak memiliki saluran


pencernaan makanan, menyerap makanan dari usus hospes
dengan saluran pada permukaan tubuhnya
Tiap proglotid dari taenia dapat dianggap sati individu karena
mempunyai alat-alat kelamin dan dapat bergerak sendiri bila
telah lepas dari rubuh taenia. Karena itu proglotid-proglotid ini
dapat disebut koloni atau strobilasi.
Alat-alat kelamin pada tiap-tiap proglotid terdapat jantan dan
betina, sehingga tiap prologtid itu hermaprodit (mempunyai
dua alat kelamin). Bila prologtid yang matang (telah berisi
telur-telur yang telah dibuahi) sementara (babi atau sapi)
dinding progltid akan hancur dalam perut sapi/babi itu

LUSTY PATMA DEWI

TAKSONOMI HEWAN

Selubung telur akan hancur dan keluarlah embrio yang disebut


hexacant (mempunyai 6 alat kait). Hexacant akan menembus
dinding usus kemudian akan diam pada otot atau jaringan lain,
setelah itu ia mengalami metamorphosis sehingga terjadi
cysticercus. Cysticercus ini dapat termakan manusia dan akan
menjadi taenia dewasa.

LUSTY PATMA DEWI

TAKSONOMI HEWAN

Contoh Taenia yang mempunyai alat kait adalah :


Taenia pisiformis dan Taenia solium

LUSTY PATMA DEWI

TAKSONOMI HEWAN

SIKLUS HIDUP Taenia saginata

a.
b.
c.
d.
e.

Orang yang mengandung cacing pita


Telur yang dikeluarkan bersama-sama dengan kotoran
Sapi yang terinfeksi cacing pita
Cysticercus di dalam daging sapi
Orang yang memakan daging sapi yang mengandung cysti
circus

LUSTY PATMA DEWI

TAKSONOMI HEWAN

C. Kelas Turbellaria
Contoh : Planaria sp
1. Struktur tubuh
a.Tubuh pipih (dorsoventral)
b.Bagian kepala berbentuk segitiga
c.Memiliki dua tonjolan di sisi lateral kepala (aurikel
d.Ekor meruncing
e.Panjang tubuh 5-25 mm
f.Bagian tubuh sebelah dorsal warnanya lebih gelap dari tubuh
sebelah ventral
g.Terdapat lubang mulut
h.Lubang mulut berhubungan dengan krongkongan
i.Krongkongan dapat ditarik dan dijulurkan
j.Pinggiran tubuh terdapat zona adesif yang menghasilkan lender
k.Memiliki rambut-rambut getar halus di permukaan ventral
LUSTY PATMA DEWI

TAKSONOMI HEWAN

LUSTY PATMA DEWI

TAKSONOMI HEWAN

LUSTY PATMA DEWI

TAKSONOMI HEWAN

LUSTY PATMA DEWI

TAKSONOMI HEWAN

2. Sistem Pencernaan Makanan


Saluran pencernaan makanan terdiri atas
a.Mulut
b.Faring
c.Esophagus
d.Usus halus (intestin)
e.Rongga faringeal
Esophagus merupakan persambungan dari faring yang langsung
bermuara ke dalam usus. Usus bercabang 3, satu menuju kea rah
anterior, sedangkan yang kedua lagi secara berjajar sebelahmenyeblah menuju kea rah posterior. Masing-masing cabang
bercabang lagi kea rah lateral. Percabangan kea rah lateral
disebut divertikulata.

LUSTY PATMA DEWI

TAKSONOMI HEWAN

Planaria sebagian besar bersifat carnivore. Planaria memiliki


kemoreseptor (terletak di kiri-kanan bagian anterior), sehingga
menyebabkan cacing ini bereaksi terhadap zat makanannya yang
berupa rangsangan zat protein. Jika mangsa telah tersentuh,
ujung anterior membelok dengan cepat kea rah mangsa dan
kemudian melingkarinya. Dengan lender yang diekskresikan oleh
kelenjar mukosa dan rhabdites mangsa dapt diikat erat.
Kemudian faring ditonjolkan keluar untuk mengambil mangsa dan
segera ditarik kembali kedalam rongga mulut bersama-sama
Makanan
dicerna secara ekstrasel, kemudian sel-sel tertentu
mangsa tersebut.
pada epitel usus dapat membentuk pseudopodia dan mencerna
mangsanya di dalam vakuola makan (pencernaan intrasel). Sarisari makanan diabsorpsi dan secara difusi masuk ke seluruh
jaringan tubuh. Sisa-sisa makanan yang tidak dicerna dikeluarkan
kembali ke usus.
LUSTY PATMA DEWI

TAKSONOMI HEWAN

LUSTY PATMA DEWI

TAKSONOMI HEWAN
3. System Ekskresi
System ekskresi terdiri atas dua
saluran
longitudinal
yang
berbentuk seperti jala dan
bercabang ke seluruh bagian
tubuh dan berakhir di sel api
(protonephridia).
Sel
api
berlubang dan mengandung
silia yang berfungsi untuk
mendorong
air
dan
sisa
metabolisme masuk ke dalam
saluran
ekskresi.
Pada
permukaan dorsal saluran induk
mempunyai lubang ekskresi.
Pengeluaran sisa metabolisme
berlangsung
selain
melalui
saluran ekskresi juga melalui
lapisan
gastrodermis.
LUSTY
PATMA
DEWI

TAKSONOMI HEWAN

Belum
mempunyai
organ
respirasi.
Pertukaran
gas
berlangsung
secara
difusi melalui seluruh
permukaan tubuhnya.

