Anda di halaman 1dari 20

MEDAN ELEKTRO

MAGNETIK
ENERGI dan POTENSIAL LISTRIK
SISTEM SISTEM MUATAN
Di susun oleh
Nama : Yustara
NIM
: 141 041 047
Jurusan
: Teknik Elektro

5.1 USAHA UNTUK MEMINDAHKAN


SUATU MUATAN TITIK
Dalam medan listrik E suatu muatan titik mengalami gaya

Jika hanya ini gaya padanya, hasilnya akan berupa kecepatan dalam arah medan itu, kalau positif.
Lihat gambar 5-1.
Agar mutan tersebut seimbang, perlu di terapkan suatu gaya lain
berlawanan dengan gaya medan tadi.

Gambar 5 - 1

yang sama tapi arahnya

Usaha di definisikan sehubungan bekerjanya suatu gaya selamaa suatu perpindahan,


Sejumlah usaha di lakukan oleh gaya yang di terapkan tadi, jika partikel bermuatan
itu berpindah sejauh . Usaha ini boleh positif atau negatif, bergantung arah , yakni
vektor perpindahan itu, terhadap arah . Kalau dan tidak dalam arah yang sama,
haruslah di pakai komponen gaya itu pada . Semua ini dapat di rumuskan dalam
bentuk hubungan.

Maka dalam medan listrik usaha diferensial itu adalah :

Dalam ketiga sistem koordinat, ungkapan bagi adalah :


( kartesian )
( silindris )
( bola )

Contoh 1 :
Hitunglah usaha yang di lakukan dalam memindahkan suatu muatan +2 C dari
( 2,0,0 ) m ke ( 0,2,0 ) m melalui lintasan garis lurus penghubung kedua titik itu di
dalam medan listrik.
( V/m)
Usaha diferensial di sini adalah

Persamaan bagi lintasan tadi adalah x + y = 2, dari mana


Sepanjang lintasan itu. Maka

Dan
(Ingat I V/m = I N/C = j/C.m )

Gambar 5 - 2

Usaha yang di lakukan untuk memindahkan suatu muatan listrik dari titik B ke titik A
dalam suatu medan listrik adalah sama besarnya bagi setiap lintasan yang di pilih.
Ini adalah ekivalen dengan usaha ynag di lakukan dalam setiap lintasan tertutup
dalam nol :
( medan statis )
Medan vektor dengan sifat begini di namai medan konservatif
Contoh 2 :
Hitung usaha yang dilakukan di dalam medan dari Contoh 1 jika muatan 2 C itu di
pindahkan dari ( 2,0,0 ) m ke ( 0,0,0 ) sepanjang sumbu x, kemudian dari ( 0,0,0 ) m
ke ( 0,2,0 ) sepanjang sumbu y. Lintasan tersebut di tunjukan pada Gambar 5 2.
Dalam segmen pertama y = dy = dz = 0, sehingga

Dalam segmen kedua, x = dx = dz = 0, sehingga

Dengan demikian,

Yakni harga yang sama dengan untuk lintasan pada Contoh 1.

5.2 POTENSIAL LISTRIK ANTARA DUA TITIK


Potensial titik A terhadap titik B di definisikan sebagai usaha yang di lakukan dalam
memindahkan dustu satuan muatan positif Qu, dari B ke A

Tanda ( - ) munculnya dari ungkapan gaya yang harus di terapkan untuk muatan tadi
seimbang.
Karena E adalah medan konservatif,

Dalam contoh 1, jika titik B adalah pada ( 2,0,0 ) m dan titik A pada ( 0,2,0 ) m maka

Titik A berada pada potensial yang telah lebih tinggi dari B, yakni 12 V lebih tinggi.
Pula, potensial mestilah 12 V, karena dan berbeda dalam penukaran batas
batas integrasi dalam ungkapan integral pendefinisinya., yang akibatnya hanyalah
berupa perubahan tanda pada hasil akhirnya.

Contoh 3
Tetapkan potensial dari titik A
terhadap titik B
dalam koordinat
silindris dalam medan listrik ( oleh muatan garis sepanjang sumbu z ) yang besarnya
adalah E = (50/r)ar ( V/m).

