Anda di halaman 1dari 22

Prosedur Kompilasi dan

Review Atestasi
Kepatuhan

Prosedur Kompilasi
Kompilasi laporan keuangan merupakan penyajian dalam bentuk laporan keuangan,
informasi yang merupakan pernyataan manajemen tanpa usaha untuk memberikan
pernyataan suatu keyakinan aapapun terhadap laporan tersebut.Dalam penugasan
kompilasi, akuntan harus menjalankan prosedur sebagai berikut:
Memperoleh pemahaman bersama klien mengenai jenis dan keterbatasan jasa
yang diberikan dan penjelasan atas laporan, jika laporan akan diterbitkan.
Memiliki pengetahuan tentang prinsip-prinsip akuntansi dan praktik industri
klien.
Memahami klien, termasuk sifat transaksi bisnisnya, pencatatan akuntansi, dan
misi laporan keuangan.
Melakukan Tanya jawab untuk menentukan apakah informasi klien memenuhi
persyaratan.
Membaca kompilasi laporan keuangan dan berhati-hati dengan hal-hal yang
tidak dimasukkan atau kesalahan dalam perhitungan dan GAAP.

Laporan keuangan yang dikompilasiharus disertai dengan suatu


laporan
akuntan yang menyatakan bahwa:
Kompilasi telah dilakukan sesuai dengan standar dalam Seksi
ini
Kompilasi terbatas pada penyajian informasi dalam bentuk
laporan keuangan yangmerupakan representasi manajemen
atau pemilik
Laporan keuangan tidak diaudit ataudi-reviewdan dengan
demikian akuntan tidakmenyatakan pendapat atau bentuk
keyakinan lain apa pun.

Prosedur Review
Review atas laporan keuangan adalah pelaksanaan prosedur
permintaan keterangan dan analisis yang menghasilkan dasar
memadai bagi akuntan untuk memberikan keyakinan terbatas
bahwa tidak terdapat modifikasi material yang harus dilakukan
atas laporan keuangan agar laporan tersebut sesuai dengan PABU.
Berdasarkan PSAR seksi 100 dapat disimpulkan prosedur review
merupakan diperolehnya
pengetahuan tentang prinsip-prinsip
akuntansi digunakan dan praktik industri suatu klien.

Laporan keuanganreviewoleh akuntan harus disertai dengan laporan


akuntan yang menyatakan bahwa:
a. Reviewdilaksanakan sesuai dengan Standar Jasa Akuntansi
danReviewyang ditetapkanIkatan Akuntan Indonesia
b. Semua informasi yang dimasukkan dalam laporan keuangan adalah
penyajian manajemen(atau pemilik) entitas tersebut.
c. Reviewterutama mencakup permintaan keterangan kepada para
pejabat pentingperusahaan dan prosedur analitik yang diterapkan
terhadap data keuangan.
d. Lingkupreviewjauh lebih sempit dibandingkan dengan lingkup audit
yang tujuannya untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan
secara keseluruhan, dan dengandemikian tidak dinyatakan pendapat
semacam itu dalam suatureview.
e. Akuntan tidak mengetahui adanya suatu modifikasi material yang harus
dilakukan ataslaporan keuangan agar laporan tersebut sesuai dengan
prinsip akuntansi yang berlakuumum di Indonesia, selain dari
perubahan, jika ada, yang telah diungkapkan dalamlaporan akuntan.

Prosedur lain yang mungkin telah dilaksanakan akuntan sebelum


atau selama perikatanre-view,termasuk yang dilaksanakan
dalam hubungannya dengan kompilasi laporan keuangan,tidak
boleh diungkapkan dalam laporan akuntan.

Atestasi
Kepatuhan

Atestasi (attestation) adalah suatu pernyataan pendapat atau


pertimbangan yang diberikan oleh seorang yang independen dan
kompeten yang menyatakan apakah asersi (assertion) suatu
entitas telah sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Asersi
adalah suatu pernyataan yang dibuat oleh satu pihak yang
dimaksudkan untuk digunakan oleh pihak lain, contoh asersi
dalam laporan keuangan historis adalah adanya pernyataan
manajemen bahwa laporan keuangan sesuai dengan prinsip
akuntansi yang berlaku umum.

