Anda di halaman 1dari 6

Instalasi Penerangan

Listrik
Pertemuan 2

Besaran-Besaran
Penerangan
1. Fluks Cahaya ()
Kelompok berkas cahaya yang
dipancarkan sumber cahaya per detik.
Satuan Fluks Cahaya adalah Lumen.
Perbandingan jumlah fluks dan jumlah
watt adalah efisisensi Lampu.
Contoh: Lampu halogen 500 watt/220
Volt mengeluarkan cahaya 9500 lumen.
Efisiensi lampu sebesar 19 (lumen/watt).

2. Intensitas Cahaya (I)


Jumlah Fluks cahaya yang dipancarkan
suatu sumber cahaya per satuan ruang
dalam arah tertentu. Sering disebut
dalam satuan candle power (cp) atau
candela (cd).
Contoh:
Sebuah selubung lampu dengan diameter
20cm digunakan untuk menyelubungi
lampu listrik 100 cd. Apabila 20% cahaya
lampu diserap selubung, hitunglah
intensitas cahayanya rata-rata

3. Iluminasi (E)
Memiliki satuan lumen/meter persegi (lux).
Diartikan sebagai banyaknya fluks cahaya yang
berada di suatu tempat. Iluminasi dapat dilihat
dari dua sudut pandang yaitu iluminasi lampu
tegak lurus dan iluminasi lampu membentuk
sudut.
4. Luminasi (L)
Dinyatakan dengan satuan candela/meter persegi
(cd/m). Perbandingan intensitas cahaya dari
suatu obyek yang memancarkan cahaya dalam
arah tertentu dengan luas bidang proyeksi.
Obyek yang memancarkan cahaya berupa lampu
maupun pantulan daru suatu bidang

Faktor yang Merugikan Penglihatan

Kesilauan
Merupakan kondisi penerangan yang
memancarkan cahaya berlebih pada bagian
tertentu, sehingga membatasi daya pandang.
Contoh : Ketika melihat lampu sorot mobil
dijalan secara tiba-tiba.
Gejala cahaya bergetar
Kondisi penerangan yang terasa adanya
pergantian irama cahaya oleh sumber cahaya.
Contoh : Penglihatan benda diam yang tampak
bergerak.

Cara Mengurangi Kesilauan


Mengurangi jumlah cahaya lampu
dengan memasang armatur atau kap
Letak lampu ditinggikan
Mengecat dinding dan langit-langit
dengan warna terang agar tidak
kontras dengan benda lain
disekeliling ruangan.