LUSTY PATMA DEWI

TAKSONOMI HEWAN

4. System syaraf
Terdiri dari ganglion serebral,
terletak di bagian kepala dan
berfungsi sebagai otak. Dari
ganglion serbral ini keluarlah
cabang-cabang urat syaraf secara
radier menuju kea rah lateral,
anterior dan posterior. Cabang
anterior menuju ke bagian bintik
mata, cabang lateral menuju kea
lat
indera
kemoreseptor,
sedangkan
cabang
posterior
terdiri dari satu pasang (kanan
dan kiri) yang saling bersejajar
yang membentang di bagian
ventral tubuh yang disebut tali
syaraf.
LUSTY
PATMA DEWI

TAKSONOMI HEWAN

5. Alat indera
Alat indera berupa bintik mata
dan indera aurikel yang keduanya
terletak di bagian kepala. Bintik
mata merupakan titik hitam yang
terletak dibagian dorsal dari
kepala.
Masing-masing
bintik
mata terdiri dari sel-sel pigmen
yang tersusun dalam bentuk
mangkok yang dilengkapi dengan
sel-sel syaraf sensoris yang
sangat sensitive terhadap sinar.
Bintik mata tersebut sekedar
dapat membedakan gelap dan
terang saja.
LUSTY PATMA DEWI

Planaria
bersifat
photonegative.
Dari
kenyataan bahwa bila
Planaria dikenai cahaya
pada salah satu sisinya,
maka cacing tersebut
akan bergerak menjauhi
cahaya.
Aurikel
merupakan indera rasa,
bau, dan sentuhan, jika
aurikel tidak berfungsi,
hewan
tersebut
tidak
dapat mengetahui jenis
makanan kesukaannya.

TAKSONOMI HEWAN

LUSTY PATMA DEWI

TAKSONOMI HEWAN
6. System Reproduksi
Planaria bersifat hermaprodit, organ kelamin jantan terdiri atas :
a.Testis (berjumlah ratusan, berbentuk bulat tersebar di
sepanjang sisi kedua tubuh).
b.Vasa eferensia (pembuluh yang menghubungkan testis dengan
pembuluh lain yang lebih besar)
c.Vasa deferensia (pembuluh yang berjumlah dua buah
membentang di setiap sisi tubuh dan bermuara ke vesiculus
seminalis)
d.Penis, merupakan alat pentransfer ke tubuh planaria lain.
Mengadakan kopulasi dalam rangka mengadakan perkawinan
silang.
e.Ruang genitalis

LUSTY PATMA DEWI

TAKSONOMI HEWAN

Orga kelamin betina, terdiri atas :


a.Ovari berjumlah dua buah, berbentuk bulat terletak di bagian
anterior tubuh.
b.Oviduct (saluran telur) dari setiap ovarium akan membentang
kea rah posterior sebuah saluran yang disebut oviduct. Antara
saluran kiri dan kanan saling sejajar.
c.Kelenjar kuning telur (yolk gland) kelenjar ini menghasilkan
kuning telur yang akan disediakan bagi sel telur bila telah
diproduksi oleh ovarium.
d.Vagina merupakan saluran yang berfungsi untuk menerima
transfer spermatozoid dari Planaria lain. Yang selanjutnya
disimpan dalam receptaculus seminalis.
e.Uterus (receptaculus seminalis) merupakan ruangan yang
berbentuk gelembung yang berfungsi untuk menyimpan
spermatozoid.
f.Genital atrium (ruang genitalis) merupakan muara bersama
LUSTY
PATMA
DEWI
antara
kedua
buah saluran telur (oviduct).

TAKSONOMI HEWAN

LUSTY PATMA DEWI

TAKSONOMI HEWAN

7. Regenerasi
daya regenerasinya sangat tinggi, bila hewan dipotong-potong,
maka bagian yang hilang akan tumbuh kembali dan menjadi
individu utuh seperti semula

LUSTY PATMA DEWI

TAKSONOMI HEWAN

LUSTY PATMA DEWI

TAKSONOMI HEWAN

LUSTY PATMA DEWI

TAKSONOMI HEWAN

Klasifikasi filum
Platyhelminthes

FAJAR BAHARI

TAKSONOMI HEWAN
Phylum

Platyhelminthes

Kelas

Trematoda

1. Tricladida

Cestoda
Ordo

1. Taeninoida

Turbellaria
Ordo

1.Acoela
2.Allocaela k

2.
Echinostromida

2. Psedophyllidea

3. Plagiorchiida

3. Amphilinidae

4.Haplopharyngida

4.
Opisthorchiida

4. Gyrocotylidae

5.Lecthoepitheliata

3.Cetenulida

6.Macrostomida

5. Strigeatida

7.Nemerodermatida

6. .
Aspidogastrea

8.Polycladida
9.Prolecthophora
10.proplicastomata
11. proseriata
12. rhabdocoela k
13. tricladida

FAJAR BAHARI

TAKSONOMI HEWAN

Class
1. turbelaria

Ordo
1.

