Anda di halaman 1dari 42

Gangguan siklus mestruasi

Ayu Navy Fransiska.,S.ST

PENDAHULUAN
Haid perdarahan dari rahim sekali
sebulan, disertai pelepasan lapisan
dalam dari rahim (endometrium).
Keadaan Normal :
- Panjang siklus 28 2 hari
- Lama haid 3 7 hari.
- Banyaknya 2-3 kali ganti duk
sehari

MENSTRUASI
Menstruasi atau haid atau datang

bulan adalah perubahan fisiologis dalam


tubuh wanita yang terjadi secara berkala
dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi
baik FSH-Estrogen atau LH-Progesteron.
Periode ini penting dalam hal reproduksi.
Pada manusia, hal ini biasanya terjadi
setiap bulan antara usia remaja sampai
menopause..

Dipengaruhi hormon reproduksi baik FSH-Estrogen atau LH-Progesteron.

SIKLUS MENSTRUASI
Pada wanita siklus menstruasi rata-rata terjadi

sekitar 28 hari, walaupun hal ini berlaku


umum, tetapi tidak semua wanita memiliki
siklus menstruasi yang sama, kadang-kadang
siklus terjadi setiap 21 hari hingga 30 hari.
Biasanya, menstruasi rata-rata terjadi 5 hari,
kadang-kadang menstruasi juga dapat terjadi
sekitar 2 hari sampai 7 hari. Umumnya darah
yang hilang akibat menstruasi adalah 10mL
hingga 80mL per hari tetapi biasanya dengan
rata-rata 35mL per harinya.

Gangguan haid dan siklusnya


digolongkan dalam :
Kelainan dalam banyaknya darah dan lamanya perdarahan :
Hipermenorea atau menoragia
Hipomenorea
Kelainan siklus
Polimenorea
Oligomenorea
Amenorea
Perdarahan di luar haid Metroragia
Gangguan lain yang ada hubungan dengan haid
premenstruall tension (ketegangan prahaid)
mastodinia
Mittelscherz (rasa nyeri pada ovulasi)
Dismenorea

HIPERMENOREA (MENORAGIA)
Perdarahan haid yang lebih banyak

(Hipermenorea) dari normal atau lebih


lama (Menoragia) dari normal (> 8 hari).
Etiologinya kelainan kondisi uterus
(mioma, polip endometrium, gangguan
pelepasan endometrium pada waktu haid.
Terapi hipermenorea pada mioma uteri
tergantung dari besar dan kecilnya serta
penanganan mioma uterinya.
Sedang diagnosis dan terapi polip
endometrium serta gangguan pelepasan
endometrium dilakukan kuretase.

HIPOMENOREA
Adalah perdarahan haid yang lebih pendek

dan/ atau lebih kurang dari biasa.


Etiologi bisa terletak pada kostitusi penderita,
pada uterus, pada gangguan endokrin, dan
lainnya.
Dapat diperbaiki dengan pemberian pil
kontrasepsi kombinasi

POLIMENOREA
Siklus haid lebih pendek dari biasanya (kurang

dari 21 hari)
Perdarahan kurang lebih sama atau lebih
banyak dari haid biasanya.
Etiologinya oleh karena gangguan hormonal,
kongesti ovarium dan sebagainya.

OLIGOMENOREA
Siklus haid lebih panjang lebih dari

35 hari.
Jika siklus lebih dari 3 bln sdh disebut
amenorea.
Kesehatan umumnya tidak terganggu.
Siklus haidnya ovulatoar dengan masa
proliferasi lebih panjang dari biasanya.

AMENOREA
Keadaan dimana tidak adanya haid untuk

sedikitnya 3 bulan berturut-turut.


Dibagi atas amenorea primer (usia 18 tahun
ke atas belum pernah mendapat haid) dan
skunder (penderita pernah mendapat haid
dan kemudian tidak haid lagi).
Istilah kriptomenorea merupakan keadaan
dimana tidak tampak adanya haid karena
darah tidak keluar berhubung ada yang
menghalangi, seperti pada ginatresia
himenalis, penutupan kanalis servikalis, dan
lain-lain.

