Anda di halaman 1dari 12

Is Formocresol Obsolete?

A Fresh
Look at the Evidence Concerning
Safety Issues

Alan R. Milnes, DDS, PhD


MEITA HERISA
1606926271

Formaldehyde ada di udara, air, dan

makanan.
Formaldehyde yang dikonsumsi sekitar 1,514 mg/hari (rata-rata 7,8 mg/hari). (WHO)
Manusia menghasilkan formaldehyde
endogen sebagai metabolism selular
normal.
Metabolism asam amino, oxidative
demethylation, dan metabolism purine dan
pyrimidine menghasilkan formaldehyde

Sel manusia mengatasi paparan ini

melalui jalur untuk oksidasi formaldehyde


menjadi format; dan penggabungan ke
makromolekul biologis melalui jalur 1carbon biosynthetic.
Metabolisme formaldehide Atom karbon
tunggal dilepas dan format disimpan di 1
carbon atom pool untuk biosintesis
purin, thymidine, dan asam amino lain
yang bergabung ke dalam RNA, DNA, dan
protein selama sintesis makromolekul.

Format produk oksidatif utama dari

formaldehyde teroksidasi menjadi CO2


dan air oleh aksi sintesis
formyltetrahydrofolate.
Format diubah menjadi larutan garam
sodium melalui jalur alternative dan
diekskresikan pada urin atau dapat juga
bergabung ke dalam 1-carbon pool untuk
digunakan dalam biosintesis.

Formaldehyde eksogen masuk ke dalam

tubuh manusia melalui pencernaan, inhalasi,


dan paparan dermal.
Formaldehyde yang terhirup akan mudah
diserap oleh saluran pernapasan bagian
atas, tetapi tidak didistribusikan ke seluruh
tubuh karena dimetabolisme dengan cepat.
Penelitian pada manusia, monyet, dan tikus
tidak ada perbedaan signifikan pada
konsentrasi formaldehyde di darah sebelum
dan setelah paparan formaldehyde inhalasi

Farmakokinetik kresol
Kresol bahan aktif kedua pada

formocresol
Kresol memiliki kelarutan yang buruk
diasumsikan bahwa kresol tidak masuk ke
sirkulasi sistemik.
Kresol sangat lipofilik, dan dapat
menghancurkan integritas selular
memungkinkan untuk fiksasi jaringan
dalam oleh komponen formaldehide dari
formokresol.

Studi klinis di Colorado telah memeriksa

ulang masalah dari distribusi sistemik


formokresol.
Sample darah diambil sebelum,
inraoperatif, dan setelah pulpotomi dari 30
anak tidak ditemukan adanya
formaldehide ataupun kresol pada darah.

Mutagenicity
Zarzar et al pulpotomi formokresol, 20 anak,

Buckleys original formula (19% formalin dan


35% kresol dalam larutan 15% gliserin dan air).
Sampel vena perifer dikumpulkan sebelum dan
24 jam setelah pulpotomi limfosit
dikumpulkan kultur sel dan analisis
sitogenetika.
Tidak ada perbedaan yang signifikan antara 2
kelompok dalam hal penyimpangan kromosom,
kromatid breaks, atau kromatid gap.
formokresol tidak mutagenic.

Genotoxicity
Ribeiro et al dengan garis sel limfoma

tikus, budidaya fibroblast manusia, dan


serangkaian pengenceran formokresol
mirip dengan dosis klinis formokresol
tidak menghasilkan kerusakan DNA
terdeteksi dan tidak genotoksik.

Cytotoxicity
sealer formaldehide sal akar menunjukkan

sitotoksisitas (hasil lab)


Tidak sebanding dengan formokresol pulpa.
Formaldehida yang dilepaskan dari sealer
saluran akar > pulpotomy formokresol
karena sealer digunakan dalam jumlah besar.
Kontak dari formokresol saat pulpotomi
hanya beberapa menit, sedangkan sealer
saluran akar tetap di saluran akar dan
merupakan bagian dari restorasi akhir,
dengan potensi untuk merilis lanjut
formaldehida.

Carsinogenik
Paparan formaldehide dapat menghasilkan

kanker paparan formaldehide dalam


konsentrasi tinggi dan waktu yang lama.
Formaldehide ada secara alami di dalam
tubuh ada jalur untuk detoksifikasi
formaldehide pulpotomi hanya beberapa
menit dan sedikit
temuan negative mengenai paparan
formaldehide pada anak-anak saat
pulpotomi sangat tidak beralasan.

OUTCOME
Formokresol, dalam jumlah tertentu, tidak

bersifat genotoxic, immunotoxic atau


karsinogenik kepada anak-anak
pedodontist harus menerapkan dosis
terendah dalam waktu sesingkat mungkin
untuk melakukan prosedur pulpotomi
formokresol Pengenceran 1:5 Buckleys
formokresol