Anda di halaman 1dari 41

WS Calon Pembimbing KARS

12-13 September 2015

Bab 4. PELAYANAN PASIEN (PP)


Lima Fokus Area :
1. Pemberian pelayanan untuk semua
pasien
2. Rencana Pelayanan
3. Pelayanan pasien risiko tinggi dan
penyediaan pelayanan risiko tinggi
4. Makanan dan terapi nutrisi
5. Pengelolaan rasa nyeri &
Pelayanan pada tahap terminal
Dr. Nico A. Lumenta, K.Nefro, MM, MHKes
Komisi Akreditasi Rumah Sakit

BAB 4. PELAYANAN PASIEN (PP)

Eleme
n
No Standar Penilai

an
1 PP.1
3
2 PP.2
3
3 PP.2.1
7
4 PP.2.2
4
5 PP.2.3
2
6 PP.2.4
2
7 PP.3
3
8 PP.3.1
2
9 PP.3.2
2
10 PP.3.3
2
11 PP.3.4
3

12 PP.3.5
3
13 PP.3.6
2
14 PP.3.7
2
15 PP.3.8
6
16 PP.3.9
2
17 PP.4
5
18 PP.4.1
5
19 PP.5
4
20 PP.6
4
21 PP.7
3
22 PP.7.1
5
22
Std
74 EP
2

PEMBERIAN PELAYANAN UNTUK SEMUA PASIEN

*Standar PP.1 Kebijakan & prosedur dan


UU dan peraturan yg berlaku mengarahkan
asuhan yg seragam bagi semua pasien.
Elemen Penilaian PP.1
1. Para pimpinan RS bersepakat utk memberikan proses
pelayanan yg seragam.(lih.juga APK.1.1; AP.4, EP
1; dan PAB.2, EP 1)
2. Kebijakan & prosedur memandu pemberian
pelayanan yg seragam sesuai dg UU & peraturan
terkait.
3. Pemberian pelayanan yg seragam memenuhi
Maksud dan Tujuan ad a) s/d ad e) tersebut
diatas. (lih.juga PAB.3, EP 1)
3

PP 1. : Pelayanan yang Seragam :


1. Regulasi Asuhan pasien yg seragam memuat:
a. Akses utk asuhan dan pengobatan yg memadai, tidak
tergantung atas kemampuan pasien utk membayar atau
sumber pembiayaan.
b. Akses utk asuhan dan pengobatan yg memadai, yang
diberikan oleh praktisi yang kompeten tidak tergantung
atas hari-hari ttt atau waktu ttt 3-24-7.
c. Ketepatan (acuity) mengenali kondisi pasien
menentukan alokasi sumber daya utk memenuhi
kebutuhan pasien.
d. Tingkat asuhan yg diberikan kepada pasien (misalnya
pelayanan anestesia) sama di seluruh RS, lih PAB 2 EP
1, juga Pedoman Pelayanan Anestesi
e. Pasien dgn kebutuhan asuhan keperawatan yg sama
menerima asuhan keperawatan yang setingkat diseluruh
RS, Pedoman PengelolaanPelayanan Keperawatan
4

2. Regulasi lain utk (menjaga) keseragam pelayanan,


dibuat dan digunakannya :
1) PPK, Clinical Pathway
2) Form2 Asesmen Awal
3) Form CPPT utk asesmen ulang, penulisan dgn
metode SOAP
4) Asesmen berbasis IAR
5) Pembuatan dan penerapan berbagai Kebijakan,
Pedoman, Panduan, SPO utk pelayanan2 tertentu :
al. Pelayanan & Pasien Berisiko Tinggi di PP 3.1.
s/d 3.9, Asuhan Gizi, Pasien Terminal, Pedoman
manajemen nyeri, Tindakan2 WSD, Punksi
Lumbal, dsb
3. Telusur, wawancara
5

*Standar PP.2 Ada prosedur untuk


mengintegrasikan dan mengkoordinasikan asuhan
yg diberikan kepada setiap pasien.
Elemen Penilaian PP.2
1. Rencana asuhan diintegrasikan dan
dikoordinasikan di antara berbagai unit kerja & yan
(lih.juga APK.2, EP 3)
2. Pemberian asuhan diintegrasikan dan
dikoordinasikan di berbagai unit kerja & yan
3. Hasil atau kesimpulan rapat dari tim asuhan
atau diskusi lain ttg kerjasama dicatat dalam
rekam medis pasien.
6