Gambar 5-3

Perhatikan
mempunyai komponen utama dalam arah
hanyalah dalam arah radiasi. Sebab itu
,sehingga

Jadi potensial A lebih tinggi dari titik B

tapi E

5.3 POTENSIAL DARI SUATU


DISTRIBUSI MUATAN
Karena medan listrik suatu muatan titik bersifat radial

Untuk muatan yang positif, titik A berada pada potensial yang lebih tinggi dari titik B
kalau
lebih kecil dari
.Permukaan permukaan ekuipotensialnya adalah
permukaan permukaan bola yang konsentris. Apabila titik acuan B di pindahkan ke
tak terhingga.

5.4 POTENSIAL DARI SUATU


DISTRIBUSI MUATAN
Apabila suatu muatan tersebar dalam suatu volume yang terbatas dengan
kerapatanP(C/m ), maka potensial pada suatu titik di luarnya dapat kita tentukan.
Untuk itu kita tinjau suatu muatan diferensial pada suatu titik sembarang di dalam
volume tersebut, seperti pada Gambar 5 4 maka di P.

Terintegrasi pada volume tersebut memberikan potensial di P :

Gambar 5-4
Dimana telah kita gantikan dengan . R di sana jangan di kacaukan dengan r dari
sistem koordinat bola. Bila R bukanlah suatu vektor, melainkan jarak dari ke titik P
tadi. Akhirnya R umumnya berubah dari suatu posisi ke posisi lain dalam volume itu,
sehingga tak boleh di keluakan dari integran.

5.5 GRADIEN
Sekarang akan di tampilkan satu lagi operasi dalam analisis vektor. Gambar 5 5
( a ) menunjukan dua titik M dan N yang berdekatan di dalam daerah di mana suatu
fungsi saklar V di definisikan. Vektor jarak antara kedua titik itu adalah :

(a)

(b)
Gambar 5 - 5

Dari kalkulus, perubahan V dalam perpindahan dari M ke N adalah

Sedangkan operator del yang diperkenalkan di bagian 4.4 jika bekerja pada V
memberikan

Maka akibatnya

Gradien dalam sistem koordinat silindris dari sistem koordinat bola di peroleh secara
langsung dari ungkapannya dalam koordinat kartesian.
( kartesian )

( silindris )

(bola )

5.6 HUBUNGAN ANTARA E DAN V


Dalam ungkapan integral potensial titik A terhadap B, dapat di tuliskan bentuk
diferensial V

Di pihak lain

Dan karena dl = dr adalah perpindahan kecil yng sembarang, maka kita peroleh

5.7 ENERGI DALAM MEDAN LISTRIK STATIS


Mengacu pada Gambar 5 6, usaha untuk menempatkan muatan yang pertama, yakni
pada posisi 1 adalah nol. Kemudian, untuk membawa
ke daerah tersebut di perlukan
usaha sebesar perkalian muatan itu dengan potensial yang di bangkitkan
Maka
usaha total untuk menempatkan ketiga muatan tadi adalah :

Gambar 5 - 6

Apabila penempatan ketiga muatan itu di lakukan dalam urutan kebalikan dari yang
telah kita kerjakan usaha total itu menjadi

Maka kedua ungkapan itu kit jumlahkan hasilnya adalah dua kali energi yang
tersimpan

Suku
adalah usaha yang di lakukan melawan medan dari
,yakni muatan muatan selebihnya di dalam daerah itu. Sebab itu
yaitu potensial pada posisi 1. Sehingga

dan
,

dan

Bagi suatu daerah yang mengandung n muatan titik. Untuk suatu daerah dengan
rapat muatan p ( C/m) penjumlahan itu menjadi integrasi,

Bentuk bentuk lain ( lihat soal 5.15 ) bagi ungkapan energi yang tersimpan adalah

Pada suatu rangkaian listrik, energi yang tersimpan di dalam medan suatu kapasitor
di berikan oleh

Di mana C adalah kapasitansi ( dalam farad ), V adalah beda potensial antara kedua
keping kapasitor itu, dan
adalah nilai mutlak muatan total pada salah satu keping
Contoh 4
Pada suatu pelat ( untuk mana C = /d ) di berikan beda potensial yang tetap antara
keping kepingnya ( Gmbar 5 -7 ). Tetapkan energi yang tersimpan di dalam medan
listrik kapasitor itu.
Dengan mengabaikan efek efek sisi, medan itu adalah
d ) di antara kedua
pelat dan E = 0 di tempat tempat lainnya.

gambar 5 - 7

Sebagai suatu cara alternatif, muatan total pada salah satu keping dapat di peroleh
dari D pada permukaannya melalui hukum Gauss ( Bagian 3.3)

Sehingga