Anda di halaman 1dari 43

MTA

Muchlis Fauzi

Mineral Trioxide Aggregate (MTA)


Mineral

Trioxide
Aggregate
(MTA)
merupakan suatu alternatif bahan baru
yang
dapat
digunakan
untuk
mempertahankan vitalitas pulpa bagian
radikuler.

dr. Torabinejad di Universitas Loma Linda


pada tahun 1993

MTA

merupakan bubuk dengan komposisi yang


mengandung trioksida dan partikel hidrofilik lain

bahan
yang
tidak
terpengaruh
terhadap
kelembaban
maupun
kontaminasi darah

memiliki
efek
antibakteri
dan
mempertahankan
integritas
pulpa
setelah pulpotomi tanpa
efek toksik

Komposisi Bahan
Trioksida & partikel hidrofilik

trikalsium silikat
dan trikalsium
aluminat
trikalsium oksida, oksida silikat, dan
oksida bismuth

Mixing, Working
Powder : 1 Liquid konsistensi
menggumpal gel koloid yang mengeras
dalam waktu 3 sampai 4tidak
jammenguntungkan
= Ph 12,5

bagi pertumbuhan
mikroorganisme

denaturasi sel-sel
inflamasi, protein
jaringan serta beberapa
bakteri di daerah yang
terinflamasi

MTA dikenal sebagai


bahan dengan
aktivitas antimikroba

SIFAT
MTA

sama dengan 80 % semen Portland + adanya


tambahan 20 % oksida bismuth

gambaran radiografi yang lebih


radiopak

alkali yang terdapat pada MTA trikalsium silikat


dan kalsium silikat dapat membentuk Ca(OH)2 yang
beperan dalam proses mineralisasi.

Sifat

Bubuk

MTA harus disimpan dalam keadaan kering, karena


udara basah akan mempengaruhi waktu pengerasan
yang akan mengurangi kekuatan pencampuran

JENIS MTA
A.

GMTA (Grey MTA) yang mengandung


tetrakalsium aluminoferit

B.

WMTA (White MTA) yang Non- tetrakalsium


aluminoferit tidak dapat diberikan pada gigi
yang memerlukan estetis.

kandungan tetrakalsium aluminoferit pada MTA penting


untuk mencegah diskolorasi

Indikasi
Sebagai

bahan dressing pulpotomi


pada gigi sulung yang berguna sebagai
perawatan perantara dan bersifat
sementara sampai waktu erupsi gigi
permanen tiba.

Sebagai

bahan pengisi saluran akar,


kaping pulpa direk, apeksifikasi dan
perbaikan perforasi furkasi.

Kontra Indikasi
perawatan

pulpa pada anak yang tidak


kooperatif
(menambahkan
akselerator seperti kalsium klorida
yang
dapat
mengurangi
waktu
pengerasan hingga lebih dari 50 %)

Mekanisme Kerja
MTA

yang bersifat biokompatibel dan


antibakteri dapat menyediakan
substrat biologis aktif perlekatan sel
meminimalisasi mikroleakage dan
memperbaiki hasil perawatan.

mampu

membentuk jembatan dentin


yang lebih cepat, tebal, dan merata

Pembentukan

barrier terjadi karena MTA


menghasilkan pembentukan granula kalsit dan
jembatan termineralisasi di bawahnya.

Saat

dicampur dengan air steril atau saline,


bubuk kalsium oksida dari MTA berubah
menjadi Ca(OH)2 yang terurai menjadi ion
kalsium dan hidroksil saat berkontak dengan
cairan jaringan.

Ion

kalsium bereaksi dengan karbonit dalam


jaringan pulpa dan membentuk granula kalsit.

Fibronektin

berkumpul di sekitar granulagranula tersebut sehingga memungkinkan


adhesi dan differensiasi sel yang diikuti
dengan
pembentukan
jaringan
teremineralisasi

MTA

juga menyebabkan terjadinya kalsifikasi


intrapulpa, terbentuknya odontoblast yang
normal dan iregulaer, sementum, tanpa
adanya resorpsi internal dan hanya ada
inflamasi minimal.

Pembentukan

osteoblast ini terjadi karena


aksi dari kandungan trioksida dan oksida
dari MTA pada sel

MTA

juga merangsang keluarnya osteoblast


yang secara aktif mendorong terbentuknya
jaringan keras.

MTA

menunjukkan kemampuan yang lebih


besar untuk memelihara integritas jaringan
pulpa dibanding dengan Ca(OH)2 (Penelitian).

KELEBIHAN
a. Biokompatibel terhadap jaringan sekitar.
b. Memiliki efek antibakteri yang sama dengan
kalsium hidroksida.
c. Dapat meminimalisasi microleakage dan
memperbaiki hasil perawatan.
d. Dapat merangsang pembentukan jaringan
keras pada pulpa dan membuat terjadinya
pertumbuhan sel yang sangat baik.
e. Dapat merangsang pembentukan jembatan
dentin yang lebih cepat dari kalsium hidroksida,
dimana jembatan dentin yang terbentuk lebih
tebal dan merata.