PPA

i
Mandir n
s
a
g
u
oT
egiata
k

k
o
l
o 2 b

Proses Asuhan Pasien


Patient Care
1

Diagram
IAR

Asesmen Pasien

Pencatatan:

(Skrining, Periksa Pasien)


1. Informasi dikumpulkan :
Anamnesa, pemeriksaan, pemeriksaan lain /
penunjang, dsb

2. Analisis informasi :
A
Menetapkan Diagnosis / Masalah / Kondisi
Untuk mengidentifikasi Kebutuhan Yan Pasien

PPA :
Dokter
Perawat 3. Rencana Asuhan/Plan of Care :
Merumuskan rencana dan sasaran terukur
Bidan
Apoteker Untuk memenuhi Kebutuhan Yan Pasien
Nutrision
is
2
Pemberian Pelayanan
Dietisien
Teknisi
Implementasi Rencana
Medis
(PenataAnestesi)

Monitoring

Asesmen
Awal

Asesmen
Ulang
SOAP

Asesmen Ulang

*Standar PP.2 Maksud & Tujuan :


Pengintegrasian dan koordinasi aktivitas asuhan pasien
menjadi tujuan agar menghasilkan proses asuhan yang
efisien
Pimpinan menggunakan perangkat dan teknik agar dapat
mengintegrasikan dan mengkoordinasi lebih baik asuhan
pasien.
Contoh asuhan secara tim, ronde pasien multi departemen,
kombinasi bentuk perencanaan asuhan, rekam medis
pasien terintegrasi, manager kasus/case manager
Rekam medis pasien memfasilitasi dan menggambarkan
integrasi dan koordinasi asuhan. Khususnya, setiap
catatan observasi dan pengobatan praktisi pelayanan.
Demikian juga, setiap hasil atau kesimpulan dari rapat
tim atau diskusi pasien dicatat dalam rekam medis
pasien (lihat juga PP.5, EP 2).
8

Asuhan Pasien Terintegrasi, 6 Elemen :


A. PPA sbg Tim Interdisiplin dan DPJP sebagai Clinical Leader
B. Asuhan Gizi Terintegrasi
C. Integrated Clinical Pathway
D. Integrated Discharge Planning
E. Case Manager / Manajer Pelayanan Pasien
F. Keterlibatan Pasien Keluarga

*Standar PP.2.1 Asuhan kpd pasien direncanakan


&tertulis di rekam medis pasien.
Elemen Penilaian PP. 2.1 Asesmen Care Plan
1. Asuhan untuk setiap pasien direncanakan oleh Dr
penanggung jawab pelayanan (DPJP), perawat dan
pemberi yan kes lain dalam waktu 24 jam sesudah
pasien masuk rawat inap.
2. Rencana asuhan pasien hrs individual dan berdasarkan
data asesmen awal pasien.
3. Rencana asuhan dicatat dalam rekam medis dalam
bentuk kemajuan terukur pencapaian sasaran.
4. Kemajuan yg diantisipasi dicatat atau direvisi sesuai
kebutuhan; berdasarkan hasil asesmen ulang atas
pasien oleh praktisi yan kes.
5. Rencana asuhan utk tiap pasien direview dan di
verifikasi oleh DPJP dgn mencatat kemajuannya. pada
CPPT
6. Rencana asuhan disediakan. (lih.juga PP.2.3, Maksud
EP 5 : Dr = Clinical/Team Lead
dan Tujuan)
7. Asuhan yg diberikan kpd setiap pasien dicatat dalam
5. The
care planned
each patient
is reviewed
and yan.(lih.juga
verified by the responsible
rekam
medisforpasien
oleh
pemberi
PAB.5.2,
10
physician
a notation
in the progress
EP 1;with
PA.7.2,
Maksud
dan notes.
Tujuan, dan PP.2.3, EP 1)

