Anda di halaman 1dari 50

KEGAWAT DARURATAN

PADA KULIT
dr. Nenden L.S.SpKK
Bag.Ilmu Kesehatan Kulit & Kelamin
Fak. Kedokteran U. Yarsi

JENIS KEGAWATDARURATAN PADA


PENYAKIT KULIT

Stevens Johnson Syndrome

Toxic Epidermal Necrolysis

Stapylococcal Scalded Skin Syndrome

Pemfigus Vulgaris

ERITEMA MULTIFORME

Pertama : Hebra (1860)


Erupsi kulit akut mukosa (-/+) gambaran
kelainan kulit bervariasi gejala dari ringan s/p
berat
Penyebab pasti (-) Infeksi (), Obat (10%)
dan Keganasan
Infeksi : virus, mikoplasma, klamidia
Obat: Sulfonamide, Tetrasiklin, Fenilbutason,
Barbiturat & Carbamazepin

Reaksi hipersensitivitas tipe III


Kelainan kulit : Makula, Papula, Plak eritematosa,
Urtika, Bentuk Khas Lesi Target / Iris (bag tepi
kemerahan, bag tengah gelap atau vesikel / bula
Distribusi : Ekstermitas distal (punggung tangan &
lengan bag ekstensor) ke seluruh tubuh
Terdapat 2 tipe :
Eritema multiforme minor (tidak mengenai
mukosa) & mayor (mengenai mukosa)

ERITEMA MULTIFORME MAYOR

NEKROLISIS EPIDERMAL TOKSIK (NET)


DEFINISI
NET: penyakit akut & berat. Ditandai dengan :
Epidermolisis luas
Kelainan selaput lendir, orifisium, mata
Lesi eritema, vesikel, bula, erosi & purpura
PATOGENESIS
Belum diketahui
Dianggap NET bentuk berat SSJ
Sebagian SSJ NET

NEKROLISIS EPIDERMAL TOKSIS

Pertama x Lyel (Sindroma Lyells)


Kel kulit berat, eritem luas & terkelupasnya
epidermis luka bakar
Jarang terjadi, fatal, terutama karena obat
interval pertama x (12-24 hr) berulang (bbrp
jam -2 hr)
Jenis obat : antibiotika 40 %, analgesik 23%,
NSAID 19%, antigout 15%, psikoleptik 11%
Patogenesis belum diketahui RX
hipersensitivitas

Reaksi hipersensitivitas tipe 2 (sitotoksik)


mediator sel keratinosit apoptosis
Reaksi hipersensitivitas tipe lambat mediator
dari sel T (tersensitasi)
Perjalanan penyakit : akut awal G/ prodormal
(pe nafsu makan, demam, nyeri sendi)
timbul eritem diikuti pembentukan vesikel
bula yg besar & mudah pecah
Kelainan kulit reaksi obat yg menyeluruh
epidermolisis (kulit mengelupas spt terbakar)
simetris terutama wajah, badan & ektermitas
atas > 50% luas tubuh

GAMBARAN KLINIS

Tanda Nikolsky (+) bula lebar yg mudah


pecah
Kelainan mukosa : 90 % kasus awal eritem
erosi di mulut, nasal, mata, faring, trakhea,
esofagus, bronkus genital & anal (nyeri)
Kelainan sistemik (+) : demam organ
visceral (paru2 & GIT) sp kematian
Histopatologis : letak celah di antara epidermis
dan dermis degenerasi hidropik dari sel
basal, tdpt sel2 radang & sel2 nekrosis di sekitar
celah

NEKROLISIS EPIDERMAL TOKSIK (NET)


SIMTOMATOLOGI
Gejala prodromal : malaise, lelah, mual, muntah, diare, angina, demam,
konjungtivitis ringan, radang mukosa mulut & genital
Beberapa jam hari kemudian kelainan kulit : makula, papel,
eritematosa, morbiliformis disertai dengan bula flaccid cepat meluas &
konfluens
Lesi wajah, ekstremitas & badan
Lesi eritem,vesikel, erosi mukosa pipi, bibir, konjungtiva, genitalia, anus
Onikolisis, alis, bulu mata rontok + epidermolisis kelopak mata
KU buruk, suhu , Kesadaran
Tanda Nikolsky (+)
Organ tbh : perdarah tr. GI, trakeitis, bronkopneumonia, udem paru,
emboli paru, ggg keseimbangan cairan & elektrolit, syok hemodinamik &
kegagalan ginjal
Komplikasi lain : sepsis akb inf Staphylococcus aureus / Pseudomonas
aeroginosa, sering kematian

ETIOLOGI
Penyebab = SSJ, Penyebab utama NET : obat-obatan
Obat-obat penyebab NET

Alopurinol
Eritromisin
Fenolftalein
Penisilin
Sulfonamid
Aspirin
Fenbufen
Hidantoin
Pirosikam
Tetrasiklin
Barbiturat
Fenilbutason
Karbamasepin
Rifampisin

