Anda di halaman 1dari 41

HSE PLAN

Tarakan, 7 Desember 2011

ELNUSA Reservoir Evaluation Service (RES)


Region KTI
10/27/16

Oleh : Arie Febrianto/ HSE

Integrated Oilfield Services


(OFS)

Hydraulic Workover Services

EPC, Oil/Gas Pipeline and Facilities

Well Testing Services

Mud Logging & H2S Servicesp

Supply

H2 S

& Logistic Base (Shore

Base)

Wireline/ Slickline Services

Wireline Logging & Perforating, dll

10/27/16

Wireline Logging & Perfo Unit

KEPEMIMPINAN DAN KOMITMEN


Manajemen senior PT ELNUSA secara tegas menjalankan
Kepemimpinan dan Komitmennya, dan memastikan bahwa
pelaksanaan komitmen tersebut mencakup seluruh karyawan,
untuk pengembangan, operasional dan pemeliharaan Sistem
Manajemen K3LL dalam rangka terlaksananya pencapaian
kebijakan dan tujuan strategis perusahaan.

TUJUAN STRATEGIS PERUSAHAAN


1. Zero Accident
2. No Lost Time
3. Melindungi setiap asset perusahaan, baik karyawan
atau peralatan.
4. Mencegah dan mengurangi dampak buruk pada
lingkungan akibat pekerjaan.
5. Memelihara dan meningkatkan motivasi karyawan,
produktivitas serta membangun komunitas Elnusa yang
sehat.
4

Manajemen PT ELNUSA berkomitmen terhadap aspek-aspek HSE, yang


dapat ditunjukkan dengan melaksanaan ; Manajemen Visit, Sosialisasi, dan
Inspeksi ke setiap unit operasi PT ELNUSA

KEBIJAKAN HSE PT. ELNUSA

1. HEALTH, SAFETY AND ENVIRONMENTAL POLICY


2. KEBIJAKAN KESEHATAN
3. KEBIJAKAN KESELAMATAN
4. KEBIJAKAN LINGKUNGAN
5. KEBIJAKAN LIFTING
6. KEBIJAKAN TRANSPORTASI
7. KEBIJAKAN BEKERJA DIKETINGGIAN
8. KEBIJAKAN MINUMAN KERAS DAN OBAT TERLARANG

STRUKTUR ORGANISASI PT. ELNUSA

President Director
Division of
Corporate Secretary

Division of Corporate Legal

Div. of Health & Safety


Environment (HSE)

Division of Internal Audit


& Quality Management

Department of
Information System

Director of Business
Development

Director of
Operation

Director of
Finance

Director of Human
Resource & General Affair

EPC
Business

Division of
New Venture

Division of
Drilling

Department of
Portfolio
Management

Division of
Geoscience
Services

Division of
Oilfield
Services

Division of
Marketing

Division of
Corporate
Finance

Division of
Accounting
& Tax

Division of
Strategic
Planning &
Risk
Management

Division of
Human
Resource

Division of
Procurement

Division of
Asset &
Property
Management

STRUKTUR ORGANISASI RES


Operation Manager
Rony Hartanto

Technical
Technical Manager
Manager
Ade
Ade Kurniawan
Kurniawan
RET
RET Adm.
Adm. Coord.
Coord.
Wahyu
Wahyu Purwanti
Purwanti

Invoice
Invoice Admin
Admin
Misbah
Misbah Sitompul
Sitompul

Project
Project Admin
Admin
Vivien
Vivien Aulika
Aulika

Logistic
Logistic Coord.
Coord.
M.
M. Ajidin
Ajidin

RES
RES Admin
Admin
Emi
Emi Lestari
Lestari

Field
Field Opr.
Opr. Manager
Manager
Ops.
Ops. Jawa
Jawa
Saiful
Saiful Hidayat
Hidayat

Field Opr. Manager


Ops. KTI
B. Sindhu

Field Opr. Manager


Ops. Sumatra
Eddy Haryadie

HSE REPRESENTATIVE MANAGEMENT PT. ELNUSA

President Director

VP Health Safety
Environment (HSE)

