Anda di halaman 1dari 20

BAHAN AJAR MANAJEMEN

PELAYANAN SEKTOR
PUBLIK
DR. TRESIA KRISTIANA,SE,M.Si

PERTEMUA 6

TRANSPARANSI DAN
AKUNTABILITAS
PELAYANAN PUBLIK

Perintah Konstitusi

Negara wajib melayani setiap

warga negara dan penduduk


untuk memenuhi kebutuhan
dasarnya dalam rangka
pelayanan umum dan
meningkatkan kesejahteraan
masyarakat

Kebijakan pemerintah untuk


mengembangkan transparansi
pelayanan publik diatur dalam
Keputusan Menteri Pendayagunaan
Aparatur Negara Nomor:
KEP/26/M.PAN/2/2004 tentang

Petunjuk Teknis Transparansi


dan Akuntabilitas Dalam
Penyelenggaraan Pelayanan
Publik
Implementasi dari
UUD 1945

Transparansi

Transparansi merupakan salah satu prinsip

dalam perwujudan pemerintahan yang baik


(good governance).
Transparansi meliputi seluruh

aspek
manajemen pelayanan publik meliputi :
Kebijakan perencanaan, pelaksanaan,
pengawasan/pengendalian dan laporan
hasil kinerjanya.

Penyelenggaraan Pemerintahan
Daya
Saing

SERVICE
Partisipasi
Masyarakat

EMPOWERMENT

Penyelenggaraan
Pemerintahan

Prinsip Demokrasi

Pemerataan

PEMERINTAHAN
BERSIH
Keadilan

Keistimewaan dan kekhususan

Intransparansi

Kepastian prosedur masih berbelit-belit

WIBAWA

PROBLEM

Waktu penyelesaian pelayanan kadang


kurang jelas

Pelayanan masih sulit diakses warga


Pelaksanaan pelayanan tidak semuanya
diinformasikan ke warga

Hakikat Pelayanan Publik adalah


pemberian pelayanan prima kepada
masyarakat yang merupakan
perwujudan kewajiban aparatur
pemerintah sebagai abdi masyarakat

Keputusan Menpan

No. 63 Tahun
2013

ASAS-ASAS PELAYANAN :
a. Transparan (bersifat terbuka, mudah dan dapat
diakses oleh semua pihak yang membutuhkan dan
disediakan secara memadai serta mudah
dimengerti);
b. Akuntabilitas (dapat dipertanggungjawabkan sesuai
dengan kebutuhan perundangan);
c. Partisipatif (mendorong peran serta masyarakat
dalam pelaksanaan pelayanan publik dengan
memperhatikan aspirasi, kebutuhan dan harapan
masyarakat);
d. Kondisional (sesuai dengan kondisi dan
kemampuan pemberi serta penerima pelayanan dgn
tetap berpegang pada prinsip efisiensi dan
efektifitas);
e. Kesamaan hak (tidak diskriminatif, dalam arti tidak
membedakan suku, ras, agama, golongan, gender
dan status ekonomi).
f. Keseimbangan hak dan kewajiban (pemberi dan
penerima pelayanan publik harus memenuhi hak
dan kewajiban masing-masing pihak)

REFLEKSI bagi KITA :


poin a >> sudah tercapai?
poin b >> sudah tercapai?
poin c >> sudah tercapai?
poin d >> sudah tercapai?
poin e >> sudah tercapai?

JIKA BELUM
TERCAPAI, apa yang
akan kita perbuat?

Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kesediaan untuk menjawab
pertanyaan publik (Sterling,1988:164, dalam
Kumorotomo,2005)
Kesulitan untuk menuntut pertanggungjawaban
pemerintah terhadap kualitas pelayanan publik
disebabkan pemerintah itu sendiri tidak tunggal.

AKUNTABILITAS
BPKP:
Akuntabilitas dipandang sebagai
perwujudan kewajiban seseorang atau unit
organisasi untuk
mempertanggungjawabkan pengelolaan
sumberdaya dan pelaksanaan kebijakan
yang dipercayakan kepadanya dalam
rangka pencapaian tujuan yang telah
ditetapkan melalui media
pertanggungjawaban berupa laporan
akuntabilitas kinerja secara periodik.

AKUNTABILITAS
Pusdiklat BPKP (2007):
Semakin meningkatnya tuntutan masyarakat
terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang
baik dan bersih (good and clean government)
telah mendorong pengembangan dan
penerapan sistem pertanggungjawaban yang
jelas, tepat, teratur dan efektifyang dikenal
dengan nama : SISTEM AKUNTABILITAS KINERJA
INSTANSI PEMERINTAH (SAKIP).

AKUNTABILITAS
1. Denhard (1998:18) : Akuntabilitas dikaitkan dengan
kualitas subyektif berupa tanggungjawab para
pejabat publik dan pentingnya kontrol struktur yang
menjami pertanggungjawaban tersebut.
2. Dwiyanto (2010) : kepercayaan ada dua jenis yakni
political trust dan social trust.
3. Blind (2007) : Kepercayaan terjadi ketika warga
menilai lembaga pemerintah dan para pemimpinnya
dapat memenuhi janji, efisien, adil dan jujur

AKUNTABILITAS
Dwivedi dan Jabbra (1989) : Akuntabilitas
pelayanan publik merupakan metode yang
digunakan oleh lembaga publik dan pejabat
publik dalam melaksanakan tugas dan
kewajiban, dan proses yang seharusnya
dilakukan lembaga atau pejabat publik
untuk mempertanggungjawabkan tindakantindakan yang dilaksanakan. Dipandang
sebagai sebuah strategi untuk memenuhi
standar yang dapat diterima dan sebagai
cara untuk mengurangi penyalahgunaan
kekuasaan dan kewenangan.

Problem Akuntabilitas
Kumorotomo (2005) : banyak perilaku birokrat
yang masih berorientasi kekuasaan bukannya
Kepentingan Publik ataupun Pelayanan Publik
serta adanya perbedaan besar antara apa yang
dimaui oleh rakyat dengan apa yang diputuskan
oleh pembuat kebijakan.

JENIS AKUNTABILITAS
TU

HAN
Akun
tabi
Transen litas
dental

Akuntabilitas
Keatas
Akuntabilitas
kepada staf

Publik
Akuntabilitas
ke bawah

Akuntabilitas
kepada diri
sendiri

JENIS AKUNTABILITAS
*) Polidano (1998) membedakan akuntabilitas menjadi dua
yaitu akuntabilitas langsung dan akuntabilitas tidak
langsung.
1. Akuntabilitas tidak langsung merujuk pada pertanggung
jawaban kepada pihak eksternal seperti masyarakat,
konsumen, atau kelompok klien tertentu,
2. Akuntabilitas langsung berkaitan dengan pertanggung
jawaban vertikal melalui rantai komando tertentu.

AKUNTABILITAS

AkuntabilitasAdministratif/Organisasiona
l

PEMERIN
TAHAN
BERSIH

Akuntabilitas Hukum

Akuntabilitas Politik

Akuntabilitas Profesi

Akuntabilitas Moral

Thank You!