Anda di halaman 1dari 41

Accounting Theory

Chapter 10
Liabilities and Owners Equity

Group 8
Chelsa Ismael
Letifa Eka Wahyuni
Rini

1310532009
1310532017
1310532046

Pendahuluan
Sebuah perusahaan memegang aset karena baik para
pemilik maupun pihak-pihak lain telah menyediakan
dana untuk mendapatkan aset tersebut.
Total nilai aset sesungguhnya diperuntukkan bagi
beberapa pihak yang memiliki hak (claims)
Terdapat dua jenis klaim yang pasti akan muncul
yaitu:
Klaim oleh kreditur (liabilities)
Klaim oleh pemilik (owners equity).

Proprietary Theory (Teori


Kepemilikan) And Entity
Theory (Teori Entitas)
Proprietary theory adalah sebuah teori
yang didasarkan pada pemikiran yang
memusatkan
perhatiannya
kepada
proprietor (pemilik).
Entity theory mengusulkan agar proses
bisnis diartikan sebagai sebuah entitas
terpisah dan
juga sebagai pencatatan
akuntansi atas transaksi dari entitas
tersebut.

Proprietary theory (Teori


Kepemilikan)
Kepemilikan menggambarkan kekayaan bersih
atas
bisnis
(kegiatan
usaha)
dan
dapat
direpresentasikan dalam persamaan akuntansi:
P=AL
Aset menjadi milik proprietor dan kewajiban
adalah tanggung jawabnya. Dari pernyataan ini,
kita dapat melihat bahwa tujuan akuntansi adalah
untuk mencerminkan kekayaan bersih pemilik
Pendapatan adalah kenaikan dalam proprietorship;
beban adalah penurunan dalam proprietorship.

Proprietary theory (Teori


Kepemilikan)
Perubahan kekayaan bersih berasal dari kegiatan
yang menghasilkan pendapatan dan perubahan atas
nilai aset.
Sebagian besar praktik akuntansi saat ini didasarkan
pada teori kepemilikan (proprietary theory)
Dividen
Bunga atas utang dan pajak penghasilan
Gaji
Metode ekuitas
Laporan keuangan konsolidasi

Proprietary theory (Teori


Kepemilikan)
Gagasan mengenai financial capital dibandingkan dengan
physical capital lebih sesuai dengan teori kepemilikan.
Teori ini telah terbukti tidak memadai untuk dijadikan
sebagai dasar untuk menjelaskan akuntansi perusahaan.
Disusun pada suatu waktu ketika bentuk usaha/bisnis
masih relatif kecil
Secara hukum perusahaan adalah adalah entitas yang
terpisah dari pemilik dan memiliki hak-haknya sendiri.
Pemegang saham bergantung pada informasi yang
dilaporkan kepada mereka oleh manajemen.
Proprietary theory masih relevan

Entity Theory (Teori


Entitas)
Disusun sebagai tanggapan atas
kekurangan
dari
pandangan
proprietary
tentang status hukum
yang terpisah atas perusahaan.
Teori ini dimulai dengan fakta bahwa
perusahaan merupakan entitas yang
terpisah dengan identitasnya sendiri.

Entity Theory (Teori


Entitas)
Martin menguraikan dua asumsi terkait yang terkandung dalam
pengertian entitas akuntansi:
Separation
Viewpoint
Meskipun teori entitas sangat cocok untuk akuntansi perusahaan,
pendukungnya percaya bahwa hal itu dapat diterapkan untuk
kepemilikan, kemitraan dan bahkan untuk organisasi nirlaba,
dengan menyediakan :
Akun-akun dan transaksi diklasifikasikan dan dianalisis dari
sudut pandang entitas sebagai unit operasi dan,
Prinsip dan prosedur akuntansi tidak disusun hanya untuk suatu
kepentingan tunggal, seperti halnya kepemilikan tunggal
(proprietorship).

Entity Theory (Teori


Entitas)
Ketika sebuah perspektif entitas diambil,
tujuan akuntansi mungkin bisa berupa
kepengurusan atau akuntabilitas.
Entitas
harus
melaporkan
kepada
pemilik modal status dan konsekuensi
dari investasi mereka.
Entitas beroperasi untuk dirinya sendiri
Pandangan yang lebih baru melihat
mereka sebagai orang luar (outsiders).

