Anda di halaman 1dari 42

HERMENUTIKA DASAR

Sebuah Pendahuluan
29 April 2016 - Intensif XXXI - UK3 UNAIR
Yos Kowara

SESI 1: PROBLEMATIKA
PENAFSIRAN

TERMINOLOGI
Pengertian Hermeneutika
Prinsip2 atau natur dalam penafsiran teks
Eksegesa Eisegesa
Menafsirkan teks Alkitab
Eksegesis= from
to lead out
Eisegesis= into
Eksposisi
Kegiatan menyampaikan hasil eksegesa.

LATAR BELAKANG
Sudahlah! Setiap orang mempunyai
pengertiannya sendiri mengenai Alkitab. Tidak
perlu didiskusikan apalagi diperdebatkan.
Saya tidak mengikuti tafsiran Si A atau SiB,
saya hanya menggunakan Alkitab. Tidak perlu
menafsir Alkitab, kembalilah pada teks Alkitab
sendiri!
Mengapa Alkitab yang begitu sederhana harus
dibuat rumit dan pembahasan yang panjang?
4

YAKOBUS 5:16B
... Doa orang yang benar, bila dengan
yakin didoakan, sangat besar
kuasanya.

Apa yang Anda dapatkan pikirkan saat


membaca ayat ini?
Implikasi apa yang bisa dipelajari dari
ayat ini?
5

Saya mengerti Alkitab


ATAU
Saya mengerti tafsiran saya sendiri
Dampak :
Jikalau Kebenaran benar-benar benar,
bukankah kebenaran itu pasti TUNGGAL?
Bolehkah setiap orang menafsir menurut
kehendaknya sendiri?

2 PETRUS 1 : 20 - 21
Yang terutama harus kamu ketahui, ialah
bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak
boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri,
sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh
kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh
Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

PROBLEMATIKA SIKAP HATI

Dualisme Alkitab beserta teologinya yang


sulit hanya cocok bagi orang yang
berpendidikan (1Kor 1:19-21)
Teologi liberal Alkitab harus tunduk di
bawah rasio, munculnya berbagai Kritik.
Postmodern relativitas kebenaran
New Age Kemutlakan relativisme

Kesimpulan: Pentingnya Presuposisi (Pre +


Suposisi)
8

PROBLEMATIKA KESALAHAN
1.
2.
3.
4.
5.

Subjektifitas penafsir
Menurutku...
Sifat Acuh meremehkan
kebenaran
Kurangnya belajar otodidak
Arogansi penafsir Dari sistematik
ke individu (supply & demand)
Transmisi dan penerjemahan
9

Allah berfirman
Budaya

PENULIS

Suku Bangsa
Pengetahuan

TRANSMISI
PENERJEMAH

Filsafat
Pemerintahan

Teknologi

Pergumulan
pribadi
Arus zaman

PENAFSIR

Media
Teologi

Politik

Bahasa

Sosial
Pendidikan

Karakter

Worldview
Tradisi

AUDIENCE
10

D.PRESUPOSISI YANG BENAR


1. Iman membawa rasio tunduk kepada kebenaran
2. Alkitab adalah FIRMAN ALLAH
Source of Truth
Kebenaran absolut
Kebenaran universal dan kekal
Kebenaran integral dan moral hidup
3. Alkitab adalah tulisan manusia
Allah berbicara melalui sejarah
Berlakunya hukum bahasa
4. Kebenaran diwahyukan oleh Allah
Hikmat dunia vs pimpinan Roh Kudus
5. Integritas dan totalitas Alkitab innerancy & infallibility
of the Bible
Sacra Scriptura sui interpres
6. Clarity of The Scripture
Alkitab memberikan kejelasan yang cukup
13

E. PERSPEKTIF YANG BENAR


1.
2.

3.
4.
5.

6.

Landasan kedaulatan Allah jangan tebak arti,


tapi mengerti seakurat mungkin.
Firman sebagai objek atau subjek Benarkah
saya mempelajari Alkitab? Sikap hati terhadap
kebenaran.
Obey is more important than understand.
Bird eye view mengerti totalitas terlebih
dahulu.
Konsep pengertian integral waktu merasa
mengerti catat dulu, kaitkan dengan semua
doktrin. Perhatikan apabila ada yang
bertentangan.
Self argumentation terus mempertanyakan
untuk mengejar kebenaran.
14

PROBLEMATIKA LAIN

Problematika Teologi
Problematika Wawasan
Problematika Metodologi
Problematika Hidup penafsir
Problematika Subyektivitas
Problematika Kesejarahan

15

16

SESI 2:INDUCTIVE BIBLE STUDY

Studi Induktif
Di

dalamnya kita berinteraksi dengan teks secara


langsung untuk membentuk kesimpulan kita
sendiri

Studi Deduktif
Di

dalamnya kita berinteraksi dengan kesimpulan


dari sarjana lain dan mengerjakan kembali
penemuan-penemuan kita

17

MODEL PENAFSIRAN ALKITAB


1.