Sebab-sebab pada amenorea


primer dan skunder :
Gangguan organik pusat (radang pd
serebrum, tumor, trauma)
2. Gangguan kejiwaan
1.

3.

syok emosional
psikosis
anoreksia nervosa
pseudosiesis

Gangguan poros hipotalamus-hipofisis

sindrom amenorea-galaktorea
sindrom Stein-Leventhal
amenorea hipotalamik

4. Gangguan hipofisis
sindrom Sheehan dan penyakit
Simmonds
Tumor pd hipofisis
5. Gangguan gonad (ovarium)
Kelainan kongenital pd hipofisis
Menopause prematur (umur < 40 th)
The intensive ovary (< reseptor u/
H.Gonadotropin dlm ovarium)
FSH &
LH , kadar estrogen
Berhentinya fungsi ovarium karena
operasi,radiasi, radang dan sebagainya
Tumor-tumor ovarium

6. Gangguan glandula suprarenalis


Sindrom adrenogenital : bersifat
kongenital sebab hiperplasia adrenal
Sindrom crushing: krn hiperplasia
adrenal & tumor dr glandula suprarenalis
Penyakit Addison: insufisiensi menahun
dr korteks glandula suprarenal krn
destruksi
7. Gangguan glandula tiroidea
Hipotiroidea, hipertiroidea,
kretinisme(hipotiroidisme yg berat)
9. Gangguan pankreas (pd diabetes)
10.Gangguan uterus dan vagina
11.Penyakit-penyakit umum

Pemeriksaan
Anamnesis
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Tambahan :
1. Pemeriksaan foto rontgen thorak untuk TB
pulmonum, dari sella tursika (otak) untuk
mengetahui adanya perubahan dari sella tursika
tersebut.
2. Pemeriksaan sitologi vagina u/ mengetahui adany
estrogen
3. Tes toleransi glukosa (Diabetes mellitus)
4. Kerokan uterus u/ mengetahui keadaan
endometrium
5. Pemeriksaan kelainan glandula tyroid metabolisme
basal (T3 dan T4)

Pemeriksaan yang memerlukan


fasilitas khusus :
Laparaskopi, untuk mengetahui hipoplasia uteri,
aplasia uteri, disgenesis ovarium, tumor
ovarium, ovarium polikistik
2. Pemeriksaan kromatin seks untuk mengetahui
apakah penderita secara genetik seorang wanita
3. Pembuatan kariogram dengan pembiakan sel-sel
guna mempelajari kromosom
4. Pemeriksaan kadar hormon (T3, T4, FSH, LH,
estrogen, prolaktin, 17-ketosteroid)
1.

Penanggulangan Amenorea
1.
2.
3.

4.
5.
6.
7.

Tidak selalu memerlukan terapi (pada


menopause)
Yang memerlukan terapi adalah wanita-wanita
muda yang mengeluh tentang infertilitas
Tindakan memperbaiki keadaan kesehatan,
perbaikan gizi, kehidupan dalam lingkungan
yang sehat dan tenang.
Pengurangan berat badan pada wanita obesitas
Pemberian tiroid pada wanita dengan hipotiroid
Pemberian kortikosteroid pada gangguan
glandula suprarenalis
Pemberian estrogen dan progesteron

GANGGUAN LAIN DALAM


HUBUNGAN DENGAN HAID
DISMENOREA
Dismenorea atau nyeri
haid merupakan suatu
gejala yang paling
sering menyebabkan
wanita-wanita muda
pergi konsultasi untuk
pengobatan ke dokter

Dismenorea primer
Dijumpai tanpa adanya kelainan pada alat
genitalia yang nyata. Rasa nyeri timbul tidak
lama sebelumnya atau bersama-sama dengan
permulaan haid dan berlangsung untuk
beberapa jam, walaupun pada beberapa
kasus dapat berlangsung beberapa hari.

Etiologi :
1.
2.
3.
4.
5.

Faktor kejiwaan
Faktor konstitusi, seperti anemia, penyakit
menahun.
Faktor obstruksi kanalis servikalis
Faktor endokrin
Faktor alergi

Penanganan
1.
2.
3.
4.
5.