Berdasarkan Standar Auditing


Auditor dapat menerima perikatan untuk melaksanakan prosedur
yang disepakatiuntuk membantu pemakai dalam mengevaluasi
asersi tertulis manajemen tentang (a) kepatuhanentitas terhadap
persyaratan tertentu, (b) efektivitas pengendalian intern terhadap
kepatuhan,atau (c) keduanya.
Standar auditing terdiri atas sepuluh standar dan dirinci dalam
bentuk Pernyataan Standar Auditing (PSA).
SA Seksi 410 membahas tentang kepatuhan terhadap prinsip
akuntansi yang berlaku umum. SA ini menyebutkan standar
pelaporan pertama yaitu: Laporan audit harus menyatakan apakah
laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi
yang berlaku umum di Indonesia.

Audit kepatuhan dalam audit yang dilaksanakan berdasarkan


standar auditing yang ditetapkan IAPI. Dalam audit yang dilaksanakan
berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Intitut Akuntan Publik
Indonesia (IAPI) tanggung jawab auditor untuk mempertimbangkan
peraturan perundang-undangan dan bagaimana dampaknya terhadap
audit tersebut dijelaskan dalam SA Seksi 317 [PSA No. 31] dan SA Seksi
316 [PSA No. 70]. SA Seksi 317 paragraf 05 menyamakan tanggung
jawab auditor untuk mendeteksi salah saji yang disebabkan oleh unsur
pelanggaran hukum tertentu dengan tanggung jawab atas kekeliruan
atau kecurangan yang lain sebagai berikut:
Auditor biasanya mempertimbangkan hukum dan peraturan yang
dipahaminya sebagai hal yang memiliki pengaruh langsung dan
material dalam penentuan jumlah jumlah yang disajikan dalam laporan
keuangan.

Standar Umum Atestasi Kepatuhan :


1.Perikatan harusdilaksanakan oleh seorangpraktisiataulebihyang
memiliki keahliandan pelatihan teknis cukup dalam fungsiatestasi.
2.Perikatan harusdilaksanakan oleh seorangpraktisiataulebihyang
memiliki pengetahuancukupdalam bidang yang bersangkutan dengan
asersi
3.Praktisi harusmelaksanakan Perikatan hanya jikaia memiliki alasan
untuk meyakinkan dirinya
4.Kemahiranprofesional harus selaludigunakanoleh praktisi dalam
melaksanakan
perikatan,mulaidari
tahap
perencanaansampaidenganpelaksanaan perikatan tersebut.
5.Dalam semua hal yangbersangkutan denganperikatan, sikap mental
independen harus dipertahankanoleh praktisi

Standar Pekerja
Lapangan

Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika


digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya.
Bukti yang cukup harus diperoleh untukmemberikan dasar
rasional bagi simpulan yang dinyatakan dalam laporan.

Standar
Pelaporan
1.Laporan harus menyebutkan asersi yangdilaporkan dan
menyatakan sifat perikatan atestasi yang bersangkutan.
2.Laporan harusmenyatakan simpulanpraktisimengenai apakah
asersi disajikan sesuai denganstandar yang telah ditetapkan atau
kriteria yang dinyatakan dipakai sebagaialatpengukur.
3.Berdasarkan StandarAudit Pemerintah
Auditor Pemerintah harus menerapkan kemahiran profesionalnya
secara cermat dan seksama untuk memastikan bahwa auditor dan
manajemen memahami tipe perikatan yang harus dilaksanakan oleh
auditor.