DPJP
adalah Ketua Tim PPA / Interdisiplin /
Klinis
Clinical Leader

Masing-masing PPA memberikan asuhan


melalui tugas mandiri, delegatif dan
kolaboratif dengan pola IAR.
Fungsi DPJP sebagai Clinical Leader :
1.Merencanakan/mengarahkan kerangka pokok
asuhan
2.Koordinasi asuhan pasien individual PPA
3.Kolaborasi semua PPA terkait
4.Sintesis semua IAR terkait
5.Interpretasi asesmen
6.Review rencana semua PPA lainnya, buat
catatan/notasi di CPPT, sehingga terlaksana
asuhan pasien terintegrasi serta kontinuitas
asuhannya memenuhi kebutuhan pasiennya.
7.Verifikasi telah
melakukan review, paraf.
KARS Dr.Nico Lumenta
8.Komunikasi dengan Case Manager agar

DPJP

Gambaran kegiatan Clinical Leader,


sbg motor integrasi asuhan

1. Kegiatan terkait kolom Verifikasi DPJP (Std PP 2.1. EP 5)


integrasi asuhan, kolaborasi interprofesional
2. Secara rutin DPJP membaca semua info dari semua PPA, terkait
asesmen, pelaksanaan pelayanan, perkembangan pasien dalam
CPPT, juga dari form lain a.l. Nurses note, form gizi dsb.
3. Melakukan review, interpretasi, sintesis dari rencana dan
pelaksanaannya
4. Menyusun skala prioritas (Std AP 4.1.)

5. Memberi catatan / notasi pd CPPT utk a.l. perhatian,


koreksi, arahan, instruksi dsb sebagai wujud integrasi !!
6. Atau cukup memberi paraf (= verifikasi) pada setiap lembar CPPT,
bila asuhan sudah sesuai dgn rencana & pencapaian sasaran,
12
beri paraf pd pojok kanan bawah tiap lembar CPPT

Clinical
Leader :
Kerangka
pokok asuhan
Koordinasi
Kolaborasi
Sintesis
Interpretasi
Review
Integrasi
asuhan

DPJP
Perawat/
Bidan
Psikologi
Klinis

Apoteker
Pasien,
Keluarga

Nutrisionis/
Dietisien

24 jam

Penata
Anestesi

Terapis
Fisik

Lainnya

Lainnya
1. PASIEN adalah Pusat Pelayanan, Pasien
adalah bagian dari Tim

2. DPJP : sebagai Clinical Leader


3. NAKES PPA (Profesional Pemberi Asuhan), merupakan Tim
Interdisiplin, diposisikan di sekitar pasien, tugas mandiri, delegatif,
kolaboratif, kompetensi memadai, sama penting / setara pd kontribusi
profesinya
4. PPA Integrasi Asuhan

*Standar PP.2.2 Mereka yg diizinkan


memberikan perintah/order menuliskan
perintah ini dalam rekam medis pasien di
lokasi yg seragam.
Elemen Penilaian PP.2.2
1. Perintah harus tertulis bila diperlukan, dan
mengikuti kebijakan RS. (lih.juga MPO.4, EP 1)
2. Permintaan pem diagnostik imajing dan lab klinis
harus disertai indikasi klinis / rasional apabila(Kompeten)
memerlukan ekspertise.
3. Hanya mereka yg diizinkan boleh menuliskan
Plan = Perintah/permintaan
perintah.
Diberada
4. Perintah
lokasi tertentu
yg seragam di
lokasi di
tertentu
form tersendiri
rekam
medis
pasien.
Sebelumnya,
perintah tersebar
14

PP.2.2 : Perintah/order : PPA yg punya kewenangan


memberikan perintah, pencatatn pada lokasi yg
seragam di RM.
1. Regulasi dan Telusur
2. PPA yg berwenang memberikan perintah
3. Perintah, bisa ditulis di P (dari SOAP)
4. Lokasi pada CPPT kolom Intruksi
5. Ada Perintah pada R (Rencana) tertentu ditempat
lain : al. pd form asesmen pra sedasi/anestesi,
form konsul, form transfer intra RS, dsb, sesuai
regulasi yg dibuat
6. Regulasi : perintah melalui komunikasi, SBAR
Tulbakon
7. Regulasi : permintaan pem diagnostik imajing dan
lab klinis harus disertai indikasi klinis / rasional
apabila memerlukan ekspertise = hasil yg berupa
uraian - analisis.
15

*Standar PP.2.3 Prosedur yg dilaksanakan


hrs dicatat dlm rekam medis pasien.
Elemen Penilaian PP.2.3
1. Tindakan yg dilakukan harus dicantumkan dalam
rekam medis pasien.(lih.juga PP.2.1, EP 7)
2. Hasil tindakan yg dilakukan dicatat dalam rekam
medis pasien.

