Anda di halaman 1dari 24

PEDOMAN TEKHNIS ULTRASONOGRAFI

MUSKULOSKELETAL
V.KNEE

Journal Reading
Di ajukan oleh :
Rizma Alfiani Rachmi, S.Ked
KEPANITERAAN KLINIK ILMU RADIOLOGI
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2016

Pendahuluan

Tekhnik pemindaian sistematik yang dijelaskan dibawah ini


hanya bersifat teori, mempertimbangkan fakta bahwa
pemeriksaan lutut, untuk sebagian besar, hanya berfokus pada
satu kuadran persendian berdasarkan temuan klinis.

1.Lutut Anterior : Tendon Kuadrisep


Aspek anterior lutut diperiksa dengan posisi pasien terlentang. Sebuah fleksi lutut
sekitar 200-300 diperoleh dengan menempatkan bantal kecil dibawah ruang poplitea
yang meregangkan mekanisme ekstensor dan menghindari kemungkinan anisotropi
terkait dengan adanya cekung pada tendon kuadrisep dan tendon patela pada
ekstensi penuh.

Gambar Sagital US diperoleh pada garis tengah sambil menjaga tepi distal dari
probe diatas patella yang menampilkan tendon kuadrisep. Pada bidang axis-panjang
dan axis-pendek, amati gambaran berlapis-lapis dari tendon ini karena aposisi yang
dekat dan persatuan bagian distal dari 3 lapisan tendon yang timbul dari bagian
mengembung dari otot femoris kuadrisep

1.Lutut Anterior : Tendon Kuadrisep


Kemampuan untuk membedakan antara komponen tendon individu memiliki
nilai praktis untuk memungkinkan diferensiasi antara ketebalan-penuh ( 3
lapisan yang terlibat ) atau ketebalan-parsial ( satu / dua lapisan yang
terlibat ).

Menggeser transduser ke arah kranial pada bidang aksis, persimpangan


myotendineus dari femoris kuadrisep dapat menilai : salah satu rektus
femoris yang terletak pada tingkat yang lebih proksimal dibandingan dengan
otot vastus.

2. Lekukan Sendi Suprapatellar dan Parapatellar


Ke bagian dalam dari tendon kuadrisep distal ketiga, bantalan lemak suprapatellar
dapat ditemukan pada arah kranial dari patela. Langsung menuju permukaan pada
femur, bantalan lemak prefemoral muncul sebagai sebuah ruang hiperekoik yang
besar; pada keadaan normal, ini tampak sebagai sebuah ruang tipis bentuk-S
hipoekoik.
Pencitraan dinamis selama kontraksi isometrik dari kuadrisep atau menekan
lekukan parapatellar dengan tangan mungkin dapat membantu mendeteksi efusi
yang kecil. Jika diperlukan, kompresi dengan probe dapat membantu membedakan
efusi dan penebalan synovial.
Pencitraan harus diperpanjang diatas sisi lateral dan medial dari tendon kuadrisep
karena kecilnya cairan synovial cenderung menumpuk pada bagian lateral dan
medial dari lekukan suprapatellat ( yang tergantung dengan posisi pasien terlentang)
dan dalam lekukan parapatellar.

2. Lekukan Sendi Suprapatellar dan Parapatellar

3. Troklea Femoral

Dengan lutut terfleksi penuh, troklea berbentuk-V pada femur dan artikular kartilago
diatasnya diperiksa pada bidang aksis. Pada posisi ini, tendon kuadrisep didorong
ke arah anterior oleh troklea femoral dan menyebabkan arah lengkungan diatasnya.

3. Sendi Retinakula Patellar dan Patellar Sisi Medial


Sisi medial dan lateral retinakula digambarkan pada setiap sisi patela pada bidang
aksis : mereka muncul sebagai struktur bilayered yang tidak dapat dibedakan dari
kapsul sendi yang mendasari. Upaya untuk mengevaluasi sisi medial artikular dari
patela dengan US dapat dibuat dengan memiringkan dan mendorong transduser
internal sementara menjaga lutut tetap diperpanjang. Sisa lateral tidak terlihat
dengan US.