KEKURANGAN
a.

b.
c.

Lamanya waktu pengerasan yang dibutuhkan


MTA menyebabkan terjadinya kemungkinan
pelarutan, disintegrasi atau pelepasan bahan. Hal
tersebut dapat menimbulkan cacat jaringan lunak
yang terlihat pada gambaran histologi.
MTA harus tetap dibasahi dengan cotton pellet
sehingga tidak dapat direstorasi pada saat itu.
Harga MTA juga cukup mahal sehingga dalam
penyimpanan dan penggunaannya harus berhati-hati
agar bahan tetap dalam kondisi baik.

Referensi
Roberson,

Heymann, Swift. Sturdevants Art and


Science of Operative Dentistry. 5th Edition. India:
Elsevier, 2009: 218-9.
Mc Donald, Avery, Dean. Dentistry for the child
and adolescent8th Edition. USA: Mosby, 2004:
342-3.
David, Joel. Mineral trioxide aggregate
pulpotomies: A case series outcomes
assessment. The Journal of American Dental
Association. 2006; 137; 610-618.

Biodentine: an
effective pulp
capping
material
Gupta A, Makani S, Vachhani
K, Sonigra H, Attur K, Nayak R
Sch. J. Dent. Sci., 2016;
3(1):15-19

Sumber gambar: Bachoo IK et al. A biocompatible and


bioactive replacement for dentine. British dental journal. 2013

reaksi

setting,
alami perubahan bentuk menjadi
struktur gel dan terjadi perubahan ion. Trikalsium silikat
yang dihidrasi membentuk gel kalsium silika terhidrasi (CS-H gel) dan kalsium hidroksida. Gel kalsium silika
berguna untuk hidrasi permanen dari trikalsium silikat
dengan mengisi ruang diantara butiran trikalsium silikat.

Formula

hidrasi lengkap :

2(3CaO.SiO2) + 6H2O
3Ca(OH)2

3CaO.2SiO2.3H2O +

Sumber gambar: Bachoo IK et al. A biocompatible and bioactive


replacement for dentine. British dental journal. 2013

Sumber gambar: Bachoo IK et al. A biocompatible and bioactive


replacement for dentine. British dental journal. 2013

Ikatan BiodentineTM dengan struktur dentin


lebih baik, hal ini karena terbentuk struktur
yang menyerupai hidroksiapatit yang akan
beradhesi dengan dentin serta kalsium
karbonat yang terbentuk setelah proses
pengerasan membentuk penjangkaran yang
masuk ke dalam tubuli dentin sehingga
terbentuk micromechanical tag yang
membantu meningkatkan ikatan bahan ini
ke struktur gigi.

Calcium silicate cements (Biodentine; Septodont, Saint Maur


des Fosses, France) dapat digunakan untuk pulpcapping
dengan efek merangsang pembentukan dentinal bridge tanpa
respon inflamasi pulpa melalui sekresi Transforming Growth
Factor TGF-1 untuk membentuk dentin reparatif (Laurent et
al. 2012; Zanini et al. 2012; Nowicka et al. 2013).

Biodentine, bersifat alkali tinggi, memiliki efek degradasi/


perubahan komponen kolagen pada dentin, dentin menjadi
porus sehingga ion calcium, hydroxyl, carbonate konsentrasi
tinggi dapat berdifusi, memicu deposit mineral, (formasi
pembentukan apatite) sehingga rangsang remineralisasi .
(Atmeh et al. 2012; Watson et al. 2014).

Calcium silicate : Biodentine

(sumber: Hashem et al. Clinical and radiografic assesment


of the efficacy of calcium silicate indirect pulp capping.
Jounal of dental Research. 2015 )

PEMBAHASAN
Pasien wanita umur 56 tahun
datang dengan keluhan banyak gigi-giginya yang terasa ngilu.
Ada gigi yang sering masuk makanan pada gigi bawah kiri dan
kanan atas.
Tetapi gigi sakit hanya sedikit ngilu-ngilu saja. Pasien sudah
pernah datang ke dokter gigi dan ada gigi yang sudah ditambal.
Pasien menyadari bahwa perlu perawatan gigi dengan baik.
Selain itu pasien mengadukan bahwa gusi mudah berdarah di
sekitar gigi belakang kanan atas. Pasien sudah lama tidak
membersihkan karang giginya. Pasien menyikat gigi 2 kali
sehari, saat mandi pagi dan sore. Minum teh manis dan kopi
setiap hari.

Anamnesa
Keluhan

utama
Pasien wanita, usia 56 tahun dating
dengan keluhan utama banyak gigi
yang ngilu, gigi bawah kiri dan kanan
atas sering masuk makanan. Gusi
mudah berdarah di gigi belakng kanan
atas.

Riwayat

perawatan gigi
Gigi sudah pernah ditambal di doker gigi.