Entity Theory (Teori


Entitas)
Persamaan akuntansi dalam teori entitas:
Assets = Equities
Aset adalah milik perusahaan dan
kewajiban
adalah
tanggung
jawab
perusahaan.
Konsep entitas fokus pada aset.
Teori akuntansi seharusnya menjelaskan
konsep pendapatan dan biaya dalam hal
perubahan aset.

Entity Theory (Teori


Entitas)
Teori kepemilikan maupun teori
berpengaruh dalam prakteknya.

entitas sama-sama

Entity Theory (Teori Entitas)


Teori akuntansi konvensional didasarkan pada konsep
entitas
Laporan keuangan mencerminkan sudut pandang
entitas
Proprietary Theory
Biaya bunga dianggap sebagai beban
Dividen adalah pembagian laba.

Liabilities defined (defenisi


liabilitas)
IASB Kerangka Definisi ayat 49 (b) mendefinisikan kewajiban adalah:
Kewajiban kini perusahaan yang timbul dari peristiwa masa lalu,
penyelesaian yang diharapkan dapat mengakibatkan arus keluar
dari entitas sumber daya yang memiliki manfaat ekonomi.
komponen dari defenisi :

Adanya kewajiban sekarang dalam bentuk pengorbanan manfaat

ekonomi di masa mendatang dari penyerahan barang dan jasa.


(present obligation)
Berasal dari transaksi / peristiwa masa lalu (telah terjadi).
(past transaction)

Liabilitas
Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan
(KDPPKL) SAK per efektif 1 Januari 2015
Paragraf 60:
Karakteristik esensial liabilitas adalah bahwa perusahaan
mempunyai kewajiban masa kini. Kewajiban adalah
suatu tugas atau tanggung jawab untuk bertindak atau
untuk melaksanakan sesuatu
dengan cara tertentu.

Paragraf 63:
Liabilitas timbul dari transaksi atau peristiwa masa lalu

Present obligation ( kewajiban


sekarang)
Definisi kerangka kerja menyatakan bahwa liabilitas
diharapkan dapat menimbulkan arus keluar manfaat
ekonomi. Definisi ini, mirip dengan definisi aset, fokus
terhadap peristiwa di masa depan. Dengan demikian,
pegorbanan sesungguhnya masih harus dibuat.
Kerangka kerja, paragraf 62, menyatakan bahwa
pelunasan kewajiban dapat dilakukan dalam beberapa
cara seperti pembayaran tunai, transfer aset lainnya,
penyediaan jasa, penggantian kewajiban dengan
kewajiban lain, konversi kewajiban terhadap ekuitas,
atau kreditur membebaskan kewajiban.

Past transaction (transaksi


masa lalu)
Menunjukkan transaksi yang benar terjadi sehingga
dapat digunakan untuk memastikan bahwa hanya
kewajiban sekarang yg harus dicatat sebagai hutang
dlm neraca.
Masa lalu yang bagaimana yg menjadi syarat
dipenuhi?
Saat terjadinya penyerahan barang
Executory contract, adalah adalah perjanjian yang
belum dilaksanakan, tetapi sudah terikat dengan
perjanjian baik untuk memenuhi kewajiban di
masa yang akan datang maupun yang akan
menerima kekayaan atau jasa di masa yang akan
datang, maka kontrak ini dapat dijadikan dasar

Liability recognition
( pengakuan kewajiban)
Kriteria pengakuan :
Ketergantungan pada hukum.

- Pada umumnya keharusan suatu entitas untuk


mengorbankan manfaat ekonomi nya timbul akibat
akibat adanya klaim hukum yang bersifat
memaksa.
Penentuan substansi ekonomi dari peristiwa.

Berkaitan dengan apakah kewajiban yang


disajikan di laporan posisi keuangan benar-benar
ada
(real)
?