*Standar PP.2.4 Pasien & keluarga diberi


tahu ttg hasil asuhan dan pengobatan
termasuk kejadian tidak diharapkan.

Elemen Penilaian PP.2.4


3. Pasien & keluarga diberi informasi ttg hasil asuhan
dan pengobatan.(lih.juga HPK.2.1.1., EP 1)
4. Pasien & keluarga diberi informasi tentang hasil
16
asuhan dan
pengobatanIKP
yg :tidak
o Pelaporan
KTD,diharapkan
K.Sentinel,
KNC, K

PP.2.3 : Prosedur yg dilaksanakan hrs dicatat dlm


rekam medis pasien.
1. Regulasi dan Lokasi pencatatan, Form
2. Tindakan yg dilakukan (rencana) harus
dicantumkan dalam RM pasien.
3. Hasil tindakan yg dilakukan dicatat dalam RM
pasien.

PP.2.4 : Pemberian informasi kpd Pasien & keluarga


1. Regulasi dan Form Edukasi-Informasi
2. Informasi Hasil asuhan dan pengobatan.
3. Informasi tentang hasil asuhan dan pengobatan yg
tidak diharapkan/ KTD
4. Pelaporan IKP, pedoman, bukti pelaksanaan
17

PELAYANAN PASIEN RISIKO TINGGI DAN


PENYEDIAAN PELAYANAN RISIKO TINGGI

*Standar PP.3 Kebijakan dan prosedur


mengarahkan asuhan pasien risiko tinggi
dan ketentuan pelayanan risiko tinggi.

Elemen Penilaian PP.3


1. Pimpinan RS telah mengidentifikasikan pasien
risiko tinggi dan pelayanan risiko tinggi.
(HPK 1.5. EP 1)
2. Pimpinan RS menggunakan proses kerjasama untuk
mengembangkan kebijakan dan prosedur yg dapat
dilaksanakan.
Menekan/mengurangi
RISIKO
3. Staf sudah
dilatih dan menggunakan kebijakan
&
18
prosedur untuk mengarahkan asuhan.

PP.3 : Pasien risiko tinggi dan Pelayanan risiko tinggi.


1. Pengembangan dgn proses kerjasama menyusun
Kebijakan dan Prosedur
2. Upaya mengidentifikasikan pasien risiko tinggi dan
pelayanan risiko tinggi, bukti dokumen
3. Pelatihan Staf utk penerapan kebijakan & prosedur.
PP.3.1 s/d/ 3.9 : Pasien ttt dan Pelayanan ttt yg berisiko
tinggi.
EP 2 bagian :
1. Kebijakan dan Prosedur regulasi
2. Implementasinya
Konteks / Prinsip : Menekan / mengurangi risiko
19

Maksud dan Tujuan PP.3.


RS memberi pelayanan bagi berbagai variasi pasien
dengan berbagai variasi kebutuhan pelayanan kesehatan.
Beberapa pasien yang digolongkan risiko-tinggi karena
umur, kondisi, atau kebutuhan yang bersifat kritis.
Anak dan lanjut usia umumnya dimasukkan dalam
kelompok ini karena mereka sering tidak dapat
menyampaikan pendapatnya, tidak mengerti proses
asuhan dan tidak dapat ikut memberi keputusan tentang
asuhannya.
Demikian pula, pasien yang ketakutan, bingung atau koma
tidak mampu memahami proses asuhan bila asuhan harus
diberikan secara cepat dan efisien.
..dst..
20

Maksud dan Tujuan PP.3.1 s/d PP.3.9.


