Anda di halaman 1dari 30

ETIKA PROFESIONAL

CHAPTER 5

APAKAH ETIKA ITU?


Etika (ethics) Serangkaian prinsip atau nilai

moral.
Prinsip atau nilai moral contoh : UU, doktrin gereja,
peraturan
Etika adalah perekat dalam anggota masyarakat.
Sedangkan perilaku tidak etis diartikan sebagai
tindakan yang berbeda dengan apa yang mereka
anggap tepat dilakukan dalam situasi tertentu

Ilustrasi Prinsip Etika


Responsibility
Caring

Trustworthiness

Core Ethical
Values

Citizenship

Respect
Fairness

Prinsip etika

Dapat dipercaya

Nilai

Kejujuran menuntut itikad


baik untuk mengemukakan

(trustworthiness)

kebenaran

Integritas bertindak sesuai


dengan kesadaran yang tinggi,

Reliabilitas melakuan
semua usaha yang masuk akal

Loyalitas tanggung jawab


untuk megutamakan
kepentigan masyarakat dasn
organisasi tertentu

Penghargaan
(respect)

Kepantasan (civility)
Kesopansantunan
(courtesy)
Kehormatan
Toleransi
Penerimaan

Pertanggungjawaban
(responsibility)

Bertanggung jawab
atas tidakan & dapat
menahan diri
Berusaha sebaik
mungkin untuk
memberikan teladan

Kelayakan (fairness) dan


keadilan

Sikap tidak memihak


Proporsionalitas
Keterbukaan

Perhatian (caring)

Bersungguh-sungguh
memperhatikan
kesejahteraan pihak
lain
Memperhatikan
kepentingan sesame
Memperlihatkan
perbuata baik

Kewarganegaraan
(citizenship)

Kepatuhan pada
undang-undang

Dua alasan utama mengapa

seseorang bertindak tidak etis :


1.

2.

Standar etika seseorang berbeda


dengan standar etika yang berlaku di
masyarakat
Atau individu tersebut memilih untuk
mementingkan diri sendiri

DILEMA ETIKA
adalah situasi yang dihadapi oleh seseorang dimana

dia harus mengambil keputusan tentang perilaku


yang kurang tepat.
Co : auditor akan memilih untuk tetap memberikan
pedapat sesuai penemuannya walaupun terancan
digantikan dengan auditor baru atau tetap
mempertahankan pendapatnya.

Merasionalkan Perilaku Tidak Etis


Ada alternative untuk menyelesaikan dilemma etika :

(namun sering kali mengakibatkan tindakan tidak etis )


1.

2.

3.

Alasan bahwa setiap orang melakukan co : mencontek


saat ujian
Jika sah menurut hukum, hal itu etis co : argument
bahwa semua perilaku yang sah menurut hukum adalah
perilaku etis tergantung pada kesempurnaan hukum
tsb.
Kemungkinan penemuan dan ada konsekuensinya
filosofinya bergantung pada evaluasi atas kemungkinan
bahwa orang lain akan menemukan perilaku tersebut.

Menyelesaikan Dilemma Etika


Enam langkah berikut diharapkan dapat menjadi pendekatan
yang relative sederhana untuk menyelesaikan dilemma etika :
1. Memperoleh fakta yang relevan
2. Mengidentifikasi isu-isu etis berdasarkan fakta tersebut
3. Menentukan siapa yang terpengaruh oleh akibat dari
dilemma tersebut dan bagaimana setiap orang atau
kelompok terpengaruhi
4. Mengidentifikasikan alternative yang tersedia bagi orang
yang harus menyelesaikan dilemma tersebut
5. Mengidentifikasikan konsekuensi yang mungkin terjadi dari
setiap alternative
6. Memutuskan tindakan yang tepat

KEBUTUHAN KHUSUS AKAN PERILAKU ETIS DALAM


PROFESI

Professional diharapkan dapat berperilaku pada

tingkatan yang lebih tinggi dari yang dilakukan oleh


sebagian besar anggota masyarakat lain.
Professional adalah tanggung jawab untuk bertindak
lebih dari sekedar memenuhi tanggung jawab diri
sendiri maupun ketentuan umum dan peraturan
masyarakat.

Auditor sebagai profesioanl mempunyai tanggung

jawab :

Masyarakat
Klien
Rekan se profesi

Alasan mengharapkan tingkat perilaku yang

professional yang lebih tinggi muncul karena


kebutuhan akan kepercayaan publik atas
kualitas jasa yang diberikan profesi, tanpa
memandang individu yang menyediakan jasa
tersebut.

Perbedaan antara Kantor Akuntan Publik dan


professional lainnya

Jika pengacara bertugas dan dibayar oleh kliennya

bertugas membela kliennya


Auditor di bayar oleh kliennya yang mendapat
manfaat adalah pengguna laporan keuangan dari
klien belum tentu pernah bertemu.
Bagi pemakai laporan keuangan sangat penting
untuk memandang bahwa kantor akuntan public
adalah sebagai pihak yang kompeten dan objektif.