Liability recognition
( pengakuan kewajiban)
Kemampuan untuk mengukur nilai kewajiban
Biasanya menurut jumlah nominal.
jika jangka waktu lebih dari 12 bulan , berdasarkan
nilai sekarang dari arus kas masa depan yang
diharapkan (expected future cash flows).
Menggunakan prinsip konservatisme
Akuntan mengambil pendekatan konservatif untuk
pengakuan aset dan liabilitas. Dimana mereka
cenderung mencatat lebih dulu liabilitas daripada
aset.

IASB Framework (Kerangka


IASB)
1. Paragraf 82 menyatakan bahwa Kewajiban
harus diakui jika :
Besarnya

kemungkinan

bahwa

manfaat

ekonomi masa depan berkenaan dengan item


yang akan mengalir ke atau dari entitas.
Item memiliki biaya atau nilai yang dapat
diukur dengan keandalan.

IASB Framework
(Kerangka IASB)
2. Ayat 91 menyatakan bahwa kewajiban diakui di
neraca apabila besar kemungkinan bahwa arus
keluar sumber ekonomi akan menghasilkan
manfaat dari penyelesaian kewajiban masa kini
dan

jumlah

di

mana

penyelesaian

akan

berlangsung dapat diukur dengan andal.


3. Kerangka menyatakan pengukuran yang dapat
diandalkan

adalah

bebas

dari

material dan bias (paragraf 31).

kesalahan

Liability measurement
(Pengukuran Kewajiban)
Kerangka kerja memberikan panduan tentang
bagaimana mengukur liabilitas yang memenuhi
definisi dan kriteria pengakuan.
Sejumlah basis pengukuran yang berbeda dapat
digunakan
Berdasarkan IFRS, metode pengukuran yang paling
umum digunakan untuk liabilitas adalah biaya historis.
Pengukuran Nilai wajar biasanya digunakan untuk:
IAS 17 tentang sewa,
IAS 39 tentang pengakuan dan pengukuran
instrumen keuangan,
IFRS 2 tentang pembayaran berbasis saham,
IFRS 3 tentang penggabungan usaha.

Employee benefits
pension plans (Imbalan
kerja-Program pensiun )
Dana pensiun adalah suatu badan
hukum, terpisah dari perusahaan
pemberi kerja.
Program pensiun dapat berupa iuran
dan non iuran.
Dana
pensiun
dapat
seluruhnya
didanai, sebagian didanai atau tidak
didanai.

Provisions and
Contingencies
(Provisi dan kewajiban
Kontijensi )
Provisi dan kewajiban kontinjensi
muncul karena ketidakjelasan antara
kewajiban saat ini dan kewajiban
waktu mendatang.
Provisi dan kewajiban kontijensi
terjadi karena tidak ada keyakinan
dalam waktu dan jumlah

Provisions and
Contingencies
(Ramalan dan
Kontijensi )
IAS 37/AASB 137 paragraf 10 mendefinisikan

Menurut
liablitas kontijensi sebagai:
Sebuah kewajiban yang mungkin timbul dari peristiwa masa
lalu dan keberadaannya akan dikonfirmasikan hanya dengan
terjadinya dan tidak terjadinya satu atau lebih peristiwa
dimasa depan yang tidak sepenuhnya dalam kendali entitas
Kewajiban saat ini yang terjadi karena peristiwa masa lalu
tetapi tidak diakui karena:
Tidak adanya kemungkinan arus keluar sumber daya yang
memiliki manfaat ekonomi akan diperlukan untuk
menyelesaikan kewajiban tersebut; atau
Jumlah kewajiban tidak dapat diukur dengan keandalan
yang cukup.

Liabilitas
PSAK 57 Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi
per efektif 1 Januari 2014
Paragraf 10
Liabilitas kontinjensi:
a)kewajiban potensial yang timbul dari peristiwa masa lalu
dan keberadaannya menjadi pasti dengan terjadi atau
tidak terjadinya satu atau lebih peristiwa di masa depan
yang tidak sepenuhnya berada dalam kendali entitas
b)Kewajiban kini yang timbul sebagai akibat peristiwa masa
lalu, tetapi tidak diakui, karena (i) tidak terdapat
kemungkinan mengeluarkan sumber daya ekonomik dan
(ii) tidak dapat diukur secara andal.

