Anda di halaman 1dari 13

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan

Terjadinya Diabetes Melitus di Puskesmas Sering


Kecamatan Medan Tembung Periode Januari-Mei
2014
Oleh
Para Sikin 091001221
Nofianti Fadillah 091001206
Retno Wulandari 121001455

Latar Belakang
Di Dunia
Di
Indonesia
Diabete
s
Melitus

Provinsi
Sumatera
Utara
Medan

Rumah Sakit

Puskesmas

Rumusan Masalah
Apakah faktor-faktor yang
Berhubungan dengan
terjadinya Diabetes Melitus?.

Tujuan
Peneliti
an
MANFAAT PENELITIAN
Hasil penelitian diharapkan akan
bermanfaat untuk :
1.Penelitian. Hasil penelitian ini diharapkan
dapat digunakan sebagai sumber data
untuk kepentingan penelitian selanjutnya.
2.Pelayanan Kesehatan. Sebagai masukan
dalam merencanakan program
pencegahan terhadap penderita Diabetes

Tujuan Umum:Untuk
mengetahui faktor-faktor
yang berhubungan dengan
terjadinya Diabetes Melitus
di Puskesmas Sering
Kecamatan Medan
Tembung periode JanuariMei 2014

Tujuan
Khusus:
Untuk
mengetahui
hubungan umur,
Jenis Kelamin,
pekerjaan dan
tingkat
pendidikan
dengan
terjadinya
Diabetes Melitus

BAB II

FaktorFaktor yang
berpengaruh

Pengerti
an
Diabetes
Melitus

Etiologi
Klasifikas
i
Diagnosa

1.Umur
2.Jenis Kelamin
3.Pekerjaan
4.Tingkat
Pendidikan

Pilar
penatalaksanaan
DM

Kerangka
Konsep

Umur
Jenis Kelamin
Pekerjaan
Tingkat
Pendidikan

Terjadinya
Diabetes
Melitus

Variabel
Diabetes
Melitus

Umur

Jenis Kelamin

Pekerjaan

Tingkat
pendidikan

Definisi operasional

Alat
dan
pengukuran
suatu kelompok penyakit Rekam medis
metabolik
dengan
karakteristik
hiperglikemi
yang
terjadi
karena
kelainan sekresi insulin,
kerja insulin atau keduaduanya.
satuan
waktu
yang Rekam medis
mengukur
waktu
keberadaan suatu benda
atau makhluk baik yang
hidup maupun yang mati.
Kelas atau kelompok yang Rekam medis
terbentuk
dalam
suatu
spesies
sebagai
sarana
atau
sebagai
akibat
digunakannya
proses
reproduksi seksual untuk
mempertahankan
keberlangsungan
spesies
itu.
Sebuah kegiatan aktif yang Rekam medis
dilakukan oleh manusia.
Pembelajaran pengetahuan, Rekam medis
keterampilan,
dan
kebiasaan
sekelompok
orang yang ditransfer dari
suatu generasi ke generasi
berikutnya
melalui
pengajaran, pelatihan, atau

cara Hasil pengukuran

Skala
pengukuran
Nominal

a.
b.

DM
Tidak DM

a.
b.

Usia produktif
Usia lanjut

Interval

a.
b.

Laki-laki
Perempuan

Nominal

a.
b.
c.
a.
b.
c.

Belum bekerja
PNS
Wiraswasta
Rendah
Sedang
Tinggi

Ordinal

Ordinal

Definisi
Operasional

Hipotesis
Penelitian
1. H0 : Tidak ada hubungan umur dengan
terjadinya Diabetes Melitus di Puskesmas
Sering Kecamatan Medan Tembung
2. H0 : Tidak ada hubungan jenis kelamin dengan
terjadinya Diabetes Melitus di Puskesmas
Sering Kecamatan Medan Tembung.
3. H0: Tidak ada hubungan pekerjaan dengan
terjadinya Diabetes Melitus di Puskesmas
Sering Kecamatan Medan Tembung.
4. H0: Tidak ada hubungan tingkat pendidikan
dengan terjadinya Diabetes Melitus di
Puskesmas Sering Kecamatan Medan
Tembung

Metode Penelitian
Jenis Penelitian
Rancangan penelitian yang
digunakan adalah penelitian
survei analitik dengan desain
case control.
Tempat dan Waktu
Dilaksanakan di Puskesmas
Sering Kecamatan Medan
Tembung
dimulai dari 23 Juni 5 Juli 2014

Kriteria Inklusi &


Ekslusi

Kriteria Inklusi
Semua penderita Diabetes
Melitus yang datang ke poli
Diabetes Melitus
Puskesmas Sering
Kecamatan Medan
Tembung.
Penderita dengan usia
produktif yaitu yang
berusia 15-64 tahun.