Cara Akuntan Publik Untuk


Memperlakukan Diri Mereka
Profesional
Ujian
CPA
Pengendali
an Mutu

GAAS &
interperta
si

Perilaku
personi
l KAP

Peer
Review
PCAOB
DAN SEC

Kode
Perilaku
Profesional

Pendidikan
yg
berkelanjut
an

Kewajiban
hukum

Seksi
praktik
AICPA

KODE PERILAKU PROFESIONAL


Kode Etik terdiri dari 4 bagian :
1. Prinsip menyediakan standar perilaku yang
ideal
Enam prinsip etis :
a)
Tanggung jawab = harus melakukan pertimbangan
professional dan moral dalam tiap penugasan
b) Kepentingan public = melayani kepentingan publi
c)
Integritas = mempertahankan dan memperluas kepercayaan
public
d) Objektifitas & Independensi = independensi dalam fakta dan
dalam penampilan
e)
Keseksamaan = memperhatikan standar teknis dan etis profesi
f)
Ruang lingkup dan sifat jasa

2. Peraturan perilaku standar minimum dari

perilaku etis yang dinyatakan sebagai peraturan


spesifik
3. Interpertasi atas peraturan perilaku
interpertasi atas peraturan perilaku oleh devisi
Etika Profesional dari AICPA
4. Kaidah etika penjelasan yang diterbitkan dan
jawaban atas pertanyaan tentang peraturan
perilaku yang diserahkan pada AICPA oleh para
praktisi dan pihak lain yang berkepentingan
dengan persyaratan etis

Beberapa definisi yang perlu diketahui :


1.

2.

3.
4.
5.

Klien setiap orang atau entitas selain dari


atasan yang menugaskan anggota atau
kantornya untuk melakukan jasa
profesionalnya
KAP bentuk organisasi yang diizinkan oleh
hokum yang bertugas dalam praktik akuntansi
public
Institute AICPA
Anggota anggota asosiasi dari AICPA
Praktik akuntansi public

INDEPENDENSI
Independensi dalam audit adalah mengambil sudut
pandang yang tidak bias
2 jenis independensi yang harus
dipertahankan oleh auditor :
1. independensi dalam fakta (independen in fact)
bila auditor benar-benar mampu
mempertahankan sikap yang tidak bias
sepanjang audit
2. independensi dalam penampilan (independence
in appearance) hasil dari interpertasi lain atas
independensi

Ketentuan Saranes Oxley untuk jasa non audit :


1. jasa pembukuan dan akuntansi lain
2. perancangan dan implementasi system informasi
keuangan
3. jasa penaksiran atau penilaian
4. jasa actuarial
5. outsorcing audit internal
6. fungsi manajemen das umber daya manusia
7. jasa pialang atau dealer atau penasehat investasi
8. jasa hukum dan pakar yang tidak berkaitan dengan
audit
9. jasa lain yang tidak diperkenankan dalam daftar
PCAOB

Komite Audit anggota dewan direksi

perusahaan klien yg bertanggung jawab untuk


membantu auditor untuk tetap independen
terhadap manajemen
Konflik yang timbul dari hubungan personalia
apabila klien menerima karyawan dari mantan
tim audit yang mengaudit perusahaannya
Rotasi partner time out 5 tahun
Kepentingan kepemilikan melarang bila :

Keluarga menjadi Anggota tim audit


Ada keluarga yang posisinya dalam rantai komando
perusahaan
Manajer dan partner audit memberikan jasa non audit lebih
dari 10 jam

Belanja Prinsip Akuntansi konsultasi tenteng

penentuan prinsip akuntansi yang akan digunakan


tepat, namun menghilankan independensi
dalam keadaan tertentu
Penugasan & Pembayaran Fee Audit oleh
Manajemen dapatkah auditor benar-benar
independen dalam fakta & penamilan apabila fee
tergantung pada entitas yang diaudit ?

PERATURAN PERILAKU & INTERPRETASI INDEPENDENSI

Independensi

Beberapa masalah yg melibatkan independensi :


1.

2.

3.

Kepentingan Keuangan anggota tim audit memiliki


sahamatau investasi langsung lainnya
Kepentingan keuangan langsung vs Tidak langsung
direct financial interest kepemilikan lembar
saham/ekuitas lain oleh anggota keluarga dekat
Indirect financial interest anggota terlibat dana bersama
memiliki investasi saham klien
Material / tidak material jika memiliki posisi kepemilikan
yg besar pada perusahaan klien

Masalah Kepentingan Keuangan yg

Berkaitan
1.

2.

3.

4.

5.