Liabilitas
Paragraf 10
Provisi adalah liabilitas yang waktu dan jumlahnya
belum pasti
Paragraf 14
Provisi diakui jika (a) entitas memiliki kewajiban kini
sebagai akibat peristiwa masa lalu, (b) besar
kemungkinan
penyelesaian
kewajiban
tersebut
mengakibatkan arus keluar sumber daya yang
mengandung manfaat ekonomik, (c) estimasi yang
andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat
dibuat.

Owners equity ( Ekuitas


Pemilik )
Ekuitas pemilik adalah yang ketiga dari
konsep dasar akuntansi dalam persamaan
akuntansi. Ini merupakan aktiva bersih (aset
dikurangi kewajiban) dari entitas
(P = A L)
Ekuitas pemilik (kepentingan residual) adalah
klaim atau hak atas aset bersih entitas.
Kerangka konseptual mendefinisikan ekuitas
dalam ayat 49 (C) sebagai berikut: Ekuitas
adalah klaim sisa dalam aset perusahaan
setelah dikurangi semua kewajibannya.

Owners equity ( Ekuitas


Pemilik )
Ada dua fitur penting yang dapat
membantu kita untuk membedakan
antara kewajiban dan ekuitas pemilik.
yaitu:
Hak-hak para pihak
Pengaturan substansi ekonomi

Owners equity ( Ekuitas


Pemilik )
Rights of the Parties (Hak-hak para pihak)
Salah satu hak yang diberikan kepada para pihak baik
oleh hukum atau oleh kebijakan perusahaan berkaitan
dengan hak prioritas untuk dibayar (kembali).
Kreditur memiliki hak-hak berikut:
Penyelesaian klaim mereka pada tanggal tertentu
melalui transfer aset (barang atau jasa)
Prioritas pemilik dalam menyelesaikan klaim
mereka pada saat likuidasi
Aspek lain dari hak kreditur dan pemilik berkaitan
dengan penggunaan aset atau operasi bisnis.

Owners equity ( Ekuitas


Pemilik )
Economic Substance ( Subtansi Ekonomi )
liabilitas dan ekuitas pemilik merupakan klaim terhadap
entitas. Semua klaim terhadap entitas menanggung
risiko kerugian, tetapi karena klaim kreditur lebih
diprioritaskan, risikonya lebih kecil daripada pemilik.
Pemilik harus menanggung kerugian yang berasal dari
aktivitas perusahaan. Dalam setiap perusahaan, tingkat
risiko bagi kreditur dan pemilik tergantung kepada hakhak mereka.

Concept of capital (Konsep


Modal)
Akuntansi untuk ekuitas pemegang saham dipengaruhi
oleh ketentuan-ketentuan hukum. Misalnya, di UK dan
Australia hukum perusahaan meliputi undang-undang yang
berkaitan dengan akuntansi untuk modal. Yang terpenting
adalah persyaratan pemeliharaan modal, yang menuntut
perusahaan yang mempertahankan utuh modal dasar (dan
berikutnya).
Financial Capital ( Modal Keuangan )
Uang yang diinvestasikan atau investasi daya beli
Physical capital ( Modal Fisik )
Sebagai kapasitas produktif dari entitas

Classifications Within
Owners Equity (Klasifikasi
dalam Ekuitas Pemilik)
Pada tahun 1950, sebuah komite khusus dari
American Accounting Association menjelaskan
bahwa alokasi modal semestinya berasal dari
tiga jenis:
Dirancang
untuk
menjelaskan
kebijakan
manajerial tentang reinvestasi laba
Dimaksudkan
untuk
membatasi
dividen
sebagaimana disyaratkan oleh hukum atau
kontrak
Menyediakan antisipasi kerugian.