PENYEBAB NET YANG LAIN

Difteri
Aspergilosis paru
Vaksinasi polio
Sepsis akibat E coli
Vaksinasi morbili
Limfoma
Anti toksin tetanus
Leukemia
Infeksi virus (varisela, herpes simpleks
Penyakit graft versus host

NEKROLISIS EPIDERMAL TOKSIK (NET)


LABORATORIUM
Leukositosis
Enzim transaminase serum
Albuminuria
Ggg keseimbangan elektrolit & cairan

PEM. RADIOLOGI
Untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi : TBC,
bronkopneumonia
HISTOPATOLOGI
Nekrosis di seluruh lapisan epidermis, kecuali str. Korneum

NEKROLISIS EPIDERMAL TOKSIK (NET)

DIAGNOSIS
Anamnesis, gejala klinik
Bl ragu laboratorium, histopatologi
DIAGNOSIS BANDING
SSJ
Kombusio
Staphylococcal scalded skin syndrome (SSSS)
Eksantema fikstum multipel / generalisata

NEKROLISIS EPIDERMAL TOKSIK (NET)

PENGOBATAN
T.U Penanganan infeksi
Mempertahankan keseimbangan
cairan &
elektrolit
Pasien sebaiknya dirawat secara aseptik di
ruang khusus / unit luka bakar

NEKROLISIS EPIDERMAL TOKSIK (NET)


PENGOBATAN
1.
2.

3.

Pengaturan keseimbangan cairan & elektrolit


KS : deksametason : 20-30 mg/hr, i.v. dibagi 3-4 x/hr. Bl lesi baru (-)
dosis di scr cepat dg laju 4 x 0,5 mg/hr atau dg prednison 4-5 mg/hr,
oral di bertahap
AB : th/ AB krn th/ KS dosis , mgk infeksi/sepsis/tutup tanda infeksi
AB broad spectrum, bakterisidal & tdk rx alergi
a. Sefotaksim : 3 x 1 gr/hr, i.v. (maks. 12 gr/hr) dibagi 3-4 x
b. Gentamisin : 2 x 60 mg/hr, i.v.
c. Netilmisin sulfat : BB > 50 kg : 2 x 150 mg/hr, i.m.
BB < / = 50 kg : 2 x 100 mg/hr, i.m.
Rata2 : 4 6 mg/kgBB/hr
AB dihentikan bl dosis prednison tlh mencapai 5 mg/hr & tanda infeksi
(-)

NEKROLISIS EPIDERMAL TOKSIK (NET)

4. Th/ topikal : PK 1:10.000, kenalog in


orabase
5. Konsultasi disiplin ilmu lain : THT, mata,
peny dlm, gilut dll
6. KCL 3 x 500 mg/hr secara oral cegah
hipokalemia
7. Obat anabolik
8. Diet tinggi protein & rendah garam
9. Bl perlu transfusi darah

NEKROLISIS EPIDERMAL TOKSIK (NET)

Pengobatan :
Sistemik :
*Kortikosteroid prednison 1-2 mg/kgBB
*Cegah sepsis & hipovolemia: antibiotika &
keseimbangan cairan
Topikal :
* Larutan antiseptik & antibiotik
Prognosis
:
resiko
kematian
tinggi,
penyembuhan jaringan parut kontraktur,
kebutaan & striktur esofagus

NEKROLISIS EPIDERMAL TOKSIS

Staphylococcal Scalded Skin Syndrome (SSSS)

Def : infeksi kulit Stafilokokus aureus tipe ttt


dg kelainan kulit epidermolisis
E/: Stafilokokus aureus grup 11 faga 52,55 & 71
Eksotoksin (epidermolin,eksfoliatin)
epidermolisis
Tersering : anak2 fs ginjal blm sempurna
eksotoksin eks mll ginjal
Sumber : mata, hidung, tenggorok & telinga

Perjalanan penyakit : demam disertai ISPA


Awal eritem muka, leher, ketiak, lipat paha,
menyeluruh (24 jam)
2-3 hari bula besar dinding kendur tanda
Nikolsky (+) pengeriputan spontan
pengelupasan kulit (lembaran2) erosif luas
spt kombustio mengering sp deskuamasi
Kelainan : mukosa jarang
Penyembuhan : 10 14 hari sikatriks (-)

Komplikasi : selulitis, pneumonia & septikemi


Diagnosis banding :
Mirip NET histopatologis : hasil SSSS letak
celah stratum granulosusm
Pengobatan :
Sistemik : Kloksasilin 3x50 mg/hari/oral, dewasa
3x250 mg/hari
Topikal : Sofratul atau krim antibiotika
Pemberian cairan & elektrolit
Prognosis : terutama bayi < 1 tahun (1-10%)

PEMFIGUS

Penyakit autoimmun kelainan kulit berbentuk


bula. Pemfigus vulgaris
Cardinal sign :
Bula
Penderita usia pertengahan (40-60 thn)
Lesi di mulut >>>>
Bula superfisial seluruh tubuh
Tanda Nikolsky (+) bula mudah pecah
deskuamasi & krusta
Histopatologis : akantolisis