Periksa bursa patellar, yang terletak diatas tiang terendah dari patella dan
tendon patella proksimal : pada kondisi normal, bursa tidak terlihat dengan
US. Menghindari tekanan yang berlebihan dengan probe diatas bursa ini
tidak dengan menekan cairan menjauh dari lapang pandang pencitraan AS.

4.Tendon Patela
Dengan posisi pasien yang telah dijelaskan pada poin 1,
pemeriksaan tendon patella, dari asal kranial turun ke arah distal,
insersi menggunakan bidang aksis-panjang dan bidang aksispendek. Karena tiang terendah dari patela memiliki penampilan
berbentuk V, harus disadari penyisipan tendon tidak hanya pada
apex tetapi juga sepanjang tepi inferolateral dan inferomedial dari
tulang. Aksis-pendek pada pencitraan US sepanjang proksimal
tendong patela harus dilakukan karena tendinopati dapat terjadi
ditengah.

4.Tendon Patela
Dibagian dalam dari tendon patela, lihatlah pada bantalan
lemak Hoffa intrakapsular dan periksa kedalaman bursa
infrapatelar antara tendon patela distal dan sisi anterior epifisis
tibial. Distensi ringan dari bursa muncul sebagai sebuah area
hipoekoik segitiga kecil dan harus dianggap normal. Biasanya
bursa infrapatelar tidak terlihat.

5. Lutut Medial : Ligamen Kolateral Medial dan


Tendon Anserinus Pes
Untuk pemeriksaan lutut medial, pasien diminta untuk
merotasikan kaki ke arah eksterna sambil mempertahankan fleksi
lutut 200-300. Tempatkan transduser orientasi-oblik sepanjang
aksis-panjang pada ligamen kolateral medial. Perhatian harus
dilakukan selama pemeriksaan pada seluruh panjang ligamen ini.
Periksa jaringan lunak segera pada permukaannya sampai
dasarnya dari meniskus medial.

5. Lutut Medial : Ligamen Kolateral Medial dan


Tendon Anserinus Pes
Ikuti profil dari ligamen kolateral medial bagian distal
dan kemudian rotasikan transduser ke depan untuk
melihat tendon dari komplek anserinus pes ( sartorius,
grasilis dan semitendinosus ) pada aksis-panjang mereka.
Tendon ini erat dan tidak dapat dipisahkan pada tingkat
penyisipan dari tibia ( area lengkung kecil ).

6. Lutut Lateral : Ikatan Iliotibial

Untuk pemeriksaan lutut lateral, rotasikan kaki pasien ke


dalam sambil mempertahankan fleksi lutut 200-300. Periksa
ikatan iliotibial pada aksis-panjang kemudian turun sampai
mencapai tuberkel Gerdy. Jika muncul keraguan pada probe
apakah beriorientasi dengan benar, pertimbangkan ikatan
iliotibial terletak antara sisi lateral anterior dan tengah ketiga
dari lutut dan berorientasi sepanjang aksis utama dari paha.
Periksa jaringan lunak segera dari permukaan sampai pada
dasar dari meniskus lateral : ketika kista meniskus dicurigai,
periksa lutut pada fleksi kuat untuk menghasilkan gelembung
kista keluar ruang sendi sehingga meningkatkan deteksinya.

6. Lutut Lateral : Ikatan Iliotibial

7. Ligamen Kolateral Lateral


Dengan lutut yang dipanjangkan, tempatkan tepi bawah pro
be pada kepala peroneal dan kemudian putar ujung atas anterior
nya sampai ligamen kolateral muncul lebih memanjang dalam ga
mbar US. Kebagian dalam dari bagian proksimal ligamen kolatera
l lateral, tendon popliteal dapat dicitrakan dalam lekuk tulangnya.
Bidang Transversal US mungkin membantu untuk menilai hubung
an dari ligamen kolateral lateral dengan bisep yang lebih posterio
r pada tendon femoris.

