Anda di halaman 1dari 33

HEPATITIS A

CASE REPORT
IBRAMU AL FURQAN
PEMBIMBING: DR. ANDI SUTANTO, SP.PD
RS TK.II MOH. RIDWAN MEAURAKSA

A)Identitas Pasien
o Nama
: Tn. Nafhi Sasri
o Tanggal Lahir
: 27/06/1979
o Umur
: 37 tahun
o Pekerjaan
o Agama

: Buruh harian lepas


: Islam

o Alamat
: Asrama POLRI Kemayoran. RT 06/09. Gunung Sahari
Selatan
o Tanggal Masuk RS : 10 Agustus 2016
o Tanggal Keluar RS: 15 Agustus 2016

Keluhan Utama:
Nyeri ulu hati 7 hari SMRS
Riwayat Penyakit Sekarang:
Pasien dating dengan keluhan nyeri ulu hati sejak 10 hari SMRS.
Keluhan disertai dengan mual, muntah, mata kuning, buang air
kecil seperti air teh, buang air besar dempul. Pasien mempunyai
riwayat konsumsi alcohol.

Riwayat Penyakit Dahulu: Pasien mengatakan tidak pernah sakit


seperti ini sebelumnya
Alergi: Disangkal
Riwayat Pengobatan: Disangkal
Riwayat penyakit dalam keluarga (Penyakit keturunan, penyakit
menular dan penyakit kejiwaan): Disangkal

Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum: Tampak sakit sedang
Kesadaran: Compos Mentis
Tanda Vital: TD = 110/70 mmHg, N= 68 x/menit,
RR= 20 x/menit, T= 37,3C, TB= 160 cm, BB= 62
kg
Kulit: Warna pucat (-), ikterik (+), sianosis (-),
pigmentasi kulit kehitaman (-), xantelasma (-),
turgor cepat kembali, kelembaban cukup.
Kelenjar Getah Bening: Kelenjar getah bening
submandibula, leher, axilla, dan inguinal tidak ada
pembesaran dan tidak nyeri pada penekanan.

Kepala dan Leher


Rambut: Warna hitam, lurus, tidak mudah dicabut
Kepala: Bentuk simetris, tidak ada trauma maupun memar, spider
telangiektasi (-), muka sembab (-)
Mata: konjungtiva anemis (-), sklera ikterik (+), pupil isokhor, refleks
cahaya (+/+)
Hidung: nafas cuping hidung (-), epistaksis (-), sekret (-)
Mulut: bentuk normal, gusi berdarah (-), atrofi papil lidah (-), stomatitis
angularis (-)

Tenggorokan: Faring hiperemis (-), Tonsil T0-T0


Leher: tidak ada pembesaran kelenjar getah bening, jugular venous
pressure tidak meningkat (5-2) cmH2O, kaku kuduk tidak ada
Thorax
Paru: Suara nafas vesikuler (+), wheezing (-), rhonki
(-)
Jantung: Bunyi jantung I II regular, murmur (-), gallop
(-)

Abdomen
I: Perut membuncit seperti perut katak (-)
Palpasi: Nyeri tekan (+) regio hipokondrium kanan dan epigastrium,
defans muskuler (-), tidak teraba massa di epigastrium. Heper tidak
teraba pembesaran. Lien tidak teraba pembesaran.
Perkusi: Timpani, shifting dullness tidak ada
A: Bising usus (+) normal
Ektremitas
Akral hangat, edema (-), eritem palmaris (-), kuku-kuku murche (-),
koilonichia (-)

Pemeriksaan Penunjang

Tanggal 9 Agustus 2016


Hemoglobin : 16.5 g/dl

Urinalisa

Leukosit

Warna
Berat Jenis

: 12.100 /ul

Hematokrit : 47 %

Nitrit

:-

: Kuning teh agak keruh

Leukosit

: 2-3 /LPB

: 1020

Eritrosit

: 0-1 /LPB

Trombosit

: 410.000 /ul Ph

:6

Imuno-Serologi

SGOT

: 451

Glukosa

:-

S. typhi O

SGPT

: 583

Protein

: +1

HBSAg

: Negatif

HIV

: Nonreaktif

Keton

:-

Bilirubin

: +3

Urobilinogen: Darah Samar : -

: 1/80

Tanggal 12 Agustus 2016


Fungsi hati

Gamma GT (GGT) : 240

Bilirubin

Fosfatase Alkali

: 224

Total

: 7.00

Immunologi

Direk

: 4.97

Virus Hepatitis

Indirek

: 2.91

Anti HAV IgG : Nonreaktif

SGOT

: 191

Anti HAV IgM : Nonreaktif

SGPT

: 726

Screening
HBsAGg

: Nonreaktif

Tanggal 15 Agustus 2016


Anti HAV IgM : H 10.4 (Reaktif). Normal <
1.0: Non reaktif

Diagnosis Primer
Hepatitis A Akut

Instruksi Medis
Terapi dr. Andi Sutanto, Sp.PD:
IVFD Aminofusin hepar : RL = 1:2
20tpm
Hapepro tab 3x1
Ondancetron Inj 3x1 amp
Ranitidin Inj 2x1 amp
Antasida syr 3xIC

