Anda di halaman 1dari 18

SIGNIFIKANSI PROG.

KB
DENGAN KEMISKINAN
Deskripsi
MASALAH KEMISKINAN BUKAN SAATNYA LAGI DIJADIKAN
SBG KOMODITAS POLITIK, MELAINKAN HARUS MENJADI
GERAKAN PROG. AKSI.
Fenomena kemiskinan jangan sampai debat kusir antara miskin
dan bodoh atau ayam dan telur, mana dulu? Yg penting akar
persoalan & solusi yg dilakukan, karena keduanya saling
berkaitan erat, sep akibat dari bodoh akan terjadi miskin, dan
akibat miskin akan menjadi bodoh, karena ybs akan sulit
berakses. Lebih celaka lagi banyak org lebih memilih menerima
telur hari ini ketimbang ayam hari esok.

Kemiskinan menurut SHARP (1996), ditinjau


dari sudut ekonomi ;
-Secara Makro; kemiskinan muncul karena
adanya ketidaksamaan pola kepemilikan
sumber daya yg menimbulkan distribusi
pendapatan yg timpang. Penduduk miskin
hanya memiliki sumber daya alam dalam
jumlah terbatas & berkualitas rendah.
-Kemiskinan muncul akibat perbedaan dlm
kualitas SDM.
-Kemiskinan muncul akibat perbedaan akses
dalam modal.

Kemiskinan menurut SNPK (Strategi Nasional


Penanggulangan Kemiskinan).
Adalah sebagai peristiwa
penolakan/pelanggaran hak dan tidak
terpenuhinya hak seseorang/sekelompok
orang. Jadi dapat dilihat dari dua sisi ;
a. Kemiskinan Absolut (mutlak)
b. Kemiskinan Relatif (berdasarkan aspekaspek tertentu).
Akar Masalah Kemiskinan (SNPK);
1.Kegagalan dalam pemenuhan hak dasar, sep
sandang, pangan, papan, pendidikan,
kesehatan (termasuk KB).

Contoh; AKI di Indonesia masih 228 per


100.000 KH, artinya sekitar 10.260 ibu
melahirkan meninggal setiap tahunnya, atau 28
orang setiap harinya (Menko Kesra, Rakernas
prog.Duk-KB 2011). Disamping itu layanan
pendidikanpun masih rendah, BPS 2002 bahwa
dari 28,5 juta anak 0-6 th baru 7,2 juta (25,3 %)
yg memperoleh layanan dikdas/paud.
2.Lemahnya penanganan mslh Kependuudukan
Rata-rata juml anggota kelg dlm kelg miskin
lebih tinggi dibanding dg kelg tdk miskin & dlm
ber KB nya pun cenderung sulit, sementara
keberadaan prog.KB nya juga saat ini
cenderung melemah, sehingga Presiden SBY
memberi warning sbg LAMPU KUNING.

3.Ketidaksetaraan/Ketidakadilan Gender, masih


marak, sep. KDRT, traficking dan perburuhan
dg eksploitatif.
4.Kesenjangan antar daerah, merupakan fakta
adanya perbedaan potensi, kondisi dan
ketidaktepatan orientasi kebijakan, sep. Indek
Kemiskinan Manusia (IKM), & kapasitas fiskal.
1 s/d 4 tersebut, yg terpeting upaya yg dilakukan
utk mengantisipasi/memutus mata rantai
kemiskina (poverty trap) bukan sekedar
penanggulangan.

Beberapa Pengertian Kemiskinan


-Teori Neo Liberal dalam Taskin (Proverty Alleviation)
bahwa, kemiskinan merupakan persoalan indivdual yg
disebabkan oleh kelemahan2 dan atau pilihan2 yg
bersangkutan
-Teori Demokrasi Sosial, Kemiskinan bukanlah
persoalan invidual, melainkan struktural, karena lebih
disebabkan oleh adanya ketidakadilan/ketimpangan
dlm masy akibat tersumbatnya akses kelompok
tertentu terhdp berbagai sumber2 kemasyarakatan.
-Koencoro (1996) dlm Teori Lingkaran Setan Kemiskinan
(vicious circle of poferty) bahwa, Kemiskinan adlh sbg
akibat dari adanya keterbelakangan,
ketidaksempurnaan pasar & kurangnya modal yg akan
menyebabkan rendahnya produktivitas, pendapatan &
investasi, sehingga bermuara kepada
keterbelakangan.