HSE Mgr

Audit & System


Development

Quality Control &


Customer Care

HSE Repr.
Seismic
Services
Division

HSE Repr.
Drilling
Services
Division

HSE Repr.
Oilfield
Services
Division

HSE Repr.
Building Mgt &
Subsidiary
Companies

NAMA PEKERJAAN :

ELECTRIC WIRELINE LOGGING & PERFORATION


LOKASI PEKERJAAN :

SUMUR PEMBORAN B.1107 FIELD BUNYU


KONTRAKTOR :

PT. ELNUSA TBK. (OILFIELD SERVICES DIVISION)


DIREKTUR UTAMA :

ELIA MASSA MANIK


FIELD OPERATION MANAGER RES KTI :

B. SINDHU ASMORO
10

RENCANA DAN IMPLEMENTASI HSE UNTUK MENUNJANG


SETIAP PROSES PEKERJAAN
I.

HSE MEETING
1.

MEETING WITH CLIENT (ex: Pengecekan lokasi baru dan Pre Spud Meeting)

2.

TOOLBOX MEETING (Setiap pagi, diikuti oleh seluruh karyawan, bertujuan untuk
sharing informasi, konsultasi, atau rencana kerja).

3.

PRE JOB SAFETY MEETING (Sebelum memulai pekerjaan, info tentang aspek HSE ;
SOP, JSA atau Prosedur kerja aman).

4.

STAND DOWN MEETING (Ketika terjadi Inccident/ Accident di lingkungan kerja sendiri
atau lingkungan kerja yang lain, sebagai lesson learn semua pihak).

II.

SAFETY PATROL & INSPECTION

Pre Moving Inspection, Vehicle Inspection, PPE Inspection, Other Safety Equipment
Inspection, Chemical / RA / Explosive Inspection, Fire Extinguisher Inspection.

Dilakukan setiap akan melakukan pekerjaan / Job atau Periodik (Jadwal mingguan)

11

HSE ACTIVITY REPORT

III.

DAILY REPORT

WEEKLY REPORT

MONTHLY REPORT

Sehingga diketahui HSE Statistik/


HSE

Performance

dari

seluruh

Program HSE yang telah dijalani

HAZARD OBSERVATION SYSTEM

IV.

Melakukan observasi berupa Unsafe Act, Unsafe Condition, atau


Near Miss.

Salah satunya dijalankan dengan menggunakan HOC, kemudian


direkapitulasi serta dilaporkan sebagai temuan yang harus
ditindaklanjuti oleh pihak yang memiliki wewenang terhadap
temuan tersebut.
HOC

12

V.

PENILAIAN, IDENTIFIKASI BAHAYA


1.

RISK ASSESMENT DAN JOURNEY MANAGEMENT PLAN (JMP)

Risk Assessment ; Proses evaluasi resiko yang ditimbulkan oleh suatu bahaya
dengan mempertimbangkan kecukupan pengendalian yang ada dan memutuskan
apakah resiko dapat diterima atau tidak.

Journey

Management

Plan

Proses

perencanaan

untuk

menilai

dan

mengendalikan bahaya-bahaya yang berhubungan dengan transportasi atau


proses Move De-move truck Unit beserta peralatannya dari workshop hingga ke
lokasi.
Pemeriksaan rute, untuk jembatan, jalur listrik, tikungan yang tajam,
perkampungan dan potensi-potensi variable yang ada lainnya

13

(Foto-foto Hasil Survey kondisi jalan dan lokasi sebelum Move De-move Truck unit)
14

2.

HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESSMENT AND DETERMINING CONTROL (HIRADC)

Lembar 1

15

Lembar 2

16

V.

RENCANA PENGENDALIAN BAHAYA


Pengendalian terhadap bahaya akan dilakukan dengan urutan prinsip :
1. Eliminasi
ELIMINASI
SUBSTITUSI
ENGINEERING CONTROL
ADMINISTRATIVE CONTROL

menyingkirkan

sumber

bahaya,

misalnya memindahkan alat kerja yang tidak


terpakai dan berbahaya di akses jalan pekerja.
2. Substitusi ; mengganti yang menjadi sumber
bahaya dengan sesuatu yang tidak berbahaya.

