Anda di halaman 1dari 53

Merawat Pasien di Rumah

Ns. Setyoadi, SKep., Mkep.

Pendahuluan
Sebagian

besar pasien sakit di rawat di

rumah
Saat ini perawatan pasien di RS hanya
butuh pengobatan dan peralatan yang
canggih dan cenderung pendek lama
rawat inap
Perawatan di rumah memberikan peluang
autonomy perawat yang lebih luas

Lanj
Community

networking dan sosialisasi,


manajemen waktu yang mandiri, dan
bekerja dengan waktu yang normal
yang menghasilkan tambahan insentiv
Bekerja 24 jam/hari dalam 7 hari dan
bisa juga kerja di akhir pekan dengan
cara on call

Pengertian
Perawatan

dirumah ditujukan untuk


meningkatkan kemandirian hidup dan
peningkatan kualitas hidup
Sehingga dapat diartikan memberikan jalan
dan memilih tindakan perawatan mandiri
yang seimbang bagi pasien
Sensitivitas terhadap kebutuhan klien dan
keahliaan interpersonal merupakan dimensi
penting dalam memberikan kepuasan
pelayanan klien

Lanj
Keterlibatan

pasien dalam perencanaan


menunjukkan kepuasan psien dalam
perawatan
Beberapa karakteristiknya adalah
mendengar pasien, memahami keinginan
pasien, serta sensitiv terhadapa kebutuhan
klien
Menggunakan tata cara yang menyenangkan
dan komunikasi yang baik juga merupakan
aspek caring dalam perawatan rumah

Lanj
Konsekuensi

dalan perawatan rumah


adalah berpusat pada hubungan dan
pendekatan holistik daripada berfokus
pada teknik perawatan
Intervensi keperawatan di rumah
melibatkan semua anggota keluarga
dan mengarah pada pendidikan
kesehatan serta perawatan psikologi,
sosiologi, spiritual dan fisik

Peran Perawat
Dalam

membantu perkembangan pasien


dan memberikan perawatan pada level
yang tertinggi, perawat memiliki peran
yang banyak
Harus memiliki keahlian klinis dan
sebagai pendidik
mampu mengenali kemudian
memberikan makna terhadap bentuk
perawatan dan menjadikan sebagai seni

Patient Educator
Perawat melakukan kunjungan rumah secara
part-time dan terus menerus
Karena seringnya kontak dengan pasien dan
terbatasnya pemberian perawatan
Menjadi penting mendidik pasien untuk
mengatur kebutuhan kesehtan mereka di
rumah
Kegiatannya adalah memberikan informasi
yang sesuai dan membantu mengambil
tindakan yang terbaik bagi mereka

Patient Advocate
Prinsip

dari advokasi adalah untuk merawat

pasien
Implikasinya bukan saja mengoreksi teknik
prosedur tetapi juga bagaimana menjaga
harga diri dan hak pasien sebagai manusia
yang harus dihormati selama proses
Lebih jauh dalam konteks ini adalah proses
perawatan yang holistik menurut sudut
pandang pasien health is all the patient is
and wants to be

Lanj
Hal

ini membutuhkan penghormatan


terhadap nilai-nilai sosiocultural dan
dampak apresiasinya terhadap
keluarga dan lingkungan rumah pada
kesehatan klien
Advokasi dalam perawatan berarti
menunjukkan refleksi standar
profesional dan praktik etik

Case Manager
Manajemen

kasus meliputi pengkajian,


implemantasi, koordinasi dan evaluasi hasil
perawatan
Saat ini perawatan di rumah diharapkan
memberikan pembiayaan efektif, perawatan
yang berkualitas
Harapan ini dapat dipenuhi perawat dengan
cara membuat perencanaan yang nyata, tujuan
dan kriterian standart yang realistik yang
diperoleh dari pasien, keluarga/caregiver dan
interdisiplin team juga termasuk dokter

Lanj
Hal

ini juga dapat dipenuhi dengan cara


mengenali aturan/regulasi yang
mempengaruhi pembayaran pelayanan dan
juga menyadari pelayanan apa yang tersedia
bagi pasien di komunitas
Perawat home care sebagai manajer kasus
diharapkan memerankan peran primer dalam
strategi peningkatan kualitas, melalui benchmarking praktik klinis untuk tujuan evaluasi
efektifitas

Spiritual-aesthetic Communer
Di

beberapa home care menunjukkan


ekspresi keyakinan, harapan dan kasih
sayang melalui perawatan spiritual
Pesan-pesan spiritual ini jauh melewati dari
model biomedical yang menekankan teknik
pengobatan bagian tubuh
Spiritual-aesthetic communion
mengambarkan perawatan multidimensional
melalui pemahaman level tinggi antara pasien
dan perawat dan penyadaran diri