Penerangan dan nasehat


Pemberian obat analgetik
Terapi hormonal
Terapi dengan obat nonsteroid
antiprostaglandin (ibuprofen)
Dilatasi kanalis servikalis

DISMENOREA PRIMER
Penatalaksanaan
Singkirkan kelainan organik, bila ada, obati

sesuai kelainan yg ada


Usia muda : spasmolitik & analgetik
Antiprostaglandin
Pil KB atau pemberian progesteron saja
(nortestostesron, medroksiprogesteron asetat,
didrogesteron) dari hari 5-25 siklus haid (5-10
mg/hari). Pengobatan bisa berbulan-bulan. Bila
nyeri berkurang, progesteron cukup diberikan
pd hari 16-25 siklus haid

DISMENOREA SEKUNDER
Disebabkan krn kelainan ginekologi
Infeksi: berikan antibiotik yg sesuai

PREMENSTRUAL TENSION
Merupakan keluhan-keluhan yang biasanya
mulai satu minggu sampai beberapa hari
sebelum datangnya haid, dan menghilang
sesudah haid datang, walaupun kadang
kadang berlangsung terus sampai haid
berhenti. Mungkin disebabkan oleh
ketidakseimbangan antara estrogen dan
progesteron dengan akibat retensi cairan dan
natrium, penambahan berat badan, dan
kadang kadang edema.

VICARIOUS MENSTRUATION
(Perdarahan extra genital)
Terjadi perdarahan ekstrragenital
dengan interval periodik yang sesuai
dengan siklus haid. Tempat perdarahan
yang sering dijumpai ialah mukosa
hidung berupa epistaksis.
Dpt jg terjadi pd lambung, usus, paru2,
mamma, kulit.

MITTLSCHERZ DAN
PERDARAHAN OVULASI
Merupakan nyeri antara haid yang terjadi
kira-kira sekitar pertengahan siklus haid,
pada saat ovulasi. Lamanya mungkin
beberapa jam, tetapi pada beberapa
kasus sampai 2-3 hari
Diagnosis dibuat berdasarkan saat
terjadinya peristiwa dan bahwa nyeri
tidak mengejang, tidak menjalar, dan
tidak disertai mual atau muntah

MASTALGIA/MASTOD
INIA
Gejalanya adalah rasa nyeri dan pembesaran
mamma sebelum haid. Ini karena peningkatan
relatif kadar estrogen. Terapi biasanya terdiri
dari pemberian diuretikum, sedang pada
mastalgia keras perlu diberikan
metiltestosteron 5 mg sehari secara
sublingual. Bromokriptine dalam dosis kecil
dapat membantu pengurangan penderitaan.

Etiologi :
Tidak jelas
Mungkin ketdk seimbangan esterogen dan

progesteron dg akibat retensi cairan & natrium,


penambahan berat badan
Pd kelainan hormonal, terdapat defisiensi luteal
shg produksi progestreon berkurang
Faktor kejiwaan (masalah keluarga, sosial)
Mudah pd wanita yg peka thd perubahan hormon
& perubahan psikologis

METRORAGIA
Perdarahan dari vagina tanpa ada hub dg

siklus haid terjadi dlm masa antara 2 haid


Perdarahan ovulatorik (normal) terdapat pd
pertengahan siklus ditandai dg spotting, pd
saat ovulasi & dpt dikonfirmasi dg pengukuran
suhu basal
Penyebab metroragia :
Kelainan organik (polip endometrium, Ca
endometrium, Ca servic,
Kelaianan fugsional
Penggunaan esterogen eksogen

MENO-METRORAGIA
perdarahan rahim yang berlebihan dalam jumlah dan

lamanya perdarahan, dapat terjadi dalam periode


menstruasi maupun di antara periode menstruasi.
Penyebab organik:
Servic uteri: polip servic uteri, tuba, ovarium, erosi
porsio uteri, ulkus pada porsio uteri, karsinoma
servic uteri
Korpus : polip endometrium, abortus, mola
hidatidosa, koriokarsinoma, karsinoma korpus uteri,
sarkoma uteri, mioma uteri
Tuba fallopi: kehamilan ektopik terganggu, radang,
radang
Ovarium: radang, tumor
Penyebab fungsional disebut perdarahan uterus
disfungsional

Intermenstrual bleeding (spotting):

perdarahan rahim yang bervariasi dalam


hal jumlahnya (biasanya sedikit) pada
periode menstruasi.