PPE

3. Engineering Control ; meredesain spesifikasi bentuk, mengganti proses, mengurung


proses, mengisolasi proses, ventilasi, dll

17

4. Administrative Control, yaitu dengan ;


a. Work Permit (Ijin Kerja)

Hot Work Permit & Radioactive Work Permit

b. SOP / Job Safety Analysis (JSA)

Standard Operating Prosedur (SOP) adalah : Dokumen yang berisi


serangkaian instruksi kerja tertulis yang telah disahkan/ distandarkan
mengenai berbagai proses pekerjaan.

Job Safety Analysis (JSA) adalah Review secara sistematis dari setiap langkah
pekerjaan, dan mengidentifikasi potensi bahayanya, serta merekomendasikan
prosedur kerja yang aman.

c. Rotasi Pekerjaan / Posisi

Bertujuan untuk merefresh, efektif dan produktifitas, menyesesuaikan kualifikasi


dan keahlian, dan memberikan setiap pekerja pengetahuan yg lebih luas.

18

d.

Pengawasan dan Pelatihan

Pengawasan langsung oleh orang yang berkompeten (Engineer terkait) terhadap


pekerja dalam suatu pekerjaan adalah sangat diperlukan guna menjamin aplikasi
prosedur pekerjaan dan aspek HSE telah dijalankan dengan baik.

Pelatihan bertujuan meningkatkan kompetensi dan keahlian seseorang dalam


pekerjaan yang sedang dijalani atau yang terkait dengan pekerjaannya, misalnya ;
o

Pelatihan/ Induction tentang Penanganan material Radioactive dan material


Explosive / Handak

Emergency Evacuation Drill ; Lebih menekankan bagaimana evakuasi korban


yang mengalami kecelakaan di workshop RES, kemudian petolongan pertama/
first aid hingga korban dibawa ke RS.

Pelatihan Penggunaan Fire Extinguisher untuk menangani kebakaran dini, dll.

19

5.

Penggunaan Personal Protection Equipment (PPE)

Setiap Karyawan wajib memakai PPE yang sesuai dan telah disediakan oleh
perusahaan :

SAFETY HELMET
SAFETY SHOES
COVER ALL
HAND GLOVES
SAFETY GLASSES
TLD BADGE
EAR PLUG/ MUFF
FACE SHIELD

20

21

22

23

VI.

RENCANA TANGGAP DARURAT (EMERGENCY RESPONSE PLAN)

WELL LOGGING
DAN
PERFORATION

JATUH
TERPELESET
TERJEPIT
TERTIMPA

LEDAKAN
PAPARAN RADIASI
KEBAKARAN
TERSENGAT LISTRIK

ADA KORBAN CIDERA


24

DANGER
SITUATION
Situasi Berbahaya

25

VII. INCIDENT DAN ACIDENT INVESTIGATION REPORT

First Aid (FA) Case

Medical Treatment Case (MTC)

Restricted Work Injury Case (RWC)

Lost Time Injury (LTI) Case

Fatality Case

Damage Equipment

Environmental Case

Setiap kejadian / kecelakaan wajib dilaporkan oleh PIC Sesuai klasifikasinya dengan
menggunakan Incident Preliminary Report kepada HSE Representative tidak lebih dari
24 jam setelah Incident / accident terjadi.

26

Salah satu upaya untuk menghindari dan mencegah incident / accident terjadi adalah perlu untuk
memastikan terlebih dahulu bahwa setiap Karyawan yang ditugaskan dan diberi tanggung jawab
atas pekerjaan benar-benar seseorang yang qualified dan berkompeten terhadap pekerjaannya.
Selain itu karyawan tersebut harus memiliki kesehatan yang baik dan tidak mempunyai riwayat
penyakit yang dapat mempengaruhi.
1.SURAT IJIN DAN SERTIFIKAT SEBAGAI KUALIFIKASI PERSONIL

