Anda di halaman 1dari 22

PENERAPAN KREDIT MULTIFINANCE

DENGAN SISTEM JOINT FINANCING PADA


PT BANK X
Oleh:
Oleh:

AJENG UMMAH HANDAYANI


AJENG UMMAH
HANDAYANI
3413120029
3413120029

PROGRAM STUDI KEUANGAN DAN PERBANKAN


PROGRAM STUDI
KEUANGAN
DAN PERBANKAN
JURUSAN
AKUNTANSI
JURUSAN AKUNTANSI
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
POLITEKNIKDEPOK
NEGERI JAKARTA
DEPOK
2016

Latar Belakang Penulisan


Kredit
Kredit Menurut Tujuan
Penggunaan
Kredit Menurut Segi
Penggunaan
Kredit Konsumsi
Kredit
Multifinance
Join
t
Fin
anc
ing

Tujuan Penulisan
Untuk Mengetahui:
Pengertian dan proses keseluruhan kredit multifinace
pada PT Bank X
Pihak-pihak yang terkait dalam pemberian kredit
multifinance pada PT Bank X
Dokumen-dokumen yang digunakan dalam pemberian
kredit multifinance Pada PT Bank X
Permasalahan dalam pemberian kredit multifinance
Pada PT Bank X

Pengertian Kredit
Menurut
Istilah

Menurut UndangUndang Perbankan

Menurut Para
Ahli

Disimpulkan bahwa kredit:


Merupakan tagihan yang nilainya diukur dengan uang,
yang kemudian dibuat kesepakatan yang
berlandaskan kepercayaan antara bank dengan
nasabah bahwa kedua belah pihak sepakat dengan
perjanjian yang telah dibuatnya.

Pengertian Multifinance
Dan Joint Financing

Multifinance
Joint
Financing

Prosedur Pemberian Kredit


Pada PT Bank X

Pengertian dan Ketentuan


Kredit Multifinance PT Bank X
1. Peruntukan

2. Persyaratan Pemohon / End-User


a. End-User Perseorangan
b. End-User Badan Usaha

3. Persyaratan Perusahaan Pembiayaan

4. Limit Kerjasama

Pengertian dan Ketentuan


Kredit Multifinance PT Bank X
5. Sifat Kerjasama
Pembiayaan
6. Jangka Waktu Pengangsuran Kredit

7. Porsi Pembiayaan

8. Bunga

Pengertian dan Ketentuan


Kredit Multifinance PT Bank X
9. Provisi
10. Kriteria Kendaraan yang Dibiayai

11. Uang Muka End-User

12. Pengakhiran Kerjasama Oleh Bank


13. Kuasa Bank

Pihak-Pihak yang Terkait Dalam


Pemberian Kredit Pada PT Bank X

Pihak-Pihak yang Terkait Dalam


Pemberian Kredit Pada PT Bank X

Dokumen yang Digunakan Dalam


Pemberian Kredit Multifinance
5. Berkas
Asuransi
6. Berkas
7. Berkas
8. Berkas

Pengikatan
Pencairan
Monitoring
Penyelesaian

1.Asli Surat Permohonan Kredit


2.Asli NAK
3.Berkas Asli PK
4.Berkas Asli Kepemilikan Agunan
5.Berkas Asli Polis Asuransi
6.SPPK yang telah ditandatangani

Proses Penyaluran Kredit


Multifinance Pada PT Bank X
3

Produsen
Kendaraan

Bank X
2

4
1

Perusahaan
Multifinanc
e

End-User
5

Contoh Kasus Penerapan


Kredit Multifinance
PT. TMP Daihatsu (Tunas Mobilindo Perkasa) telah menjadi
perusahaan multifinance dan merupakan anak perusahaan dari
PT. AHM (Astra Honda Motor) yang menyalurkan kendaraan
yang berasal dari Eropa dan Amerika. PT. TMP telah menjalin
kerjasama (Joint Financing) untuk pembiayaan kredit
multifinance dengan Bank X sejak 2016 ini. Sesuai dengan RKK
dan penilaian lainnya, PT. TMP menerima limit kredit
pembiayaan sebesar Rp15.000.000.000,- untuk pengadaan
kendaraan pada perusahaannya. Kemudian, terdapat salah
satu end-usernya yang akan membeli sebuah kendaraannya
sebesar Rp400.000.000,-. Biaya provisi dan biaya pengelolaan
BPKB dikenakan sebesar 0,25% dari porsi pembiayaan Bank.
PT. TMP pun menarik / melakukan pencairan untuk
pembiayaannya tersebut kepada Bank X

Contoh Kasus Penerapan


Kredit Multifinance

Permasalahan Yang Dihadapi


No

Permasalahan Yang
Dihadapi
Kriteria end-user tidak
sesuai dengan persyaratan
ketika mengajukan kredit

Adanya restrukturisasi
manajeman di dalam
perusahaan multifinance

Penyelesaian
Dengan mengadakan pihak penjamin.
Bila usia end-user memang dibawah
ketentuan namun dia telah menikah,
maka dalam hal ini masih
diperbolehkan untuk membeli
kendaraan tersebut.
Bank X kelompok Credit Operations
Unit dan pihak berwenang harus
melakukan pertemuan khusus antara
debitur tersebut dengan pihak Bank.

