Anda di halaman 1dari 9

HIPERTIROID

Ratna Dewi Artati

Hipertiroid : keadaan abnormal kelenjar


tiroid akibat meningkatnya prod hormon
tiroid sehingga kadarnya meningkat dalam
darah yang ditandai dengan penurunan BB,
gelisah, tremor, berkeringat, dan kelemahan
otot.
Sebagian besar kasus hipertiroid pada anak
disebabkan oleh peny Graves.

Insidens tertinggi : masa remaja, hanya


sekitar 5% usia < 15 th.
Puncak insidens : usia 20-40 th.
Wanita 5 kali lebih sering dibandingkan lakilaki.
> 60% pasien ditemukan riw keluarga dengan
peny tiroid autoimun.
Hipertiroid kongenital terjadi 2% pada bayi
yg lahir dari ibu dengan peny Graves.

Patofisiologi
Merupakan suatu peny autoimun
diaktifkannya limfosit T oleh antigen tiroid
merangsang limfosit B u/ hasilkan antibodi
terhadap tiroid (anti peroxidase antibodies &
anti thyroglobulin antibodies), juga TSH
receptor antibodies (TRAbs) yg bekerja
menyerupai TSH.

Gambaran Klinis
Gejala & tanda spesifik pada anak :
struma difus, takikardia, cemas, peningkatan
tek darah, proptosis, peningkatan nafsu
makan, tremor, kehilangan BB, tidak tahan
udara panas.

Pemeriksaan Penunjang
TSHs

(Thyroid stimulating hormone


sensitive)
FT4 (Free thyroxine)
T3, bila perlu
Antibodi tiroid tu TRAbs
USG tiroid
Skintigrafi tiroid

Tatalaksana
Tujuan R/ peny Graves : tercapainya kembali kadar
hormon tiroid yang normal :
1. Obat antitiroid :
- propiltiourasil (PTU) 5-10 mg/kg/hr
- metimazol (Carbimazole) 0,25-1 mg/kg/hr
2. Yodium radioaktif : I131
3. Pembedahan
Faktor yang pengaruhi pilihan R/ : usia pasien, besar
kelenjar tiroid, adanya alergi obat, dan derajat
beratnya hipertiroid.

TERIMA KASIH