Anda di halaman 1dari 28

KELAINAN PADA RAMBUT

KELAINAN PADA RAMBUT

Rambut yg sehat

Terdiri dari :

  • a. Carbon: 50,65%

    • b. Hydrogen: 6,36%

    • c. Nitrogen: 17,14%

    • d. Belerang (sulfur): 5%

    • e. Oksigen: 20,85%

Jumlah helai rambut setiap orang berbeda, dilihat dari warna, dan tekstur rambut. Jumlah rambut blonde :

140.000 helai, rambut coklat : 110.000 helai, rambut hitam : 108.000 helai, rambut merah : 90.000

Fungsi rambut

  • 1. Melindungi kepala dari benturan dan sinar

matahari.

  • 2. Sebagai mahkota.

  • 3. Membentuk bingkai dari wajah.

  • 4. Menambah keindahan dan garis warna pada

wajah.

  • 5. Melindungi mata dari keringat.

  • 6. Melindungi mata dari kotoran dan debu.

  • 7. Membantu menguapkan keringat

Rambut sehat, normal akan tumbuh sepanjang 1/2 inchi atau 1 ¼ cm setiap bulannya atau sepanjang 0,3 mm dalam 24 jam.

Sehelai rambut dapat bertahan 3-5 tahun di kulit kepala

yang

sehat.

Satu pori kulit kepala, terjadi proses

regenerasi pertumbuhan rambut hingga 20 kali

Faktor pertumbuhan rambut :

dan iklim.

usia, jenis kelamin, ras

Ciri-ciri rambut normal :

  • 1. Daya elastisitas 20%

  • 2. Diraba lembut & halus

  • 3. Bercahaya

4. Mudah ditata

Ciri-ciri rambut kering :

  • - Bersuara bila dipegang.

  • - Penampilan gersang dan kaku.

  • - Warna pirang/kemerahan/cahaya pudar.

  • - Rambut tipis, rapuh, ujung berbelah.

  • - Sering ditumbuhi ketombe.

Ciri-ciri rambut berminyak :

  • - Rambut tumbuh lebat

  • - Sangat elastis 40% - 50%.

  • - Selalu basah dan lengket.

  • - Sering ditumbuhi ketombe

Fase pertumbuhan rambut

Fase pertumbuhan rambut
  • 1. Fase anagen, rambut secara aktif tumbuh dan bertambah panjang, berlangsung kira-kira 3-5 tahun.

  • 2. Fase katagen, berlangsung antara 3-4 minggu, pertumbuhan rambut mulai melambat sebelum akhirnya berhenti.

  • 3. Fase telogen, Folikel rambut mengecil dan bergerak lepas ke permukaan kulit kepala, berlangsung selama 3-4 bulan.

Setelah melewati ketiga fase ini, rambut baru akan tumbuh lagi untuk menggantikan yang sudah rontok. Siklus pertumbuhan ini memakan waktu hingga 4 tahun

Rambut rontok disebut

patologis,

bila rontoknya

berkepanjangan dan > dari 100 helai/hari

Kelainan pada rambut

Alopesia non-cicatricial, yaitu :

  • 1. Alopesia androgenik

  • 2. Telogen efluvium

  • 3. Alopesia areata

Alopesia cicatricial, yaitu : kebotakan akibat infeksi jamur, bakteri, virus, trauma fisik atau kimia & penyakit autoimmun

Alopesia areata (AA)

Kebotakan yang terjadi setempat- setempat dan berbatas tegas, umumnya terdapat pada kulit kepala, tetapi dapat juga mengenai daerah berambut lainnya

Etiologi : belum jelas diketahui, namun faktor genetik & immunologik diduga sebagai penyebab utama. Selain itu infeksi, stress dan kelainan endokrin

Gambaran klinis

Kelainan

ditandai

dengan

1

atau lebih bercak

(patch) dg kerontokan rambut pada kulit kepala,

yg berbentuk bulat atau lonjong, ukuran bervariasi dengan warna “peach” atau pink.

Gejala awal sebelum timbul bercakgatal ringan sampai rasa panas seperti terbakar.

Pada tepi daerah botak terdapat rambut yg putus, bila dicabut tampak bulbus atrofi . Sisa rambut terputus tsb tampak spt tanda seru (exclamation mark hair), disebabkan bag distal > lebar dari bag proksimal.

Presentasi klinis AA dibagi menjadi 2 katagori :

1.Berdasarkan gambaran lesi 2.Berdasarkan luasnya kelainan AA

Berdasarkan gambaran lesi :

a. Bentuk “patch” atau bercak b. Bentuk retikuler c. “Ophiasis bandlike” : daerah temporo-osipital d. “Ophiasis inversus” : daerah fronto-parieto

Patch

Ophiasis bandlike Retikular Ophiasis inversus

Ophiasis bandlike

Ophiasis bandlike Retikular Ophiasis inversus
Retikular
Retikular

Ophiasis inversus

Ophiasis bandlike Retikular Ophiasis inversus

Berdasarkan luasnya lesi :

a. Alopesia areata : sebagian rambut yg hilang

b. Alopesia totalis : 100% rambut hilang pada kulit kepala

c.

