Anda di halaman 1dari 30

Assets

Kelompok 7
Silvi Wireza
1310531027
Maritsa Febra Gemaya 1310532051
Irma Safitri
1310532057

Learning Objectives
Definisi aset
Kriteria pengakuan asset
Pengukuran aset
Implikasi penggunaan model pengukuran

atribut campuran dan metode pengukuran


nilai wajar
Isu-isu yang muncul bagi pembuat standar
dan auditor dari metode pengakuan dan
pengukuran aset

L.O 1 : Penetapan Aset


IASB

Aset adalah sumber daya yang dikendalikan


oleh entitas sebagai akibat peristiw amasa lalu
dan di mana ada manfaat ekonomi masa depan
yang diharapkan mengalir ke entitas
FASB
Aset adalah manfaat ekonomi masa datang yang
cukup
pasti
yang
diperoleh
atau
dikuasai/dikendalikan oleh suatu entitas sebagai
akibat transaksi atau kejadian masa lalu

PSAK

Aset adalah sumber daya yang: (a) dikendalikan oleh


entitas sebagai akibat peristiwa masa lalu; dan (b)
manfaat ekonomis di masa depan dari aset tersebut
diharapkan diterima oleh entitas. [PSAK 19]
1.
2.
3.

Memiliki manfaat ekonomi dimasa yang akan datang


Dapat dikendalikan oleh entitas
Hasil dari transaksi masa lalu

1. Memiliki manfaat ekonomi


dimasa yang akan datang
Mempunyai potensi dalam memberikan kontribusi

baik secara langsung maupun tidak langsung,


terhadap aliran kas dan setara kas ke entitas, dalam
memberikan arus kas atau yang ekuivalen dengan
kas pada badan usaha. Melalui peningkatan
pendapatan maupun penghematan biaya.
Sumberdaya ekonomi tersebut harus mempunyai
utilitas dan mempunyai keterbatsan
dan
menunjukkan kemampuan memberikan jasa bagi
badan uasaha.

Aset merupakan sesuatu yang ada sekarang


Memiliki kemampuan layanan render atau

manfaat saat ini atau di masa depan

Konsep aset membedakan antara obyek, seperti

bangunan atau mesin, dan jasa yang terkandung


di dalamnya.

2. Dikuasai oleh suatu entitas


Manfaat

ekonomi harus dikendalikan oleh


entitas yang bersangkutan
Hak perusahaan untuk menggunakan atau
mengendalikan aset tidak mutlak
Kepemilikan sering bersamaan dengan kontrol,
tetapi bukan merupakan karakteristik penting
dari aset
Tidak mengandalkan keberlakuan hukum

3. Hasil dari transaksi masa


lalu
Aset harus dikendalikan melalui pelaporan

perusahaan sebagai hasil dari kejadian masa lalu


Aset yang direncanakan tidak diakui sebagai
aset
Kejadian dapat diartikan dengan cara yang
berbeda. Contoh :
executory contracts

4. Dapat dipertukarkan
Karakteristik

aset

selanjutnya

yaitu

aset

dapat

dipertukarkan
Aset dapat dipisahkan dari suatu entitas, dan nilai
penghentian terpisah dari nilai entitas
MacNeal
Suatu barang yang tidak dapat dipertukarkan telah
mengalami penurunan nilai ekonomi karena
pembelian atau penjualan tidak dimungkinkan, dan
dengan demikian tidak ada harga pasar untuk itu.
Contoh :
goodwill
goodwill

merupakan subjek evaluasi, bukan pengukuran

LO.2: Dasar Pengakuan


Aturan Pengakuan aset pada neraca yaitu

konvensi dan pernyataan otoritatif


Kriteria Pengakuan
Ada manfaat ekonomi di masa depan
Aset diukur secara reliable

Kriteria Pengakuan pada saat yang lalu

- Sesuai dengan ketentuan legal


- Dapat ditetapkan substansi ekonomiknya
- Menggunakan konsep conservatism

LO.3: Pengukuran Aset


Pengukuran

keuntungan juga berasal dari


pengukuran perubahan aktiva bersih
Peraturan
dan praktik yang mengatur
pengakuan dan pengukuran aset juga akan
mempengaruhi pengukuran laba dan modal

Setelah kriteria definisi dan pengakuan telah

dipenuhi, akuntan harus memutuskan


bagaimana mengukur aset
beberapa pendekatan pengukuran yang
tersedia
Historical cost
Fair value

karakteristik kualitatif informasi keuangan

Tangible assets
Pendekatan tradisional telah mengukur aset

sebesar historical cost


Standar IASB mengizinkan pengukuran
berikutnya menggunakan sejumlah pendekatan
nilai wajar
UK dan perusahaan Australia bisa
menggunakan nilai-nilai selain biaya historis
selama bertahun-tahun