Kebijakan dan prosedur harus dibuat secara khusus
untuk kelompok pasien yang berisiko atau pelayanan
yang berisiko tinggi, agar tepat dan efektif dalam
mengurangi risiko terkait. Sangatlah penting bahwa
kebijakan dan prosedur mengatur:
a. bagaimana perencanaan dibuat, termasuk
identifikasi perbedaan pasien dewasa & anak2
atau keadaan khusus lain.
b. dokumentasi yang diperlukan oleh pelayanan
secara tim untuk bekerja dan berkomunikasi
secara efektif.
c. pertimbangan persetujuan khusus bila
diperlukan.
d. persyaratan pemantauan pasien
e. kompetensi atau ketrampilan yang khusus dari
21
staf yang terlibat dalam proses asuhan.

*Standar PP.3.1 Kebijakan & prosedur mengarahkan yan kasus


emergensi
*Standar PP.3.2
mengarahkan pemberian yan resusitasi di seluruh
unit RS. Code Blue
*Standar PP.3.3
mengarahkan penanganan, penggunaan, dan
pemberian darah dan produk darah.
*Standar PP.3.4
mengarahkan asuhan pasien yg menggunakan
peralatan bantu hidup dasar atau yang koma.
*Standar PP.3.5 mengarahkan asuhan pasien dgn penyakit menular
dan mereka yg daya tahannya diturunkan (immune-supressed)
*Standar PP.3.6 mengarahkan asuhan pasien dialisis (cuci darah)
*Standar PP.3.7 mengarahkan penggunaan alat penghalang (restraint)
& asuhan pasien yg diberi penghalang
*Standar PP.3.8 mengarahkan asuhan pasien usia lanjut, mereka yg
cacat, anak-anak dan mereka yg berisiko disiksa. (HPK 1.5. EP 2)
*Standar PP.3.9 mengarahkan asuhan pada pasien yg mendapat
kemoterapi atau terapi lain yg berisiko tinggi.Mengurangi
22
RISIKO !

d
St

3
P
P

Pelayanan Berisiko

Std
PP
3.
s/d
3.9 1

Pasien
yang berisiko
tinggi
1. Yan Kasus Emergensi
2. Yan Resusitasi
3. Yan Pasien dgn
Ventilator & Koma
4. Yan Penyakit Menular
5. Yan Pasien Imunosupres
6. Yan Dialisis
7. Yan Pasien Restrained
8. Yan LansiaAnak
Berisiko Kekerasan
9. Yan Kemoterapi

Pelayanan
yang berisiko
tinggi
1. Yan Transfusi Darah /
Produk Darah
2. Yan Penyakit Menular
3. Yan Penyakit Menular
4. Yan Dialisis
5. Yan Kemoterapi
6. YanTerapi yg berisiko
lainnya

Elemen Penilaian PP.3.1


1. Asuhan pasien GD diarahkan oleh kebijakan & prosedur
yg sesuai.
2. Pasien menerima asuhan yg konsisten dengan kebijakan
& prosedur.
Elemen Penilaian PP.3.2
Code
Blue
3. Penggunaan tata laksana yan resusitasi yg seragam
diseluruh RS diarahkan oleh kebijakan & prosedur yg
sesuai.
4. Resusitasi diberikan sesuai dengan kebijakan &
prosedur.
Elemen Penilaian PP.3.3
5. Penanganan, penggunaan, dan pemberian darah dan
produk darah diarahkan oleh kebijakan & prosedur yg
sesuai.
6. Darah dan produk darah diberikan sesuai kebijakan &
prosedur.
Elemen Penilaian PP.3.4
24
7. Asuhan pasien koma diarahkan oleh kebijakan &

Menekan/mengurangi RISIKO

Elemen Penilaian 3.5


1. Asuhan pasien dgn penyakit menular diarahkan
oleh kebijakan & prosedur yg sesuai.
2. Asuhan pasien immuno-suppressed diarahkan
oleh kebijakan & prosedur yg sesuai.
3. Pasien immuno-suppressed dan pasien dengan
penyakit menular menerima asuhan sesuai
kebijakan & prosedur.
Elemen Penilaian PP.3.6
4. Asuhan pasien dialisis diarahkan oleh kebijakan &
prosedur yg sesuai.
5. Pasien dialisis menerima yan sesuai kebijakan &
prosedur.
Elemen Penilaian PP.3.7
6. Penggunaan peralatan penghalang (restraint)
diarahkan oleh kebijakan & prosedur yg sesuai.
7. PasienMenekan/mengurangi
dengan peralatan penghalang 25
menerima
RISIKO

