Anda di halaman 1dari 20

KASUS GALVOR COMPANY

BAYU ABDILA
MUFID
YUDITH PIUS STEVAN KAUNANG

Latar Belakang Galvor


Galvor Company adalah sebuah perusahaan keluarga yang

didirikan di Perancis oleh Georges Latour pada tahun 1946,


sebagai fabrikator. Ketika itu tingkat pertumbuhan Galvor
tidaklah terlalu menonjol, relatif sama dengan perusahaan
lainnya
Pada saat itu kontrol perusahaan dikendalian oleh Latour
selaku pemilik, Latour percaya bahwa jika ia memiliki
Galvor dengan penuh maka dia bebas mengaturnya.
Sebagai pemilik, Latour selama bertahun-tahun terus
terlibat secara pribadi dalam setiap rincian dari operasi
perusahaan, termasuk menandatangani semua cek penting
perusahaan.

Latar Belakang Galvor


Pada awal tahun 1972, Latour memikirkan mengenai

pengembangan manajemen pengganti yang memadai untuk


Galvor. Pada 1 April 1974 Galvor dijual kepada Universal
Electric Company yang berkantor pusat di Jenewa. Latour
kemudian ditunjuk sebagai Ketua Dewan Galvor, dan David
Hanessy sebagai Manajer Utama.
Dengan bergabungnya Galvor kepada Universal Electric, maka
terjadi pula beberapa perubahan di dalam Galvor antara lain
pada business plan yang merupakan rencana strategis bisnis,
yang berisi tentang estimasi/proyeksi ke depan mengenai
performa yang akan dicapai. Business plan ini dijadikan sebagai
standar utama untuk mengevaluasi kinerja dari manajer unit
dan manajemen puncak.

Rencana Bisnis
Inti dari sistem pelaporan dan pengendalian Universal adalah

dokumen yang sangat komperehensif (rencana bisnis) yang


dibuat secara tahunan oleh masing-masing unit operasi.
Rencana bisnis tersebut adalah standar utama untuk
mengevaluasi kinerja dari manajer unit, dan segala sesuatu
yang mungkin telah dilakukan oleh manajemen puncak
Universal guna memberikan wewenang pada rencana tersebut.
Setiap bulan Januari, kantor pusat Universal menetapkan
tujuan tentatif untuk dua tahun berikutnya bagi tiap unit
operasinya. Untuk unit operasi yang menghasilkan lebih dari
satu lini produk, tujuan ditetapkan baik untuk unit terebut
secara keseluruhan maupun untuk tiap lini produk

Rencana Bisnis
Setelah akuisisi, Galvor merupakan salah satu lini

produk bagi Universal Electric untuk kepentingan


pelaporan. Universal Electric menetapkan lima
kategori yang dijadikan sebagai tolok ukur performa:
Penjualan,
Laba bersih,
Total aktiva,
Total karyawan, dan
Pengeluaran modal.

Rencana Bisnis
Kemudian pada bulan Januari-April, terjadi negosiasi

antara kantor pusat dengan manajemen operasi. Lalu pada


bulan Mei, revisi dan persetujuan tujuan hasil negosiasi
dilakukan oleh kantor pusat di Jenewa dan kantor korporat
di Amerika. Dan pada bulan Juni-Juli, Galvor
mempersiapkan rencana bisnis.
Galvor mengajukan rencana bisnis lengkap ke kantor pusat
Universal Electric. Dan untuk setiap rencana bisnis yang
dijustifikasi dan dipertahankan dalam pertemuan dengan
eksekutif senior Universal Eropa dan Kantor Pusat Amerika
yang disetujui menjadi dasar untuk anggaran tahun
berikutnya.