Acoela

2. Allocaela

3.Cetenulida

4.Haplopharyngida

FAJAR BAHARI

Famili
1. Convolutidae

Genus

Spesies

Convuluta

Convuluta armata

Amphiscolops

Amphiscolopus sp

Polychoerus

Polychoeruscaudatus

2.Haploposthiidae

Haplogonaria

Haplogonaria sp

3. Monocelididae

Ectocotyla

Ectocotyla hiruda

1.Pseudostomidae

Pseudostomum

Pseudostomum arenarium

2. Monocelididae

Monocelis

Monocelis alboguttata

3.Bothrioplananidae

Bothrioplana

Bothrioplana semperi

1.Latenulidae

Catenula

Catenula contuse

2.Stonostomidae

Stenostomum

Stenostomum anops

3.Catenulidae

Paracetenula

Paracatenula urania

1. Haplopharyngidae

Haplopharynx

Macostomida

TAKSONOMI HEWAN
Ordo

5.Lecthoepitheliata

6.Macrostomida

7.Nemerodermatida

8.Polycladida

1. Gnosonesimidae

Gnosonesima

Gnosonesima sp

2. Prorhynchuidae

Prorhynchus

Prorhynchus applanatus

1. Macrostomidae

Macrostomum

Macrostomum sp

2. Microstomidae

Microstomum

Microstomum lineare

1. Ascopariidae

Flagellophora

Flagellophora apelti

2. Nemertodermatidae

Nemertoderma

Nemertoderma

1. Leptoplanidae

Notoplana

Notoplana articola

Leptoplana

Leptoplana chloranoto

Thysanozoon

Thysanozoon brocchii

Pseudoceros

Pseudoceros ferrugineus

Prostheceraeus

Prostheceraeus vittatus

Eurylepta

Eurylepta cornuta

4. Hoploplanidae

Hoploplana

Hoploplana californica

5. Planoceridae

Planocera

Planocera folium

6. Stylochidae

Stylochus

Stylochus californicus

2. Pseudoceritidae

3. Euryleptidae

FAJAR BAHARI

TAKSONOMI HEWAN

9.Prolecthophora

1. Plagiostomumidae

Plagiostomum

Plagiostomum wilsoni

2. Urostomidae

Urostom

Urostom sp

10. Proplicastomata
11. Proseriata

1. Nemertoplanidae

Nemertoplana

Nemertoplana sp
Octoplana

12. Rhabdocoela

FAJAR BAHARI

1.Polycystidiae

Gyratrix

Gyratrix hermaphroditus

2.Umagilidae

Callastoma

Callastoma

3.Typhioplanidae

Mesostoma

Mesostoma arctica

4.Temnocephalae

Temnocephala

Temnocephala
novaezelandiae

5.Grafillae

Graffilla

Graffilla parasitica

6.Oterastricolae

Oterastricola

Pterastricola ramosa

7.Schizorhynchidae

Schizorhynchida

Typhlorhynchus

8.Karkinorhynchidae

Chaliplana

Cheliplana caeca

9.Cystiolanidae

Cystiplex

Cystiplex axi

TAKSONOMI HEWAN
13. Tricladida

Planaria

Planaria sp

Crenobia

Crenobia alpine

Dugesia

Dugesia tigrina

Polycelis

Polycelis coronate

2. Bipalidae

Bipalium

Bipalium kewense

3. Dendrocoelidae

Procotyla

Procotyla fluviatilis

4. Geoplanidae

Geoplana

Geoplana sanguinea

5. Bdellouridae

Bdelloura

Bdelloura candida

6. Dendrocoelidae

Dendrocoelum

Dendrocoelum lactium

1. Tricladida

1. Planariidae

Dugesia

Dugesia sp

2.Echinostomida

2. Echinostomidae

Echinostoma

Echinostoma revolutum

3. Plagiorchiida

3. Fasciolidae

Fasciola

Fasciola hepatica

4.Opisthorchiida

4. Microphallidae

Microphallus

Microphallus abortivus

5.Strigeatida

5. Opisthorchiidae

Opisthorchis

Opisthorchis chabaudi

6. Sanguinicolidae

Sanguinicola

Sanguinicola idahoensis

7. Schistosomatidae

Schistosoma

Schistosoma mansoni

1. Planariidae

2. Trematoda
Sub: Digenea

FAJAR BAHARI

TAKSONOMI HEWAN
Aspidogaster

Aspidogaster africanus

Cotylaspis

Cotylaspis cokeri

Multicotyl

Multicotyl sp

Rohdella

Rohdella anodontiase

Cotylogaster

Cotylogaster basiri

2. Rugogasteridae

Rugogaster

Rugogaster hyrolagi

3. Stichocotylidae

Stichocotyle

Stichocotyle nephropis

1. Taeniidae

Taenia

Taenia solium

Echinococcus

Echinococcus granulosus

2. Anoplocepha

Moniezia

Moniezia expanza

3.Dilepididae

Dipylidium

Dipylidium canium

4.Hymenolepididae

Hymenolepis

Hymenolepis diminuta

2. Psedophyllidae

1. Diphyllobothriidae

Diphyllobothrium

