Anda di halaman 1dari 11

KELEMBAGAAN PESISIR BESUKI

KAB.SITUBONDO - JATIM

Kelompok 4
Ketua : Eko Prasetyo (09930008)
Anggota : Roflin Winasta (09930026)
Prastino Balian A. (09930019)
Rendi Pratama (09930002)
Nirma Kurnia (09930028)
Restu Putri A. (201010260311023)

LATAR BELAKANG

Budisusetyo dan Santoso (2008), Potensi perikanan dan


kelautan kabupaten Situbondo menunjukkan trend
peningkatan tetapi belum mampu dikelola dengan baik
yang dapat meningkatkan PAD Kab.Situbondo
Kelembagaan merupakan suatu sistem badan sosial atau
organisasi yang melakukan suatu usaha untuk mencapai
tujuan tertentu.
Untuk menunjang pengembangan komoditas laut
diperlukan kelembagaan meliputi lembaga kemitraan,
lembaga permodalan dan lembaga pemasaran.
Peranan kelembagaan di wilayah pesisir sangat penting
karena mencakup aspek dimensi social, ekonomi dan
ekologi yang bermuara untuk kesejahteraan masyarakat
pesisir.

LATAR BELAKANG

LEMBAGA PERMODALAN

Kondisi real

Lembaga resmi : BRI, KUD Mina

Lembaga tidak resmi : Pengambek


Nelayan lebih banyak meminjam modal dari pengambek
Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap keberadaan lembaga
resmi dan pentingnya menabung.
Permasalahan
Lembaga resmi : peminjaman dana terbatas, berjangka waktu
pengembalian, adanya biaya administrasi dan bunga
Lembaga tidak resmi : hasil tangkapan dipotong, terjerat hutang
dan pemasaran terbatas pada pengambek akibat adanya
peminjaman modal oleh nelayan kepada pengambek yang
mengharuskan menjual hasil tangkapan kepada pengambek
(peminjam modal)
Solusi
Pendirian koperasi di kawasan pesisir Besuki dengan berbasis
kearifan lokal / kultur serta penggunaan alat alat modern
Pendirian dan pengembangan Fisheries Bank dengan tingkat bunga
pinjaman rendah, tanpa potongan biaya administrasi, dan jangka
waktu pengembalian fleksibel.

LEMBAGA KEMITRAAN

Kondisi real

Lembaga Mitra Kelompok Nelayan : HSNI di Besuki kurang


begitu aktif dalam kegiatannya
Nelayan lebih berhubungan pada lembaga mitra non kelompok
Nelayan seperti Lembaga PPI dan para pengambek.

Permasalahan

Kegiatan HSNI tidak terlihat wujud nyatanya, menurut pendapat


responden anggota HSNI mengandalkan kedekatan famili

kurangnya koordinasi para nelayan yang tidak mempunyai


waktu seragam untuk saling berkomunikasi

Solusi

Menggiatkan kembali kegiatan HSNI melalui kegiatan yang


dinilai saling menguntungkan

LEMBAGA PEMASARAN

Kondisi real

Permasalahan

Tempat pemasaran : TPI, Pengambek, KUD Mina dan


Pasar Tradisional.
Tidak adanya sistem pelelangan di PPI Besuki
Hasil tangkapan ikan yang didapatkan oleh nelayan dijual
kepada pengambek dengan adanya pemotongan harga
ikan

Solusi

Penerapan sistem pelelangan di PPI Besuki


Perbaikan KUD Mina dari segi sarana dan prasaranan
maupun SDM

SKEMA PEMASARAN IKAN LAUT

PEMP

Kondisi real

Permasalahan

Tahun 2001 PEMP pernah dilaksanakan di Besuki, tetapi gagal


karena kesalahan manajerial yaitu disinyalir adanya
penyelewengan dana dan kurangnya transparansi kepada
masyarakat
Tidak ada pengaruh secara signifikan sebelum dan sesudahnya
PEMP
Tidak terlaksananya progam PEMP di Besuki

Solusi

Pemerintah membuat progam yang sesuai dengan karakteristik


wilayah dan kultur diiringi dengan peningkatan kualitas SDM
Keberadaan koperasi, POM Solar di dekat pelabuhan lebih baik
karena lebih bermanfaat bagi masyarakat secara langsung dan
dalam jangka waktu lama

KESIMPULAN

Lembaga permodalan yang terdapat di kawasan pesisir


Besuki digolongkan menjadi Lembaga resmi yaitu BRI dan
Fatayat. Sedangkan lembaga permodalan yang tidak
resmi adalah para pengambek.
Dari hasil yang ditemukan di lapangan, nelayan di
kawasan pesisir Besuki berinteraksi dengan lembaga
kemitraan yaitu PPI, Pengambek, dan Ikatan Nelayan
Program PEMP dinilai gagal dalam mensejahterahkan
masyarakat.
Masyarakat desa besuki sangat terikat dengan
pengambek dalam peminjaman modal dan pengembalian
modal yang merugikan bagi para nelayan daerah pesisir .

SARAN

Perlunya sosialisasi kepada masyarakat akan


kepercayaan kembali kepada pemerintah dan tidak
ketergantungan kepada pengambek.
Perlunya sarana koperasi di dalam desa besuki yang
dapat menyadarkan masyarakat akan pengambek.
Perlunya dibangun POM solar untuk masyarakat
pesisir sehingga mengembalikan kepercayaan
kepada pemerintah sedikit demi sedikit.
Perlunya peran aktif pemerintah dalam mewujudkan
kegiatan yang bermuara terhadap kesejahteraan
masyarakat pesisir.

KAMSHAMIDA