Mantan Praktisi pelanggaran jika partner tetap memiliki


aktivitas pada perusahaan klien
Prosedur Pemberian Pinjaman yg Normal tidak
diperkenankan adanya perjanjian kredit antara kantor
akuntan atau karyawannya dengan klien
Kepentingan Keuangan & Penerimaan Bekerja Anggota
Keluarga Inti Serta Keluarga Terdekat jika pasangan
(suami/istri) tim audit memiliki saham pada perusahaan
klien
Hubungan Sebagai Investor atau Investee Bersama Dgn
Klien independensi terganggu jika investasi KAP material
Direktur, Pejabat,Manajemen atau Karyawan Perusahaan
pada perusahaan Klien

Perkara Hukum Antara Kantor Akuntan &

Klien co ; apabila klien menuntut KAP dalam


defisiensi audit sebelumnya. Atau KAP menuntut
klien karena kecurangan manajemen dalam pelaporan
keuangan atau penipuan
Jasa Pembukuan & Jasa Lainnya auditor tidak
diperkenankan menyediakan jasa pembukuan kepada
klien
Konsultasi & Jasa Non Audit Lainnya
diijinkan sejauh tidak menjalankan fungsi manajemen
atau membuat keputusan manajem
Fee Yg Belum Dibayar independensi terganggu
bila fee yg ditagih/belum ditagih atas jasa profesional
yg diberikan lebih dari 1 th sebelum tanggal laporan

PERATURAN PERILAKU LAINNYA


Peraturan 102 :Integritas & Objektifitas

bebas dari konflik kepentingan, berarti tidak ada


hubungan. Co : tidak tepat bila auditor mewakili klien
dalam masalah hukum
Peraturan 201 : Standar Teknis ketiga Kode
Standar Umum : berhubungan dengan kepatuhan auditor
pada persyaratan
Peraturan 301n: Kerahasiaan berkaitan dengan
informasi rahasia klien.
Kebutuhan akan kerahasiaan klien file klien dapat
diberikan kepada pihak lain apabila ada ijin dari klien

Pengecualian Atas Kerahasiaan menurut

peraturan 301 4 pengecualian yg berkenaan


dengan tanggung jawab klien :
1.

2.
3.
4.

Kewajiban yang berhubungan dengan standar teknis


Co : Bila setelah 3 bulan mengeluarkan lap audit wajar
tanpa pengecualian, auditor menemukan bahwa LK ada
salah saji KAP dilarang memberitahu siapapun
Panggilan pengadilan & Ketaatan hukum serta peraturan
Peer review
Respon terhadap Devisi Etika

Peraturan 302 : Fee kontingen


Yang dimaksud fee kontingen adalah fee yang

diperoleh dari hasil penugasan


Hal ini akan membantu auditor untuk
mempertahankan objektivitas dalam melaksanakan
audit atau jasa atestasi lainnya.
co. auditor akan mendapat 5 jt utk pendapat wajar
tanpa pengecualian, tetapi 3 jt jika pendapat yang
dikeluarkan adalah pendapat wajar dengan
pengecualian. Hal ini mendorong auditor akan
mengeluarkan pendapat yang salah dan melanggar
peraturan 302

Peraturan 302 : Fee Kontinjen


Seorang anggota auditor tidak boleh :
1. Melaksanakan jasa profesional apapun dengan fee
kontingen, atau menerima fee semacam itu dari
klien dimana anggota atau kantor akuntan
melakukan :
a)
b)
c)

Audit atau review atas laporan keuangan


Kompilasi laporan keuangan
Pemeriksaan keuangan prospektif

2. Menyiapkan SPT pajak yang asli atau yang telah

diperbaiki atau klaim restitusi pajak agar mendapat


fee kontingen

Peraturan 501 : Tindakan Yg Dapat

Diskreditkan
1.
2.
3.

4.
5.

6.

7.

Menahan catatan Klien


Diskriminasi & gangguan dalam praktik Karyawan
Standar audit pemerintah & persyaratan badan serta agen
pemerintah
Kelalaian dalam penyiapan laporan atau catatan keuangan
Kelalaian untuk mengikuti persyaratan dari badan
pemerintah, komisi atau lembaga pengatur lainnya
Permohonan atau pengungkapan pertanyaan & jawaban
ujian akuntan publik
Kelalaina mengisi SPT dan membayar kewajiban pajak

Peraturan 502 : Iklan & Permohonan KAP

tidak boleh berusaha memperoleh klien dengan


iklan atau bentuk permohonan lainnya
Peraturan 503 : Komisi & Fee Referal
komisi karena merekomendasikan atau
mereferensikan produk atau jasa pihak ke3 pada
klien
Peraturan 505 : Bentuk &Nama Organisasi
Auditor dapat berpraktik hanya dalam bentuk
organisasi yg diijinkan oleh hukum