Diphyllobothrium latum

3.Amphilinidae

1.Amphilinidae

Amphilina

Amphilina foliacea

4.Gyrocotyl idae

1.Gyrocotylidae

Gyrocotyl

Gyrocotyl abssicola

Sub: Aspidogaster

1. Aspidogastridae
1. Aspidogastrea

3. Cestoda

1. Taeninoidea

Gyrometra

FAJAR BAHARI

TAKSONOMI HEWAN

Contoh Spesies dan


Gambar

DESYA PRADISTA

TAKSONOMI HEWAN

1. Kelas Turbellaria
A.Planaria sp
Kingdom: Animalia
Phylum : Platyhelminthes
Clasiss : Turbellaria
Ordo
: Tricladida
Family : Planariidae
Genus : Planaria
Spesies : Planaria sp

DESYA PRADISTA

TAKSONOMI HEWAN
B. Dugesia tigrina
Kingdom : Animalia
Phylum : Platyhelminthes
Kelas : Turbellaria
Ordo : Tricladida
Subordo : Palucola
Famili : Planariidae
Genus : Dugesia
Spesies
:Dugesia tigrina

DESYA PRADISTA

TAKSONOMI HEWAN
C. Bipalium kewensis
Kingdom
Phylum
Class
Ordo
Family
Genus
Species

DESYA PRADISTA

: Animalia
: Platyhelminthes
: Turbellaria
: Tricladida
: Bipalidae
: Bipalium
: Bipalium kewensis

A.Notoplana acticola

TAKSONOMI HEWAN

D. Notoplana acticola
Kingdom
: Animalia
Filum : platyhelminthes
Class : Turbellaria
Order : Polycladida
Family : Leptoplanidae
Genus : Notoplana
Species : Notoplana acticola

DESYA PRADISTA

TAKSONOMI HEWAN

E. Pseudobiceros bedfordi
Kingdom
Filum
Class
Order
Family
Genus
Species

DESYA PRADISTA

: Animalia
:Platyhelminthes
: Turbellaria
: Polycladida
: Pseudocerotidae
: Pseudobiceros
: Pseudobiceros bedfordi

TAKSONOMI HEWAN

2. Kelas trematoda
A. Fasciola Hepatica
Kingdom
Phyulm
Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

DESYA PRADISTA

: Animalia
: Platyhelminthes
: Trematoda
: Plagiorchiida
: Fasciolidea
:Fasciola
:Fasciola Hepatica

TAKSONOMI HEWAN

B. Gyrodactylus elegans
Kingdom
Phylum
Classis
Ordo
Famili
Genus
Spesies

DESYA PRADISTA

: Animalia
: Platyhelminthes
: Trematoda
: Monogenea
: Gyrodactylidae
: Gyrodactylus
: Gyrodactylus elegans

TAKSONOMI HEWAN

C. Paragonimus westermani
Kingdom
Phylum
Class
Ordo
Family
Genus
Species

DESYA PRADISTA

: Animalia
: Platyelminthes
: Trematoda
: Plagiorchiida
: Troglotrematidae
: Paragonimus
: Paragonimus westermani

TAKSONOMI HEWAN

D. Schistosoma japonicum
Kingdom
Filum
Class
Subclass
Ordo
Family
Genus
Species
japonicum

DESYA PRADISTA

: Animalia
: Platyhelminthes
: Trematoda
: Digenea
: Strigeidida
: Schistosomatidae
: Schistosoma
:
Schistosoma

TAKSONOMI HEWAN

E. Clonorchis sinensis
Kingdom
Filum
Class
Ordo
Family
Genus
Species

DESYA PRADISTA

: Animalia
: Platyhelminthes
: Trematoda
: Opisthorchiida
: Opisthorchiidae
: Clonorchis
: Clonorchis sinensis

TAKSONOMI HEWAN

3. Kelas cestoda
A. Taenia saginata
Kingdom
Phylum
Class
Ordo
Family
Genus
Species

DESYA PRADISTA

: Animalia
: Platyhelminthes
:Cestoda
: Cyclophyllidea
: Taeniidae
: Taenia
:Taenia saginata

TAKSONOMI HEWAN

B. Diphyllobothrium latum
Kingdom
Filum
Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

DESYA PRADISTA

: Animalia
: Platyhelminthes
: Cestoda
: Pseudophyllidea
: Diphyllobothriidae
: Diphyllobothrium
: Diphyllobothrium latum

TAKSONOMI HEWAN

C. Dipylidium caninum
Kingdom
Phylum
Class
Ordo
Family
Genus
Species

DESYA PRADISTA

: Animalia
: Platyhelminthes
: Cestoda
: Taeninoidea
: Dilepididae
: Dipylidium
: Dipylidium caninum

TAKSONOMI HEWAN

D. Hymenolepis nana
Kingdom
Phylum
Class
Ordo
Family
Genus
Species

DESYA PRADISTA

: Animalia
: Platyhelminthes
: Cestoda
: Cyclophyllidea
: Hymenolepididae
: Hymenolepis
: Hymenolepis nana

TAKSONOMI HEWAN

E. Hymenolepis diminuta
Kingdom
Phylum
Class
Ordo
Family
Genus
Species

DESYA PRADISTA

: Animalia
: Platyhelminthes
: Cestoda
: Cyclophyllidea
: Hymenolepididae
: Hymenolepis
: Hymenolepis diminuta