Kelainan sistemik
disangkal

Kebiasaan buruk
Minum teh manis dan kopi setiap hari

Keadaan

Umum Intra Oral


Debris
: ada, di semua regio
Plak
: ada, di semua region
Kelainan gigi geligi : ada (karies dan
malposisi)

Diagnosis
1.2
1.3
1.5
1.6
3.6
3.1,

:
:
:
:
:
4.1, 4.2

Site 3 size 2
Site 3 size 2
Site 3 size 2
Site 3 size 2
Filling
: malposisi

Hubungan antar masalah


Pada

pasien ini, ditemukan kebiasaan


meminum teh dan kopi setiap hari.
Terdapat beberapa keluhan utama
antara lain; beberapa gigi yang terasa
ngilu, adanya food impacted pada gigi
regio bawah kiri dan kanan atas, serta
adanya gusi yang mudah berdarah di
sekitar gigi belakang kanan atas.

Hubungan antar masalah

Adanya rasa ngilu pada gigi kemungkinan


disebabkan karena adanya karies servikal
gigi 1.2, 1.3, 1.5 dan 1.6. Pada pemeriksaan
klinis, tercatat bahwa gigi 1.2, 1.3, 1.5 dan
1.6 mengalami resesi di daerah servikal
gigi. Pada gigi yang mengalami resesi/
karies di daerah servikal menyebabkan rasa
ngilu pada gigi tersebut apabila terkena
rangsangan suhu dingin maupun
makanan/minuman manis.

Hubungan antar masalah


Pasien

merasa ada gigi yang sering


masuk makanan pada gigi bawah kiri
dan kanan atas kemungkinan
diakibatkan oleh karena adanya missing
teeth gigi 3.6 dan 1.4 karena pasca
ekstraksi gigi, sehingg bolus makanan
mudah masuk ke sela-sela gigi.

Kondisi

gusi yang mudah berdarah


kemungkinan disebabkan karena
banyaknya retensi plak dan debris
hampir di semua regio khususnya di gigi
belakang kanan atas. Kondisi ini
diperparah karena pasien sudah lama
tidak membersihkan karang gigi dan
minum minuman manis dan kopi.

Malposisi

gigi geligi menyebabkan plak


dan sisa makanan banyak menempel
pada gigi dan juga menyulitkan
pembersihan gigi. Hal ini menyebabkan
retensi plak dan debris di seluruhregio.
Kebiasaan menyikat gigi berpengaruh
besar terhadap kebersihan gigi dan
mulut seseorang.

Cara,

waktu, dan pemilihan gigi yang


salah menyebabkan kebersihan mulut
seseorang menjadi buruk. Plak yang
banyak dalam gigi dan mulut dapat
meningkatkan resiko terjadinya karies,
dimana bila karies tersebut dibiarkan
terus menerus, maka karies tersebut
akan menjalar, dan bahkan sampai ke
daerah periapikal.

PERAWATAN NON INVASIF


DHE :
Instruksi pembersihan gigi dan mulut
sikat gigi minimal 2x/ hr setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam
kriteria sikat gigi :
bulu sikat halus dan lembut
ujung kepala sikat gigi mengecil
ujung bulu sikat membulat
waktu sikat gigi :
setelah makan pagi dan sebelum tidur malam
menyikat gigi 30 menit setelah makan
metode menyikatgigi :
metoda kombinasi Bass (gerakanatasbawah / vertikal dan gerakan
memutar), bulu sikat (bristles) diposisikan pada marginal gingiva dan
membentuk sudut 45 derajat terhadap sumbu panjang gigi. Lakukan
penyikatan dengan tekanan atau getaran ringan pada seluruh permukaan
gigi.
berkumur dengan air setiap habis makan

Agenantibakteri : Obat kumurchlorhexidine


1-2 minggu. Berkumur dengan
chlorhexidine secara signifikan mengurangi
jumlah bakteri plak penyebab karies dan
menjaganya dalam level yang rendah.
Diet :
Mengurangi frekuensi konsumsi gula dan
cemilan di antara waktu makan utama
Banyak makanan berserat (sayur-sayuran
dan buah-buahan)
Konsumsi susu, keju, dan kacang-kacangan

Saliva :
Meningkatkan asupan air dan
mengunyah permen karet xylitol.
Konsumsi makanan dan minuman yang
berbahan dasar susu.

Fluor :
menggunakan pasta gigi
berfluoride(1000 atau 5000 ppm) saat
menyikat gigi.
aplikasi CPP-ACPF untuk membantu
meremineralisasi gigi khususnya gigi 11
dan 21 yang mengalami white spot.

Penambalan

gigi 1.2, 1.3, 1.5 dan 1.6


dengan bahan tambal GIC. GIC dipilih
karena memiliki beberapa kelebihan
antara lain:

Resistensi terhadap Plak

Sensitivitas

terhadap Material Luting


Pelepasan Fluoride

Scalling

: untuk membersihkan plak dan


debris pada permukaan gigi.
Root Planning : Regio gigi kanan atas.
Pembuatan Prothesa gigi 3.6 dan 1.4