Anda di halaman 1dari 17

MASALAH PENYAKIT

KRONIS
Jessi S Setiawan

Jika tak segera ditangani, dua puluh


tahun yang akan datang penyakit kronis
seperti

kanker,
diabetes,
DAMPAK
penyakit jantung,
EKONOMI
penyakit pernapasan

Perkiraan itu meliputi :


Kerugian kumulatif yang disebabkan
oleh penyakit yang saat ini telah
menewaskan lebih dari 36 juta orang
per tahun.
Diperkirakan penyakit kronis akan
membunuh puluhan juta lainnya di
masa mendatang.

Badan Kesehatan Dunia (WHO)


memperkirakan:
pada 2030 jumlah kematian akibat penyakit
kronis tak menular mencapai 52 juta per
tahun.
Ironisnya, lebih dari 80 persen insidensi itu
terjadi di negara dengan pendapatan
menengah dan rendah.

Hampir 80 persen kematian

akibat penyakit kronis terjadi di


negara dengan pendapatan
menengah atau rendah, kata
direktur WHO untuk masalah
penyakit kronis.

Tantangan bagi negara-negara


ini luar biasa, tetapi studi ini
membuktikan bahwa ada
langkah-langkah terjangkau yang
bisa dilakukan semua
pemerintah untuk mengatasi
penyakit tidak menular ini.

Rekomendasi WHO
WHO mengimbau negara-negara
miskin agar mengalokasikan dana
setidaknya 1,2 dolar AS (sekitar Rp
10 ribu) per orang per tahun untuk
pencegahan dan penanganan kasuskasus penyakit kronis seperti kanker,
jantung, diabetes, dan paru-paru.

WHO menandaskan, sejumlah cara


murah yang bisa dilakukan pemerintah
untuk menahan gelombang pertumbuhan
penyakit tak menular yang bisa membuat
sistem kesehatan bankrut.

- Pengaturan pajak cukai tembakau


dan alkohol,
- Pembuatan peraturan tentang
merokok di dalam ruangan dan
tempat umum,
- Kampanye mengurangi kadar
garam
dan lemak,

- Diet sehat,
- Berolahraga juga harus dilakukan.
Tahap berikutnya adalah penanganan
pasien.
- fasilitas screening,
- imunisasi
- konseling
- obat-obatan.

jika dilaksanakan rekomendasi WHO


akan membantu negara dengan
sumber dana terbatas mengatasi
perkembangan penyakit tidak
menular.
Menerapkan rekomendasi itu akan
menyelamatkan jutaan nyawa
selama 15 tahun kemudian.

PENCEGAHAN PENYAKIT
Prinsip upaya pencegahan
penyakit lebih baik dari
mengobati tetap juga berlaku untuk
penyakit tidak menular, upaya
pencegahan penyakit tidak menular
ditujukan kepada faktor risiko yang
telah diidentifikasi.

Pencegahan dalam epidemiologi :


* Pencegahan primordial
-memberikan kondisi pada
masyarakat supaya penyakit tidak
mendapat dukungan dasar dari
kebiasaan, gaya hidup dan faktor
risiko lainnya. Upaya ini sangat
komplek, tidak hanya merupakan
upaya dari kesehatan tapi
multimitra.

* Pencegahan tingkat pertama, Promosi kesehatan masyarakat, misalnya :


kampanye kesadaran
masyarakat
- Promosi kesehatan
- Pendidikan kesehatan masyarakat.
Pencegahan khusus, misalnya : pencegahan
keterpaparan
* Pencegahan tingkat kedua
- Diagnosis dini, misalnya dengan
melakukan screening.
- Pengobatan, kemoterapi atau
tindakan bedah

* Pencegahan tingkat ketiga


Rehabilitasi
- Perawatan rumah jompo
- Perawatan rumah sakit.

Pencegahan penyakit stroke dengan


hipertensi sebagai Faktor Risiko, maka
dilakukan intervensi kepada gaya hidup
dengan melakukan reduksi stress, makan
makanan yang rendah garam, lemak dan
kalori, olah raga, tidak merokok dan lainlain. Untuk lingkungan dengan
menyadari stress akibat kerja. Untuk
biologi dapat dilihat dari jenis kelamin
riwayat keluarga dalan lain-lain. Dan yang
terakhir pelayanan kesehatan dengan
memberikan pendidikan atau penyuluhan
kesehatan dan pemeriksaan tensi.

Semoga
Bermanfaat