Anda di halaman 1dari 31

Accounting as a

legitimating
institution
ANGGOTA
KELOMPOK:
1. Agus Arifin
2. Annisa Rachmi
3. Mariatul Ulfa

TEORI
LEGITIMASI
Teori ini menyatakan bahwa
organisasi adalah bagian dari
masyarakat sehingga harus
memperhatikan norma-norma
sosial masyarakat karena
kesesuaian dengan norma sosial
dapat membuat perusahaan
semakin legitimate.

+ Legitimasi dapat dianggap sebagai


menyamakan persepsi atau asumsi
bahwa tindakan yang dilakukan oleh
suatu entitas adalah merupakan tindakan
yang diinginkan, pantas ataupun sesuai
dengan sistem norma, nilai, kepercayaan
dan definisi yang dikembangkan secara
sosial (Suchman, 1995 dalam Rosita
Candra 2009)

+ Menurut Dowling dan Pfeffer dalam


Ghozali dan Chariri (2007), legitimasi
adalah hal yang penting bagi organisasi,
batasan-batasan yang ditekankan oleh
norma-norma dan nilai-nilai sosial, dan
reaksi terhadap batasan tersebut
mendorong pentingnya analisis perilaku
organisasi dengan memperhatikan
lingkungan.

PERSPECTIVES ON
Structural-Functionalist
LEGITIMATION

Structural-Functionalist
+ Pemikiran structural fungsional sangat
dipengaruhi oleh pemikiran biologis yaitu
menganggap masyarakat sebagai
organisme biologis yaitu terdiri dari
organ-organ yang saling ketergantungan,
ketergantungan tersebut merupakan
hasil atau konsekuensi agar organisme
tersebut tetap dapat bertahan hidup.

Struktural fungsionalis
+ Masyarakat adalah
sebuah kesatuan
dimana didalamnya
terdapat bagian
bagian yang
dibedakan.

+ Bagian-bagian dari
sistem tersebut
mempunyai fungsi
masing masing yang
membuat sistem
menjadi seimbang.
Bagian tersebut saling
interdependensi satu
sama lain dan
fungsional, sehingga jika
ada yang tidak berfungsi
maka akan merusak

komponen penting dalam


teori struktural fungsional
Menurut Parson

Adaptation

PERSPEKTIF SOSIAL
KONSTRUKSIONIS
TINJAUAN TEORITIS
Membahas teori konstruksi sosial
(social construction), tentu tidak
bisa terlepaskan dari bangunan
teoritik yang telah dikemukakan
oleh Peter L Berger dan Thomas
Luckmann.Peter L Berger
merupakan sosiolog dariNew
School for Social Reserach, New
York, Sementara Thomas
Luckmanadalah sosiolog
dariUniversity of Frankfurt.

teori ini berakar pada


paradigma konstruktivis yang
melihat realitas sosial sebagai
konstruksi sosial yang
diciptakan oleh individu yang
merupakan manusia bebas.
Individu menjadi penentu
dalam dunia sosial yang
dikonstruksi berdasarkan
kehendaknya.

Istilah konstruksi sosial atas realitas


(social construction of reality)
didefinisikan sebagai proses sosial
melalui tindakan dan interaksi
dimana individu menciptakan
secara terus-menerus suatu realitas
yang dimiliki dan dialami bersama
secara subyektif

tiga macam
1. Konstrutivisme Radikal
konstruktivisme!
2.
3.

Realisme Hipotesis
Konstruktivisme Biasa

ASUMSI DASAR OLEH BERGER


& LUCKMANN
1.
2.
3.
4.

Realitas merupakan hasil ciptaan manusia kreatif


melalui kekuataan konstruksi sosial terhadap dunai
sosial di sekelilingnya
Hubungan antara pemikiran manusia dan konteks
sosial tempat pemikiran itu timbul, bersifat
berkembang dan dilembagakan
Kehidupan masyarakat itu dikonstruksi secara
terus menerus
Membedakan antara realitas dengan pengetahuan

PENELITIAN YANG RELEVAN


- Burchell et al. (1985)
- Belkaoui (1978, 1984)
- Hopwood (1984a)

IMPLIKASI UNTUK PENELITIAN DI


MASA DEPAN
Studi dari perspektif ini adalah untuk mengabaikan
Kepentingan yang dipengaruhi dan mempengaruhi
Akuntansi. Pandangan sosial konstruksionis mengakui
Keberadaan beragam kepentingan dalam masyarakat
Dan berusaha mengeksplorasi cara-cara bernegosiasi
Dimana individu berinteraksi.

