Anda di halaman 1dari 46

Dhani Redhono

Ilmu Penyakit Dalam


FK UNS RSDM
Surakarta

Seorang dokter mempunyai


kemampuan :
1. Komunikasi
2. Anamnesis
3. Pemeriksaan fisik
4. Clinical Decision Making

GENERAL SURVEY
Dilakukan sblm anamnesis/ sejak

pasien datang -- permulaan


pemeriksaan fisik
Pola pikir & pengamatan
membantu mengarahkan anamnesis
& pemeriksaan fisik dugaan
diagnosis penyakit

Langkah General Survey


1. Menilai status keadaan umum
2. Menilai status nutrisi
3. Menilai habitus & postur
4. Inspeksi & palpasi kulit
5. Inspeksi membran mukosa
6. Palpasi limfonodi
7. Analisis data utk menentukan langkah

berikutnya

Menilai status keadaan umum


Tingkat kesadaran : sadar penuh, somnolen,

sopor, koma
Distres : nafas cepat, wheezing (mengi),
batuk,
Ekspresi wajah : pucat, cemas, kesakitan,
bingung, apati, gelisah
Warna kulit wajah : pucat, kuning, kebiruan,
kemerahan, kehitaman
Jabat tangan : gerakan, keadaan telapak
tangan
Cara berpakaian
Suara/ cara berbicara : serak, sengau, cedal/
pelo
Bau badan/ mulut
Cara berjalan
Gerak tubuh

Menilai status nutrisi,


habitus & postur
Dibahas di ANTROPOMETRI

Inspeksi & palpasi kulit


& mukosa
Keadaan kulit sec umum : warna, edema
Adakah perub warna/ lesi kulit
Jika ada :

- Inspeksi : letak, ukuran, bentuk,


distribusi,
hub dg lesi lain
- Palpasi : ukuran, konsistensi, nyeri,
fiksasi
Amati kuku, rambut, mukosa bila
curiga infeksi jamur, ambil kerokan kulit

Palpasi Limfonodi
Adakah pembesaran ?
Bandingkan dg limfonidi kontralateral
Lakukan pengamatan limfonodi

servikal, aksiler, inguinal, popliteal


Jika ada : nilai
- Ukuran, konsistensi, nyeri/tdk, fiksasi

ALOPECIA AREATA

SIANOSIS SENTRAL

BUTTERFLY RASH/ MALAR RASH


pada SLE (SYSTEMIC LUPUS
ERYTHEMATOSUS)

DERMATITIS ATOPIK /
EKSIM SUSU PADA BAYI

FLUSHING FACE

MONGOLOID FACE pada


DOWN SYNDROME

STRABISMUS/ JULING
KARENA :
- KELUMPUHAN SYARAF YANG MENGINERVASI OTOT-OTOT MATA
- TUMOR YANG MENDESAK SYARAF YANG MENGINERVASI OTOT-OTOT
MATA

CONJUNCTIVAL INJECTION
(PELEBARAN PEMBULUH DARAH CONJUNCTIVA)
MIS PD CONJUNCTIVITIS

SUBCONJUNCTIVAL BLEEDING

ASIMETRIS WAJAH KARENA


KELUMPUHAN SYARAF-SYARAF WAJAH
(FACIAL PARALYSIS)

MOON FACE
Oedema di wajah

EXOPHTHALMOS pada HIPERTIROIDISME

LIMFADENOPATI
LEHER

LIMFADENOPATI LEHER pada tuberkulosis

GOITER/
STRUMA/
PEMBESARAN
KELENJAR
GONDOK

KRETINISME pd
Hipotiroidisme
kongenital

MYXEDEMA/ PUFFY FACE krn


HIPOTIROIDISME PADA ORANG
DEWASA

IKTERUS
Warna kekuningan di sklera, mukosa dan kulit
karena hiperbilirubinemia

AKROMEGALI

RAYNAUDS
PHENOMENON
Di ujung-ujung
ekstremitas

CLUBBING FINGER / JARI TABUH Krn hipoksia kronis

SIANOSIS
Kebiruan di ujung-ujung ekstremitas
Karena hipoksia

KOILONIKIA/ SPOON
NAIL
Kuku seperti sendok

BRITTLE NAIL
Kuku rapuh

INFEKSI PSEUDOMONAS
PADA KUKU
Kuku berwarna biru kehijauan

INFEKSI JAMUR
PADA KUKU

INGROWN
TOENAIL

DERMATITIS

GOUT ARTHRITIS

RHEUMATOID ARTHRITIS

KONTRAKTUR
DUPUYTREN

PURPURA

HEMATOMA

MAKULA HIPERPIGMENTASI

MAKULA HIPOPIGMENTASI
PADA VITILIGO

DERMATITIS KONTAK IRITAN


DERMATITIS KONTAK
ALERGI

OEDEM ENASARKA
Pada anak dengan
sindrom nefrotik

PITTING
OEDEMA

NON-PITTING OEDEMA

ASCITES
karena penimbunan
cairan dalam ruang abdomen

ALBINISME