Kesimpulan dan Saran


Kesimpulan
1. Kredit Multifinance merupakan bisnis pembiayaan di mana
perusahaan pembiayaan menalangi terbih dahulu pembayaran
ke dealer, selanjutnya customer akan menyicil hutangnya
kepada perusahaan pembiayaan tersebut. Didalam
menjalankan proses kredit multifinance ini, terdapat beberapa
sumber dana didalamnya. Salah satunya adalah dengan Joint
Financing. Joint Financing merupakan pembiayaan bersama
terhadap usaha menengah kecil yang dilakukan oleh bank
(bank biasanya menanggung sebagian besar dana).

Kesimpulan dan Saran


Kesimpulan
1. Ketentuan yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan Kredit
2 Multifinance pada PT Bank X adalah: Syarat Pemohon. Apabila
. pemohon merupakan end-user perseorangan, maka harus
berstatus WNI dan umur minimal 21 tahun. Apabila pemohon
merupakan end-user badan usaha, maka harus memiliki NPWP,
TDP dan ijin usaha lainnya; Syarat untuk PMF adalah harus
berbentuk PT, memenuhi aspek legalitas perusahaan, memiliki
NPWP, TDP, tidak tercatat dalam daftar hitam, tidak tercatat
sebagai debitur non-lancar; Kriteria kendaraan yang dibiayai
adalah mobil baru dan bekas seluruh merk buatan Amerika,
Eropa, Jepang, Korea dan seluruh jenis kendaraan passenger
car dan commercial car, umur mobil maksimum 18 tahun pada
saat akhir pembiayaan.

Kesimpulan dan Saran


Kesimpulan
1. Dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses pemberian Kredit
3 Multifinance PT Bank X dapat terbagi menjadi 2 jenis. Yaitu Folder Kredit
. File (FKF) dan juga Folder Safe Keeping. FKF berisi seluruh informasi yang
berkaitan dengan proses kredit sejak awal pengumpulan data, analisis
kredit sampai dengan persetujuan. Contohnya adalah: Berkas
Permohonan, Berkas Investigasi, Berkas Analisa, Berkas Perjanjian, Berkas
Pengikatan Asuransi, Berkas Pencairan, Berkas Monitoring, dan Berkas
Penyelesaian. Folder Safe Keeping yang merupakan folder dokumen legal
yang berisi seluruh dokumen asli yang berkaitan dengan perjanjian atau
perikatan secara hukum antara pihak Bank dengan nasabah. Contohnya
adalah: Asli Surat Permohonan Kredit, Asli NAK, Berkas Asli PK, Berkas
Asli Kepemilikan Agunan, Berkas Asli Polis Asuransi, dan SPPK yang Telah
Ditandatangani oleh Debitur,

Kesimpulan dan Saran


Kesimpulan
1. Permasalahan yang terjadi dalam proses perkreditan multifinance
4 dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor permasalahan
. tersebut lebih disebabkan kepada tindakan debitur yang kurang
mengerti akan syarat-syarat dalam pengajuan kredit dan juga
permasalahan internal perusahaan debitur tersebut yang
mengakibatkan kurang terfokusnya dalam menjalankan proses
kredit yang telah disepakati. Untuk penanganannya, pihak Bank X
memberikan opsi untuk mengadakan pertemuan khusus antara
pihak Bank X dengan debitur, dan juga beberapa jalan keluar yang
bisa deisepakati oleh kedua belah pihak, contohnya saja dalam
menghadirkan pihak penjamin.

Kesimpulan dan Saran


Saran

Diharapkan adanya
ketegasan
mengenai
penanganan syaratsyarat pengajuan
kredit kepada para
debitur baru. Agar
para debitur dapat
mengerti dan juga
memahami akan
prosedur yang ada.

Diharapkan tetap selalu


membudayakan budaya
TIPCE (Trust, Integrity,
Profesionalism, Customer
focus, Excellence) dalam
segala situasi maupun
kondisi kepada para
pergawai agar semua
dapat terintegrasi dengan
baik.

Sikap Proactive,
Comply dan Akurat
harus tetap terus
dijalankan demi
tercapainya
kepuasan nasabah
didalam pemberian
kreditnya.

TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai