Anda di halaman 1dari 33

Carpal Tunnel Syndrome

Pembimbing
Dr. Essy Dwi Damayanthi, SpOT

Pendahuluan
Salah satu penyakit yang paling sering
mengenai Nervus medianus adalah neuropati.
Nervus medianus carpal tunnel

Tunnel Syndrome/CTS).
Sering mengalami tekanan (Carpal Tunnel
Syndrome/CTS).

CTS pekerja-pekerja industri

Faktor risiko CTS gerakan berulang dengan


kekuatan, tekanan pada otot, getaran, suhu,
postur kerja yang tidak ergonomik.

Amerika Serikat1-3 kasus per 1.000


orang setiap tahunnya dengan
National Health Interview Study (NIHS)
populasi dewasa adalah sebesar 1.55%
(2,6 juta).
CTS lebih sering wanita usia berkisar
25 - 64 tahun, prevalensi tertinggi pada
wanita usia > 55 tahun, biasanya antara
40 60 tahun.
CTS lebih sering bilateral 58% dan
unilateral pada 42% kasus ( 29%
kanan,13% kiri ).

Di Indonesia dilakukan penelitian


pada pekerjaan dengan risiko tinggi
pada pergelangan tangan dan
tangan antara 5,6% sampai
dengan 15%.
Harsono perusahaan ban
12,7%.

anatomi

Definisi
Carpal Tunnel Syndrome merupakan
neuropati tekanan pada nervus medianus,
tepatnya di bawah tleksor retinakulum .
Dulu, sindroma ini juga disebut dengan
nama acroparesthesia , median thenar
neuritis atau partial thenar atrophy
Istilah Carpal Tunnel Syndrome
diperkenalkan oleh Moersch pada tabun
1938

epidemiologi
Survei di California515 dari
100.000 mengalami CTS
Belanda220 per 100.000 orang
Amerika Serikat telah
diperkirakan1-3 kasus per 1.000
orang setiap tahunnya
wanita tiga kali lebih sering daripada
pria.

Epidemiologi
National Health Interview Study (NIHS)
populasi dewasa adalah sebesar 1.55%
(2,6 juta).
CTS lebih sering wanita usia berkisar
25 - 64 tahun, prevalensi tertinggi pada
wanita usia > 55 tahun, biasanya antara
40 60 tahun.
CTS lebih sering bilateral 58% dan
unilateral pada 42% kasus ( 29%
kanan,13% kiri ).

Faktor Risiko
Pekerja yang terpapar getaran
Pekerja perakitan
Pengolahan makanan & buruh pabrik
makanan beku
Pekerja Toko
Pekerja Industri
Pekerja tekstil
Pengguna komputer.

Etiologi

Herediter
Trauma
Pekerjaan
Infeksi
Metabolik
Endokrin
Neoplasma
Penyakit kolagen vaskular
Degenartif
Iatrogenik
Inflamasi

Patogenesis
Kompresi mekanik
Teori getaran
Insufisiensi mikro-vaskular

Diagnosis
Anamnesis
Gejala klinis
Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik
Phalens test

Tourniquet test

Tinels sign

Flicks sign

Thenar wasting

Wrist extension test

Pressure test

Luthys sign( bottles sign)


Pemeriksaan sensibilitas

Pemeriksaan neurofisiologi
-EMG fibrilasi, polifasik, gelombang
positif dan berkurangnya jumlah mptor
unit otot tenar
Pemriksaan radiologi
Pemeriksaaan Laboratorium

Diagnosis banding

Cervical radiculapathy
Thoracic outlet syndrome
Pronator teres syndrome
De quervains syndrome

Penatalaksanaan
Konservatif
Operatif

Konservatif

Istirahatkan tangan
OAINS
Bidai
Nerve gliding

Injeksi steroid
Vitamin B6
Fisioterapi

Operatif
Kasus yang tidak mengalami
perbaikan pada terapi konservatif
Gangguan sensorik
Atrofi otot tenar

Pencegahan
1. Mengurangi posisi kaku pada pergelangan tangan, gerakan
repetitif, getaran peralatan tangan pada saat bekerja.

2.Desain peralatan kerja supaya tangan dalam posisi natural saat


kerja.

3. Modifikasi tata ruang kerja untuk memudahkan variasi gerakan.


4. Mengubah metode kerja untuk sesekali istirahat pendek serta
mengupayakan rotasi kerja.
5. Meningkatkan pengetahuan pekerja tentang gejala-gejala dini
CTS sehingga pekerja dapat mengenali gejala-gejala CTS lebih dini.

Prognosis
Bonam

Penutup
CTS adalah gejala neuropati dari n.
medianus
Diagnosis berdasarkan anamnesis,
gejala klinis ,pemeriksaan fisik dan
pemeriksaan penunjang
Penatalaksanaan terbagi non
operatid dan operatif
Prognosis bonam

Terima Kasih