Prognosis
Ad vitam
: dubia ad bonam
Ad functionam
: dubia ad bonam
Ad sanationam
: dubia ad malam

FOLLOW UP
Rabu, 10 Agustus 2016
S : demam (-), BAB +, mual (+), sakit kepala berkurang
O : Keadaan umum : sakit ringan sedang
Kesadaran: Compos Mentis
Tekanan darah: 110/60 mmHg, Nadi: 80 kali/menit, pernafasan 20
kali/menit,
Suhu: 36,9 oC.
C/P dalam batas normal
Abdomen: supel, bunyi usus (+) normal, nyeri tekan (+),
A : Hepatitis A
P :
IVFD Aminofusin hepar : RL = 1:2 20tpm
Hapepro tab 3x1
Ondancetron Inj 3x1 amp
Ranitidin Inj 2x1 amp
Antasida syr 3xIC

Kamis, 11 Agustus 2016


S

: Nyeri kepala bagian belakang dan perut terasa penuh

: Keadaan Umum : Sakit ringan - sedang


Kesadaran : Compos Mentis
Tekanan darah: 100/60 mmHg, Nadi: 64 kali/menit, pernafasan 20

kali/menit
A
P

: Hepatitis A

o IVFD Aminofusin hepar : RL = 1:2 20tpm


o Hapepro tab 3x1
o Ondancetron Inj 3x1 amp
o Ranitidin Inj 2x1 amp
o Antasida syr 3xIC

Jumat, 12 Agustus 2016


S

: Nyeri ulu hati berkurang, BAB dempul berkurang, BAK seperti air the sudah
mulai berkurang

: Keadaan Umum: Sakit ringan - sedang


Kesadaran: Compos Mentis
Tekanan darah: 105/60 mmHg, Nadi: 68 kali/menit, pernafasan 20

kali/menit
A
P

: Hepatitis A

o IVFD Aminofusin hepar : RL = 1:2 20tpm


o Hapepro tab 3x1
o Ondancetron Inj 3x1 amp
o Ranitidin Inj 2x1 amp
o Antasida syr 3xIC

Sabtu, 13 Agustus 2016


S

: Nyeri kepala bagian belakang, pusing, dan perut kembung

: Keadaan Umum: Sakit ringan - sedang


Kesadaran: Compos Mentis
Tekanan darah: 100/70 mmHg, Nadi: 80 kali/menit, pernafasan 18

kali/menit
Cor/Pul: Dalam batas normal
Abdomen: Bising usus positif normal, nyeri tekan epigastrium positif
A
P

: Hepatitis A

o IVFD Aminofusin hepar : RL = 1:2 20tpm


o Hapepro tab 3x1
o Ondancetron Inj 3x1 amp
o Ranitidin Inj 2x1 amp

Tinjauan Pustaka
Definisi
Hepatitis berarti radang atau pembengkakan hati. Hepatitis bisa
disebabkan oleh virus, alkohol, narkoba, obat (termasuk obat yang
diresepkan),

atau

racun.

Penyebab

lainnya

adalah

infeksi

oportunistik (IO). Tetapi kebanyakan hepatitis disebabkan oleh


infeksi virus. Ada 5 macam virus hepatitis, tipe A, B, C, D, dan E

Etiologi

Tipe A

Tipe B

Tipe C

Tipe D

Tipe E

Metode

Fekal-oral

Parenteral

Parenteral

Parenteral

Fekal-oral

Transmisi

melalui

orang seksual,

lain

perinatal

jarang

seksual, perinatal,

orang ke orang, memerlukan


perinatal

koinfeksi dengan
type B

Keparahan

Tidak ikterik

Parah

Menyebar luas, Peningkatan

dan

dapat

insiden kronis

asimptomatik

berkembang

dan gagal hepar

sampai kronis

akut

Sumber virus Darah,


saliva

feces, Darah,
semen,
vagina

saliva, Terutama
sekresi melalui darah

Melalui darah

Sama dengan D

Darah,
saliva

feces,

Alkohol
Menyebabkan alkohol hepatitis dan selanjutnya menjadi alkohol sirosis.
Obat-obatan
Menyebabkan toksik untuk hati, sehingga sering disebut hepatitis toksik dan hepatitis akut.

Virus Hepatitis A (HAV)


Masa inkubasi 15 50 hari (rata-rata 30 hari)
Distribusi di seluruh dunia; endemisitas tinggi di negara bekembang
HAV dieksresi di tinja oleh orang yang terinfeksi selama 1-2 minggu sebelum dan 1
minggu setelah awitan penyakit.
Viremia muncul singkat (tidak lebih dari 3 minggu), kadang-kadang sampai 90 hari
pada infeksi yang membandel atau infeksi yang kambuh.

