Anda di halaman 1dari 5

Edukasi Pasien Fraktur

Ruang 9

1.Memberitahukan pada pasien bahwa akan di rujuk


ke RS untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, jika
patah tulang parah (misalnya patah tulang
menembus kulit, kita tutup luka dengan pembalut
yang bersih sebelum kita rujuk) atau seperti pada
kasus di ikat dengan tali sebagai penanganan awal
untuk menekan perdarahan.
2.Selama perjalanan ke RS, minta pasien untuk
mempertahankan posisi lengan yang terkena fraktur
(jangan melakukan banyak gerakan yang dapat
memperparah fraktur dan menimbulkan komplikasi).

(Tindakan di RS)
3.Kita beritahukan pada pasien bahwa akan
di lakukan berbagai pemeriksaan seperti USG
untuk melihat keadaan tulang.
4.Dari hasil pemeriksaan, jika di temukan
patah tulang yang sederhana maka akan
dilakakukan reposisi immobilisasi dengan
pemasangan gips.Sedangkan jika di dapatkan
patah tulang yang parah (menembus kulit),
maka akan di lakukan operasi pembersihan
dan pemasangan penyangga tulang.

5.Jika penaganan sudah dilakukan sesuai dengan kondisi


tulang, kita beritahukan ke pasien untuk mengurangi
pergerakan bagian yang patah, mengkonsumsi nutrisi
yang baik, serta meningkatkan asupan darah.
6.Jika fraktur tidak parah pasien di persilahkan untuk
pulang namun sudah dilakukan pemasangan gips
terlebih dahulu untuk mengurangi beban tulang yang
terjadi fraktur. Namun, beritahukan pada pasien untuk
sering Kontrol ke poli ortopedi serta segera kembali ke
instalasi rawat darurat bila timbul warna kebiruan dan
dingin, kesemutan hebat, bengkak dan nyeri padaorgan
yang dipasang gips.

7.Jika keadaan pasien sudah membaik


dan sudah terjadi immobilisasi yang
baik(telah terjadi penyatuan tulang),
kita bisa meminta pasien untuk
melakukan beberapa latihan ringan
secara berulang guna meningkatkan
vaskularisasi daerah fraktur sehingga
mencegah terjadinya kontraktur serta
mengembalikan fungsi tulang seperti
sedia kala.