Anda di halaman 1dari 30

BPH DAN KANKER PROSTAT

Amanda N. Dewi, S.ked*


dr. Wendy R, Sp.U**

Anatomi

Definisi BPH
BPH adalah pertumbuhan nodul nodul
fibroadenomatosa majemuk dalam prostat;
pertumbuhan tersebut dimulai dari bagian
periuretral.

Etiologi BPH
BPH erat kaitannya dengan peningkatan kadar
dihidrotestosteron (DHT) dan proses penuaan.
Ketidakseimbangan
antara
esterogentestosteron.

Patofisiologi

Diagnosis
1.
.
.
.

Anamnesis
Keluhan LUTS
Td gejala obstruktif & gejala iritatif
Obstruktif td : hesistansi, pancarn miksi
melemah, intermitensi, miksi tidak puas,
menetes setelah miksi.
. Iritatif Td : frekuensi, nokturi, urgensi dan
disuri.

2. Pemeriksaan fisik
Colok dubur pada BPH menunjukkan prostat
teraba membesar, konsistensi prostat kenyal,
seperti meraba ujung hidung, lobus kanan dan
kiri simetris, dan tidak didapatkan nodul.

Pencitraan
Foto polos abdomen : menunjukkan bayangan
buli-buli yang penuh terisi urin tanda retensi
urin
Trans urethral ultrasonography (TRUS) :
perkiraan besarnya prostat, jumlah residual
urin.
Pada
pemeriksaan
TRUS
dicari
kemungkinan adanya keganasan prostat berupa
area hipoekoik dan sebagai penunjuk dalam
melakukan biopsi prostat

Pemeriksaan lain
Pemeriksaan derajat obstruksi prostat dapat
diperkirakan dengan mengukur:
residual urin, diukur dengan kateterisasi setelah
miksi atau dengan pemeriksaan ultrasonografi
setelah miksi
pancaran urin (flow rate), dengan menghitung
jumlah urin dibagi dengan lamanya miksi
berlangsung (ml/detik)

Derajat BPH berdasar gejala klinis


Derajat

Colok dubur

penonjolan prostat,
batas atas mudah diraba

<50 mL

penonjolan prostat jelas,


batas atas dapat dicapai

50-100 mL

batas atas prostat tidak


dapat dicapai

>100 mL

II

III

IV

Sisa volume urin

Retensi urin total

Diagnosa banding
Kelemahan detrusor kandung kemih
- Gangguan neurologik
Kelainan medula spinalis
Neuropati diabetes melitus
Pascabedah radikal di pelvis
Farmakologik (obat penenang, penghambat alfa, parasimpatolitik)
Kekakuan leher kandung kemih
Fibrosis
Resistensi uretra
Hiperplasia prostat ganas atau jinak
Kelainan yang menyumbat uretra
Uretralithiasis
Uretritis akut atau kronik

Terapi BPH

Medikamentosa
Penghambat adrenergik a-1
Menghambat
reseptor
a-1
(otot
polos
ditrigonum, leher buli-buli, prostat, dan kapsul
prostat) terjadi relaksasi di daerah prostat
tekanan pada uretra pars prostatika menurun
dan mengurangi derajat obstruksi.
Contoh obat: prazosin, terazosin dosis 1 mg/hari

Inhibitor 5- reduktase
Finasteride
Obat ini bekerja dengan cara menghambat
pembentukan dihidrotestosteron (DHT) dari
testosteron
Finasteride digunakan bila volume prostat >40
cm3

Prostatektomi terbuka
Memberikan perbaikan gejala 98%
Di anjurkan pada prostat dengan volume > 80100 cm3
Dikerjakan melalui pendekatan transvesikal

Transurethral resection of the prostate


(TUR-P)
Prinsip TUR-P adalah menghilangkan bagian
adenomatosa dari prostat yang menimbulkan
obstruksi dengan menggunakan resektoskop dan
elektrokauter.
Transurethral incision of the prostate
(TUIP)
Teknik ini meliputi insisi pada arah jam 5 dan 7

Laser prostatektomi
Keuntungan
:
komplikasi
sedikit
dan
penyembuhan lebih cepat
Kerugian : tidak didapatkan jaringan untuk
pemeriksaan histopatologi, diperlukan waktu
pemasangan kateter yang lebih lama, keluhan
iritatif yang lebih banyak, dan harga yang mahal

Tindakan invasif minimal


Termoterapi :
Pemanasan > 45oC sehingga menimbulkan
nekrosis koagulasi jaringan prostat.
TUNA transurethral needle ablation
HIFU (high intensity focused ultrasound)

Karsinoma prostat
Kanker prostat adalah suatu tumor ganas yang
tumbuh di dalam kelenjar prostat.
75% terjadi di zona perifer, 15-20% di zona
sentral atau transisi

Faktor risiko

Genetik
Hormonal
Diet
Pengaruh lingkungan
Infeksi

Gejala klinis
Stadium dini sering tidak menunjukkan gejala
10% mengeluh adanya gangguan saluran kemih
berupa kesulitan miksi, nyeri kencing, atau
hematuria
kanker
dapat
menekan
rektum
dan
menyebabkan keluhan buang air besar.

Stadium karsinoma prostat

Diagnosis
Anamnesis : gangguan miksi , BB
Pemeriksaan
klinis
colok
dubur
:
konsistensinya agak sedikit keras, tidak simetris
dan kadang-kadang terdapat darah.
Kadar PSA : Peningkatan kadar PSA biasa terjadi
pada keadaan Benign Prostate Hyperplasia (BPH),
infeksi saluran kemih dan kanker prostat.

Pencitraan
Transrectal Ultrasound (TRUS) memberikan
gambaran hipoekoik pada kira-kira 60% kanker
prostat
Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan CT
Scan

Biopsi prostat
Neoplasia Interaepitel Prostat (PIN) yang diduga
merupakan prekusor kanker prostat.

Penatalaksanaan

Prostatektomi radikal
stadium T1-2 N0 M0
berupa pengangkatan kelenjar prostat bersama
dengan vesicula seminalis
penyulit antara lainperdarahan, disfungsi ereksi,
dan inkontinensia

Terapi hormonal

Kemoterapi
Untuk mengatasi gejala kanker prostat yang
kebal terhadap pengobatan hormonal
Mitoxantron, Prednisone, Paclitaxel, Dosetaxel,
Estramustin, Adriamycin

TERIMA KASIH