-Jared Diamond (Collapse, 2005), bahwa kemiskinan


lebih diakibatkan oleh pertumbuhan penduduk yg tidak
terkendali, sehingga dpt menyebabkan kepunahan
umat manusia melalui ecological suicide atau ecocide,
yaitu sama dg bunuh diri akibat rusaknya lingkungan.
-Jeffrey D. Sachs (Common Wealth, 2006), Dg
kemiskinan terdapat empat tantangan berat ke depan
yaitu ; 1. Pemanasan global dan kerusakan
lingkungan, 2. LPP, 3.Taskin, 4.Kebuntuan politik yg
menghalangi kerjasama global.
-Nina Fedoroff (2006), salah satu penyebab kemiskinan
adalah Perubahan iklim akibat pertumbuhan
penduduk yg sangat pesat berakibat buruk bagi
produksi pangan, sehingga terancam kelaparan,
karena sudah tidak sesuai dg daya tampung/daya
dukung lingkungan.
-Paul Erlich (2005), Sementara anda membaca ini,
empat org mati kelaparan, & mayoritas anak-anak.

Pengertian KB & Keluarga Berkualitas


-KB (UU 52/2009 tentang PKPK) adalah upaya
mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal
melahirkan, mengatur kehamilan, melalui
promosi, perlindungan dan bantuan sesuai dg
hak reproduksinya untuk mewujudkan keluarga
berkualitas.
-Sedangkan Kelg Berkualitas, adalah kelg yg
dibentuk berdsrkan perkawnan yg sah, dan
bercirikan sejahtera, sehat, maju, mandiri,
memiliki juml anak yg ideal, berwwsan ke depan,
bertg jawab, harmonis & bertaqwa kpd TuhanYME.

HAK HAK REPRODUKSI


1. Hak untuk Hidup,
2. Hak Kebebasan dan Keamanan
3. Hak atas kesetaraan dan bebas dari segala bentuk
diskriminasi
4. Hak atas Kerahasiaan Pribadi
5. Hak Kebebasan Berpikir
6. Hak Informasi dan Pendidikan
7. Hak untuk Menikah dan tidak Menikah dan Merencanakan
Keluarga
8. Hak memutuskan kapan dan akan Punya Anak
9. Hak memperolehPelayanan dan Perlindungan Kesehatan
10.Hak Unruk Mendapatkan Manfaat dari kemajuan ilmu
Kesehatan
11.Hak atas Kebebasan Berkumpul dan Berpartisipasi dalam
Politik
12.Hak untuk Bebas dari Penganiyayaan dan Perlakuan
Buruk

Kondisi Eksisting
-Kemiskinan di Indonesia cukup besar 18,55 %
atau setara dg 43,4 juta jiwa dari total 234 juta
(BPS 2010).
-Salah satu faktor penyebab adalah
ketidakadilan/kesenjangan ekonomi, al masy
miskin menikmati pertumb ekonomi tidak lebih
dari 19,2 % saja, sedang masy kaya dpt
menikmati sampai 45,72 %.
-Kondisi gakin di Jabar (Pendataan Kelg 2008);
Pra KS 2.219.030 (20,00 %) dan KS 1
sebanyak 2.917.724 (26,39 %) dari total kelg
11.096.701.

-Gambaran Kemiskinan di Kab. Kuningan


Berdasarkan hasil Pendataan Keluarga 2010 sbb;
Jumlah keluarga yg ada 308.921, kelg pra KS
sebanyak 38.590 (12,21 %), dan klg KS 1 57.324
(18,14 %). Adapun rata-rata penyebabnya adalah
rumah tdk layak huni (Rutilahu), dg rincian; aspek
atap 10.890, lantai 18.780, dinding 11.855. Aspek
pendidikan anak usia 7-15 th tdk bersekolah sebanyak
4.419, sedangkan penyebab karena tdk ikut KB
sebanyak 802.
- Gambaran kemiskinan Jabar berdasarkan pemetaan
sbb; Wil Pantura/Ciayumajakuning adalah faktor
budaya sep kawin-cerai, wil.Tengah (Boogor &
Purwasuka) faktor daya saing, sikap/motivasi lebih
banyak nrimo/pasrah, wil.Timur-Selatan (BdgPriangan) adlh faktor aksesbilitas, dimana kurang
mempunyai akses terhdp sumber2 usaha, informasi
dan teknologi.

SIGNFIKANSI PROG.KB
dg KEMISKINAN serta PROG. AKSI
A. Signifikansi KB dg Kemiskinan
Prof. Dr. Askobat Gani dari UI dlm cost and
benefit prog.KB, dimana melalui KB di wil DKI
selama 10 th (1990-2000) berhasil menunda
kelahiran 1,8 juta, sehingga dpt dihemat dana
sekitar Rp 7 triliun. Kalau di Jabar apabila
diasumsikan 3 kali lipat DKI Jkt, maka dg KB
dpt dihemat biaya negara/masyarakat
sebesar Rp 21 triliun dengan saat yg sama.