Laporan Rangkuman
Lingkup yang luas dari rencana bisnis dapat dipahami

dengan lebih baik melalui penjelasan atas jenis informasi


yang ada di dalamnya. Hal tersebut dimulai dengan
rangkuman keuangan dan operasi yang berisi data
perbandingan.
Antisipasi perubahan dalam laba bersih untuk tahun
berjalan dan masing-masing dari dua tahun ke depan
dirangkum sesuai dengan penyebabnya. Analisis atas
penyebab perubahan dalam laba bersih ini memaksa
manajemen operasi untuk menilai dengan hati-hati
implikasi laba dari semua tindakan manajemen yang
mempengaruhi harga, biaya, volume atau bauran produk.

Laporan Keuangan
Laporan rangkuman ini kemudian diikuti dengan

sekelompok laporan keuangan proyeksi yang lengkap


(laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas)
untuk tahun berjalan dan untuk masing-masing dari
dua tahun ke depan. Tiap pos utama pada laporan
keuangan ini kemudian dianalisis secara rinci dalam
laporan-laporan terpisah yang mencakup masalahmasalah seperti transaksi dengan kantor pusat, usulan
pendanaan dari luar, investasi dalam piutang, jumlah
karyawan dan kompensasi karyawan, pengeluaran
modal, dan penghapusan aktiva yang tidak berulang.

Tindakan Manajemen
Rencana Bisnis yang berisi deskripsi dari tindakan-tindakan utama

manajemen yang direncanakan untuk dua tahun kedepan, dengan estimasi


mengenai dampak yang menguntungkan atau tidak menguntungkan dari
tiap tindakan terhadap total penjualan, laba bersih, dan total aktiva. Di
antara beberapa tindakan utama manajemen yang dijelaskan dalam
Rencana Bisnis Galvor tahun 1976 adalah sebagai berikut:
Implementasi sistem biaya standar,
Revisi harga,
Memotong barang-barang lama dengan margin rendah dari lini
produk,
Standardisasi dan penyederhanaan desain produk,
Menciptakan rencana penelitian dan pengembangan yang maju,
Menerapkan perencanaan produk.

Persetujuan Rencana
Pada pertengahan musim panas, Rencana Bisnis

lengkap diajukan ke kantor pusat Universal,


kemudian diadakan pertemuan untuk meninjau
kembali Rencana Bisnis dari setiap perusahaan.
Universal memandang pertemuan ini sebagai
elemen penting dalam usahanya yang terus menerus
untuk mendorong manajemen operasi guna
membagi pengalaman mereka dalam memecahkan
masalah-masalah umum.

Pelaporan kepada Universal


Setiap unit Universal harus menyerahkan laporan periodik

menurut jadwal yang telah ditetapkan dan harus


mengikuti sistem pelaporan yang sama. Fokus utama di
sebagian besar laporan yang diserahkan ke Universal
adalah pada varians antara hasil aktual maupun maupun
hasil yang dianggarkan. Data penjualan dan beban
disajikan baik untuk bulan terakhir maupun untuk satu
tahun. Perbedaan antara tahun berjalan dan tahun
sebelumnya juga dilaporkan, karena ini adalah angkaangka yang diserahkan per kuartal kepada pemegang
saham Universal dan koran serta jasa pelaporan keuangan
lainnya.

Deskripsi Laporan
Tiga belas laporan berbeda diserahkan oleh kontroler secara

bulanan, berkisar dari laporan laba bersi pendahuluan, yang


harus diserahkan dalam minggu pertama setelah penutupan
setiap bulan, sampai laporan atas status proyek modal yang
harus diserahkan pada hari terakhir dari setiap bulan. Laporan
bulanan ini meliputi: laporan laba bersih pendahuluan laporan
laba rugi, neraca, laporan perubahan dalam laba ditahan,
laporan arus kas, statistik karyawan, status pesanan yang
diterima, dibatalkan dan masih belum dikirim, laporan
transaksi antar perusahaan, laporan transaksi dengan kantor
pusat, analisis persediaan, analisis piutang, status proyek
modal, dan tinjauan bulanan yang dilakukan kontroler atas
operasi dan keuangan.