TAKSONOMI HEWAN

PERANAN, SEBARAN DAN


HABITAT

ENDAH KARTIKA

TAKSONOMI HEWAN

Platyhelminthes ada yang hidup bebas maupun


parasit. .Platyhelminthes yang hidup bebas memakan
hewan-hewan dan tumbuhan kecil atau zat organik
lainnya seperti sisa organisme..Platyhelminthes parasit
hidup pada jaringan atau cairan tubuh inangnya.
Habitat Platyhelminthes yang hidup bebas adalah di air
tawar, laut, dan tempat-tempat yang lembab. Habitat
Platyhelminthes yang parasit hidup di dalam tubuh
inangnya (endoparasit) pada siput air, sapi, babi, atau
manusia,dsb.

ENDAH KARTIKA

TAKSONOMI HEWAN

1. Turbellaria (Cacing berambut


getar)
Habitat Turbellaria
Kebiasaan cacing turbellaria kebanyakan hidup bebas jarang
sebagai parasit, dan biasanya menempel pada dedaunan atau
batuan yang tergenang air dan kondisi lembab, Secara umumnya
turbellaria hidup bebas, tetapi kebanyakan turbellaria di daerah
eropa yang sampai sekarang masih diselidiki merupakan hewan
ectoparasit yaitu hewan yang menumpang sementara pada
tubuh krustaseae. Sebagian tersebar di daerah laut, tetapi juga
ada yang hidup didaerah tropis adan subtropis.

ENDAH KARTIKA

TAKSONOMI HEWAN

Adapun habitat dari organisme ini adalah:


1. Di air tawar yang jernih (belum tercemar)
2. Di air laut yang jernih (belum tercemar)
3. Menempel pada dedaunan atau dibalik batuan yang tergenang
air
4. Di bawah batang kayu yang lembab
5. Di permukaan sedimen air
6. Di tanah yang basah
7. Diselokan-selokan ataupun kolam yang belum tercemar
8. Di saluran irigasi persawahan ataupun sungai sungai yang
belum tercemar
9. Di antara bahan yang terendam air seperti batu, koral, dan
ganggang.

ENDAH KARTIKA

TAKSONOMI HEWAN

ENDAH KARTIKA

TAKSONOMI HEWAN

Peranan Turbellaria

Salah satu contoh organisme yang dikenal dari kelas Turbellaria


ini adalah Planaria sp., Planaria, berlimpah dalam kolam dan aliran
sungai yang tidak terpolusi. Planaria mempunyai kebiasaan
berlindung di tempat-tempat yang teduh, misalnya di balik batubatuan, di bawah daun yang jatuh ke dalam air. Cacing ini digunakan
oleh manusia sebagai bioindikator air bersih karena planaria hanya
dapat hidup di daerah yang belum tercemar dan banyak
mengandung oksigen. Selain itu, planaria juga dimanfaatkan untuk
pakan ternak ikan. Peranan kelas turbellaria adalah sebagai
bioindikator air bersih dan sebagai pakan organisme lain (ikan).

ENDAH KARTIKA

TAKSONOMI HEWAN

2. Termatoda (Cacing
hisap)
Habitat Termatoda

Pada dasarnya semua organisme dari kelas Termatoda adalah


parasit. Organisme ini biasanya hidup didalam atau pada tubuh
organisme lain, dimana dia memerlukan suatu inang perantara
(intermediet)sebagai tempat perkembangan larvanya sebelum
menginfeksi inang terakhirnya (umumnya vertebrata), yaitu
sebagai tempat cacing dewasa hidup. Cacing ini memiliki
penghisap untuk menempelkan diri ke organ internal atau
permukaan luar inangnya, dan semacam kulit keras yang
membantu melindungi parasit itu. Sebagai contoh, termatoda yang
memparasiti manusia menghabiskan sebagian dari sejarah
hidupnya di dalam bekicot. Termatoda dewasa pada umumnya
hidup di dalam hati, usus, paru-paru, ginjal, dan pembuluh darah
vertebrata. Semua anggota Trematoda hidup parasit, terutama
pada Vertebrata. Ada yang hidup sebagai ektoparasit, ada yang
sebagai endoparasit. (Anonim, 2012)

ENDAH KARTIKA

TAKSONOMI HEWAN

Penyebaran Termatoda
Organisme dari kelas Termatoda ini dapat ditemukan
diberbagai negara didunia seperti:
1. Trematoda Hati (Clonorchis sinensis)
Cacing ini pertama kali ditemukan oleh Mc Connell
tahun 1874 disaluran empedu pada seorang cina di
kalkuta., hospes dari parasit ini adalah manusia,
kucing, anjing, beruang kutub dan babi. Penyakit
yang disebabkan oleh cacing ini adalah klonorkiasis.
Trematoda hati banyak di temukan di Cina, Jepang,
Korea dan Vietnam. Penyakit yang ditemukan di
Indonesia bukan infeksi autokton.
ENDAH KARTIKA

