Anda di halaman 1dari 36

Presentasi Bahasa

Indonesia
( Paragraf )
Oleh : Caterina Siskadewi Lay
Kelas : XII Aksel

Pengertian Paragraf
Paragraf atau alinea adalah seperangkat
kalimat yang membahas satu topik atau
hanya mengacu pada satu gagasan pokok.
topik dituangkan kedalam suatu kalimat yang
disebut dengan kalimat topik atau kalimat
utama. Sedangkan kalimat yang menjelaskan
kalimat topik disebut kalimat penjelasan.

Syarat Pembentukan Paragraf


Kesatuan, yaitu semua kalimat dalam

paragraf itu secara bersama-sama


mendukung satu ide atau gagasan pokok.
Jadi, tidak boleh ada kalimat sumbang atau
menyimpang dari pikiran utamanya
contoh paragraf berkalimat sumbang
Hari akan hujan. Angin bertiup kencang.
Debu-debu beterbangan. Awan hitam
bergerak dengan cepat. Burung-burung
berkicau riang. Para pedagang kaki lima sibuk
mengemas dagangannya.

Pola Pengembangan
Paragraf
Pengembangan umum-khusus

paragraf yang dimulai dengan pikiran pokok,


kemudian diikuti oleh pikiran-pikiran penjelas
Contoh
Pada waktu menulis surat, kita harus tenang.
Kalau sedang sedih, bingung, kesal, atau
marah, kita jangan menulis surat. Kesedihan,
kebingungan, kekesalan dan kemarahan itu
akan tergambar dalam surat kita. Mungkin
akan tertulis kata-kata yang kurang terpikir,
terburu nafsu, dan dapat merusak suasana

Pengembangan khusus-umum

Paragraf yang dimulai dengan pikiran-pikiran


penjelas, kemudian diikuti oleh pikiran pokok atau
kesimpulan
Contoh
Dengan bahasa, manusia dapat menyampaikan
bermacam-macam pikiran dan perasaan kepada
sesama manusia. Dengan bahasa pula, manusia
dapat
mewarisi
dan
mewariskan
semua
pengalaman dan pengetahuannya. Seandainya
manusia tidak berbahasa, alangkah sunyinya
dunia ini. Memang bahasa memegang peranan
penting dalam kehidupan manusia.

Pengembangan dengan alasan-alasan atau sebab

akibat
pada paragraf ini didahului dengan sebab terjadinya
sesuatu dan diikuti rincian-rincian sebagai akibatnya
atau sebaliknya. Sebab sebagai pikiran utama dan
akibat sebagai pikiran-pikiran penjelas atau sebaliknya.
Contoh
(1) Itik Indonesia baik sekali untuk diternakkan. (2)
Pemeliharaannya sederhana sekali. (3) Telurnya
banyak. (4) Tahan terhadap berbagai penyakit. (5) Ia
kuat sekali berjalan jauh
Kalimat (1) sebagai akibat
Kalimat (2), (3), (4), (5) sebagai sebab

Pengembangan dengan Perbandingan

Pengembangan paragraf jenis ini mengungkapkan


persamaan dan perbedaan dua objek atau lebih
Contoh
(1) Kota Jakarta dan Bandung mempunyai
persamaan dan perbedaan. (2) Keduanya
termasuk kota besar bahkan sebagai ibukota
provinsi. (3) Ditinjau dari suasana, Jakarta bersuhu
panas, sedangkan Bandung sejuk. (4) Disamping
itu, Kota Jakarta memiliki peran lain, yaitu sebagai
ibukota negara
Persamaan ditunjukkan oleh kalimat (2) dan
perbedaan oleh kalimat (3) dan (4)

Pengembangan dengan contoh

Pengembangan jenis ini dikemukakan suatu


pernyataan yang diikuti rincian berupa contohcontoh
Contoh
Sejalan dengan perkembangan sejarahnya,
perbendaharaan kata Indonesia diperkaya oleh
berbagai bahasa. Ada yang berasal dari bahasa
daerah, ada pula yang berasal dari bahasa
asing. Yang berasal dari bahasa daerah,
misalnya nyeri, babak, beres, dan sewenangwenang. Adapun yang berasal dari bahasa
asing lampu, motor, ahli, akhlak dan lain-lain.