Elemen Penilaian PP.3.8


1. Asuhan pasien yg lemah, lanjut usia dengan
ketergantungan bantuan diarahkan oleh kebijakan &
prosedur yg sesuai.
2. Pasien yg lemah, lanjut usia yg tidak mandiri
menerima asuhan sesuai kebijakan & prosedur.
3. Asuhan pasien anak dan anak dengan
ketergantungan bantuan diarahkan oleh kebijakan
& prosedur yg sesuai.
4. Anak-anak dan anak dengan ketergantungan bantuan
menerima asuhan sesuai kebijakan & prosedur.
5. Populasi pasien dengan risiko kekerasan harus
diidentifikasi dan asuhannya diarahkan oleh
kebijakan & prosedur yg sesuai.
6. Populasi pasien yg teridentifikasi dengan risiko
kekerasan menerima asuhan sesuai kebijakan &
prosedur.
26
Elemen Penilaian PP.3.9

Kebijakan & Prosedur, Telusur


PP.3.1 : Asuhan GD, terkait APK 1.1.1 :
1. Implementasi
PP.3.2 : Pelayanan Resusitasi
2. Implementasi, golden time respons cepat
3. Sistem Code blue
PP.3.3 : Pemberian Darah & Produk darah
4. Implementasi
5. Risiko : ketidakcocokan darah, infeksi
PP.3.4 : Pasien dgn Ventilator, Koma
6. Implementasi
7. Risiko infeksi VAP, penggantian ETT
8. Koma, risiko dekubitus dsb
PP.3.5 : Pasien dgn penyakit menular dan imunosupres
9. Implementasi
10. Risiko penularan airborne
11. Risiko terkena infeksi
27

Kebijakan & Prosedur, Telusur


PP.3.6 : Dialisis
1. Implementasi
2. Risiko infeksi, skrining infeksi
3. Risiko bila alat reused
PP.3.7 : Restrain
4. Implementasi
5. Informed consent
6. Monitor risiko : al. sirkulasi, destruksi kulit, fraktur
PP.3.8. : Pasien Lansia, Anak, Risiko kekerasan
7. Implementasi Lansia dan Anak
8. Risiko : tidak mengerti, tidak dapat mengikuti/terlibat
asuhan
9. Implementasi utk yang berisiko kekerasan
10. Pengurangan risiko : Seleksi pengunjung ID, CCTV,
area restricted, dsb
PP.3.9 : Kemoterapi & Terapi dgn obat risiko tinggi lain
11. Implementasi
12. Obat risiko tinggi lain
28

MAKANAN DAN TERAPI NUTRISI

14 EP skor 140

*Standar PP.4 Pilihan berbagai variasi makanan yg sesuai


dengan status gizi pasien dan konsisten dengan asuhan
klinisnya tersedia secara reguler.
Elemen Penilaian PP.4
1. Makanan atau nurtisi yg sesuai untuk pasien, tersedia secara
reguler
2. Seblm memberi makan pasien, semua pasien Rawat Inap
telah memesan makanan & dicatat
3. Pesanan didasarkan atas status gizi dan kebutuhan pasien
4. Ada brmacam variasi pilihan (siklus) makanan bg pasien
konsisten dgn kondisi & yan nya
5. Bila keluarga menyediakan makanan, mereka diberikan
edukasi tentang pembatasan diet pasien
29

Pelayanan Gizi
Area Instalasi Gizi
Proses
Penyimpanan
Menyiapkan
Kering-Basah
makanan

Penerimaan
Bahan

Pasien
Baru/
Lama

Skrining
Penetapan
Risiko
Diit
Nutrisional

Ruangan Pasien

Proses
Pemesanan

Distribusi

Penyajian

Edukasi
KARS, Nico A. Lumenta

30

PP.4 : Pelayanan gizi reguler.