TAKSONOMI HEWAN

2. Trematoda Paru
Manusia dan binatang yang memakan ketam/udang batu, seperti
kucing, luak, anjing, harimau, srigala dan lain-lain merupakan
hospes cacing ini. Pada manusia parasit ini menyebabkan
paragonimiasis. Cacing ini banyak ditemukan di RRC, Taiwan,
Korea, Jepang, Filipina, Vietnam, Thailand, India, Malaysia, Afrika
dan Amerika Latin. Di Indonesia ditemukan autokton pada
binatang, sedangkan pada manusia hanya sebagai kasus inpor
saja.
3. Trematoda Darah

Pada manusia ditemukan 3 spesies penting: Schistosoma


japonicum,
Schistosoma
mansomi
dan
Schistosoma
haematobium. Selain spesies yang ditemukan pada manusia,
masih banyak spesies yang hidup pada binatang dan kadangkadang dapat menghinggapi manusia.
ENDAH KARTIKA

TAKSONOMI HEWAN

Peranan Termatoda

Pada dasarnya organisme dari kelas Termatoda ini


adalah parasit sehingga dapat menginfeksi dan
merugikan organisme lain, seperti:
1. Dapat menyebabkan penyakit Klonorkiasis (Termatoda
Hati)

Klonorkiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh


cacing Clonorchis sinensis, cacing ini biasanya
menyerang organ hati dan empedu, sehingga
menyebabkan kondisi badan menjadi melemah karena
organ hati dan empedu membengkak serta diare yang
berkepanjangan.Inang perantaranya adalah siput dan
ikan. Manusia, Kucing, Anjing, Beruang Kutub , dan Babi
merupakan Hospes parasit Trematoda Hati.
ENDAH KARTIKA

TAKSONOMI HEWAN

2. Dapat menyebabkan penyakit skistosomiasis


(Termatoda Darah)

Skistosomiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh


cacing Schistosoma japonicum, yang biasanya hidup di
dalam pembuluh darah pada saluran pencernaan
manusia.Penyakit ini dapat menyebabkan diare, sakit
perut , pembesaran hati dan limpa , pembesaran perut,
kuning pada kulit dan mata ataupun dapat merusak
jaringan
dan
organ
seperti
kandung
kemih,ureter,hati,limpa,dan ginjal manusia.

ENDAH KARTIKA

TAKSONOMI HEWAN
3.Dapat menyebabkan penyakit paragonimiasis (Termatoda Paru)

Paragonimiasis adalah penyakit yang disebakan oleh cacing


Paragonimus westermani , dimana bagian tubuh yang diserang
adalah paru-paru, sehingga menyebabkan penyakit radang paruparu kronis .Cacing ini dapat menginfeksi manusia dan hewan
seperti kucing, luak, anjing, harimau, serigala dll, yang memakan
ketam atau udang batu yang dimasak dengan tidak sempurna.
4. Dapat menyebabkan penyakit Fasciolosis

Fasciolosis adalah penyakit yang disebabkan oleh cacing


Fasciola hepatica (cacing hati ternak).Cacing ini akan
menginfeksi bagian hati dan kantung empedu sapi dan domba
pada umumnya.Selain itu cacing ini juga dapat terlihat pada
manusia, jika manusia tersebut mengkonsumsi hati domba dan
sapi yang tidak diolah dengan baik. Hewan yang terserang
penyakit ini ditandai dengan nafsu makan turun, kurus, selaput
lendir mata pucat dan diare.
ENDAH KARTIKA

TAKSONOMI HEWAN

5. Dapat menyebabkan penyakit ekinostomiasis


(Termatoda Usus)

Ekinostomiasis merupakan suatu penyakit yang


disebabkan oleh cacing termatoda dari keluarga
Echinostomatidae.
Hospes
cacing
keluarga
Echinostomatidae sangat beraneka ragam, yaitu
manusia, tikus, anjing, burung, ikan, dll.Biasanya cacing
ini menyebabkan kerusakan ringan pada mukosa
usus.Pada anak-anak dapat menimbulkan gejala diare ,
sakit perut, anemia, dan sembab (edema).

ENDAH KARTIKA

TAKSONOMI HEWAN

3. Cestoda (Cacing pita)


Habitat Cestoda
Organisme dari kelas Cestoda ini hidup sebagai
parasit didalam tubuh organisme lain.Hampir semua
merupakan endoparasit dengan hidup didalam
sistem pencernaan pada vertebrata dan larvanya
ada di dalam jaringan vertebrata dan invertebrata.
Cestoda bersifat parasit karena menyerap sari
makan dari usus halus inangnya. Sari makanan
diserap langsung oleh seluruh permukaan tubuhnya
karena cacing ini tidak memiliki mulut dan
pencernaan (usus). Manusia dapat terinfeksi
Cestoda saat memakan daging hewan yang
dimasak tidak sempurna.
ENDAH KARTIKA

TAKSONOMI HEWAN

Penyebaran Cestoda
Organisme dari kelas Cestoda ini tersebar secara luas di
seluruh dunia, terutama di daerah tropis, karena daerah
tropis memiliki curah hujan yang cukup tinggi dan iklim
yang sesuai untuk perkembangan parasit tersebut.
Selain itu parasit ini juga terdapat di daerah yang
penduduknya banyak mengkonsumsi daging babi
ataupun olahan daging yang tidak dimasak secara
sempurna seperti negara-negara di Asia Tenggara, India,
Afrika Selatan, Amerika Latin,Eropa (Gzech, Slowakia,
Kroatia, Serbia),Cina, Amerika Utara,Rusia, Finlandia dan
juga beberapa daerah di Indonesia antara lain di Irian
Jaya, Bali dan Sumatra Utara.