Jenis-jenis Paragraf Berdasarkan


Isinya
Paragraf Narasi

Karangan narasi adalah bentuk karangan


yang menceritakan sejelas-jelasnya kepada
pembaca suatu peristiwa yang telah terjadi
karangan jenis ini biasanya bersifat
menyejarahkan sesuatu berdasarkan waktu ke
waktu. Narasi mementingkan urutan
kronologis suatu peristiwa dan masalah

Ciri-ciri karangan narasi :


Isi karangan berupa cerita dan yang menjadi
pokok cerita adalah peristiwa
Karangan narasi bersifat subjektif, artinya
baik isi maupun bahasanya sangat
dipengaruhi oleh jiwa pengarangnya
Karangan narasi mementingkan alur,
penokohan dan konflik

Contoh
Kemudian mobil meluncur kembali, Nyonya Marta
tampak bersandar lesu. Tangannya dibalut dan
terikat ke leher. Mobil berhenti di depan rumah.
Lalu, bawahan suaminya beserta istri-istri mereka
keluar rumah menyongsong. Tuan Hasan memapah
istrinya yang sakit. Sementara, bawahan Tuan
Hasan saling berlomba menyambut kedatangan
Nyonya Marta.
Paragraf narasi disusun dengan merangkaikan
peristiwa-peristiwa yang berurutan atau secara
kronologis. Tujuannya, pembaca diharapkan seolaholah mengalami sendiri peristiwa yang diceritakan.
Contoh pada novel, cerpen

Paragraf narasi dibedakan menjadi dua jenis yaitu

ekspositoris dan sugestif


Paragraf narasi ekspositoris berisikan rangkaian perbuatan
yang disampaikan secara informatif sehingga pembaca
mengetahui peristiwa secara tepat
Contoh:
Sabtu pekan lalu Ramin bermain bagus. Mula-mula ia
menyodorkan sebuah kontra melodi yang hebat, lalu
bergantian dengan klarinet, meniupkan garis melodi
utamannya. Ramin dan kawannya berbaris seperti serdadu
masuk ke tangsi mengiringi Ahmat mempelai pria yang
akan menyunting Mulyati gadis di kampung Meruyung

Paragraf narasi sugestif adalah paragraf yang berisi

rangkaian peristiwa yang disusun sedemikian rupa


sehingga merangsang daya khayal pembaca tentang
peristiwa tersebut .
Contoh :
Patih Tranggulang menghunus pedangnya. Dengan
cepat ia mengayunkan pedang itu ketubuh
Tunjungsekar . Tapi aneh sebelum mengenai tubuh
tunjungsekar, pedang itu jatuh ketanah. Patih
Tranggulang memungut pedang itu dan membacokan
lagi ke tubuh Tunjungsekar sebanyak tiga kali akan
tetapi , semuanya gagal.

Paragraf Deskripsi adalah paragraf yang

menggambarkan sesuatu dengan jelas dan


terperinci
Paragraf ini bertujuan memberikan gambaran
terhadap sesuatu dengan sejelas-jelasnya
sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat,
mendengar , merasakan hal yang
dideskripsikan
Contoh ; keadaan banjir, suasana dipasar

Ada 3 Ciri khas Paragraf deskripsi ;

1. Dalam paragraf deskripsi, hal-hal yang menyentuh


semua pancaidra (penciuman, penglihatan,
pendengaran, pengecapan) di jelaskan secara rinci
Contoh :
Malam itu indah sekali. Dilangit bintang-bintang
berkelip-kelip memancarkan cahaya. Hawa dingin
menusuk kulit. Sesekali terdengar suara jangkrik,
burung malam, kelelawar mengusik sepinya malam
angin berhembus pelan dan tenang

Ciri ke 2 deskripsi dalam penggambaran

benda atau manusia didapat dengan


mengamati bentuk, warna dan keadaan obyek
secara detail menurut penangkapan penulis
Contoh;
... Seorang gadis berpakaian hitam ....
... Tiga lelaki tanpa alas kaki ....
Ciri ke 3 Dalam deskripsi unsur perasaan
lebih tajam dari pada pikiran, misalnya
digambarkan melalui kalimat .... Bersama
terpaan angin yang lembut ....