Biaya dari Sistem


Beberapa kendala yang dihadapi dalam perubahan sistem pelaporan:
Tingkat pelatihan karyawan rendah.
Penyerahan data secara tepat waktu.
Pemahaman bahasa inggris karyawan yang kurang.
Perubahan metode akuntansi Perancis ke metode akuntansi Amerika.
Konversi mata uang franc ke dollar.
Penerapan sistem baru yang mahal.
Yang menarik disini bisa dilihat bahwa Galvor yang sebelumnya hanya sebuah perusahaan di
Perancis, kemudian di akuisisi oleh Universal Electric. Kemudian Galvor belajar untuk lebih
efisien dalam sistem produksinya dengan mengganti tarif tingkat perusahaan tunggal dengan
sistem biaya standar, namun selain mendatangkan keuntungan Galvor juga mengalami
kendala dengan pelaporan keuangan yang harus tepat waktu, komprehensif dan terpusat
padahal pada Galvor sendiri memerlukan pembenahan pada berbagai aspek, bahkan diketahui
ternyata proses penyiapan laporan itu dapat menghabiskan sekitar 80% waktu produktif
Galvor. Boundry, kontroler dari Universal bahkan mengakui bahwa biaya dari sistem
perencanaan dan pelaporan ini cukup tinggi, khususnya untuk unit-unit yang lebih kecil.

Tinjauan Kinerja Kantor Pusat


Laporan keuangan berkala Galvor pertama tama ditinjau oleh analis

keuangan yang kemudian bersama-sama meninjau semua laporan yang


diterima dari unit operasi Universal di Eropa. Tinjauan ini fokus pada
perbandingan kinerja terhadap anggaran untuk ukuran-ukuran kunci
(penjualan, laba bersih, total aktiva, total karyawan, dan pengeluaran
modal).
Walaupun dari sistem pelaporan dan pengendalian diketahui bahwa
Universal menerapkan sistem sentralisasi, tetapi tiap unit bisnis di
Universal diberi kebebasan dalam hal sourcing decisionnya, apakah akan
membeli dari unit bisnis lain dalam Universal atau membeli dari luar
Universal. Selain itu, terdapat pula nilai positif dengan adanya pembelian
perusahaan ini, bahwa Galvor menerapkan sistem pengalokasian overhead
cost yang lebih baik. Selain itu, karena Galvor bukan lagi dikelola dan
dimiliki oleh Latour sebagai perusahaan keluarga, efisiensi kini menjadi
hal yang penting dan diupayakan meningkat dalam perusahaan tersebut.

ANALISIS PERTANYAAN No. 1


Sistem perencanaan yang diterapkan UE terhadap Galvor

sudah cukup baik dan efektif. Pada awal perencanaan


telah ditetapkan lima kunci pengukuran objective oleh
UE terhadap lini-lini bisnisnya, yang menjadi dasar bagi
Galvor Company untuk menyusun rencana dan target
tahunan. Oleh karena itu, ketika target perusahaan
sampai ke tangan UE di Amerika Serikat, pihak UE
tinggal mereview dan menyetujui target tersebut. Target
yang telah disetujui itulah yang menjadi dasar bagi
Galvor Company untuk menyusun Business Plan sebagai
alat ukur kinerja utama dalam UE.

ANALISIS PERTANYAAN No. 2


Sistem Manajemen baru yang diterapkan UE terhadap Galvor Company antara lain

(1) Dalam hal penyusunan laporan keuangan, kini Galvor lebih disiplin daripada
sebelumnya. Jika sebelum Galvor dimiliki oleh UE, Galvor menyusun laporan
keuangan hanya berupa neraca dan laporan laba-rugi selama setahun sekali, kini
Galvor menyusun berbagai laporan keuangan seperti neraca, laporan laba rugi, dan
laporan arus kas setiap bulan. Galvor pun dituntut untuk tepat waktu karena laporan
keuangan akan dipublikasikan di berbagai media, misalnya surat kabar. (2) Sistem
perencanaan Galvor menjadi lebih tertata, dengan diberlakukannya alur penetapan
penyusunan rencana untuk tahun berjalan sekaligus dua tahun mendatang.
Langkah-langkah yang ditetapkan UE kepada Galvor dijabarkan sebagai berikut:
a. Pada bulan Januari- April, Galvor menetapkan target-target sementara yang sesuai
dengan lima kunci penilaian yang telah ditetapkan oleh Universal.
b. Setelah itu, pada bulan Mei, target-target sementara tersebut direview oleh Universal
untuk disetujui.
c. Selanjutnya, pada bulan Juni-Juli, Galvor membuat business plan tentang bagaimana
Galvor mencapai target yang telah disetujui sampai dengan dua tahun mendatang.