Challenges for standard


setters (Tantangan untuk
pembuat Standar)
IASB
memiliki
beberapa
proyek
yang
akan
mempengaruhi definisi, pengakuan, dan pengukuran
liabilitas termasuk yang berkaitan dengan kerangka
konseptual instrumen finansial, ketentuan dan hak
karyawan.
Untuk menggambarkan tantangan yang dihadapi oleh
pembuat standar, akan dibahas 3 topik utama yang
relevan berikut:
Debt vs equity distinction
Extinguishing debt
Employee shares (Share-based payment)

Debt vs equity distinction


(Perbedaan Hutang dengan
ekuitas)
Berdasarkan definisi dan kriteria pengakuan
yang telah dibahas, kita dapat sepakat
bahwa saham yang diterbitkan kepada
investor merupakan bagian dari ekuitas dan
pinjaman dari kreditur merupakan liabilitas.
Meskipun mereka disebut saham, ada
kemungkinan bahwa mereka kadang-kadang
memenuhi definisi dari liabilitas, dan
seharusnya digolongkan sebagai liabilitas.

Debt vs equity distinction


(Perbedaan Hutang dengan
ekuitas)
Contoh :
saham preferen secara tradisional dianggap sebagai
modal dan karena itu sebagai bagian dari ekuitas
pemilik, tetapi mereka memiliki karakteristik yang juga
menyelaraskan mereka dengan liabilitas, seperti
berikut:
Mereka adalah klaim tetap
Mereka mungkin tidak berpartisipasi dalam dividen
selain pada tingkat pra-tertentu (mirip dengan bunga).
Mereka memiliki prioritas atas saham biasa dalam
pengembalian modal (seperti halnya liabilitas).
Mereka umumnya tidak memiliki hak suara.

Debt vs equity distinction


(Perbedaan Hutang dengan
ekuitas)
Tujuan membedakan antara ekuitas
pemilik dan liabilitas adalah untuk
meningkatkan

manfaat

informasi

dalam pengambilan keputusan.

Extinguishing Debt
(Penyelesaian utang)
Utang dapat dilunasi dengan cara lain selain
dengan
pembayaran
langsung
atau
penyerahan jasa kepada kreditur.
Contoh :
Kewajiban, misalnya dapat dihapuskan oleh
kreditur, sehingga melepaskan debitur dari
membuat pengorbanan apapun di masa
depan.

Extinguishing Debt
(Penyelesaian utang)
Hal ini memungkinkan debitur untuk
menghapus
utang
dari
neraca
dan
melaporkan asset keuangan bersih dan
liabilitas hanya jika entitas memiliki hak
secara hukum saat ini untuk menonaktifkan
jumlah yang diakui, dan bermaksud untuk:
Menyelesaikan pada basis neto atau
Merealisasikan
asset
dan
melunasi
liabilitas secara bersamaan.

employee shares (share-based


payment)
Saham Karyawan (berdasarkan
pembayaran saham)
IFRS 2/AASB 2 Share-based Payment membedakan
antara pembayaran berbasis saham yang dilunasi
dengan uang tunai dan yang dilunasi dengan ekuitas.
Jika barang dan jasa diterima dalam transaksi
pembayaran berdasarkan saham pelunasan dengan
ekuitas, sisi kredit dari jurnal adalah ekuitas pemilik.
Sebaliknya, jika barang atau jasa diterima dalam
transaksi yang akan dilunasi dengan uang tunai
(misalnya sejumlah uang tunai nilainya sama dengan
saham entitas pada saat pembayaran dilakukan),
jurnal pada kreditnya adalah liabilitas.

Issues for auditors


(Masalah Auditor)
Kelengkapan liabilitas yang diakui pada neraca dan
pengungkapan catatan tentang kontijensi dan
kewajiban lainnya merupakan isu utama bagi auditor.
Mereka diminta untuk mengumpulkan bukti bahwa
utang, akrual dan liabilitas lainnya termasuk semua
jumlah yang terhutang oleh entitas kepada pihak lain.
Auditor perlu mempertimbangkan kemungkinan
penyimpangan waktu, dimana liabilitas yang timbul
sebelum akhir periode tidak dicatat oleh entitas
sampai dimulainya periode akuntansi baru. Selain itu,
auditor perlu menguji apakah liabilitas dicatat dengan
nilai yang tepat.

Issues for auditors


(Permasalahan Bagi
Auditor)
Secara umum, untuk mengaudit
secara benar jenis dari transaksi,
auditor perlu mengevaluasi substansi
pengaturan dan prinsip akuntansi
yang bisa diterapkan, bukan hanya
menerima pernyataan manajemen.

Thank You