Intuitif

18

2. Ilmiah / liberal
Demitologisasi (de + mitos)

19

3. Kontekstual: Dekontekstualisasi dan


kontekstualisasi

20

LANGKAH-LANGKAH DASAR
1.
2.
3.

Observasi
Interpretasi
Aplikasi

21

OBSERVASI (1)
Konteks (Kon + teks): yang bersama-sama dengan teks
1. Konteks dekat
a. Tetapi yang terutama (ay 12)
b. Doa yang lahir dari iman (ay 15)
c. Hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan (ay 16)
d. Contoh Elia (ay 17-18)
e. menyimpang dari kebenaran berbalik (ay 19)
f. berdosa.. Jalannya yang sesat menyelamatkan jiwa dari maut (ay 20)

2. Konteks jauh
a. Pelaku firman, iman dan perbuatan (1:6; 2:1; 2:14-26)
b. Doa yang tidak dikabulkan (4:2-4)
c. Pertikaian jemaat Harus berdoa (4:2)
d. Latar belakang kitab
e. Sastra Kitab
f. Teologi kitab
22

OBSERVASI (2)
3. Konteks historikal
a. Pergumulan jemaat: menyimpang dari
kebenaran, menyalahkan Allah dalam
pencobaan, tidak menjadi pelaku firman,
memandang muka, mengutuk sesama,
menganggap diri berhikmat, saling
bertengkar untuk kepuasan hawa nafsu,
saling menghakimi, tidak mengandalkan
Tuhan, beberapa mendua hati menjadi
sahabat dunia.
b. Kondisi zaman saat itu: penganiayaan
23

OBSERVASI (3)
Bentuk Genre:
1. Narasi (hampir semua kitab PL, Kisah Para Rasul)
2. Surat (hampir semua kitab PB)
3. Puisi (Mazmur, Kidung Agung, Ratapan)
4. Amsal
5. Nubuat (kitab nabi besar dan nabi kecil)
6. Injil (Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes)
7. Perumpamaan
8. Alegori (Injil Yohanes)
9. Tipe-antitipe
10. Apokaliptik (Wahyu dan sebagian Kitab Daniel)
24

OBSERVASI (4)
Struktur:
1.

2.
3.
4.

Perikop: satu unit kesatuan dalam Alkitab yang


terdiri dari beberapa gabungan ayat yang
memberikan satu pesan.
Sub-perikop
Unit terkecil: tiap genre mempunyai unit
terkecilnya sendiri-sendiri
Kaitan: hubungan antara unit dengan unit, sub
perikop dengan sub perikop, perikop dengan
perikop.

25

OBSERVASI (5)
5W1H
Who Siapa saja tokohnya?
When Kapan peristiwa itu terjadi?
Kronos dan Kairos
Where Di mana peristiwa itu terjadi?
What Apa yang dibicarakan perikop ini?
Why Mengapa? (Ini poin yang sangat penting
sebagai salah satu tools untuk
menganalisa ayat)
How Bagaimana perikop ini diceritakan?
26

ANALISA AYAT

Pada tahap inilah kita melakukan interpretasi


Analisa bisa dilakukan tiap sub perikop, atau
atau ayat per ayat atau bahkan tiap unit
terkecil.
Gali Gali - Gali

27

INTERPRETASI (1)
1.

Studi kata: makna asli, perkembangan, dan


korkondansi
(proseuchomai): supplicate, worship,
pray
b. (deesis): a petition: - prayer, request,
supplication.
c. (dikaios): - just, meet, right (-eous)
d. (ischuo): forcefulness - ability, might ([-ily]),
power, strength
e. (energeo): to be active, efficient: - do, (be)
effectual (fervent)
a.

2.
3.

Tata bahasa: Grammar, pendekatan ke Autographa


Kata-kata peralihan
Ay 15: Dan, jika maka
b. Ay 16: Karena itu
a.

28

PERBANDINGAN
The prayer of a righteous man is powerful and effective. (NIV)
b. The supplication of a righteous man availeth much in its
working. (ASV)
c. The prayer of a righteous person has great power as it is
working. (ESV)
d. The effectual fervent prayer of a righteous man availeth much.
(KJV)
e. Very strong is a righteous petition, being made effective.
(LITV)
f. The supplication of a righteous man availeth much in its
working. (RV)
g. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat
besar kuasanya. (ITB)
h. Doa orang yang menuruti kemauan Allah, mempunyai kuasa
yang besar. (IBIS)
a.

29

INTERPRETASI (2)
4.

5.

6.

7.