1. Pelayanan seputar gizi, ada di PP 4, 4.1, 5 dan AP 1.6
EP 1 s/d 3 : terdapat total 17 EP. Penting karena pasien
terekspose 5 X ke makanan (3 meal dan 2 snack),
dikalikan jumlah pasien dalam sehari, s/d dalam
setahun.
2. Regulasi Pelayanan Gizi Regular : Makanan Biasa dan
Makanan Diit. Buat SK dgn konsiderans mencakup PP
4.1. EP 5.
3. Proses : Pasien baru / Pasien lama berubah kondisi
(berubah diit) DPJP menentukan order berdasarkan
status gizi proses order / proses pemesanan ada
periodisasi (makan pagi, siang, malam) produksi
distribusi penyajian ke pasien
4. Variasi pilihan (siklus) makanan
5. Edukasi gizi secara umum
6. Regulasi ttg bila keluarga menyediakan 31
makanan

*Standar PP.4.1 Penyiapan makanan,


penanganan, penyimpanan dan
distribusinya, aman & memenuhi UU,
peraturan & praktek terkini yg berlaku.
Elemen Penilaian PP.4.1
1.Makanan disiapkan dgn cara mengurangi
risiko kontaminasi & pembusukan
2.Makanan disimpan dgn cara mengurangi
risiko kontaminasi dan pembusukan
3.Produk nutrisi enteral disimpan sesuai
rekomendasi pabrik
4.Distribusi makanan secara tepat waktu, dan
memenuhi permintaan khusus
5.Praktek penanganan memenuhi peraturan
dan perundangan yg berlaku
32

PP.4.1 : Proses penerimaan bahan s/d penyajian


Proses dgn mengurangi risiko kontaminasi dan
pembusukan :
1. Penerimaan bahan makanan kering basah,
pembersihan, pengukuran suhu, log/catatan periodik
2. Penyimpanan, termasuk produk nutrisi enteral / susu
3. Produksi, perhatikan harus suhu ruangan, tidak panas,
kontaminasi keringat.
4. Distribusi
5. Penjamah : al. APD kepala-badan-kaki, kebersihan
kuku, dsb
6. Kebersihan dan Pembersihan ruangan2.
(Untuk memperoleh gambaran derajat kualitas yg tinggi, contoh
telusur ke ACS (Aero Catering Service) karena dikontrak oleh
suatu RS, kesimpulan kebersihan hampir/mirip seperti OK :
pakai APD kepala-badan-alas kaki, lantai vinyl antikuman)
33

*Standar PP.5
Pasien yg berisiko nutrisi mendapat
terapi gizi
Elemen Penilaian PP.5
1. Pasien yg pada asesmen berada pada risiko
nutrisi, mendapat terapi gizi.
2. Suatu proses kerjasama dipakai untuk
merencanakan, memberikan dan
memonitor terapi gizi.(lih.juga PP.2, Maksud
dan Tujuan) Susun bersama Asesmen
Gizi Lanjutan ttd bersama !
3. Respon pasien terhadap terapi gizi
dimonitor. (lih.juga AP.2, EP 1) 34

PP.5 : Terapi gizi pada pasien yg berisiko nutrisional.


Terkait AP 1.6 EP 1 s/d 3
1. Regulasi dan form, Asuhan gizi terintegrasi
2. Skrining pasien berisiko nutrisional AP 1.6.
3. Pasien berisiko nutrisional mendapat terapi gizi.
4. Asuhan gizi terintegrasi (dgn IAR): merencanakan,
memberikan dan memonitor terapi gizi.
5. Pendokumentasian pada Form, agar ttd bersama,
minimal DPJP dan Diitsien

35

PENGELOLAAN RASA NYERI

*Standar PP.6 Pasien dibantu dalam


pengelolaan rasa
nyeri
secara
efekif.
Pasien
berhak
untuk
tidak nyeri
Elemen Penilaian PP.6
1. Berdasarkan lingkup yan yg diberikan, RS
mempunyai prosedur untuk identifikasi pasien yg
kesakitan. (lih.juga AP.1.7, EP 1 dan AP.1.8.2, EP 1)
2. Pasien yg kesakitan mendapat asuhan sesuai
pedoman pengelolaan nyeri.
3. Berdasarkan lingkup yan yg diberikan, RS
menjalankan proses untuk berkomunikasi dan
mendidik pasien & keluarga ttg rasa sakit.
(lih.juga PPK.4, EP 4)
4. Berdasarkan lingkup yan yg diberikan, RS
menjalankan proses mendidik staf tentang
rasa
36