Lanj
Diantaranya

melayani pasien dengan


wawasan yang baru termasuk bagaimana
mereka merawat diri mereka sendiri
Spiritual-aesthetic communion
mengambarkan moment perawatan
antara klien dan perawat ketika katakata tidak selalu penting untuk
menyampaikan perasaan dan pengertian

Skills Support Role


Implementation
Advanced

assessment and evaluation

skills
Effeftive communication skills
Sound judment
Effective documentation skills
Flexibility and critical/creative
thinking
Self-direction

Advanced Assessment and


Evaluation Skills
Mampu

mengkaji secara holistik


individu, keluarga dan lingkungan rumah
Mengkaji pelayanan komunitas yang
tersedia dan juga sistem rujukan
seandainya dibutuhkan pasien
Dilanjutkan dengan evaluasi yang terus
menerus untuk menentukan perbaikan
pasien sesuai kriteria standart
perawatan

Lanj
Hal

penting dalam pengkajian dan


evaluasi adalah sebagai dasar bagi
klien/caregiver untuk menentukan
status kesehatan mereka seperti
perubahan perencanaan perawatan,
rujukan pada setting khusus LTC,
Hospice, ALS, Rehospitalisasi, atau
dipulangkan dari pelayanan rumah
perawatan

Effeftive Communication Skills


Peran

dokter dalam agensi home care


dibatasi oleh jarak, perawat malah
mempertahankan komunikasi terbuka untuk
implementasi perencanaan dan
mengkoordiner pelayanan multi tim
Komunikasi efektif dapat terbentuk baik
melalui hubungan kerjasama dengan
pasien/caregiver meskipun adanya
perbedaan level pendidikan, agama dan etnis

Sound Judment
Kerja

jauh dari setting institusi dan kerja


di rumah pasien memberikan kebebasan bagi
perawat serta tanggung jawab yang
berbeda
Seandainya perawat menentukan perlunya
pasien untuk di rujuk maka harus dibawa
pada setting yang tepat
Perawat home care harus menyuarakan
pertimbangan dan mengambil keputusan
ketiak menetukan suatu tindakan

Effective Documentation Skills


Perawat

harus memilikiki pengetahuan


yang akurat tentang beberapa
petunjuk aturan dokumentasi
perawatan
Beberapa dokumentasi dijadikan dasar
kunjungan rumah dan pelayanan
sebagai bukti akreditasi agensi

Flexibility and Critical/Creative


Thinking
Perawat

kadang mempunyai pengalaman


yang meneyenagkan dan tidak
menyenangkan selama perawatan rumah
perawatan rumah bukan suatu
lingkungan yang mudah untuk
diekndalikan, sehingga dibutuhkan
flesibititas dan cara berfikir kritis dan
kreatif

Self-Direction
Home

care mempunyai jadwal harian atau


mingguan, penambahan pasien untuk
mereka kelola sesuai jadwal mereka
Perawat sangat familier dengan area
pelayanan pasien dan lokasi rumah pasien
Perubahan rencana perawatan dan
rencana kunjungan rumah merupakan
bagian dari manajemen kasus

Home Visit
Home

visit adalah suatu interaksi


sengaja di rumah yang ditujukan untuk
meningkatkan dan mempertahankan
kesehatan individu dan keluarga
Termasuk didalamnya adalah
memberikan dukungan pada kematian
anggota keluarga
Petugas kesehatan lebih banyak
mendatangi klien

Tujuan Home Visit


Meningkatkan

sistem dukungan yang efektif


dan penggunaan potensi yang berkaitan
dengan ksehatan
Meningkatkan perawatan anggota keluarga
yang efektif
Meningkatkan tumbuh kembang anggota
keluarga dan penkes menganai peningkatan
dan pencegahan penyakit
Memperkuat fungsi dan keterkaitan
keluarga
Meningkatkan lingkungan yang sehat

Keuntungan dan Kerugian


Keuntungan

Kesempatan perawatan lebih

Kerugian
waktu perjalanan lama

banyak

kurang efisien bagi perawat

Lebih senang di rumah

Gangguan TV, anak sulit


dikendalikan

Kondisi rumah yang menggagu


kesehatn bisa di modifikasi
Informasi tenyang nilai dan gaya
hidup lebih mudah dikumpulkan

kedekatan emosional kurang


menguntungkan

Partisipasi anggota keluarga lebih


luas

keamanan perawat bisa jadi


masalah

Proses pembelajaran lebih mudah


diterima anggota keluarga
Mengurangi biaya
Fokus keluarga dipermudah

Hubungan Perawat dan Keluarga


Ruang

lingkup perawatan keluarga


dibatasi oleh area geografis
Luasnya disesuaiakan dengan
kepadatan penduduk
Perawat memiliki potensi dan ruang
lingkup yang lebih luas
Bisa juga berdasarkan area geopolitik,
menangani area program kesehatan
tertentu