ENDAH KARTIKA

TAKSONOMI HEWAN

Peranan Cestoda
1. Taenia solium (cacing pita pada
manusia)

Dapat
menyebabkan
penyakit
Taeniasis yaitu suatu infeksi pada saluran
pencernaan
oleh
cacing
taenia
dewasa.Hospes perantaranya adalah babi.
2.
Taenia saginata (cacing pita pada
manusia)

Taenia saginata menimbulkan infeksi


pada usus manusia, terutama di bagian
atas jejunum. Cacing ini dapat bertahan
hidup sampai 25 tahun. Pada tubuh
manusia biasanya ditemukan hanya satu
ekor cacing dewasa.Hospes perantaranya
adalah sapi.
ENDAH KARTIKA

TAKSONOMI HEWAN
3. Diphillobothrium latum
Menyebabkan penyakit Diphyllobothriasis,
parasit pada manusia dengan hospes
perantara berupa katak sawah (Rana
cancrivora), dan ikan. Penyakit ini biasanya
tidak menimbulkan gejala berat, hanya gejala
saluran cerna seperti diare dan tidak nafsu
makan.Selain itu cacing ini juga dapat
menyebabkan defisiensi vitamin12 karena
cacing ini banyak menyerap vitamin B12.
4. Echinococcus granlocus

Merupakan cacing pita pada anjing.


Echinococcus granulosus menginfeksi selama
bertahun-tahun sebelum kista membesar dan
menyebabkan gejala saat tersebar ke organorgan vital. Bila menginfeksi hati maka terjadi
rasa sakit dan nyeri di bagian abdominal,
benjolan di daerah hati, dan obsruksi saluran
empedu.
ENDAH KARTIKA

TAKSONOMI HEWAN
5. Himenolepis nana
Cacing pita yang hidup dalam usus manusia dan
tikus,
dan
tidak
memiki
hospes
perantara.Parasit
ini
biasanya
tidak
menyebabkan gejala. Jumlah yang besar dari
cacing yang menempel pada dinding usus halus
Upaya
Pencegahan
menimbulkan
iritasi mukosa usus.

Pemeriksaan kesehatan daging pada saat proses


penyembelihan.
Tidak mengkonsumsi daging mentah atau setengah matang.
Pembuangan tinja segar didalam kolam air tawar harus
dihindarkan.
Penjualan ikan dari danau yang banyak mengandung parasit
harus dilarang.
Menghindari kontak dengan hospes perantara yang
memungkinkan terjadinya kontaminasi.
Selalu mencuci tangan sebelum makan juga dapat
mengurangi infeks,i karena kontaminan yang menempel pada
tangan akan mati ketika mencuci tangan.
Menjaga
kebersihan diri sendiri dan lingkungan sekitar.
ENDAH
KARTIKA

TAKSONOMI HEWAN

SPESIES YANG LANGKA, BARU


ATAU PUNAH

TIARA PUTRI UTAMI DAN AMITHA

TAKSONOMI HEWAN
.

1. Pseudoceros indicus
Penemu : Newman and Schupp, 2002
Lokasi : Pulau Burung, Andaman
Selatan, India

Karakteristik : Ukuran 15-20


mm, hewan itu ditemukan di
bawah batu Chidiya Tapu,
Andaman
Selatan.
Badan
memanjang, oval dan daun
seperti dalam bentuk. Latar
belakang berbintik-bintik krim
dan putih buram disisi lain
tampak bintik-bintik ungu royal
biru atau gelap sepanjang
tubuhnya, bintik tidak merata
dalam ukuran dan jarak.
TIARA PUTRI UTAMI DAN AMITHA

Kingdom
Phylum
Class
Order
Family
Genus
Species
indicus

: Animalia
: Platyhelminthes
: Turbellaria
: Polycladida
: Pseudocerotidae
: Pseudoceros
: Pseudoceros

TAKSONOMI HEWAN

2. Pseudoceros rubronanus
Penenmu : Newman and Cannon, 1998
Lokasi
:
South
Button,
Ritchies
Archipelago, India

Karakteristik :
Ukuran
30
mm,
hewan
ditemukan
merangkak di daerah berpasir
antara
terumbu
karang.
Memiliki warna beludru merah
oranye terang, merah merah
muda di sepanjang tubuhnya
bagian tepi dengan titik-titik
putih yang tidak teratur atas
seluruh permukaan.

TIARA PUTRI UTAMI DAN AMITHA

Kingdom
: Animalia
Phylum
: Platyhelminthes
Class
: Turbellaria
Order
: Polycladida
Family
: Pseudocerotidae
Genus
: Pseudoceros
Species
: Pseudoceros
rubronanus

TAKSONOMI HEWAN

3. Pseudobiceros hymanae

Penemu : Newman and Cannon, 1997


Lokasi : South Button Island, Ritchies
Archipelago, India

Karakteristik : Ukuran 65 mm, hewan


ditemukan di seberkas alga. Latar
Belakang beludru hitam, buram; tepi
dengan dua band warna yang berbeda,
jingga dengan pelek hitam yang sempit.