Dilihat dari segi bentuknya, paragraf deskripsi dapat dibagi

menjadi 2 yaitu deskripsi obyektif dan subyektif.


Deskripsi obyektif atau paragraf faktual dikembangkan
berdasarkan fakta-fakta yang sesungguhnya
Contoh:
Gua gong terletak dipesisir patai selatan tepatnya di Desa
Bomo, kota Pacitan Gua ini dikelilingi oleh deretan gunung
diantaranya sebelah utara gunung manyar , sebelah timur
gunung gede, sebelah selatan gunung karang pulut, serta
sebelah barat gunung gruguh. Sederetan gunung yang
mengelilingi gua ini sebagian besar ditanami pohon jati,
pinang dan pohon kelapa.

Paragraf deskripsi subyektif sering disebut


deskripsi pribadi didasarkan pada responsi
terhadap obyek-obyek, suasana-suasana,
situasi-situasi. Kita berusaha membagi
pengalaman kepada para pembaca agar
dapat dinikmati bersama-sama dengan
harapan dapat menciptakannya kembali dan
dengan demikian dapat menimbulkan
respon yang sama.

Contoh:
Demikian pula saat kita menelusuri gua lebih
dalam lagi dan dimana terlihat jelas suasana
yang tampak luas. Di dalam gua ini ada
semacam kamar mandi yang terbuat secara
alami dengan mengeluarkan air yang sangat
jernih. Keindahan alam gua semakin kentara
dengan adanya beberapa sendang yang airnya
sangat jernih dan keindahan batu-batuan alam
yang menjulang dari atas maupun dari bawah
ke atas (stalagtit dan stalagmit)

Batu-batuan alam yang ada di dalam gua


tidak dimungkiri semakin membuat orang
berdecak kagum. Bagaimana tidak, jika kita
memasuki ruang lebih dalam lagi akan
melihat batu yang tumbuh seperti pohon
pisang yang seolah-olah memberi tanda
bahwa masyarakat sekitar gua mayoritas
pencahariannya sebagai petani. Untaian batu
menjulur dari singgasananya juga akan
terlihat seakan-akan menyambut para
pengunjung.

Paragraf Eksposisi
Eksposisi merupakan sebuah paparan atau
penjelasan dan juga merupakan karangan yang
menyajikan sejumlah pengetahuan atau informasi.
Tujuannya adalah pembaca mendapat pengetahuan
atau informasi yang sejelas-jelasnya, misalnya
laporan
dalam paragraf eksposisi, ada beberapa jenis pola
pengembangan, yaitu (1) eksposisi definisi, (2)
eksposisi proses, (3) eksposisi klasifikasi, (4)
eksposisi ilustrasi (contoh),(5) eksposisi
perbandingan dan pertentangan, serta (6) eksposisi
laporan

Tujuan paragraf eksposisi adalah memaparkan


atau menjelaskan sesuatu agar pengetahuan
pembaca bertambah. Oleh karena itu, topik-topik
yang dikembangkan dalam paragraf eksposisi
berkaitan dengan penyampaian informasi.
Contoh-contoh paragraf eksposisi
Paragraf 1
Ozone therapy adalah pengobatan suatu penyakit
dengan cara memasukkan oksigen murni dan
ozon berenergi tinggi ke dalam tubuh melalui
darah. Ozone therapy merupakan terapi yang
sangat bermanfaat bagi kesehatan, baik untuk
menyembuhkan penyakit yang kita derita maupun
sebagai pencegah penyakit

Paragraf 2
Pemerintah akan memberikan bantuan
pembangunan rumah atau bangunan kepada korban
gempa. Bantuan pembangunan rumah atau
bangunan tersebut disesuaikan dengan tingkat
kerusakannya. Warga yang rumahnya rusak ringan
mendapat bantuan sekitar 10 juta. Warga yang
rumahnya rusak sedang mendapat bantuan sekitar
20 juta. Warga yang rumahnya rusak berat mendapat
bantuan sekitar 30 juta. Calon penerima bantuan
tersebut ditentukan oleh aparat desa setempat
dengan pengawasan dari pihak LSM.