Berdasarkan Standar
Atestasi Kepatuhan

Atestasi

SAT

Seksi

500

SAT Seksi 500 membahas tentang atestasi kepatuhan. SAT ini


bertujuan untuk memberikan panduan bagi perikatan yang
berkaitan dengan asersi tertulis manajemen tentang (a)
kepatuhan entitas terhadap persyaratan perundangan, peraturan,
ketentuan, kontrak atau hibah tertentu atau (b) efektivitas
struktur pengendalian intern entitas atas kepatuhan terhadap
persyaratan tertentu. Asersi manajemen dapat berkaitan dengan
persyaratan kepatuhan baik yang bersifat keuangan maupun
nonkeuangan. Perikatan atestasi yang dilaksanakan sesuai
dengan SAT ini harus mematuhi standar umum, standar pekerjaan
lapangan, dan standar pelaporan dalam SAT Seksi 100 dan
standar khusus yang ditetapkan dalam SAT ini.

Praktisi dapat melaksanakan suatu perikatan yang berkaitan


dengan asersi tertulis manajemen tentang kepatuhan entitas
terhadap persyaratan tertentu atau efektivitas pengendalian
intern atas kepatuhan jika kedua kondisi berikut ini dipenuhi.
Manajemen menerima tanggung jawab atas kepatuhan entitas
terhadap persyaratan tertentu dan efektivitas pengendalian
intern terhadap kepatuhan.
Manajemen mengevaluasi kepatuhan entitas terhadap
persyaratan tertentu atau efektivitas pengendalian intern
terhadap kepatuhan.

Bagi praktisi, untuk melaksanakan suatu pemeriksaan, beberapa kondisi


yang harus terpenuhi :
Manajemen membuat asersi tentang kepatuhan entitas terhadap
persyaratan tertentu.
Asersi manajemen dapat dievaluasi dengan menggunakan kriteria
yang masuk akal, yang ditetapkan oleh badan yang diakui atau
dinyatakan dalam asersi secara cukup jelas dan komprehensif bagi
pembaca yang berpengetahuan untuk memahaminya, dan asersi
tersebut dapat diestimasi dan diukur secara masuk akal dengan
menggunakan kriteria tersebut.
Terdapat bukti yang cukup atau dapat dikembangkan untuk
mendukung evaluasi manajemen.

Pelaporan Berdasarkan Standar Audit Pemerintah


Pelaporan atas Kepatuhan terhadap Peraturan UU yang
Berlaku
Laporan auditor tentang kepatuhan didasarkan atas hasil prosedur
yang dilaksanakan sebagai bagian dari audit atas laporan
keuangan. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan oleh auditor dalam
pelaporan tentang kepatuhan berdasarkan Standar Audit
Pemerintahan, sebagaimana disebutkan berikut ini :
Keyakinan positif dan negatif
Pelaporan ketidakpatuhan
Unsur pelanggaran hukum

Standar Audit Pemerintahan mengharuskan auditor melakukan halhal berikut ini


Auditor harus merancang audit untuk dapat memberikan
keyakinan memadai guna mendeteksi ketidakberesan yang
material bagi laporan keuangan.
Auditor harus merancang audit untuk memberikan keyakinan
memadai guna mendeteksi kesalahan/kekeliruan yang material
dalam laporan keuangan sebagai akibat langsung dari adanya
unsur perbuatan melanggar/melawan hukum yang material.
Auditor harus waspada terhadap kemungkinan telah terjadinya
unsur perbuatan melanggar/melawan hukum secara tidak
langsung.

