Anda di halaman 1dari 18

PERSENTASI PERCOBAAN

PENGARUH KADAR KEASAMAN


TERHADAP PERTUMBUHAN DAN
PERKEMBANGAN PADA
TUMBUHAN KACANG MERAH
Kelompok 3

Anggota :

Farhan Hadi

Eri Azhari

Lina Widiastuti

Mayyanti Latifah

Epafroditus

Maulida Fitria

1. RUMUSAN MASALAH
Apakah kadar keasaman (Ph) mempengaruhi pertumbuhan dan

perkembangan pada tumbuhan kacang merah ?

Bagaimana kadar keasaman (Ph) dapat mempengaruhi pertumbuhan dan

perkembangan pada pertumbuhan kacang merah ?

2. JUDUL
Pengaruh Kadar Keasaman (Ph) Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan

Tumbuhan kacang Merah

3. TUJUAN
Untuk mengetahui pengaruh kadar keasaman (Ph) terhadap pertumbuhan

dan perkembangan tumbuhan kacang merah.

4. HIPOTESIS
Kadar keasaman dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan

pada tumbuhan kacang merah.

Ada perbedaan respon perkembangan biji kacang merah pada Ph yang

berbeda.

Terdapat faktoryang mempengaruhi kecepatan perkecambahan dan

pertumbuhan tanaman kacang merah.

5. VARIABEL
Variabel bebas : Perbedaan kadar keasaman (Ph) yang diberikan pada

tumuhan.

Variabel tak bebas/ terkontrol : Jenis media tanam, ukuran pot, dan jumlah

air.

Variabel terikat : Hasil pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan kacang

merah.

6. DASAR TEORI
Perkecambahan merupakan tahap awal perkembangan suatu tumbuhan,

khususnya pada tumbuhan berbiji. Dalam tahap perkembangan, embrio


dalam biji yang semula berada pada kondisi dorman mengalami sejumlah
perubahan fisiologi yang menyebabkan tumbuhan berbiji berkembang
menjadi tumbuhan muda. Tumbuhan ini dikenal dengan kecambah.

Perkecambahan diawali dengan penyerapan air dari lingkungan sekitar biji,

baik tanah, udara maupun media lainnya. Perubahan yang teramati adalah
membesarnya ukuran biji yang disebut tahap imbibisi. Biji yang menyerap
air dari lingkungan sekelilingnya baik dari tanah maupun udara (dalam
bentuk embun/uap air, efek biji melunak. Proses ini murni fisik kehadiran
air di dalam sel mengaktifkan sejumlah enzim perkecambahan awal.
Fitohormon asam absisat menurun kadarnya, sementara giberelin
meningkat.

HARI PERTAMA
Air Bias

Satu Tetes Cuka

Dua Tetes Cuka

Tiga Tetes Cuka

HARI KEDUA
Air Biasa

Satu Tetes Cuka

Dua Tetes Cuka

Tiga Tetes Cuka

0,5 cm

1 cm

0,5 cm

0 cm

HARI KETIGA
Air Biasa

Satu Tetes Cuka

Dua Tetes Cuka

Tiga Tetes Cuka

0,5 Cm

1,2 Cm

0,7 Cm

0 Cm

HARI KEEMPAT
Air Mineral

Satu Tetes Cuka

Dua Tetes Cuka

Tiga Tetes Cuka

0,7 Cm

2 Cm

1,2 Cm

Mati

HARI KELIMA
Air Biasa

Satu Tetes Cuka

Dua Tetes Cuka

Tiga Tetes Cuka

1 Cm

2,2 Cm

1,3 Cm

Mati

HARI KEENAM
Air Biasa

Satu Tetes Cuka

Dua Tetes Cuka

Tiga Tetes Cuka

2 Cm

3 Cm

1,5 Cm

Mati

7. LANGKAH PERCOBAAN
Alat-alat :
I.

4 buah Pot

. Bahan :
Kacang merah
II. Tanah
III. Asam cuka
IV. Air
I.

. Langkah Kerja :

Siapkan alat dan bahan


II. Rendam kacang merah selama semalam. Pilih kacang merah yang berkualitas bagus
III. Masukan tanah kedalam pot
IV. Masukan 5 biji kacang merah ke dalam masing-masing pot
V.
Siram tanaman dengan perbedaan asam cuka pada tiap pot. Pot 1 = 3 tetes, pot 2 = 2 tetes, pot 3 = 1 tetes, dan pot 4 tidak
menggunakan asam cuka
VI. Ukur tinggi batang selama 1 minggu.
I.

8. ANALISIS DATA
Dari percobaan yang telah kami lakukan maka di peroleh hasil pengamatan

secara kuantitatif. Pada tanaman yang ditetesi 3 tetes asam cuka


dibandingkan dengan pertama yang hanya di beri air biasa, tanaman yang
ditetesi tersebut lebih lama tumbuh sedang kan yang hanya diberi air biasa
tumbuh dengan hijau dan agak tinggi namun lebih rendah dibandingkan
tanaman yang diberi 1 atau 2 tetes cuka.

9. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian. Terdapat perbedaan tumbuhan yang

dipengaruhi oleh perbedaan kadar keasaman yang diberikan pada


tumbuhan kacang merah. Tingkat kadar keasaman yang baik untuk proses
pertumbuhan dan perkembangan biji kacang merah dari percobaan kami
adalah yang tidak terlalu asam.

PERTANYAAN :

TERIMA KASIH
ATAS
PERHATIANNY
A!