Penekanan: pengulangan, perbandingan, kontras,


proporsi, hubungan sebab akibat, hubungan antara
cara dan tujuan, perkembangan pemikiran,
kesimpulan, cn: ay 12-20
Baca berulang-ulang! Coba berbagai kemungkinan
pilihan kata, kemungkinan grammar, kemungkinan
posisi, cn: ay 16
Gaya bahasa Alkitab: Simile, metafora, hiperbola,
meiosis, ironi, eufemisme, sinekdoke, metonimia,
personifikasi, apostrof, antropomorfisme,
interogasi, litotes, tautologi, cn: Mat 7:7-11
Menjawab melalui apa yang Alkitab sudah jawab:
Jangan menebak arti! Cn: Lukas 18:1-8
30

YAK 5:12-20

Ay 12: Sumpah dan kebenaran


Ay 13: Penderitaan dan kabar gembira
Ay 14: Spesifik terhadap doa orang sakit
Ay 15: doa yang lahir dari iman,
keselamatan, dan pengampunan dosa
Ay 16a: saling mengaku dosa dan saling
mendoakan
Ay 17-18: Elia dan dan hujan
Ay 19-20: Pertobatan

31

INTERPRETASI (3)
8.

Yang jelas menjelaskan yang tidak jelas cn: doa


untuk kesembuhan atau doa pengempunan dosa?

9.

Tidak ada yang kontradiksi: Kita tidak mencari ayatayat pendukung, tapi cukup 1 ayat yang berkontradiksi.
Cn: 2Raj 20:3 doa Hizkia

10.

Dekontekstualisasi dan Kontekstualisasi (cn: Yak 5:14 /


astheneo - aleipo)

11.

Continuity and discontinuity (cn: Ibrani 1:1-2)

12.

Paradoxical thinking: Banyak pengertian yang tidak


bisa dimengerti secara linier (cn: Mat 6:8; Kej 18:2233)

13.

Progressive revelation, lihat secara totalitas, cn: Doa


kepada Bapa (Mat 6:19), melalui Anak (Ibr 10:19-23),
oleh pertolongan Roh Kudus (Rm 8:26)
32

REFORMED HERMENEUTICS

Grammatika seakurat, mungkin sesuai


dengan kaidah berbahasa, jangan menebak
arti!
Teologi Biblika Teologi Historika Teologi
Sistematika Teologi Praktika (Pastoral)
Re-reformed: perjuangan kebenaran
mendekati kebenaran

33

34

SESI 3: BIBLICAL TOOLS

Translation
Terjemahan

asli: Teks Masoretic (Ibrani) dan

Yunani
Terjemahan turunan:

Harafiah: KJV, LITV, RSV, ASV


Kesesuaian dinamis: NIV, ESV, ITB
Terjemahan bebas: IBIS, CEV

35

ARCHEOLOGICAL STUDY

Apakah studi arkeologis membuktikan bahwa


kesejarahan Alkitab benar?
Sikap: Alkitab yang menentukan studi
arkeologis benar atau salah, studi arkeologis
hanya membantu untuk kita lebih mengerti
dan menafsir dengan tepat.
Apa saja? Situs-situs arkeologis, budaya dan
sejarah, antropologi, teks kuno dan artefak,
peta

36

BIBLE STUDY

Buku pendamping
Buku latar belakang
Survei PL dan PB
Teologi PL, PB, kitab
Teologi tokoh
dll

37

DICTIONARY

Kamus sangat berperan dalam studi etimologi


dan leksikologi
Ensiklopedi memberikan wawasan yang luas
dalam memberikan data

38

CONCORDANCE

Melihat secara cepat frekuensi kata yang


muncul
Pemikiran di balik kata yang tersebar
Mendapatkan keutuhan konsep, membantu
sekali dalam khotbah topikal

39

COMMENTARY

Integritas tafsiran:
Siapa

yang membuat?
Terpecah atau utuh

Sifat Tafsiran
Devosional:

life applicable
Teknis: tata cara hermeneutik
Teologis: Konsep demi konsep
Topikal: Dari topik melihat ayat
Eksposisional: sesuai ayat

40

SYSTEMATIC THEOLOGY

Siapa yang menulis?


Untuk siapa ditulis?
Mendapatkan integritas konsep
Memagari agar kita tidak salah jalur

Dua aspek teologi yang lain:


Historical Theology
Pastoral Theology

41

DAFTAR PUSTAKA

Verbum Dei. Gary. W. Crampton

Siapa yang membuat Alkitab. Jakob Van Bruggen


Hermeneutika. Gordon D. Fee
Hermeneutika. Hasan Sutanto
Membaca Alkitab, sebuah pengantar. Jakob van Bruggen.
Exegetical Fallacies. D.A.Carson

Inductive Bible Study. Anna Maria.


PA Roma. Sutjipto Subeno
Kuliah Intensif Doktrin Wahyu. Prof Gardner.
Surat Yakobus TAUA. Yakub Tri Handoko
Spiral Hermenutika. Grant R. Osborne

Continuity and Discontinuity. John S. Feinberg

42

43

TUHAN MEMBERKATI

44