Pelaporan Berdasarkan Standar Audit Pemerintahan


Entitas pemerintahan, organisasi nirlaba, atau perusahaan dapat menugasi
auditor untuk mengaudit laporan keuangan entitas tersebut berdasarkan
Standar Audit Pemerintahan. Dalam melaksanakan audit berdasarkan Standar
Audit Pemerintahan, auditor memikul tanggung jawab melampaui tanggung
jawab yang dipikulnya dalam audit berdasarkan standar auditing yang
ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia untuk melaporkan tentang kepatuhan
dengan peraturan perundang-undangan dan tentang pengendalian intern. Dalam
melaksanakan audit atas laporan keuangan entitas pemerintah atau penerima
lain bantuan keuangan pemerintah yang melakukan penawaran efek melalui
pasar modal, auditor wajib mematuhi ketentuan Undang-Undang Pasar Modal.
Auditor dapat melaporkan masalah kepatuhan terhadap peraturan perundang
undangan dan pengendalian intern dalam laporan audit atas laporan keuangan
atau dalam suatu laporan terpisah. Apabila auditor melaporkan kepatuhan
terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern dalam
laporan audit atas laporan keuangan, maka auditor harus mencantumkan dalam
suatu paragraf pengantar yang menjelaskan pokok-pokok temuan utama dari
audit atas laporan keuangan dan dari pengujian atas kepatuhan terhadap
peraturan perundang-undangan serta pelaksanaan pengendalian intern.

Auditor harus melaporkan hal material dari ketidakpatuhan terlepas


apakah akibat salah saji telah dikoreksi dalam laporan keuangan entitas.
Auditor dapat mengharapkan untuk memasukkan suatu pernyataan
tentang apakah salah saji sebagai akibat hal material dari ketidakpatuhan
telah dikoreksi dalam laporan keuangan atau suatu pernyataan yang
menjelaskan dampak salah saji tersebut dalam laporannya atas laporan
keuangan pokok.
Standar Audit Pemerintahan mengharuskan auditor untuk melaporkan
hal-hal atau indikasi unsur perbuatan melanggar/melawan hukum yang
dapat berakibat ke penuntutan pidana. Namun, auditor tidak memiliki
keahlian untuk menyimpulkan tentang apakah suatu unsur pelanggaran
hukum atau kemungkinan pelanggaran hukum dapat berakibat ke
penuntutan pidana. Oleh karena itu, dalam mematuhi persyaratan untuk
melaporkan hal-hal atau indikasi adanya unsur pelanggaran hukum yang
dapat berakibat ke penuntutan pidana, auditor dapat memilih untuk
melaporkan semua unsur pelanggaran hukum atau kemungkinan unsur
pelanggaran hukum yang ditemukan.

Kesimpulan
Jasa Atestasi merupakan suatu pernyataan pendapat atau
pertimbangan orang yang independen dan kompeten tentang apakah
asersi suatu entitas sesuai, dalam semua hal yang material, dengan
kriteria yang telah ditetapkan, yakni beberapa bentuk jasa atestasi
adalah audit keuangan historis, pemeriksaan atau examination, review
dengan cara wawancara, dan prosedur yang disepakati bersama.
Review mempunyai tujuan yang berbeda dengan kompilasi. Review
dilakukan melalui prosedur permintaan keterangan dan analisis yang
harus menjadi hal yang memadai bagi akuntan yaitu untuk
memberikan keyakinan yang terbatas bahwa tidak ada modifikasi
material yang harus dilakukan atas laporan keuangan, sedangkan
untuk kompilasi akuntan tidak memberikan keyakinan seperti itu.
Selain itu, review juga berbeda dengan tujuan audit keuangan yang
dilaksanakan menurut standar audit yang ditetapkan IAI yang
bertujuan untuk memeroleh dan mengevaluasi bukti untuk
menyatakan suatu pendapat

.
Persyaratan Kompilasi, kompilasi tidak membebaskan akuntan dari
pertanggungjawaban karena mereka perlu bertanggung jawab dalam
menjalankan seluruh jenis penugasan. Dalam penugasan kompilasi,
akuntan harus menjalankan prosedur sebagai berikut.
Memperoleh pemahaman bersama klien mengenai jenis dan
keterbatasan jasa yang diberikan dan penjelasan atas laporan, jika
laporan akan diterbitkan.
Memiliki pengetahuan tentang prinsip-prinsip akuntansi dan praktik
industri klien.
Memahami klien, termasuk sifat transaksi bisnisnya, pencatatan
akuntansi, dan misi laporan keuangan.
Melakukan Tanya jawab untuk menentukan apakah informasi klien
memenuhi persyaratan.

Anda mungkin juga menyukai