Penyebab : tersering autoimmun autoantibodi


mengenai protein keratinosit desmoglein 1 &
desmoglein 3
Penyebab lainnya : jarang Penisilinamin yg
digunakan pada th/ rheumatoid artritis (9%),
obat2an spt : Captopril & Rifampin
Faktor predisposisi :
Penderita SLE & Myastenia gravis
HLA : DR 4 & A 10

Epidemiologi : Jarang 1/100.000 & anak2


Laki2 = wanita
Brazil
Tanda & Gejala penyakit :
Bula lunak disertai erosi kulit yg nyeri
mukosa dapat terkena (> 50% penderita)
Tanda Nikolsky (+)
Awal kelainan ditemukan di mulut mukosa
lainnya : mata, nasal & genitalia
Lesi (+) orofaring & esofagus atas
Gejala sistemik (+) : demam
Infeksi sekunder >>>>

Pemeriksaan penunjang :
* Histopatologis : akantolisis
* Immunofluoresensi langsung pada jaringan
sekitar lesi / tidak langsung pada serum hasil
ditemukan Ig G & C 3
Pengobatan :
* Kortikosteroid (60-120 mg/hari) tap of
* Obat
imunosupresan : Azatioprin,
siklofosfamid, methotrexate
Tinggi kalori & protein
Keseimbangan cairan
Cegah infeksi

PERBEDAAN GAMBARAN KLINIS EM


MINOR, SSJ, NET, SSSS & PV

EM
MINO
R

SSJ

NET

SSSS

PV

AUTOAN
TIBODI

ETIOLO VHS
AKUT
GI

OBAT

OBAT

EKSOTO
KSIN

PERJAL AKUT
ANAN
PENYA
KIT

AKUT

AKUT

AKUT

AKUT

ADA

ADA,
NYERI
KULIT

ADA,
DEMAM

TIDAK
ADA

TIDAK
PRODO ADA /
RINGAN
MAL

EM
MINOR

ERUPSI

MUKOS
A

NET

SSSS

SIMETRIS, SIMETRIS MORBILIFOR ERITEM


DISEMINAT ,
MIS,
DISEMINAT
A
KONFLU ERITEM,
A
EN
LUAS,
KONFLUEN

PV
BULA
SUPERFISI
AL SLRH
TUBUH

AKRAL,
WAJAH

WAJAH,
PUNGGUNG

WAJAH,
LEHER,
KETIAK,
LIPAT
PAHA

LESI
TARGET

LESI
TARGET,
LEPUH

MAKULA,
ERITEM,
PELEPASAN
EPIDERMIS

MAKULA,
BULA
ERITEM,
KENDUR,
PELEPASA KRUSTA
N
EPIDERMIS

BEBAS /
SEDIKIT

JELAS,
2/LEBIH

JELAS,
2/LEBIH

BEBAS/JAR JELAS
ANG

PREDILE AKRAL
KSI

LESI
KULIT

SSJ

R.MULUT
ATAU
KULIT
KEPALA

HISTOPA

GEJALA
KONSTITU
SI
ORGAN
DALAM

EM
MINOR

SSJ

NET

SSSS

PV

KERATINOSI
T NEKROTIK
SETEMPAT,
UDEM,
INFILTRAT
PMN DI
DERMIS

KERATINOSI
T NEKROTIK
SETEMPAT,
UDEM,
INFILTRAT
PMN DI
DERMIS TAK
BEGITU
JELAS

KERATINOSI
T NEKROTIK
SETEMPAT,
UDEM,
INFILTRAT
PMN DI
DERMIS
TIDAK
ADA
/SEDIKIT

LEPUH
INTRAEPIDE
RMAL,
CELAH DI
STRATUM
GRANULOSU
M, TIDAK
ADA
NEKROSIS
SEL

BULA
INTRAEPIDE
RMAL
SUPRABASA
L, SEL
AKNTOLITIK,
PERUSAKAN
DESMOSOM
&
TONOFILAM
EN

TIDAK ADA /
RINGAN

ADA / BERAT

ADA / BERAT

ADA/BERAT ADA/BERAT

TIDAK
TERKENA

KADANG
KADANG

SERING

KADANG
KADANG

TIDAK

EM
MINOR
LAMA

KOMPLIKASI

MORTALITA
S

1-3 MGG
TIDAK ADA

0%

TANPA
PENYEMBUH PARUT
AN

SSJ

2-4 MGG
JARANG
(SEPTIKEMI,
PNEUMONI,
PERDARAHAN
GASTROINTES
TINAL, GAGAL
GINJAL,
JANTUNG

NET

PV

SSSS
10-14 HARI

4-6 MGG

JARANG
SELULITIS,
PNEUMONI
SEPTIKEMI

SEPSIS,
KAHEKSIA

1-10 %

50 %

TANPA
PARUT

HIPO
HIPER
PARUT (-)

3-6 MGG

SERING

5-15 %

5-50 %

MUNGKIN

DAPAT
TERJADI