Pengukuran aset berwujud dalam PSAK 16 (aset

tetap)
Paragraf 15 : Aset tetap memenuhi kualifikasi
pengakuan sebagai aset diukur pada biaya
perolehan
pengukuran setelah pengakuan
paragraf 29 : entitas memilih model biaya atau
model revaluasi sebagai kebijakan akuntansinya
dan menerapkan kebijakan tersebut terhadap
seluruh aset tetap dalam kasus yang sama.

Model biaya

30. setelah pengakuan sebagai aset, aset tetap dicatat


pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan
dan akumulasi rugi penurunan nilai.
Model revaluasi
31. setelah pengakuan sebagai aset, aset tetap yang nilai
wajarnya dapat diukur secara andal dicatat pada jumlah
revaluasian, yaitu nilai wajar pada tanggal revaluasi
dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi
penurunan nilai setelah tanggal revaluasi. Revaluasi
dilakukan dengan keteraturan yang cukup reguler untuk
memastikan bahwa jumlah tercatat tidak berbeda secara
material dengan jumlah yang ditentukan dengan
menggunakan nilai wajar pada akhir periode pelaporan.

Intangible assets
Pengukuran akuntansi secara umum konservatif
biaya (dikurangi akumulasi amortisasi dan
penurunan) umumnya digunakan
nilai wajar dari pasar aktif
Salah satu cara aktiva tidak berwujud yang
dihasilkan secara internal dapat muncul dalam
neraca adalah melalui kapitalisasi biaya
pembangunan

Pengukuran aset tidak berwujud dalam PSAK 19


Paragraf 21.b : biaya perolehan aset tersebut
dapat diukur secara andal
paragraf 24 : aset tak berwujud pada awalnya
diakui sebesar biaya perolehan

Pengukuran setelah pengakuan

paragraf 72 : entitas memilih model biaya atau model revaluasi sebagai


kebijakan akuntansinya. Jika aset takberwujud dicatat dengan
menggunakan model revaluasi, maka seluruh aset lain dalam kelompok
tersebut diperlakukan dengan menggunakan model yang sama, kecuali
tidak terdapat pasar aktif untuk aset tersebut.
Model biaya
74. setelah pengakuan awal, aset tak berwujud dicatat pada biaya
perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan akumulasi rugi penurunan
nilai.
Model revaluasi
31. setelah pengakuan awal, aset tak berwujud dicatat pada jumlah
revaluasian, yaitu nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi akumulasi
amortisasi dan akumulasi rugi penurunan nilai setelah tanggal revaluasi.
Untuk tujuan revaluasi berdasarkan Pernyataan ini, nilai wajar diukur
dengan merujuk pada pasar aktif. Revaluasi dilakukan secara reguler
sehingga pada tiap akhir periode pelaporan jumlah tercatat aset tak
berwujud tersebut tidak memiliki perbedaan yang material dengan nilai
wajarnya

Instrument Keuangan
Definisi

setiap kontrak yang menambah nilai aset keuangan entitas


dan kewajiban keuangan atau instrumen ekuitas entitas
lain (PSAK 50)

Pengukuran
IAS 39 menciptakan kategori terpisah atas aset dan
kewajiban keuangan dan memperkenalkan aturan
pengukuran yang terkait.

Pengukuran
-FASB

dan IASB telah menyimpulkan bahwa derivatif


harus diukur pada nilai wajar.
Nilai wajar didefinisikan sebagai nilai di mana suatu aset
dapat dipertukarkan atau suatu kewajiban diselesaikan
antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk
melakukan transaksi wajar (IAS 39)
IASB telah berkomitmen untuk penggunaan

pengukuran nilai wajar pada instrumen keuangan


dalam rangka memberikan informasi yang relevan bagi
pengguna laporan keuangan.

Semua instrumen keuangan dikategorikan menjadi


empat tipe, masing-masing dengan metode pengukuran
yang diperlukan.(AASB 139/IAS 39)
Type Of Financial Asset
Originated

loans

Measurement Method

and Biaya amortisasi. Nilai aset tidak dipengaruhi pada

receivables

keinginan untuk menjual atau menahan hingga

Held-to-maturity

jatuh tempo.
Biaya amortisasi, direview untuk penurunan nilai.

investment
Available-for-sale

Nilai wajar, dengan keuntungan atau kerugian dari

securities

pengukuran kembali diakui dalam ekuitas.