Alopesia universalis : 100% rambut kepala &

badan hilang

Berdasarkan luasnya lesi :  a. Alopesia areata : sebagian rambut yg hilang  b. Alopesia
Berdasarkan luasnya lesi :  a. Alopesia areata : sebagian rambut yg hilang  b. Alopesia

Diagnosis banding :

Telogen

efluvium,

alopesia

androgenik,

trikotilomania,

alopesia karena tarikan atau tekanan & tinea kapitis.

Pengobatan :

1.

Kortikosteroid

:

topikal

(flusinolon, halsinonid,

deksametason), intralesi (triamsinolon asetonid 2,5-10 mg/ml) dan sistemik ( diawali dosis 40mg/hr selama 1

minggu kemudian tapp of kontrovesial).

2.

Minoksidil

merangsang

sintesa

DNA

folikuler

proliferasi & diferensiasi keratinosit folikuler. Selain itu

mengatur aliran darah pada rambut.

3. Antralin 0,5

1

%

: sebagai immunomodulator,

cara dioleskan 1 x/hari, respon (+) 3 bulan

4.

Imunoterapi

topikal

:

dipenilsiklopropenon

Dinitroklorobenzen &

5. Fotokemoterapi (PUVA) : hambat fungsi sel T & APC

6. Siklosporin 10% topikal

ALOPESIA ANDROGENIK (AGA)

Kebotakan progresif yang terjadi akibat pengaruh faktor predisposisi genetik dan androgen terhadap folikel rambut

Laki-laki > perempuan

Gejala mulai

dari

usia

pubertas

dan

meningkat

seiring bertambah usia : 2-5% usia 30 th, 40% usia 70 tahun

: 80% usia 70 tahun

Patogenesis :

1. Genetik Autosomal dominan

2. Hormonal

Hormon androgen sbg faktor pencetus pada folikel rambut di daerah fronto-parietal perubahan bentuk dari terminal ke folikel yg lebih kecil, dengan pemendekan fase anagen

Testosteron (T) dihidrotestosteron (DHT). Tipe 1 isoenzim terletak di gld sebasea, keratinosit folikuler & kelenjar keringat. Sedangkan Tipe 2 isoenzim terletak di selubung rambut dari folikel rambut. Ke-2 isoenzim berperan terjadinya AGA yg jumlahnya di bagian frontal. Kadar DHT di Aga.

Gambaran klinis :

AGA terjadi pada usia muda & berjalan lambat >>>> pada usia 15 & 25 tahun

Tipe klinis Aga berdasarkan faktor genetik Hamilton (8 tipe)

Tipe I : rambut masih penuh

Tipe II : pe < rambut dike-2 bag temporal Tipe III : “border line”

Tipe IV

rambut daerah frontotemporal & bag “mid-

:

pe

<

frontal” Tipe V : Tipe IV yg > berat Tipe VI : Seluruh kelaiinan menjadi satu Tipe VII : alopesia luas dibatasi pita rambut jarang Tipe VIII : alopesia frontotemporal menjadi satu dg bagian verteks

Pada wanita

- Keluhan tanpa pengurangan nya pada jumlah rambut - Rambut rontok meningkat , menipis difus - Klasifikasi Ludwig :

I : Penghalusan dari rambut, menghasilkan daerah oval alopesia, kepadatan rambut normal II : Penghalusan lebih lanjut. III : alopesia lengkap

Pada wanita Keluhan tanpa pengurangan nya pada jumlah rambut Rambut rontok meningkat , menipis difus Klasifikasi

Pemeriksaan :

  • 1. Pull test : menarik sekitar 60 rambut dengan lembut tapi mantap. Tes ini positif jika terdapatkerontokan 2- 10 rambut atau lebih

  • 2. Pemeriksaan trikogram : mencabut 50 batang rambut dan menghitung perbandingan jumlah rambut anagen dan telogen. (+) talogen > anagen

  • 3. Pemeriksaan hormon : total testosteron, testosteron bebas, sulfat dehidroepiandrosteron (DHEAS), dan prolaktin

  • 4. Dermatopatologi :

pengecilan ukuran folikel rambut dan terkadang hampir atrofi

Penatalaksanaan

Non- medikasi : aspek psiko-sosial

Laki-laki : Finasterid Minoxidil Transplantasi rambut Tretinoin

Finasterd : dosis 1 mg/hari, 1 x/hari sp 24 bulan. sbg spesifik inhibitor tipe 2 isoenzym

Bekerja

Tretinoin solusio 0,025% (merangsang pertumbuhan sel

Wanita : Minoxidil Spironolakton Transplantasi rambut Rambut tambahan

-Konsul endokrinologi bila AGA bertambah berat, disertai kelainan berupa : akne derajat berat, hirsutisme, dermatitis seboroik, gg menstruasi & infertilitas.

 

Alopesia androgenik

Alopesia areata

Distribusi

Laki2 : focal balding patern

Biasanya setempat, namun bisa menyeluruh

anita

Wanita : Ludwig

Waktu kejadian

Bertahap

Tiba-tiba

Tampilan

Penipisan dengan atau tanpa kebotakan, bila ada bertahap

Penipisan dengan tiba2 timbul bercak, rambut tanda seru

Rambut rontok

minimal

Paling utama

Usia

Saat pubertas sp tua

Semua umur, namun pertama kali timbul bisa < 20 thn

Pull test

Negatif

Positif