Petugas Proteksi Radiasi (PPR) ; Untuk Petugas yang ditunjuk oleh perusahaan

Surat Ijin Juru Tembak Bahan Peledak / KIJTB ; Untuk Setiap Engineer

Surat Ijin Pengelola Bahan Peledak Migas ; Untuk setiap Petugas Pengelola HANDAK/
operator

2.MEDICAL CHECK UP

Untuk setiap karyawan PT ELNUSA dan dilakukan secara periodik 1 tahun sekali

27

SERTIFIKASI PERSONIL RES

28

TEAM UP FOR SAFETY

TERIMAKASIH
10/27/16
29

1. PENYEBAB UMUM TERJADINYA KECELAKAAN RADIASI

Kondisi Tidak Aman ; Sistem pengaman peralatan radiasi yang tidak baik, tidak tersedianya
SOP, Kerusakan pada alat pengendali atau pengukur radiasi, tempat penyimpanan sumber
radiasi yang tidak memenuhi syarat.

Tindakan Tidak Aman ; Tidak mengikuti SOP dengan benar, kurang pengetahuan tentang
penggunaan peralatan, bekerja dalam kondisi kurang fit.

2. PENGENDALIAN BAHAYA RADIASI

Waktu

Jarak

Penahan Radiasi

3. TINDAKAN PENANGGULANGAN KECELAKAAN RADIASI

Segera Menghubungi PPR yang berwenang

Menyelamatkan Korban ; Cuci / bersihkan kontaminasi pada luka mata atau interna.

Mengisolasi dan Dekontaminasi Daerah Kecelakaan ; Diberi pembatas / baricade tape /


dilarang mendekat.

Melaporkan kepada instansi terkait atau BAPETEN

Memperkirakan Dosis yang Diterima Korban ; Jika < 1 Gray maka tidak perlu perawatan
khusus.

SUMBER HILANG
(Saat Operasi / Kecelakaan Lantas

YA

CEDERA ?

Ikuti prosedur
MEDEVAC

TIDAK

SUMBER HILANG

FE Hubungi Workshop
(komunikasi terus dijalin antara FE - FOM - Kepolisian
hingga polisi tiba di lokasi kejadian)

Polisi Melokalisir
TKP

PPR Berangkat ke Lokasi & Melaksanakan Prosedur


Pencarian Sampai Sumber Ditemukan

YA

SUMBER
DITEMUKAN ?

TIDAK

Pembuatan Laporan
(Berita Acara)

Pembuatan Laporan
(Berita Acara)

PENCARIAN SUMBER
SELESAI

Polisi membuat press


release ke media

TOOL STUCK

TOOL STUCK

FE Hubungi Workshop

Monitoring thd. Lumpur yg. Disirkulasi

Radiasi ?

YA

TIDAK
Sirkulasi Lumpur Dihentikan

Melaksanakan Prosedur
Fishing

YA

Fishing
Berhasil ?

TIDAK
Lubang Sumur Ditutup
Semen

Sumber Disimpan di Carrying


Shield

Pembuatan Laporan
(Berita Acara)

PENANGANAN TOOL STUCK


SELESAI

TOOL STUCK

TOOL STUCK

FE Hubungi Workshop

Monitoring thd. Lumpur yg. Disirkulasi

Radiasi ?

YA

TIDAK
Sirkulasi Lumpur Dihentikan

Melaksanakan Prosedur
Fishing

YA

Fishing
Berhasil ?

TIDAK
Lubang Sumur Ditutup
Semen

Sumber Disimpan di Carrying


Shield

Pembuatan Laporan
(Berita Acara)

PENANGANAN TOOL STUCK


SELESAI

INSIDEN
Cedera atau Sakit

FE mempersiapkan
keberangkatan PASIEN
(kerjasama dengan
petugas RS)
Komunikasi terus dijalin
antara FE - FOM

FE/Operator Mendampingi Pasien ke Rumah


Sakit menggunakan Ambulance atau Speed
Boat ke RS Tarakan Jika dibutuhkan

Pasien Ditangani
dan Dirawat di Rumah Sakit

EVAKUASI MEDIS
SELESAI

FOM menginformasikan
ELNUSA JAKARTA
rencana evakuasi
PASIEN

40

41