Anda di halaman 1dari 8

U

T
S
A
Y
T
S
A
W
S
OM

CARA MENCEGAH DAN


MENGATASI EFEK SAMPING OBAT
OLEH :
I PT BAYU SUADNYANA (P07120215055)
NYOMAN AYU SRI MELDYA R. (P07120215056)
NI KETUT RATIH KIMILANINGSIH
(P07120215057)
PUTU DIAH PEBRI SUNDARI (P07120215058)
I GEDE PATRIA PRASTIKA (P07120215059)

CARA MENGATASI EFEK SAMPING


OBAT
SEGERA HENTIKAN SEMUA PEMBERIAN OBAT BILA DIKETAHUI
MENYEBABKAN EFEK SAMPING. BUKAN TINDAKAN YANG TEPAT
BILA MENGATASI EFEK SAMPING DENGAN MENAMBAH KONSUMSI
OBAT UNTUK MENGOBATI EFEK YANG TIMBUL TANPA DISERTAI
DENGAN PENGHENTIAN OBAT YANG DICURIGAI BEREFEK
SAMPING. HAL INI JUSTRU AKAN BERNILAI TIDAK EFEKTIF, DAN
EFEK SAMPING TETAP TERUS TERJADI.
UPAYA PENANGANAN KLINIK TERGANTUNG BENTUK EFEK
SAMPING DAN KONDISI PENDERITA. PADA BENTUK-BENTUK EFEK
SAMPING
TERTENTU
DIPERLUKAN
PENANGANAN
DAN
PENGOBATAN YANG SPESIFIK. MISALNYA UNTUK SYOK ANAFILAKSI
(SUATU REAKSI ALERGI) DIPERLUKAN PEMBERIAN ADRENALIN DAN
OBAT SERTA TINDAKAN LAIN UNTUK MENGATASI SYOK.

CARA MENCEGAH EFEK SAMPING


OBAT
AGAR KEJADIAN EFEK SAMPING DAPAT DITEKAN SERENDAH
MUNGKIN, SELALU DIANJURKAN UNTUK MELAKUKAN HAL-HAL
BERIKUT :
1. SELALU HARUS DITELUSUR RIWAYAT RINCI MENGENAI
PEMAKAIAN OBAT OLEH PASIEN PADA WAKTU-WAKTU
SEBELUM PEMERIKSAAN, BAIK OBAT YANG DIPEROLEH
MELALUI RESEP DOKTER MAUPUN DARI PENGOBATAN
SENDIRI.
2. BACA DOSIS DAN ATURAN PAKAI PENGGUNAAN OBAT
SESUAI DENGAN YANG TERTERA DI LEAFLEAT ATAU YANG
DIRESEPKAN DOKTER.
3. PERGUNAKAN OBAT SESUAI INDIKASI YANG JELAS DAN
TEPAT SESUAI YANG TERTERA DI LEAFLEAT ATAU YANG
DIRESEP DOKTER.

CARA MENCEGAH EFEK SAMPING


OBAT
4. HINDARI PENGOBATAN DENGAN BERBAGAI JENIS OBAT DAN
KOMBINASI SEKALIGUS.
5. BERITAHUKAN KE DOKTER APABILA ANDA SEDANG HAMIL,
MENYUSUI, ALERGI OBAT TERTENTU, MEMILIKI PENYAKIT
DIABETES, PENYAKIT GINJAL ATAU LIVER, SEDANG MEMINUM
OBAT LAIN ATAU SUPLEMEN HERBAL
6. BERIKAN PERHATIAN KHUSUS TERHADAP DOSIS DAN
RESPONS PENGOBATAN PADA: ANAK DAN BAYI, USIA
LANJUT, DAN PASIEN-PASIEN YANG JUGA MENDERITA
GANGGUAN GINJAL, HEPAR DAN JANTUNG. PADA BAYI DAN
ANAK EFEK SAMPING SERINGKALI SULIT DIDETEKSI KARENA
KURANGNYA KEMAMPUAN KOMUNIKASI.
7. MINTALAH DOKTER MENGEVALUASI PENGGUNAAN OBAT
DALAM JANGKA PANJANG.

BAHAYA PENGGUNAAN ATAU


PEMBERIAN OBAT PADA PASIEN
BERIKUT ADALAH BAHAYA PENGGUNAAN ATAU PEMBERIAN OBAT
PADA PASIEN :
1. REAKSI ANAFILAKTIK
DITANDAI SYOK ANAFILAKTIK (BAHKAN MENINGGAL) DENGAN
URTIKARIA AKUT, EDEMA LARINGS, ASMA AKUT, HIPOTENSI.
OBAT YANG MENYEBABKAN REAKSI ANAFILAKTIK PALING
SERING ADALAH PENISILIN, DEKSTRAN, KANTRAS BERYODIUM
(RADIOLOGI), TIOPENTON, RELAKSAN OTOT.
2. REAKSI SITOTOKSIK
REAKSI INI DITANDAI PENGHANCURAN SELDARAH MERAH DAN
TROMBOSIT. CONTOH REAKSI INI ADALAH PENYAKIT
HEMOLITIK PADA NEONATES, REAKSI TRANSFUSE DARAH,
ANEMIA HEMOLITIK TERTENTU, PURPURA AKIBAT OBAT,
AGRANULOSITOSIS AKIBAT OBAT. OBAT PENYEBAB YANG
PALING SERING ADALAH PENISILIN, SEFALOTIN, QUINIDINE,
RIFAMPICIN, METILDOPA.

BAHAYA PENGGUNAAN ATAU


PEMBERIAN OBAT PADA PASIEN
3. REAKSI KOMPLEKS IMUN
TIPE INI JARANG DITEMUKAN, DITANDAI OLEH DEMAM,
URTIKARIA, ARTHRALGIA, TROMBI, HEMORAGI, NEFRITIS,
ARTRITIS RHEUMATOID. OBAT PENYEBAB YANG PALING SERING
:
. PENISILIN
. SULFONAMIDE
. STREPTOMISIN
. HIDRALAZIN
. TIOURASIL
. ISONIAZID
. RIFAMPISIN
4. REAKSI HIPERSENSITIVITAS TERTUNDA
PALING SERING, BERUPA DERMATITIS KONTAK, REAKSI
PENOLAKAN, REAKSI AUTOIMUN