ANALISIS PERTANYAAN No. 3


Hubungan kerja antara Hennessy dengan Poulet dari

pihak eksekutif UE dilakukan dengan saling mengirim


telex. Komunikasi yang terjalin pun berkenaan dengan
sebatas ukuran-ukuran finansial perusahaan, seperti
evaluasi terhadap penjualan dan persediaan. Seharusnya,
pihak UE perlu melihat keadaan Galvor secara langsung
sehingga dapat mengetahui kendala-kendala dibalik
memburuknya performa Galvor tersebut. Pihak UE pun
terkesan tidak memberikan kesempatan bagi Galvor
untuk menyesuaikan diri dengan perubahan sistem
pelaporan dan sistem manajemen lain.

ANALISIS PERTANYAAN No. 4


Walaupun Galvor diposisikan sebagai perusahaan yang independen,

kami tetap merekomendasikan Galvor untuk membuat rencanarencana jangka pendek maupun jangka panjang secara disiplin. Selain
itu, melakukan evaluasi terhadap penentuan kos produk juga akan
kami rekomendasikan, mengingat selama ini kos overhead belum
teralokasikan secara tepat. Akan lebih baik lagi jika perusahaan
mengimplementasikan activity based costing, mengingat perusahaan
menciptakan lebih dari satu jenis produk, dan sumberdaya untuk
melakukan ABC pun memadai. Kontrol yang dilakukan adalah
dengan mengevaluasi kinerja perusahaan dibandingkan dengan
perencanaa yang semula telah dibuat. Galvor merupakan perusahaan
Eropa, yang mungkin memiliki kultur berbeda dengan perusahaan
Amerika. Oleh karena itu, penilaian kinerja tidak hanya didasarkan
pada aspek finansial, tetapi juga aspek non finansial.

ANALISIS PERTANYAAN No. 5


Sistem perencanaan dan pengendalian yang dilakukan UE

dapat dibenarkan (walaupun berbeda dengan sistem


perencanaan dan pengendalian ketika Galvor diposisikan
sebagai perusahaan independen) karena UE adalah
perusahaan pusat yang berlokasi di Amerika Serikat, dan
UE pun memposisikan perusahaan-perusahaan lain secara
setara dengan tidak membedakan atau mengistimewakan
hanya karena perbedaan negara. Sebagaimana kultur
perusahaan Amerika Serikat, mungkin terbiasa dengan
penilaian kinerja berbasis finansial, sehingga sistem
pengendalian atas Galvor pun dilakukan dengan dasar
finansial.

ANALISIS PERTANYAAN No. 6


Perusahaan bertaraf internasional memerlukan sistem pelaporan keuangan

dan pengendalian yang komprehensif ketika perusahaan-perusahaan yang


tergabung di dalamnya memiliki regulasi, kultur, dan lini produk yang
berbeda.

ANALISIS PERTANYAAN No. 7


Dalam sistem perencanaan yang ditetapkan UE, kami menilai bahwa
sistem perencanaan tersebut sudah baik, dan tidak perlu diadakan
perubahan yang berarti. Hanya saja, sebaiknya pihak perusahaan
menaruh lebih banyak orang Amerika, atau setidaknya orang Perancis
yang fasih berbahasa Inggris dan menguasai sistem pelaporan Amerika,
ke dalam Galvor menggantikan orang-orang yang tidak berkualifikasi
supaya memudahkan proses tersebut supaya perusahaan bisa lebih
fokus untuk meningkatkan kinerja.