Anda di halaman 1dari 14

Sifat umum senyawa golongan transisi

Scandium
Senyawa scandium biasanya tidak berwarna karena sub kulit 3d-nya
kosong

Sc2O3
Biasanya berupa padatan
berwarna putih
Merupakan oksida tahan api
ringan
titik leburnya 2.485 C,
Kepadatannya sekitar
3,86g/cm
Kurang larut dalam air namun
larut dalam beberapa hot acid

ScCl3
Berupa padatan putih
kehitaman
Larut baik dalam air
Tidak larut dalam etanol
titik didih 975C dan titik
leburnya 960C.

TiO2

Titanium

Sifat Fisik
Kristal padat, tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, Berat
molekul 79,88, Titik didih (2500-3000 C); Titik lebur (18251850 C), Tidak larut dalam air, Larut dalam asam sulfat pekat
panas, asam hidro fluorida, alkali, Tidak larut dalam asam
hidroklorida, asam nitrat, asam sulfat encer, air dingin, pelarut
organik
Sifat Kimia :
Reaktivitas TiO2terhadap asam tergantung temperatur saat
dipanaskan. TiO2yang baru mengendap larut dalam asam
klorida pekat, namun bila TiO2dipanaskan pada 900oC hampir
semua tidak larut dalam asam kecuali larutan sulfur panas,

Vanadium
V2OSifat
Fisika :
5
Berwarna kuning-jingga, Membeku pada pendinginan
dengan menbentuk kristal jarum,Kelarutannya kecil dalam air
(0,007 gr/L), Titik leleh berkisar sekitar 650
Sifat kimia :
larut dalam basakuat, misalnya natrium hidroksida, dengan
menghasilkan ion panadat (yang tak bewarna)
Bereaksi dengan asam membentuk endapan berwarna coklat,
tetapi endapan ini larut kembali pada penambahan asam lebih
lanjut dengan membentuk ion kompleks dioksida vanadium.

Vanadium

VO

biru tua
Bersifat amfoterik seperti
halnya V2O5
2
bewarna

V2O3
bewarna hitam
Bersifat basa
oleh karena itu dengan
asam bereaksi
menghasilkan ion
V3+yang bewarna hijau.

Cr2O3
Umumnya berwarna hijau pudar
Senyawa yang rentan / tidak stabil
Titik leleh tinggi

CrO3

berwarna coklat gelap,


bersifat konduktor listrik yang
tinggi
bersifat magnetic,
Mempunyai pita warna
sehingga umum digunakan
sebagai campuran cat yang
dipadukan dengan krokoit

Mangan
Mangan(IV) oksida. Nama lainnyaPyrolusite. Adapun sifatsifatnya adalah
Penampila Titik
lebur:
n: Zat
535
padat
C
CoklatKelarut
(terur
hitam
an
ai)
dalam
Rapatan
air:
Tid
2
5,026
ak
gr/cm3
laru
Berat
t
molek
Entropi molar
ul:86,936
standarSo298:
8
53Jmol1K1
gr/mol

MnO

Besi

FeC
l3

hijau-hitam oleh pantulan cahaya; ungu-merah oleh transmisi cahaya


sedikit berbauHCl
Densitas 2,898 g/cm3(anhidrat) 1,82 g/cm3(heksahidrat)
Titik leburnya 306C
Titik didih 315C (599F; 588K) (anhidrat, )
Kelarutan dalam air 74,4 g/100 mL (0C)
Mudah larut dalam aseton dan etanol
Besi(III) klorida bereaksi dengan cepat terhadapoksalat membentuk
kompleks [Fe(C2O4)3]3
Besi(III) klorida adalah agenoksidator yang sedang
Jika dipanaskan bersamabesi(III) oksida pada temperatur 350C, besi (III)
klorida membentukbesi oksiklorida

CoCl2

Umumnya berwarna berwarna biru (anhidrat) dan bewarna ungu


kemerahan (heksahidrat)
Memiliki massa molar 237.9309 g/mol (heksahidrat)
Larut dalam air

Co(OH)2
Berwarna merah jambu (endapan)
Bila kobalt (II) hidroksida dipanaskan didalam tabung tertutup akan
dihasilkan kobalt (II) oksida (CoO)
teroksidasi dengan dioksigen udara menjadi kobalt(III)oksida
hidroksida
diperoleh sebagai endapan yang berwarna biru bila larutan logam
alkali hidroksida ditambahkan pada larutan garam kobalt(II)
mudah larut dalam amoniak encer membentuk heksaaminkobalt(II)
hidroksida [Co(NH3)6]

NiSO4

Penampilannya berupa zat padat kuning (anhidrat); Kristal


(heksahidrat); Kristal biru-hijau (heptahidrat) (heksahidrat)
Larut dalam air
Tidak berbau
Titik leleh: > 100C (anhidrat); 53C (heksahidrat)
Titik didih: 840C (anhidrat, ); 100 C (heksahidrat, )
Kelarutan dalam pelarut lain: Anhidrat (tidak larut dalam etanol, eter,
aseton); Heksahidrat (sangat larut dalam etanol dan ammonia);
Heptahidrat (larut dalam alkohol)

NiO

Berat molekul: 74,6928 gr/mol


Penampilan: Kristal padat hijau
Densitas: 6,67 gr/cm3
Tidak mudah terbakar
Larut dalam ammonium, hidroksida, dan KCN

CuSO4
Sifat
Kimia

Tembaga sulfat bereaksi dengan asam klorida. Pada


reaksi ini, larutan tembaga(II) yang warnanya biru
akan berubah menjadi hijau karena pembentukan
tetraklorokuprat(II)
Tembaga(II) sulfat juga dapat bereaksi dengan logam
lain yang lebih reaktif dari tembaga (misalnya Mg, Fe,
Zn, Al, Sn, Pb, etc.)

Sifat Fisik
Rumus Molekul :CuSO4
Bentuk anhidratnyaberbentuk bubuk hijau pucat atau
abu-abu putih, sedangkan bentuk pentahidratnya
(CuSO45H2O), berwarna biru terang
Massa molar=159.62 g/mol (anhidrat)
249.70 g/mol (pentahidrat)Penampilanbiru (pentahidrat)
abu-abu putih (anhidrat)
3
Densitas=3.603 g/cm (anhidrat)
2.284 g/cm3(pentahidrat)
Titik lebur=110C (4H2O)
150C (423 K) (5H2O) < 650Cdecomp.

Kelarutan=dalamairpentahydrate
316 g/L (0C)
2033 g/L (100C)form unspecified
320 g/L (20C)
618 g/L (60C)
1140 g/L (100C)
Kelarutan=anhidrat
tidak bercampur padaetanol pentahidrat
bercampur dimetanol
10.4 g/L (18C)
tidak bercampur dietanolIndeks bias(nD)1.514
(pentahidrat)