Paragraf Argumentasi
Paragraf argumentasi adalah paragraf atau
karangan yang membuktikan kebenaran
tentang sesuatu. Untuk memperkuat ide atau
pendapatnya, penulis wacana argumentasi
menyertakan data-data pendukung.
Tujuannya, pembaca menjadi yakin atas
kebenaran yang disampaikan penulis

Ciri-ciri paragraf argumentasi adalah sebagai berikut


ada pernyataan, ide, atau pendapat yang
dikemukakan penulisnya
Ada alasan,data, atau fakta yang mendukung
Terdapat pembenaran berdasarkan data dan fakta
yang disampaikan. Data dan fakta yang digunakan
untuk menyusun wacana atau paragraf argumentasi
dapat diperoleh melalui wawancara, angket, observasi,
penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan
Pada akhir paragraf atau karangan disajikan
kesimpulan. Kesimpulan ini yang membedakan
argumentasi dari eksposisi

Contoh Paragraf argumentasi


Menyetop bola dengan dada dan kaki dapat ia
lakukan secara sempurna. Tembakan kaki kanan
dan kiri tepat arahnya dan keras. Sundulan
kepalanya sering memperdayakan kiper lawan.
Bola seolah-olah menurut kehendaknya. Larinya
cepat bagaikan kijang. Lawan sukar mengambil
bola dari kakinya. Operan bolanya tepat dan
terarah. Amin benar-benar pemain bola
jempolan. ( Tarigan 1981:28 )

Paragraf Persuasif
Paragraf persuasif merupakan paragraf yang berisi
imbauan atau ajakan kepada orang lain untuk melakukan
sesuatu seperti yang diharapakan oleh penulisnya. Oleh
karena itu, biasanya disertai penjelasan dan fakta-fakta
sehingga meyakinkan dan dapat memengaruhi pembaca
Pendekatan yang dipakai dalam persuasi adalah
pendekatan emotif yang berusaha membangkitkan dan
merangsang emosi
contoh :
1. Propaganda kelompok/golongan, kampanye
2. Iklan dalam media massa
3. Selebaran, dsb

Contoh paragraf persuasif


Sistem pendidikan Indonesia di Indonesia yang dikembangkan
sekarang ini masih belum memenuhi harapan. Hal ini dapat terlihat
dari ketrampilan membaca siswa kelas IV SD di Indonesia yang
berada pada peringkat terendah di Asia Timur setelah Philipina,
Thailand, Singapura dan Hongkong. Selain itu, berdasarkan
penelitian, rata-rata nilai siswa SD kelas IV untuk mata pelajaran
Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA dari tahun ke tahun semakin
menurun. Anak-anak di Indonesia hanya dapat menguasai 30%
materi bacaan. Kenyataan ini disajikan bukan untuk mencari
kesalahan penentu kebijakan, pelaksana pendidikan, dan keadaan
yang sedang melanda bangsa, tapi semata-mata agar kita menyadari
sistem pendidikan kita mengalami krisis. Oleh karena itu, semua
pihak perlu menyelamatkan generasi mendatang. Hal tersebut dapat
dilakukan dengan memperbaiki sistem pendidikan nasional.