TIARA PUTRI UTAMI DAN AMITHA

Kingdom
Phylum
Class
Order
Family
Genus
Species
hymanae

: Animalia
: Platyhelminthes
: Turbellaria
: Polycladida
: Pseudocerotidae
: Pseudoceros
: Pseudoceros

TAKSONOMI HEWAN

4. Pseudoceros confuscus
Penemu : Newman and Cannon,
1995
Lokasi : Havelock Island, Ritchies
Archipelago, India

Karakteristik : Ukuran 45 mm,


hewan ditemukan merangkak
di bawah berpasir di karang.
warna cream Background
putih
dengan
5
band
marjinal,
3
band
yang
berbeda; dari dalam ke luar;
sempit putih buram; granular
hitam; jeruk; granular kuning
hitam dan sempit di tepi.
TIARA PUTRI UTAMI DAN AMITHA

Kingdom
Phylum
Class
Order
Family
Genus
Species
confuscus

: Animalia
: Platyhelminthes
: Turbellaria
: Polycladida
: Pseudocerotidae
: Pseudoceros
: Pseudoceros

TAKSONOMI HEWAN

5. Pseudoceros intermittus
Penemu : Newman and Cannon, 1995
Lokasi : Havelock Island, Ritchies
Archipelago, India

Karakteristik
: Ukuran 45 mm.
Warna latar belakang putih atau
putih krim dengan tiga yang berbeda,
biasanya terganggu, warna bagian
tepi bagian dalam coklat lebar,
orange; tengah sempit, hitam; hijau
kuning cerah di tepi.

TIARA PUTRI UTAMI DAN AMITHA

Kingdom
: Animalia
Phylum
: Platyhelminthes
Class
: Turbellaria
Order
: Polycladida
Family
: Pseudocerotidae
Genus
: Pseudoceros
Species
: Pseudoceros
intermittus

TAKSONOMI HEWAN

6. Cycloporus albofasciatus, 2002


Kingdom
: Animalia
Phylum
: Platyhelminthes
Class
: Turbellaria
Order
: Polycladida
Family
: Euryleptidae
Genus
: Cycloporus
Species
: Cycloporus
albofasciatus
Lokasi : Madang, Australia
TIARA PUTRI UTAMI DAN AMITHA

TAKSONOMI HEWAN

7. Cycloporus atratus, 2002

Kingdom
Phylum
Class
Order
Family
Genus
Species

: Animalia
: Platyhelminthes
: Turbellaria
: Polycladida
: Euryleptidae
: Cycloporus
: Cycloporus atratus

Lokasi : south GBR, Australia

TIARA PUTRI UTAMI DAN AMITHA

TAKSONOMI HEWAN

8. Cycloporus guttatus, 2002

Kingdom
Phylum
Class
Order
Family
Genus
Species
guttatus

: Animalia
: Platyhelminthes
: Turbellaria
: Polycladida
: Euryleptidae
: Cycloporus
: Cycloporus

Lokasi : south GBR, Australia

TIARA PUTRI UTAMI DAN AMITHA

TAKSONOMI HEWAN

9. Cycloporus harlequin, 2002


Kingdom
Phylum
Class
Order
Family
Genus
Species

: Animalia
: Platyhelminthes
: Turbellaria
: Polycladida
: Euryleptidae
: Cycloporus
: Cycloporus harlequin
Lokasi : south GBR,
Australia

TIARA PUTRI UTAMI DAN AMITHA

TAKSONOMI HEWAN

10. Cycloporus reticulates, 200

Kingdom
Phylum
Class
Order
Family
Genus
Species
reticulate

: Animalia
: Platyhelminthes
: Turbellaria
: Polycladida
: Euryleptidae
: Cycloporus
: Cycloporus
Lokasi
:
Australia

TIARA PUTRI UTAMI DAN AMITHA

Madang,

TAKSONOMI HEWAN

11. Cycloporus spiritus, 2002


Kingdom
Phylum
Class
Order
Family
Genus
Species
spiritus

: Animalia
: Platyhelminthes
: Turbellaria
: Polycladida
: Euryleptidae
: Cycloporus
: Cycloporus

Lokasi
:
Australia

TIARA PUTRI UTAMI DAN AMITHA

south

GBR,

TAKSONOMI HEWAN

12. Cycloporus venetus, 2002

Kingdom
Phylum
Class
Order
Family
Genus
Species
venetus

: Animalia
: Platyhelminthes
: Turbellaria
: Polycladida
: Euryleptidae
: Cycloporus
: Cycloporus
Lokasi : WA, Australia
Lokasi : WA, Australia

TIARA PUTRI UTAMI DAN AMITHA

TAKSONOMI HEWAN

13. Platydemus Manokwari


Kingdom
: Animalia
Phylum
: Platyhelminthes
Class
: Turbellaria
Order
: Tricladida
Family
: Geoplanidae
Genus
: Platydemus
Species
: Platydemus
manokwari
Lokasi
Penemu

: Papua Nugini, Samudera Pasific


: De Beauchamp (1962)

TAKSONOMI HEWAN

TERIMA KASIH