Prinsip Hubungan
Keluarga

menjadi fokus
Fokus kesehatan meliputi semua
lingkup kebutuhan kesehatan dan tiga
tingkat pencegahan
Otonomi pengambilan keputusan di
tangan keluarga
Perawat merupakan tamu dalam
keluarga

Karakteristik Hubungan
Perawat dan Keluarga
Kelurga

Kelurga bisa menerima atau menolak kunjungan

Tujuan

memegang kontrol

perawatan adalah jangka panjang

Mengatasi masalah butuh waktu lama dan kadang


membosankan. Pengetahuan tentang keluarga makin
dalam

Perawatan

tergantung pada keluarga

Perubahan dalam kelurga dapat mempenagruhi


rencana perawatan, penekanan tujuan tujuan
menjadi hal yang penting

Aktivitas Keperawatan
Fase

awal home visit

Ketuk

pintu
Perkenalkan diri
Sampaikan tujuan anda
Observasi lingkungan
Duduk bila dipersilakan
Mendiskusikan tujuan kunjungan
Mendapat ijin dari keluarga

Fase

implementasi

Melengkapi pengkajian individu


Kaji perubahan sejak kunjungan terahir, gali

tingkat follow up dan hambatan


Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan
tindakan
Pengkajian fisik dan perawatan langsung
Identifikasi kebutuhan kesehatan keluarga,potensi
dan bahaya lingkungan
Gali nilai, kesukaan, persepsi
Edukasi kesehatan
Diskusi kolaborasi
Berikan konseling

Fase

terminasi

Menyimpulkan hasil kunjungan


Klarifikasi rencana kelurga
Diskusi untuk rencana kunjungan

berikutnya
Tinggalkan alamat, nama, tlp diri dan
agency

Isi Nursing Bag

Sabun
Tissue
Forcep
Pisau cukur
Termometer
Cotton balls
Spatula lidah
Kasa
Sarung tangan
Plastik sampah
Injeksi
Alkohol swab

Plester
Metlin
Flashlight
Dll (sesuai kebutuhan)

Menjaga Keamanan Selama


Kunjungan
Tujuan

dari kunjungan perawat adalah


memberikan pelayanan kesehatan
keluraga juga mempertahankan
keselamatan perawat
Perlindungan diri dasar juga harus
dikuasai
Perlengkapan kunjungan daerah
terpencil; telpon, radio dll

Keamanan dan Home Visit


Dapatkan

ijin dari keluarga jika memungkinkan


Jangan membawa uang atau perhiasan
berlebihan
Kenalan pakian yang tepat
Bawa koin untuk telepon
Bawa lencana identitas
Hindari area yang suah dijangkau
(lorong,ruang bawah tanah)
Hindari area yang penuh dengan gelandangan

Gunakan petunjuk mengenai kunjungan


keluarga
Putuskan apakah pengawalan dibutuhkan
Sebaiknya minta partner saat kunjungan
Hindari area yang beresiko
Selalu laporkan pada agensi di akhir kegiatan
Lakukan kunjungan saat jam kerja

Ancaman Selama Home Visit


Anggota

keluarga menolak kedatangan

perawat
Anggota kelurga mabuk/dibawah
pengaruh obat
Anggota keluarga memainkan senjata
Tips
Tanyakan

apakah anda tetap tinggal atau


pergi dan sampaikan lebih baik datang lain
waktu
Jangan berkunjung jika keluarga tidak
membutuhkan

Aktivitas Setelah Kunjungan


Aktivitas

setelah kunjungan
memberikan waktu untuk evaluasi
Hasil satu kunjungan menjadi awal
tindakan untuk kunjungan berikutnya
Konsultasi dan kolaborasi dengan tim

Penerapan
Klien

dalam keperawatan rumah


dipandang sebagai suatu keluarga dan
masyarakat
Perawat home care tidak hanya
berfokus pada kesehatan klien tetapi
juga faktor lain yang mempengaruhi
perawatan; keluarga, sosiokultural,
ekonomi, dan lingkungan

Assessing Phase
Data

yang sudah dikumpulkan


digunakan oleh dokter untuk membuat
rencana pengobatan dan pengembangan
rencana perawatan
Pendekatan holistik digunakan untuk
rencana pengembangan perawatan yang
sudah disepakati
Komponen dalam fase ini ada 7:

