Anda di halaman 1dari 15

1.

GASIFIKASI

Teknologi pemanfaatan batubara dimana batubara


dirubah menjadi gas

PRINSIP PROSES :
Meningkatkan Nisbah antara atom Hidrogen dengan
atom Karbon (H/C) sehingga mirip dengan nisbah H/C
pada minyak dan gas alam

HIDROGEN/CARBON RATIO

HIDROGEN : CARBON RATIO

4
3
2
1
0
G

4
CH

LP

EL
FU IL
O

AL

SGA INE
L
O

CO

TINJAUAN

PROSES :

Batubara direaksikan dengan gas pereaksi (oksigen,


uap air, CO2 atau campurannya.
Batubara + Media Gasifikasi CO, H2 + CH4, CO2 +
H2O + Gas Kotor
(NH3,COS,H2S)

Faktor yg berpengaruh dlm gasifikasi :

a. Karakteristik BB
Sifat coking n aglomerasi bb pd saat dipanaskan. Sifat2 ini akan menetukan
reactor (gasifier) yg digunakan.

b. Ttk leleh abu.


Sifat ini penting krn temp operasi akan menentukan btk abu sewaktu tjd reaksi
gasifikasi dan pembakaran.
Utk bb dg ttk leleh abu rendah mk pd saat operasi abu mencair membtk slag.
Penmbahan steam akan menurunkan temp operasi ttp apabila gasifikasi
berlangsung pd tem tinggi mk abu dikeluarkan dlm btk cair
Bila ttk leleh abu bb tinggi mk abu akan dikeluarkan dlm btk pdt.

c. Uk butir bb
Menentukan jenis reaktan, kec reaksi dan losis bb.

d. Rank Bb
Mempengaruhi reaktifitas bb.

e. Katalis
Katalis yg dpt digunakan :
-Senyawa Ca, Zn, Na
-Garam alkali dan alkali tanah

Keuntungan : temp reaksi lbh rendah berarti karbon lebih aktif.

Tahap2 Gasifikasi
a. Pelepasan Air
Daerah pengeringan posisinya tergantung dr jenis
gasifier yg digunakan

b. Tahap Pirolisis
Pd thp ini tjd devolatilisasi zat terbang pd suhu 500 C
bb kontak dgn gas panas shg air keluar

c. Tahap Gasifikasi / Reduksi


Pd thp ini reaksi memerlukan panas n panas yg
digunakan adl dr hsl pembakaran bb.

d. Tahap Pembakaran
Temp pembakaran 1100-1300C
Gas2 yg dihslkan adl = CO,H2,CO2, uap, methan dan
gas sulfur.

Reaksi
1. Reaksi Oksidasi dari C
C + O2 CO2
2CO + O2 2CO2
2. Reaksi Oksidasi dari H dalam zat terbang

H2 + O2 H2O
3. Reaksi Carbon dengan uap dan CO2
C + H2O CO + H2
C + CO2 2 CO
4. Reaksi perubahan air menjadi gas
H2O + CO CO2 + H2
5. Proses Dekomposisi zat terbang
CnHm n m/4 CH4
6. Hidrogenasi dari zat terbang dan carbon aktif
CnHm + .. H2 (n) CH4
C + 2 H2 CH4

SKEMA REAKSI GASIFIKASI BATUBARA

Berdasarkan medium gasifikasi yg ditambahnkan ke


dlm proses mk produk gasifikasi dpt dibedakan
mjd
a.
LBG: (Low BTU Gas)
Bila medium yg ditambahkan adalah udara dan steam, mk gas yg
dihasilkan mengandung cukup banyak N2.
Gas ini mpy nilai kalor 90-180 BTU/Cuft. Shg gas ini sering disebut Low BTU
utk keperluan bhn bkr industri gelas, metal, semen, makanan
b. MBG (Medium BTU Gas)
Bila dlm proses gasifikasi ditambahkan oksigen n steam shg gas yg
dihasilkan tdk banyak mengandung N2.
Nilai kalor sedang.:250-400 Btu/cuft shg gas disebut medium btu gas
Gas ini tdk byk mengandung N shg komponen utamnya adl senyawa2 reaktif.
Produk ini digunakan oleh industri petrokimia, misal CH3OH, NH3, bensin, Kerosin

c. SNG (Synthesis Natural Gas)


Komp utama dr gas yg dihslkan CH4 kadang2 produk ini disebut sbg
subtitute natural gas (SNG)
krn komposisinya mirip gas alam. NK 900-1000 Btu/cuft.
Sbg bhn bkr pengganti gas alam

PENGGOLONGAN PROSES GASIFIKASI


Berdasarkan : METODE KONTAK ANTAR REAKTAN
1. FIXED BED
Batubara dionggokkan di dalam reaktor, diatas grate
sifat khas metode kontak ini adalah adanya perbedaan
temperatur pada berbagai tempat reaktor.
Contoh : Proses LURGI

2. FLUIDIZED BED
Pencampuran dan cepatnya perpindahan panas dalam
reaktor menyebabkan temperatur menjadi seragam di
seluruh reaktor.
Contoh : Proses WINKLER

3. ENTRAINED BED
Batubara dimasukkan kedalam reaktor bersama-sama
Media gasifikasi dalam bentuk suspensi.
Contoh : Proses KOPPER - TOTZEK

4. MOLTEN SALT
Batubara dimasukkan secara co-current dengan gas
Pereaksi kedalam reaktor.
Sumber panas untuk reaksi endotermik diperoleh
Dengan melelehkan besi tua (scraps) didalam reaktor
Tersebut.
Contoh : Proses RUMMEL-OTTO

Proses
Jenis Gasifier

LURGI

WINKLER

K-T

R-O

Fixed Bed

Fluidized Bed

Entrained Bed

Molten Bath

Tekanan (atm)

20 30

Temperatur, K

270 900

1000 1100

1400 1800

1800 2000

Tipe Batubara

Non Caking

Non Caking

Non Caking

Non Caking

Ukuran Batubara

6 50 mm

< 3 mm

< 0,1 mm

< 1,0

Kering

Kering

Lelehan

Lelehan

3,3:1 3,75:1

0,6:1 1:1

0,14:1 0,6:1

0,22 - 1

CO2

31,1

16,0

6,9

13,6

CO

15,3

45,1

64,3

52,0

H2

40,8

36,5

27,1

32,1

CH4

11,1

1,6

0,1

0,4

N2 + Ar

1,0

0,8

0,9

1,9

Temperatur,K

800

1200

1200 1700

1300

11600

10200

10500

10500

Bentuk Abu
Ratio steam/O
Gas Hasil
Komposisi

Nilai kalor, KJ/m3

Beberapa Faktor yang menjadi Penghambat berkemBangnya industri gas sintesa di negara-negara maju :
Besarnya biaya untuk proyek lain, seperti jaringan
pipa gas, meliputi instalasi pabrik dan pendistribusiannya serta penyiapan SDM
Masalah transportasi batubara umpan maupun
pengaliran gas sintesa
Finansial yang besar