Jenis-jenis Paragraf Berdasarkan


Letak Kalimat Utamanya
Paragraf Deduktif

paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok


atau kalimat topik, kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat
penjelas
Contoh
Penyalahgunaan narkotika sangat membahayakan bagi diri sendiri
dan orang lain. Pengguna atau pecandu narkotika akan kecanduan
dan kesehatan mereka akan terganggu. Tidak hanya organ tubuh
seperti otak, jantung dan paru-paru mereka yang terserang,
bahkan virus pun akan lebih mudah masuk ke dalam tubuh
mereka, seperti virus Hepatitis C, virus HIV/AIDS dan juga penyakit
menular lainnya. Bahaya ini tidak hanya menyerang fisik saja
melainkan mental, emosional, dan spiritual mereka. Bagi orang
lain
atau
masyarakat,
penyalahgunaan
narkotika
akan
menyebabkan meningkatnya angka kejahatan, kecelakaan,
abnormalitas dan lain sebagainya

Paragraf diatas terdiri atas empat kalimat dan


dapat dianalisis sebagai berikut
Bahaya
narkoba
bagi diri sendiri
dan orang lain

Bagi
diri
kecanduan
terganggu
kesehatannya

sendiri:
dan

Bagi
orang
lain:
penyalahgunaan narkotika
akan
menyebabkan
meningkatnya
angka
kejahatan,
kecelakaan,
abnormalitas

kalimat utama paragraf di atas berada di awal


paragraf. Kemudian, baru diikuti kalimat-kalimat
penjelas. Cara yang dapat dilakukan untuk
mengembangkan pola paragraf ini adalah dengan
pola umum-khusus. Pengembangan pola umumkhusus adalah kalimat utama dituliskan pada awal
paragraf, kemudian diikuti kalimat-kalimat
penjelasnya yang berupa pengkhususan atau
perinciannya
pola paragraf deduktif di atas dapat digambarkan
sebagai berikut
Khusus 2
Umum 1 Khusus 3
Khusus 4

Paragraf Induktif

Paragraf yang dimulai dengan mengemukakan penjelasanpenjelasan, kemudian diakhiri dengan kalimat topik.
Contoh
Pada tahap awal, seorang peminum alkohol akan mengalami
ketergantungan, yaitu suatu keadaan di mana seseorang
mempunyai
kebiasaan
menggunakan
alkohol
untuk
memenuhi rasa ketergantungannya terhadap alkohol.
Setelah
mengalami ketergantungan, peminum akan
menambah dosisnya dan meminumnya sampai mabuk. Pada
tahap alkoholisme ini, belum didapatkan kerusakankerusakan otak maupun bagian tubuh lainnya. Adapun yang
lebih parah lagi bila berkelanjutan dengan timbulnya psikosa
alkoholik, yaitu suatu gangguan jiwa dimana sudah terdapat
kerusakan-kerusakan
pada
otak.
Oleh
karena
itu,
penyalahgunaan alkohol dapat mengakibatkan timbulnya
ketergantungan yang membahayakan bagi kesehatan tubuh
manusia.

Paragraf di atas dapat dianalisis sebagai berikut


Ketergantungan
atau
tahap
kecanduan
Mabuk atau tahap
alkoholisme
Psikosa alkoholik,
yaitu
gangguan
jiwa dan kerusakan
pada otak

Bahaya alkohol
bagi peminumnya

Paragraf campuran

paragraf yang dimulai dengan mengemukakan


persoalan pokok atau kalimat topik, kemudian
diikuti kalimat-kalimat penjelas dan diakhiri dengan
kalimat topik. Kalimat topik yang ada pada akhir
paragraf merupakan penegasan dari awal paragraf
Contoh
Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat
dilepaskan dari komunikasi. Kegiatan apapun yang
dilakukan manusia pasti menggunakan saran
komunikasi,
baik
sarana
komunikasi
yang
sederhana maupun modern. Kebudayaan dan
peradaban manusia tidak akan bisa maju seperti
sekarang ini tanpa adanya sarana komunikasi.

Kalimat utama kalimat utama paragraf di atas berada


di akhir paragraf, sedangkan awal paragraf merupakan
kalimat penjelas. Pola pengembangan induktif disebut
juga pola pengembangan khusus-umum.
Perincian/pengkhususan dituliskan terlebih dahulu,
kemudian pada akhir paragraf disimpulkan pokok
pikirannya. Pola paragraf induktif tersebut dapat
digambarkan sebagai berikut
Khusus 1
Khusus 2 Umum 4
Khusus 3