Anda di halaman 1dari 5

IFRS 1: FIRST TIME ADOPTION OF IFRS

melalui Ikatan Akuntan Indonesia ( IAI) telah menetapkan tahun 2012 Indonesia
Tujuan IFRS 01 adalah untuk menetapkan aturan untuk laporan keuangan pertama
sudah mengadopsi penuh IFRS
entitas yang disusun sesuai dengan IFRS, khususnya mengenai transisi dari
prinsip akuntansi yang sebelumnya diterapkan oleh entitas (GAAP sebelumnya).
Terdapat 3 tahapan dalam melakukan konvergensi IFRS di Indonesia
Tahap Adopsi (2008 2011),meliputi aktivitas dimana seluruh IFRS diadopsi ke
PSAK, persiapan infrastruktur yang diperlukan, dan evaluasi terhadap PSAK yang
berlaku.
Tahap Persiapan Akhir (2011), dalam tahap ini dilakukan penyelesaian terhadap
persiapan infrastruktur yang diperlukan.
Tahap Implementasi (2012),berhubungan dengan aktivitas penerapan PSAK IFRS
secara bertahap. Kemudian dilakukan evaluasi terhadap dampak penerapan PSAK
secara komprehensif.

PENGECUALIAN TERHADAP ATURAN ADOPSI PERTAMA KALI

Ruang lingkup IFRS terdiri dari


Nilai wajar jumlah penilaian kembali yang
dapat dianggap sebagai nilai terpilih

Penggabungan usaha sebelum tanggal


transaksi

laporan keuangan IFRS pertamanya


Employee benefits
perbedaan kumulatif atas transaksi mata
uang asing muhibah dan penyesuaian nilai
wajar
instrumen keuangan termasuk akuntansi
Setiap laporan keuangan interim jika ada yang menyajikan
lindung nilai
sesuai
dengan
IAS-34
pelaporan
keuangan
interim
untuk
bagian
Estimasi
dari periode yang dicakup oleh laporan keuangan IFRS pertama
Penghentian pengakuan aset dan kewajiban
keauangan
Non - controling interests (kepentingan non
pengendali)
IFRS 1 tidak berlaku untuk badan sudah melaporkan
berdasarkan IFRS

LAPORAN POSISI KEUANGAN AWAL MENURUT STANDAR PELAPORAN


KEUANGAN INTERNASIONAL
Sebuah entitas harus membuat laporan posisi keuangan IFRS
Penerapan IFRS/SAK
dengan
pengungkapan
tambahan
pembuka
pada
tanggal transisi
IFRS. yang diperlukan
Laporan
posisi
keuangan laporan keuangan yang menyajikan secara
seharusnya
akan
menghasilkan
Laporan laba rugi komprehensif
(neraca)
wajar posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas suatu entitas.
IFRS 1 menyatakan bahwa sebuah entitas diharuskan:
Laporan perubahan ekuitas
Nilai wajar jumlah penilaian kembali yang
dapat dianggap sebagai nilai terpilih
Catatan
atas
laporan
keuangan
menggunakan
IFRS
dalam
mengukur
semua
aset dan liablitas yang diakui

Laporan arus kas


mengakui semua aset dan liabilitas yang
diakui berdasarkan IFRS
Laporanitem-item
posisi keuangan
reklasifikasi
yang telah diakui
komparatifberdasarkan
awal periode dan
penyajian retrospektif terhadap
penerapan kebijakan akuntansi

SESI DISKUSI

TERIMA KASIH