PP 6 dan AP 1.7. : Asesmen Awal skrining Nyeri


dan pengelolaan nyeri
1. Konteks : Pasien berhak utk tidak nyeri.
Nyeri adalah simtom yg setiap saat bisa
masuk kondisi bahaya/meninggal
2. Regulasi, Pedoman, Form
3. Pasien di skrining untuk rasa sakit.
4. Aesesmen utk : PQRST : P=Provokasi,
Q=kualitas, R=Radiotion-Penjalaran,
S=Severity-skor, Time=frekuensi
5. Asesmen ulang/lanjutan dan tindak lanjut
6. Pada pedoman diuraikan ttg pendidikan pasien
7. Bukti pendidikan staf
37

PELAYANAN PADA TAHAP TERMINAL (AKHIR


HIDUP)

*Standar PP.7 RS memberi


pelayanan
Lihat juga
Standar AP 1.9
akhir kehidupan.

Elemen Penilaian PP.7


1. Semua staf hrs diupayakan mmahami kebutuhan
pasien yg unik pada akhir kehidupan.
2. Asuhan akhir kehidupan oleh RS mengemukakan
kebutuhan pasien yg akan meninggal, sedikitnya
termasuk elemen a) s/dI.e)Asesmen
tersebut diatas.
Asesmen
3. KualitasAwal
asuhan akhir kehidupan
dievaluasi oleh
a) Pengumpulan
infostaf
Asesmen
dan keluarga
Ulangpasien.
b) Analisis
Bersama Keluarga/Pasien c) Rencana
II. Implementasi
Rencana
38

*Standar PP 7 M&T

Asuhan akhir kehidupan yang diberikan rumah sakit


termasuk :
a) pemberian pengobatan yang sesuai dengan
gejala dan keinginan pasien dan keluarga;
b) menyampaikan isu yang sensitif seperti
autopsi dan donasi organ;
c) menghormati nilai yang dianut pasien, agama
dan preferensi budaya;
d) mengikutsertakan pasien dan keluarganya
dalam semua aspek pelayanan;
e) memberi respon pada masalah-masalah
psikologis, emosional, spiritual dan budaya
dari pasien dan keluarganya.
39

*Standar PP.7.1 Asuhan pasien dalam


proses kematian harus meningkatkan
kenyamanan dan kehormatannya.
Elemen Penilaian PP.7.1
1. Intervensi dilakukan utk mengatasi rasa nyeri dan
gejala primer atau sekunder (lih.jugta HPK.2.4,
EP 1)
2. Gejala dan komplikasi dicegah sejauh yg
dapat diupayakan (lih.juga AP.2, EP 2)
3. Intervensi dalam masalah psikososial, emosional
dan kebutuhan spritual pasien dan keluarga
dalam hal kematian dan kesedihan
4. Intervensi dalam masalah agama & budaya pasien
dan keluarga
5. (BAB
Pasien
dan
dilibatkan
dalam mengambil
4. PP)
(22keluarga
STANDAR 74
ELEMEN PENILAIAN)
40
keputusan terhadap asuhan (lih.juga HPK.2,
EP 1

PP 7 & 7.1. dan AP 1.9. : Pasien Terminal/End of Life


1. DPJP mengarah bhw %ase harapan kecil
2. Asesmen Awal bersama Keluarga : IAR
3. Asesmen Ulang idem
4. Regulasi dan asesmen sesuai a s/d i di Maksud &
Tujuan AP 1.9.
5. Juga sesuai a s/d e pd PP 7, dan EP pd PP 7.1.
6. Perhatikan elemen a s/d i pd AP 1.9. : maka
asesmen lebih ke aspek I (informasi) dan A
(analisis informasi)
7. Sedangkan elemen a s/d e pd PP.7. dan EP pd 7.1
mk asesmen lebih ke aspek R (rencana asuhan)
8. Regulasi dan tempat pencatatan, dapat memakai
form tersendiri masuk dalam AP 1.8.
41