1. Initial Phone Call


Pengkajian

pada fase ini diawali dengan


dengan kontak telepon
Menggali atau mendapatkan gambaran
kondisi klien dan status kesehatan saat ini
Juga perlu ditanyakan usaha apa saja yang
sudah dilakukan
Data-data ini digunakan untuk rencana
kunjungan rumah dan juga untuk
mengantisipasi kejadian yang tidak terduga
saat perawat datang ke rumah klien

2. Assessment Interview
Tujuan

fase ini adalah mengumpulkan data


dan mengkumpulkan informasi lain yang
terkait dengan ststus kesehatan klien
Data dalam bentuk data subyektif yang
diperoleh dari pasien termasuk nonverbal
klien, keluarga, atau caregiver
Pengkajian tanya jawab sebagai wujud
dari hubungan terapeutik perawat-kliencaregiver

3. Historical Data Base


Elemen

penting data ini adalah


pengkaian lingkungan sosial, yang
menggambarkan pasien di rumah dan
lingkungan komunitasnya
Data sanitasi, status ekonomi, kondisi
tempat tinggal
Menggalai sumber-sumber pelayanan
yang ada di masyarakat untuk
keberlangsungan proses perawatan

Lanj
Pengkajian

keluarga di sarankan untuk


menggali semua sumber-sumber
dukungan dalam proses perawatan klien
Proses belajar, komunikasi, mekanisme
koping
Peran dan tanggungjawab setiap
anggota keluarga dikembangkan untuk
perencanaan perawatan

4. Nursing Health History


Menggali

persepsi sehat sakit klien


Menggali keluhan kebutuhan perawatan
dan harapan untuk masalah yang
dihadapi
Untuk mengetahui pola sehat dan sakit
klien, kemungkinan faktor resiko serta
ketersediaan sumber yang dimiliki
individu dan keluarga

5. Medication Assessment
Mengumpulkan

semua informasi obat


resep dan non resep yang dugunakan
Mencatat jenis obat, dosis, frekuensi,
cara pemberian setiap obat
Memahami efek pengobatan; alergi,
efek samping, efek terapeutik, serta
keluhan terhadap obat
Perubahan jenis obat, frekuensi harus
dicatat setiap kunjungan

6. Nutritional Assessment
Screning

nutrisi diperlukan pada klien


dengan resiko malnutrisi
Tipe malnutrisi keb(protesin/energi)
atau spesifik defisiensi, komplikasi,
serta kebiasaan makan

7. Physical Assessment
Merupakan

sumber informasi utama


untuk mengevaluasi status kesehatan
klien
Pendekatan yang digunakan adalah
head-to-toe, cara yang sistematik atau
menurut sistem tubuh
Termasuk pengkajian keterbatasan
fungsional (ADL)
Pengkajian spiritual dan mental
termasuk didalamnya

Diagnosing Phase
Setelah

pengkajian lengkap selanjutnya


adalah melakukan intepretasi data dan
menyusun diagnosa keperawatan
Statement diagnosa harus jelas dan
menggambarkan masalah kesehtan klien
Contoh; defisit pengetahuan, intoleransi
aktivitas, defisit kemandirian
Beberapa agensi menggunakan dx kep. Untuk
mengkoordiner kegiatan multi disiplin

Planning Phase
Care

of plan

Menekankan

pada partisipasi klien dalam


perencanaan perawatan

Patient

care plan

Perencanaan

ini dimunculkan untuk


penangnan multi disiplin
Pennaganan medis, intervensi, proyeksi
hasil perawatan, tujuan jangka panjang

Lanj
Outcomes

of care

Goals/tujuan

dikenal sebagai hasil jangka


panjang dari perawatan sampai pasien
dipulangkan
Outcomes/standar hasil merupakan
precise and measurable, merupakan
pencapaian yang mengarah pada goal

Implementation Phase
Peran

yang dikembangkan pada kasus


home care adalah sebagi manajer
kasus; saling menukar informasi dengan
klien/caregiver, mengkoordiner
rujukan, memfasilitasi konfren
multidisiplin dan advokasi klien
Implemntasi harus mampu
mengintegrasikan antara care of plan
dan patient care plan

Evaluation Phase
Evaluasi

mengukur keberhasilan
medikal treatment (tindakan
keperawatan, termasuk perawatan
multi disiplin) dan ketepatan
penggunaan sumber-sumber
Ini membandingkan perkembangan
dengan outcome perawatan dan
pencapaian jangka panjang terhadap
tujuan