Financial assets held for Nilai wajar, dengan keuntungan dan kerugian yang
trading,or classified as fair timbul dari pengukuran kembali keuntungan dan
value through profit and kerugian aset keuangan.
loss, and derivatives.

Pengukuran (PSAK 55)


Pengukuran

Awal

Pada saat pengakuan awal, entitas pada umumnya mengukur


aset keuangan menggunakan akuntansi tanggal transaksi pada
nilai wajar ditambah biaya transaksi (fair value plus transaction
costs), kecuali aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi pada awalnya hanya diakui pada nilai wajar (fair value).
Pengukuran Berikutnya

Setelah pengakuan awal, aset keuangan dan liabilitas keuangan


diukur pada nilai wajar, biaya perolehan diamortisasi atau biaya
perolehan tergantung klasifikasi apakah nilai wajar dapat
ditentukan dengan andal.

Kategori
Nilai wajar melalui
laba rugi

Pengukuran Awal
Nilai wajar

Pinjaman yang
Nilai wajar
diberikan dan piutang

Pengukuran
selanjutnya
Nilai wajar
Biaya perolehan
diamortisasi dengan
menggunakan metode
suku bunga efektif
Biaya perolehan
diamortisasi dengan
menggunakan metode
suku bunga efektif

Dimiliki hingga jatuh


tempo

Nilai wajar

Tersedia untuk dijual

Nilai wajar

Nilai wajar

Lainnya (instrumen
ekuitas) tidak memiliki
kuotasi harga di pasar

Biaya perolehan

Biaya perolehan

LO.4: Tantangan Bagi Pembuat


Standar
FASB dan IASB mencoba untuk mengatasi masalah
pengukuran dalam fase C dari proyek kerangka
konseptual.
-mempertimbangkan konsep dan prinsip
pengukuran
-mengevaluasi dan memeringkat metode
pengukuran sesuai dengan sejauh mana metode tsb
memenuhi karakteristik kualitatif yang diperlukan
masyarakat terhadap informasi keuangan.

Cara menghitung nilai wajar


FASB SFAS 157 (pengukuran nilai wajar) memberikan
contoh teknis penilaian yang akan digunakan untuk
mengestimasi nilai wajar, yaitu:
Pendekatan pasar - penggunaan harga dan informasi
yang dapat diamati dari transaksi yang terjadi untuk
asset atau kewajiban yang identik,sama atau sebanding.
Pendekatan pendapatan - konversi jumlah masa
depan (seperti arus kas atau laba) dengan nilai
sekarang
Pendekatan biaya - jumlah yang saat ini akan
diperlukan untuk mengganti kapasitas layanan

FASB juga menyediakan hirarki nilai wajar yang merupakan tiga


level untuk input yang digunakan dalam estimasi nilai wajar.
Tingkat 1 penggunaan harga kuotasian untuk aset dan
kewajiban yang identik di pasar aktif
Tingkat 2 - jika harga kuotasian untuk aset dan kewajiban yang
identik di pasar aktif tidak tersedia, nilai wajar harus
diperkirakan berdasarkan harga pasar aset atau kewajiban sejenis
di pasar aktif,
Tingkat 3 - jika harga kuotasian untuk aset dan kewajiban yang
identik atau serupa di pasar aktif tidak tersedia, atau jika
perbedaan antara aset dan kewajiban yang serupa tidak obyektif
ditentukan, nilai wajar harus diperkirakan dengan menggunakan
teknik penilaian multipel yang konsisten dengan pendekatan
pasar, pendapatan dan biaya.

LO. 5. Masalah untuk auditor


Mengaudit nilai wajar menciptakan kesulitan karena

memerlukan penerapan model penilaian, dan sering


penggunaan ahli penilaian
Auditor perlu untuk :
memahami proses bisnis perusahaan klien dan kontrol yang
relevan untuk menentukan nilai wajar
membuat keputusan tentang apakah metode pengukuran
perusahaan klien dan asumsi yang digunakan tepat dan
kecenderung dalam memberikan dasar memadai untuk
pengukuran nilai wajar
menilai potensi bias manajemen dan kesalahan yang mungkin
terjadi
Insentif

Ada potensi bahwa kegagalan perusahaan akan

menyebabkan tindakan hukum terhadap auditor yang


gagal melakukan audit pendekatan nilai wajar asset
secara tepat

SEKIAN
TERIMAKASIH