Transmisi enterik (fekal-oral) predominan di antara anggota keluarga. Kejadian


luar biasa dihubungkan dengan sumber umum yang digunakan bersama,
makanan terkontaminasi dan air.
Faktor resiko lain meliputi :
o pusat perawatan sehari untuk bayi dan anak batita
o institusi untuk developmentally disanvantage
o berpergian ke negara berkembang
o perilaku seks oral anal
o pemakaian bersama pada IVDU (intra vena drug user)

Tidak terbukti adanya penularan maternal neonatal


Prevalensi berkolerasi dengan standar sanitasi dan rumah tinggal ukuran besar
Transmisi melalui transfusi darah sangat jarang

Patofisiologi

Tanda dan Gejala

Stadium praicterik berlangsung selama 4 7 hari. Pasien mengeluh sakit kepala, lemah, anoreksia, muntah,
demam, nyeri pada otot dan nyeri diperut kanan atas urin menjadi lebih coklat.

Stadium icterik berlangsung selama 3 6 minggu. Icterus mula mula terlihat pada sklera, kemudian pada kulit
seluruh tubuh. Keluhan keluhan berkurang, tetapi klien masih lemah, anoreksia dan muntah. Tinja mungkin
berwarna kelabu atau kuning muda. Hati membesar dan nyeri tekan.

Stadium pascaikterik (rekonvalesensi). Ikterus mereda, warna urin dan tinja menjadi normal lagi. Penyebuhan
pada anak anak menjadi lebih cepat pada orang dewasa, yaitu pada akhir bulan ke 2, karena penyebab yang
biasanya berbeda

Pemeriksaan Diagnostik
Pemeriksaan pigmen

Pemeriksaan protein
protein totel serum

urobilirubin direk

albumin serum

bilirubin serum total

globulin serum

bilirubin urine

HbsAG

urobilinogen urine

Waktu protombin
Pemeriksaan

serum

urobilinogen feses
transaminase
AST atau SGOT
ALT atau SGPT

transferase

dan

Tatalaksana
Penatalaksanaan untuk hepatitis A :
1. Dehidrasi berat diindikasikan untuk rawat inap
2. Tidak ada terapi medicamentosa karena pasien bisa sembuh sendiri
3. Pemeriksaan bilirubin pada minggu kedua dan ketiga untuk pemantauan
4. Pembatasan aktivitas fisik agar tidak membebani hati hingga fungsi hati
kembali normal.
5. Dihindari makanan yang mengandung alkohol atau hepatotoksik. Pemberian
makanan intravena mungkin perlu selama fase akut bila pasien terus menerus
muntah.

Pencegahan

Pencegahan hepatitis virus secara umum :


Memelihara sanitasi yang baik dan kebersihan diri. Cuci tangan kamu sebelum
makan dan setelah dari toilet
Minum air yang sudah masak oleh sistem pencucian air
Jika transportasi tidak berkembang atau kota non industri, minum hanya dengan
air botol. Hindarkan makanan yang telah dicuci dengan air, seperti sayuran
mentah, buah dan sup
Pergunakan sanitasi yang baik untuk mencegah panyebaran kuman antar
anggota keluarga. Jangan menggunakan bagian tempat tidur dari linen, handuk,
alat makan dan gelas minuman sesama keluarga

Pencegahan terhadap infeksi hepatitis A secara enterik:


Pencegahan dengan imunoprofilaksis
1. Imunoprofilaksis sebelum paparan
a. Vaksin HAV yang dilemahkan
Efektifitas tinggi (angka proteksi 94 100 %)
Sangat imunogenik (hampir 100% pada subjek sehat)
Antibodi protektif terbentuk dalam 15 hari pada 85 90% subjek
Aman, toleransi baik
Efektifitas proteksi selama 20 50 tahun
Efek samping utama adalah nyeri di tempat penyuntikan

Dosis dan jadwal vaksin HAV


> 19 tahun, 2 dosis HAVRIX (1440 Unit Elisa) dengan interval 6-12 bulan
anak > 2 tahun, 3 dosis HAVRIX (360 Unit Elisa), 0, 1, dan 6-12 bulan atau 2
dosis (720 Unit Elisa), 0, 6-12 bulan

Indikasi vaksinasi
Pengunjung di daerah resiko tinggi
Homoseksual dan biseksual
IVUD
Anak dan dewasa muda pada daerah yang pernah mengalami kejadian luar biasa luas
Anak pada daerah dimana angka kejadian HAV lebih tinggi dari angka nasional
Pasien yang rentan dengan penyakit hati kronik
Pekerja laboratorium yang menangani HAV
Pramusaji
Pekerja pada bagian pembuangan air

Imunoprofilaksis pasca paparan


Keberhasilan vaksin HAV pada pasca paparan belum jelas
Keberhasilan imunoglobulin sudah nyata akan tetapi tidak sempurna
Dosis dan jadwal pemberian imunoglobulin :
o Dosis 0,02 ml/kg, suntikan pada daerah deltoid sesegera mungkin
setelah paparan
o Toleransi baik, nyeri pada daerah suntikan
o Indikasi : kontak erat dan kontak dalam rumah tangga dengan infeksi
HAV akut