7. Ligamen Kolateral Lateral


Periksa sendi tibiofibular superiot untuk adanya efusi sendi da
n ganglia paraartikular dengan means ofaxial dan gambar US kor
onal yang diperoleh dari seluruh sisi anterioar dari kepala fibular.

8. Lutut Posterior : Tendon Medial


Untuk pemeriksaan lutut posterior, pasien diminta untuk berb
aring tengkurap dengan lutut dipanjangkan. Pemindaian lulut po
sterior pada bidang transversal ditunjukkan, dari medial ke lateral,
sartorius, pada tingkat ini, serat otot, tendon grasilis dan tendon s
emitendinosus terletak dibelakang tendon semimbranosus.

9. Bursa Gastronemikus-Semimembranosus
Periksa bursa gastonemicus-semimembranosus antara ten
don semimembranosus tengah dan kepala medial gastronemic
us lateral menggunakan bidang aksis dan kartilago sisi posterio
r dari kondilus femoral medial menggunakan bidang sagital.

9. Bursa Gastronemikus-Semimembranosus
Periksa bursa gastonemicus-semimembranosus antara ten
don semimembranosus tengah dan kepala medial gastronemic
us lateral menggunakan bidang aksis dan kartilago sisi posterio
r dari kondilus femoral medial menggunakan bidang sagital.

10. Serabut Neurovaskular Poplitea dan Fossa


Interkondilus
Di dalam fossa poplitea, gerakkan probe keatas dan kebaw
ah sepanjang serabut neurovaskular poplitea untuk menunjuk
kan arteri poplitea (dalam), vena poplitea (intermediat) dan sa
raf tibial (superfisial ) yang selaras pada bidang sagital oblik. K
arena pasien pada posisi tengkurap, neva poplitea cenderung
kolaps: sebuah elevasi kecil kaki dari kasur pemeriksaan, yang
diperoleh saat memfleksi lutut, menyebabkan pengisisan vena
poplitea dan meningkatkan deteksinya.

10. Serabut Neurovaskular Poplitea dan Foss


a Interkondilus
Lebih kedalam, pada fossa interkondilus, periksa bagian distal
-tengah dari ligamen cruciate proksimal pada aksis panjangnya m
enggunakan bidang sagital oblik, dengan ujung proksimal dari pr
obe terputar sedikit ketengah pada arah kondilus femoral medial.
Jika sebuah robekan ligamen cruciate anterior terdeteksi, periksa
sisi lateral dari fossa interkondilus untuk adanya hematoma ( tand
a tidak langsung ).

11. Sudut Posterolateral dan Bisep Femoris


Berpindah ke sisi posterolateral dari lutut, periksa otot femoris
bisep dan tendon melalui bidang aksis-panjang dan bidang aksispendek. Gambar proksimal harus memasukkan dengan hati-hati
evaluasi sendi myotendinosus dari 2 kepala otot bisep femoris kar
ena ini adalah area yang umum terjadinya robekan terkait olahra
ga. Tendon bisep femoris dapat diikuti langsung kebawah dari as
alnya ke kepala fibular. Sebuah sesamid kecil-fabella-dapat kadan
g-kadang terlihat pada tendon dari kepala lateral gastronemicus.

12. Saraf peroneal


Dari posisi yang dijelaskan pada titik-10, geser probe keata
s saraf tibial untuk menemukan asal dari saraf peroneal dari sa
raf sciatic. Ikuti saraf peroneal pada axis-pendeknya melalui ar
ea lateral dari ruang poplitea kebawah untuk mencapai kepala
dan leher fibula. Saraf peroneal ditemukan posterior dari bisep
femoris. Perhatikan cabang bagian dari saraf peroneal yang m
elewati kedalam longus peroneus.

THANK YOU