PERSPEKTIF HEGEMONIC
Hegemoni dapat didefinisikan sebagai dominasi
oleh satu kelompok terhadap kelompok lainnya,
tanpa ancaman kekerasan, sehingga ide-ide yang
didiktekan oleh kelompok dominan terhadap
kelompok yang didominasi dapat diterima sebagai
sesuatu yang wajar (common sense).

+ Evolusi masyarakat Barat


didorong oleh akumulasi
modal dan dilakukan oleh
segelintir orang yang
menguasai aset produktif
masyarakat.

Hegemoni di atur oleh


mereka yang oleh
Gramsci disebut
intelektual organic.
Mereka adalah tokoh
moral dan intelektual
yang secara dominan
menentukan arah konflik,
politik, dan wacana yang
berkembang di
masyarakat. Mereka
bekerja untuk
melanggengkan
kekuasaan atas kelompok

Relevansi penelitian akuntansi


Cherns (1978),

Tinker (1980)

Lehman & Tinker


(1985)

Loft (1986)

Rosenberg (1985)

Watts &
Zimmerman(1986)
didukung oleh Apple
(1979)

IMPLIKASI
PENELITIAN
Perspektif
telah mengembangkan kerangka
MASAhegemonik
DEPAN

teoritis yang menunjukkan interpretasi alternatif dari


informasi akuntansi dan hubungan antara sistem produksi
yang dominan dan teori akuntansi. Perspektif belum
diterapkan secara luas pada tingkat yang lebih rendah
dari analisis, misalnya, untuk interaksi antara akuntan dan
anggota lain dari organisasi (meskipun melihat Armstrong,
1985) atau pengembangan profesi akuntansi itu sendiri.
Kemampuan analisis perspektif ini, saya percaya, terletak
pada tingkat analisis dan pekerjaan tersebut akan muncul
dalam waktu dekat.

discussion
Perbedaan mendasar antara
fenomena alam dan fenomena
sosial adalah pemahaman
fenomena sosial membutuhkan
apresiasi dari makna yang
dikaitkan dengan fenomena

+ Ketiga perspektif tersebut adalah upaya


dalam membuat sarana konsep dimana
nilai atau kepentingan tertanam dalam
ilmu pengetahuan dan diterapkan dalam
praktik sosial di kehidupan sehari-hari.
+ Eksplorasi akuntansi sebagai lembaga
legitimasi akan mengandalkan analisis
interpretatif.

Simbolik &
substansi
legitimasi dalam
praktik profesional

Simbol legitimasi
+ konsep kekuasaan dan kewenangan, legitimasi juga
merupakan konsep yang menimbulkan hubungan
antara pemimpin dan yang dipimpin. Legitimasi
dapat diartikan dalam arti luas dan arti sempit,
dalam arti luas adalah dukungan masyarakat
terhadap sistem politik, sedangkan dalam arti sempit
merupakan dukungan masyarakat terhadap
pemerintah yang berwenang. Antara kekuasaan
normatif dan kualitas pribadi berkaitan erat dengan
legitimasi

+ Legitimasi juga merupakan suatu


tindakan perbuatan hukum yang berlaku,
atau peraturan yang ada, baik peraturan
hukum formal, etnis, adat-istiadat,
maupun hukum kemasyarakatan yang
sudah lama tercipta secara sah.

Adapun cara-cara yang digunakan


untuk mendapatkan dan
mempertahankan legitimasi dapat
dikelompokkan menjadi tiga yaitu:
Simbolis

Prosedural

Materiil

Substantif legitimasi
Legitimasi substantif
melibatkan transformasi
struktural tindakan untuk
menyesuaikan diri dengan
nilai-nilai sosial. Akar teoritis
substantif legitimasi terletak
pada karya Rousseau dan,
baru-baru ini, Rawls (1971)
dan Habermas (1976; 1979).

Legitimasi profesi
mempertahankan legitimasi
mereka secara derivatif
dengan cara melegitimasi
peran sosial bagi klien
mereka. Legitimasi dapat
dicapai melalui transformasi
substantif atau tindakan
simbolik untuk
menyesuaikan diri dengan
nilai-nilai sosial.