Anda di halaman 1dari 18

Hepatitis B Carrier Asimptomatik

Octaviani Sanjaya Jamin

Analisis Masalah

Anamnesi
s
Pem. Fisik
Pem.
Penunjan
g
DD
WD

Seorang laki-laki
45 tahun
didapatkan
HBsAg positif
dan tidak ada
kelainan

Etiologi
Epidemiol
ogi
Manifes.
Klinis
Patofisiolo
gi
Terapi
Prognosis

Anamnesis

Mual, muntah, demam?


Tranfusi darah atau dialisis darah 4-5 bulan
terakhir?
Melakukan hubungan seksual?
Menggunakan obat secara intravena?
Berpergian ke negara endemik?
Pernah sakit hepatitis?
Sudah konsumsi obat?

Pemeriksaan Fisik

Keadaan umum pasien


Tanda Tanda Vital (TTV)
Kesadaran pasien
Berat dan tinggi badan pasien
Pemeriksaan sklera pasien
Pemeriksaan lidah, mukosa, dan kulit pasien
Inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi pada
organ hati dan limpa pasien.

Pemeriksaan Penunjang

Aspartat Amino Transferase/ AST dan Alanin


Amino Transferase/ ALT , indikasi penyakit
hepar
AST 8-20 u/L
ALT 10-32 u/L
Tes antigen HBV

Hepatitis B Surface Antigen (HBsAg)

sebelum gejala klinis, puncaknya 1 minggu pertama


gejala klinis muncul, normal ketika ikterus mereda
( + ) > 6 bulan, hepatitis B kronis aktif atau carrier
asimtomatik
( - ), konvalesens dan window period

Pemeriksaan Penunjang

Anti Hepatitis B Surface (Anti HBs)

( + ), penderita yang sembuh setelah masa infeksi


akut dan setelah vaksinasi HBV
( - ) kronik carrier dan window period

Anti Hepatitis B Core (Anti HBc)

IgM anti HBc

( + ) masa inkubasi, minggu ke3 setelah infeksi


( puncak ), masa akut dari HBV kronis
( - ) 6 bulan setelah infeksi HBV/ masa infeksi akut
berakhir, HBV carrier asimtomatik

Pemeriksaan Penunjang

IgG anti HBc menggantikan IgM Anti HBc pada


infeksi yang sembuh
Anti HBc total

diproduksi di awal infeksi HBV dan umumnya menjadi


persisten seumur hidup.
( + ), window period, akut, kronis, carrier asimtomatik.

Hepatitis B Extracellular Antigen (HBeAg) dan


anti Hbe

( + ), inkubasi, awal fase akut, dan kronik carrier


tertentu indikasi penularan
Carrier asimtomatik HBeAg ( - ) dan anti Hbe
(+)

Pemeriksaan Penunjang

Hepatitis B Virus DNA (HBV DNA)

( + ), awal infeksi 2-4 minggu sebelum HBsAg ( + )


hepatitis B carrier asimptomatik terdeteksi < 2000
IU/mL
T/

menentukan aktivitas dari infeksi HBV


memilah pasien yang cocok untuk terapi antiviral
memonitor respon dari pengobatan.

Diagnosis Kerja

hepatitis B carrier asimptomatik

HBsAg positif hepatitis B


Carrier asimtomatik keadaan sehat tanpa
keluhan, pemeriksaan fisik normal, SGOT dan
SGPT dalam batas normal

Diagnosis Banding

hepatitis B kronik aktif

PF:

sklera, lidah, kulit, kuku, dan mukosa yang menguning


hepatomegaly dan splenomegaly

PP:

SGOT dan SGPT akan naik persisten/intermiten


HBV DNA serum akan terdeteksi > 20.000 IU/mL

Etiologi

Parenteral

Pengguna obat-obatan intravena


Pasien yang menjalani hemodialisis
Pekerja yang berhubungan dengan darah dan
produknya

Hubungan seksual
Perinatal (dari ibu ke bayi).

Epidemiologi

Sekitar 5 persen dari populasi di dunia adalah


carrier dari HBV, dengan bukti terdeteksinya
HBsAg yang positif
Endemik: Asia, Micronesia, dan Afrika SubSahara, Australia, Selandia Baru, Amerika
Selatan, Timur Tengah, dan Arktik

Anti HBs atau Anti HBc: 70 95% penduduknya


pernah kontak dengan HBV
Asia: Indonesia peringkat k3

HBV kronik kebanyakan adalah bayi baru lahir


dan anak anak dibawah 5 tahun ( perinatal )

Patofisiologi

Eliminasi non spesifik


Partik
elDan
e

Partikel Dane
HBsAg
HBeAg

Sel NK
dan NK T

Ptofisiologi

Spesifik
peptide
HBV-MHC
kelas I

Resept
or sel T

Sel T
CD4
+HBVMHC
kelas II

Sel T
CD8

Nekrosi
s

Tidak
nekrosis
(TNF alfa
& IFN
gamma )

Patofisiologi

Spesifik

Sel limfosit B + sel CD4 produksi antibodi AntiHBs, Anti HBc, dan Anti Hbe
F/ anti HBs: netralisasi partikel HBV bebas dan
mencegah masuknya virus ke dalam sel

Kronis

anti HBs bersembunyi di dalam kompleks dengan


HBsAg
Eliminasi tidak efisien: faktor virus dan pejamu

Gejala Klinis

asimtomatik

Penatalaksanaan

tidak ada pengobatan yang dapat diberikan


jika HBV DNA lebih dari 20.000 IU/mL dan
ALT/SGPT normal
Langkah-langkah:

Memantau HBV DNA setiap 6 bulan untuk cegah


carrier asimtomatik menjadi kronik aktif
Memantau HBeAg dapat menjadi fase
penularan/infektif kepada orang lain
Mewaspadai kenaikan dari ALT/SGPT