Anda di halaman 1dari 20

KONSEP DASAR ASUHAN

KEPERAWATAN KELUARGA

Bab 2

Sejalan dengan peningkatan


kebutuhan terhadap pelayanan
kesehatan yang bermutu sejak
tahun 1983, Persatuan Perawat
Nasional Indonesia (PPNI) dalam
Lokakarya Nasional
mengikrarkan bahwa
keperawatan adalah profesional.

Profesional meliputi
pelayanan dan pendidikan
yang keduanya tidak dapat
dipisahkan.

Tujuan yang ingin dicapai


adalah menghasilkan tenaga
keperawatan yang menguasai
ilmu keperawatan yang siap dan
mampu melaksanakan
pelayanan/asuhan keperawatan
profesional kepada klien.

Keperawatan adalah suatu bentuk


pelayanan profesional yang merupakan
bagian integral dari pelayanan
kesehatan, didasarkan pada ilmu dan kiat
keperawatan, berbentuk pelayanan biopsiko-sosio-spiritual yang komprehensif,
ditujukan kepada individu, keluarga,
kelompok, dan masyarakat, baik sehat
maupun sakit yang mencakup seluruh

UU no. 23 tahun 1992 pasal 32 ayat (2)tentang kesehatan,menyatakan bahwa


penyakit dan pemulihan kesehatan dilakukan
dengan pengobatan dan atau keperawatan.

Ayat (3) berbunyi pengobatan dan atau


perawatan dapat dilakukan berdasarkan ilmu
kedokteran dan ilmu keperawatan atau cara
lain yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ilmu keperawatan adalah ilmu


terapan, sintesis dari ilmu-ilmu
dasar dan ilmu keperawatan.
Praktik Keperawatan adalah
tindakan mandiri perawatan
profesional melalui kerja sama yang
bernilai dalam memberikan asuhan
keperawatan sesuai lingkup
wewenang dan tanggung jawabnya

Asuhan keperawatan adalah suatu proses


atau serangkaian kegiatan pada praktik
keperawatan yang langsung diberikan kepada
klien pada berbagai tatanan pelayanan
kesehatan, dalam upaya pemenuhan kebutuhan
dasar manusia dengan menggunakan
metodologi proses keperawatan, berpedoman
pada standar praktik keperawatan, dilandasi
etik dan etika keperawatan, dalam lingkup
wewenang serta tanggung jawab keperawatan.

Metodologi proses
keperawatan merupakan
metodologi penyelesaian
masalah kesehatan klien
secara ilmiah berdasarkan
pengetahuan ilmiah serta
menggunakan teknologi
kesehatan dan keperawatan,
meliputi tahap :

1.Pengkajian
Mencakup pengumpulan data,
analisis/interpretasi data tentang
kondisi bio, psiko, sosio, kultural, dan
spiritual klien.

2.M erum uskan diagnosis keperaw atan

Diagnosis keperawatan adalah


pernyataan yang dirumuskan
berdasarkan data yang terkumpul dan
berupa rumusan tentang respons klien
terhadap masalah kesehatan serta faktor
penyebab (etiologi) yang berkontribusi
terhadap timbulnya masalah yang perlu
diatasi dengan tindakan/intervensi
keperawatan

3.Perencanaan
Perencanaan asuhan keperawatan
(nursing care plan) adalah acuan tertulis
yang terdiri dari berbagai intervensi
keperawatan yang direncakan dapat
mengatasi diagnosis keperawatan yang
direncanakan sehingga kebutuhan dasar
klien dapat terpenuhi.

4.Im plem entasi


Merupakan bagian aktif dalam asuhan
keperawatan, yaitu perawat melakukan
tindakan sesuai rencana.
Tindakan keperawatan meliputi :
(1)Tindakan keperawatan
(2)Observasi keperawatan
(3)Pendidikan kesehatan/ keperawatan
(4)Tindakan medis yang dilakukan

perawat (tugas melimpah)

5.Evaluasi
Merupakan tahap akhir dari
rangkaian proses keperawatan
yang berguna apakah tujuan
dari tindakan keperawatan
yang telah dilakukan tercapai
atau perlu pendekatan lain

Standar praktik asuhan keperaw atan


keluarga sesuaidengan hasilRapim nas
PPN IdiLam pung,yang terdiridari:
1.Standar praktik profesional
Standar I : Pengkajian keperawatan
Standar II : Diagnosis keperawatan
Standar III: Perencanaan keperawatan
Standar IV: Pelaksanaan tindakan
keperawatan
Standar V: Evaluasi

2. Standar Kinerja Profesional


Standar I : Jaminan Mutu
Standar II : Pendidikan
Standar III : Penilaian kinerja /
penimbangan
prestasi
Standar IV : Kesejawatan
Standar V : Etik
Standar VI : Kolaborasi
Standar VII : Riset
Standar VIII : Pemanfaatan sumber

Peran yang m em berikan asuhan


keperaw atan keluarga m em punyaiperan
dan fungsi:
1. Sebagai pemberi asuhan keperawatan lasung keperawatan
2. Sebagai advokat klien (keluarga), perawat berfungsi sebagai penghubung

antara klien dan tenaga kesehatan lain .


3. Sebagai pendidik klien, perawatn pembantu klien meningkatkan

kesehatannya melalui pemberian pengetahuan yang terkait dengan


keperawatan dan tindakan medik yang diterima .

4. Sebagai koordinator, perawat


memanfaatkan semua sumber-sumber
dan potensi yang ada, baik materi
maupun kemampuan keluarga sehingga
tidak ada intervensi yang terlewatkan
maupun tumpang tindih.
5. Sebagai Kolaborator, perawat bekerja
sama dengan tim kesehatan lain dan
keluarga dalam menentukan rencana
maupun pelaksanaan asuhan
keperawatan guna memenuhi kebutuhan
dasar keluarga

6. Sebagai pembaharu, perawat


mengadakan inovasi dalam cara berpikir,
bersikap, bertingkah laku, dan
meningkatkan keterampilan keluarga
agar menjadi sehat.
7. Sebagai pengelola,perawat menata
kegiatan dalam upaya mencapai tujuan
yang diharapkan, yaitu terpenuhinya
kebutuhan dasar keluarga dan kepuasan
perawat dalam melaksanakan tugas

Tanggung jawab memberi asuhan keperawatan


keluarga dengan menggunakan pendekatan
metodologi proses keperawatan meliputi :
Membantu keluarga memperoleh kembali

kesehatannya
Membantu keluarga yang sehat untuk
memelihara kesehatannya
Membantu keluarga menerima kondisi anggota
keluarga yang tidak dapat disembuhkan
Membantu anggota keluarga yang
menghadapi ajal untuk diperlakukan secara
manusiawi sesuai martabatnya.