B.Program Aksi
B.1.Strategi, meliputi;
-Perluasan kesempatan dlm pemenuhan
hak-hak dasar utk peningkatan taraf hidup.
-Pemberdayaan kelembagaan masyarakat,
diharapkan dpt berpartisipasi dlm
pengambilan keputusan (public policy
participation).
-Peningkatan kapasitas
-Perlindungan sosial
-Penataan kemitraan (networking/recources).
B.2.Kebijakan, meliputi ekonomi makro,
pemenuhan hak dasar, perwujudan KKG dan
pengembangan wilayah.

B.3.Luncuran Program (13 Prog.Luncuran Taskin), meliputi:


1.P4K (Prog Peningkatan Pendapatan Petani & Nelayan Kecil).
2.KUBE (Kelompok Usaha Bersama)
3.TPSP-KUD (Tempat Pelayanan Simpan Pinjam-Koperasi Unit
Desa).
4.UED-SP (Usaha Ekonomi Desa-Simpan Pinjam).
5.PKT (Pengembangan Kawasan Terpadu) dan IDT (Inpres
Desa Tertinggal).
6.P3DT (Pembangunan Prasarana Pendukung Desa
Tertinggal).
7.PPK (Prog.Pengembangan Kecamatan)
8.P2KP (Prog.Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan).
9.PDMDKE (Pemberdayaan Daera Mengatasi Dampak Krisis
Ekonomi).
10.P2MPD (Prog.Pemb.Masy & Pemerintah Daerah)
11.PNPM (Prog. Nasional Pemberdayaan Masyarakat).
12.PKH (Program Keluarga Harapan
13.JAMPERSAL (Jaminan Persalinan).

B.4.Paket Keg. Taskin Berdasarkan Cluster


-Cluster I, dalam bentuk Raskin, Jamkesmas, PKH, Bos dan
BLT.
-Cluster II, dlm bentuk PNPM, Raksadesa, Desa Peradaban
dan Desa Mandiri.
-Cluster III, dlm bentuk KUR dan KUKM.
-Cluster IV, dlm bentuk CSR (Corporat Social Responcibility).
Khusus dlm Desa Peradaban (Ina Primina,2011), diharapkan :
1.Sbg solusi apabila dana yg dikucurkan dpt dipergunakan sbg
modal awal dalam menciptakan kegiatan ekonomi desa dan
berdampak terhadap masyarakat.
2.Meningkatkan sinergi & harmonisasi antara proovinsi,
kab/kota dan pusat.
3.Mendorong kreativitas dan inovasi masyarakat desa untuk
memperbaiki sumber2 ekonomi desa dg cara musyawarah dan
gotong royong.

KEKEPAN (KEKUATAN, KELEMAHAN, PELUANG


& TANTANGAN) atau SWOT
DALAM TASKIN
A. Kekuatan (Strenght)
-Adanya UU 52/2009 tentang PKPK, dan PERPRES 62/2010 tentang
Pedoman Pelaksanaannya.
-Adanya data base yg berskala mikro.
B. Kelemahan (Weeknesis)
-UU 52/2009 dan Perpres 62/2010 baru sebatas perubahan
nomenklatur.
-Otoritas data base lemah.
C. Peluang (Opportunities)
-KB dpt dijadikan indikator keberhasilan pemb.
-Banyak dana2 Taskin diluar area prog.KB
D. Tantangan (Treatment)
-Juml pengelola prog.KB semakin berkurang.
-Komittmmen pusat dan daerah kurang

SIMPULAN & REKOMENNDASI


A. Simpulan
1.Salah satu penentu kemajuan
bbangsa/negara adalah SDM.
2.Signifikansi KB dg kemiskinan sangat erat,
biasanya KB bagus kemiskinan berkurang.
3.Banyak dana taskin yg tidak tepat sasaran
malah kontradikstif dg prog.KB
4.Perhatian pemerintah di daerah terhadap
KB beserta kelembagaannya belum kuat.

B.Rekomendasi
1.Sosialisasi dan advokasi tentang pentingnya
prog.KB beserta kelembagaannya, (UU
52/2009 tentang PKPK dan PERPRES 62/2010
tentang Pedoman Pelaksanaannya).
2.Tingkatkan komitmen daerah dibidang
Kependudukan dan KB secara mantap/sinergis
3.Lakukan MOU dg pihak pemilik dana
pemberdayaan masyarkat miskin, agar tepat
sasaran dan tidak kontradiktif dg prog.KB.
4.Mantapkan keberadaan Tim Penanggulangan
Kemiskinan Daerah (TPKD) sbg wadah
integratif dalam penanganan kemiskinan, agar
terpadu, terkoordinasi, terintegrasi dan sinergi.