Anda di halaman 1dari 17

FILSAFAT

BAB 2
AUDITING

PRESENTED BY :
Heni Oktavianti (041614253022)
Agung Satriya Pambudi(041614253028)
Rizal Mawardi (041614253037)
Daiyinta Condroning P. H. (041614253038)

Filsafat Auditing
Pandangan umum A
uditing
Auditing merupaka
n sesuatu yang pra
ktis
Auditing bukan su
bjek yang teoritis
Landasan teoritikal
Auditing adalah ses
uatu yang tidak mu
ngkin dan sia-sia

Pandangan Mautz dan Sharaf


Ada atau perlu ada suatu teori tentang Au
diting
Harus ada sejumlah asumsi dasar dan him
punan gagasan terpadu
Lahir The Philosophy of Auditing

Filsafat dan Auditing


Filsafat berkenaan bagaimana kita
menyikapi pengetahuan, dan bukan
sekedar akumulasi dari pengetahuan
Filsafat adalah kecintaaan akan
kebijakan, upaya pencarian kebijakan
Pedekatan filosofis: comprehension, p
erspective, insight, dan vision

Auditing Sebagai Disiplin


Menurut Mautz dan Sharaf, banyak anggot
a
profesi yang berpendapat bahwa auditing
adalah bagian (sub division) dari accountin
g
Hal ini tidaklah tepat, auditing memang
berkaitan dengan accounting, tetapi bukan
bagian dari accounting

Auditing Sebagai Disiplin


Accounting meliputi pengumpulan,
pengelompokkan, pengihtisaran data keua
ngan perusahaan atau entitas tertentu
Auditing berhubungan dengan verifikasi,
pemeriksaan data keuangan untuk menilai
kejujuran dalam mencerminkan peristiwa d
an kondisi

Metodologi Auditing
No

Pendekatan Ilmiah

Metodologi Auditing

Memperhatikan data awal penyebab


masalah

Mengenali masalah secara


menyeluruh

Merumuskan masalah

Mengamati fakta-fakta yang relevan


dengan masalah itu

Mengamati fakta-fakta yang relevan


dengan masalah itu

Memilah masalah secara menyeluruh


secara lebih rinci

Menggunakan pengetahuan yang ada Memastikan adanya bukti yang


menjawab setiap masalah terperinci

Merumuskan hipotesis

Memilih teknik audit yang tepat &


mengembangkan prosedur audit

Mendeduksi implikasi dari hipotesis


tersebut

Melaksanakan prosedur audit

Menguji hipotesis

Mengevaluasi bukti

Menyimpulkan hipotesis

Merumuskan judgment

Postulate of Auditing
1. Laporan dan data keuangan dapat diperiksa
2. Tidak ada benturan kepentingan antara auditor
dan manajemen
3. Tidak mengandung keganjilan karena persekon
gkolan atau sebab luar biasa lainnya
4. Adanya sistem pengedalian internal yang mema
dai
5. Penerapan prinsip akuntansi yang konsisten
6. Apa yang dianggap benar di masa lalu juga aka
n
berlaku di masa datang
7. Dalam pemeriksaan, auditor bertindak sepenuh
nya dalam kapasitas sebagai auditor
8. Status profesional auditor independen memaksa
nya memenuhi kewajiban profesional yang sepa

Konsep Utama Dalam Auditing

Bukti Audit (Evidence)


1. Natural evidence: ada disekitar kita, dan
digunakan sebagai dasar pembuktian
dalam segala kegiatan mental
2. Created evidence: tidak secara alamiah a
da disekitar kita
3. Rational argumentation: gagasan yang s
eringkali menyusul secara logis dari
fakta-fakta yang kita amati dan terlihat
sebagai benar dalam benak kita

Due Audit Care


Due audit care atau kehati-hatian
dalam melaksanakan suatu audit
ada ukurannya, yakni kode etik dan
standar audit
Tantangan dalam due audit care
berkenaan dengan ditemukan atau
tidak ditemukannya irregularities
atau pengimpangan

Ciri-ciri Penyimpangan

Deteksi Penyimpangan
1. Detection in single audit expected:
penyimpangan yang seharusnya ditemukan
dalam satu audit
2. Detection in single audit probable:
penyimpangan yang mungkin ditemukan dalam
satu audit
3. Detection in a series of audit probable:
penyimpangan yang mungkin ditemukan dalam
serangkaian audit
4. Detection unlikely or impossible penyimpangan
yang tidak dapat ditemukan

Fair Presentation
Menuntut adanya informasi laporan keuang
an
yang bebas (tidak memihak), tidak bias, da
n
mencerminkan posisi keuangan, hasil oper
asi, dan aliran kas perusahaan yang wajar.

Fair Presentation
Terdiri dari 3 subkonsep, yaitu:

Independence
1. Programming independence:
bebas dari pengendalian atau pengar
uh orang lain
2. Investigative independence:
bebas memilih area, kegiatan, hubun
gan pribadi, dan kebijakan manajeria
l yang
akan diperiksa
3. Reporting independence:
bebas menyajikan fakta yang terungk
ap dari pemeriksaan atau pemberian
rekomendasi sebagai hasil pemeriksa
an