PERDARAHAN UTERUS DISFUNGSIONAL (PUD)


Dysfunctional uterine bleeding (DUP) atau

perdarahan uterus disfungsional adalah


perdarahan abnormal yang dapat terjadi di
dalam siklus maupun di luar siklus menstruasi,
karena gangguan fungsi mekanisme pengaturan
hormon (otak-indung telur-rahim), tanpa
kelainan organ.

Patologi:

Dapat tjd pd siklus ovulatorik,

anovulatorik maupun keadaan


folikel persisten
(premenepouse)
Folikel persisten: folikel yg tak
pecah, perdarahan krn
rangsangan esterogen
(hiperplasia endometrium)

Pada siklus ovulasi.

Perdarahan rahim yang bisa terjadi pada


pertengahan menstruasi maupun
bersamaan dengan waktu menstruasi.
Perdarahan ini terjadi karena rendahnya
kadar hormon estrogen, sementara hormon
progesteron tetap terbentuk.

Pada siklus tanpa ovulasi (anovulation)

Perdarahan rahim yang sering terjadi pada


masa pre-menopause dan masa reproduksi.
Hal ini karena tidak terjadi ovulasi, sehingga
kadar hormon estrogen berlebihan
sedangkan hormon progesteron rendah.
Akibatnya dinding rahim (endometrium)
mengalami penebalan berlebihan (hiperplasi)
tanpa diikuti penyangga (kaya pembuluh
darah dan kelenjar) yang memadai.

G E J A L A

Perdarahan rahim yang dapat terjadi tiap


saat dalam siklus menstruasi. Jumlah
perdarahan bisa sedikit-sedikit dan terus
menerus atau banyak dan berulang.
Kejadian tersering pada menarche (atau
menarke: masa awal seorang wanita
mengalami menstruasi) atau masa premenopause.

Faktor Penyebab
Hingga saat ini penyebab pasti perdarahan rahim disfungsional

(DUB) belum diketahui secara pasti. Beberapa kondisi yang


dikaitkan dengan perdarahan rahim disfungsional, antara lain:
Kegemukan (obesitas)
Faktor kejiwaan
Alat kontrasepsi hormonal
Alat kontrasepsi dalam rahim (intra uterine devices)
Beberapa penyakit dihubungkan dengan perdarahan rahim
(DUB), misalnya: trombositopenia (kekurangan trombosit atau
faktor pembekuan darah), Kencing Manis (diabetus mellitus),
dan lain-lain
Walaupun jarang, perdarahan rahim dapat terjadi karena: tumor
organ reproduksi, kista ovarium (polycystic ovary disease),
infeksi vagina, dan lain-lain.

Evaluasi Diagnosis gangguan


Haid

Riwayat

Umur
Paritas
Perdarahan siklik atau nonsiklik
Akut atau kronik
Lama dan banyaknya darah
Metode kontrasepsi
Status perkawinan dan riwayat coitus
Riwayat gangguan perdarahan
Penyakit medis
Obat-obatan

Pemeriksaan fisik
Vital sign
Bentuk tubuh
Kelainan hormon
Hirsutism
Hiperprolaktinemia
Hipotiroidism
Hipertiroidism
Cushing syndrome
Pemeriksaan abdomen
Pemeriksaan pelvis
Pemeriksaan payudara

Pemeriksaan tambahan
Tes kehamilan
DL
Pap smear
Kultur servik
Tes pembekuan darah
Tes hormonal
Biopsi endometrial
Sonografi transvaginal
D&C (dilatation n curettage)
histeroscopy

Penatalaksanaan
Faktor yang dipertimbangkan :
Jumlah perdarahan
Penyebab perdarahan
Umur
Status medis
Keinginan punya anak lagi
Kebutuhan kontrasepsi
Problem ginekologis yang ada
Hasil biopsi endometrium, bila ada