Kriteria Ekslusi
Pasien Diabetes Melitus
Populasi Penelitian
dengan
komplikasi.
1.Populasi kasus yaitu jumlah pasien yang
berobat
ke Klinik
Diabetes di Puskesmas Sering Medan Kecamatan Medan
Tembung pada periode bulan Januari- Mei 2014 dengan
diagnosa Diabetes Melitus.
2.Populasi Kontrol yaitu semua pasien yang berobat ke poli
umum di Puskesmas Sering Kecamatan Medan Tembung
pada periode bulan Januari-Mei 2014.

Sampel = 63 orang dengan jumlah populasi 170


didapat dengan rumus Slovin
Keterangan :
n: Jumlah sampel
N: Jumlah populasi
d2= Tingkat kepercayaan

Sampel dan Cara Pengambilan


sampel
Dengan hasil yang didapatkan yaitu 62,9
maka akan dibulatkan menjadi 63
sampel. Sampel dilakukan untuk
mewakili dari populasinya. Cara
pengambilan sampel melalui probability
sampling dengan jenis simple random
sampling. Sampel diambil dari populasi
secara random dari populasi kasus dan

Metode Pengumpulan data


Data yang digunakan dalam penelitian ini
menggunakan data sekunder dari data
kunjungan pasien yang ber kunjung ke poli
Diabetes Melitus Puskesmas Sering Kecamatan
Medan Tembung pada periode bulan Januari-Mei
Tehknik Pengukuran Data
2014.
Penelitian ini proses pemasukan dan
pengolahan data menggunakan program
komputer.
Metode Analisis Data
a. Analisa Data Univariat
Dilakukan terhadap tiap variabel dalam hasil penelitian.
b. Analisa Data Bivariat
Dilakukan terhadap dua variabel yang diduga berhubungan
atau berkolerasi.
c. Analisa Data Chi Square

Terima
kasih

DAFTAR PUSTAKA

1.Depkes, RI. 2009. Rencana Strategis Departemen Kesehatan Tahun 2009-2014. Jakarta
http://www.depkes.go.id/ Rencanastrategi2009-2014 .vw=2&1d=2383
2.Kemenkes RI.2014. Tentang Diabetes Melitus. Jakarta
http://www.depkes.go.id/index.php?vw=2&1d=2383
3.International Diabetes Federation. 2013. Fakta dan Angka Diabetes. Belgia.
http://www.idf.org/worlddiabetesday/toolkit/gp/facts-figures
4.Soegondo, S, dkk, 2004. Penatalaksanaan Diabetes Mellitus Terpadu. FKUI. Jakarta.
5.Soegondo, S, dkk, 2002. Penatalaksanaan Diabetes Mellitus Terpadu. FKUI. Jakarta.
6.Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Utara, 2008. Surveilans Terpadu Penyakit Tidak Menular
2008.
7.http://www.diskes.Sumutprov.go.id/berita_isipenyakittidakmenularsurveilens.php?kodenya4
8.Dinas Kesehatan Kota Medan, 2009. Surveilans Terpadu Penyakit Tidak Menular 2009.
http://www.pemkomedan.go.id/Stptm.dis_kes.php
9.Wicaksono RP. 2011. Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe
2. KTI. FK UNDIP. Semarang.
10.Harahap ER. 2010. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Penderita Diabetes Melitus (DM)
dengan Pemanfaatan klinik Diabetes Melitus di Puskesmas Sering Kecamatan Medan Tembung
tahun 2010. Skripsi. FKM USU. Medan.
11.Sudoyo AW. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid III Edisi Kelima. Balai Penerbit FKUI.
Jakarta.

PERKENI, 2009. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Klien dengan Diet Diabetes Melitus Tipe-2
Tahun 2009.
Rubenstein D. 2007. Lecture Notes: Kedokteran Klinis. Edisi keenam. Penerbit Erlangga.
Jakarta.
Mansyoer A, dkk. 2001. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi Ketiga Jilid 1. FKUI. Jakarta.
Kowalak JP, dkk. 2011. Buku Ajar Patofisiologi. Editor, Jennifer P Kowalak; Alih bahasa, Andri
Harton. EGC. Jakarta.
Depkes RI. 2009. Usia Menurut Departemen Kesehatan. Jakarta. http://www.depkes.go.id/
kategoriumurdewasadnalainnya.2009.vw=2&1d=2383
Lestari TCA. 2011. Hubungan Pemberian Jus Jambu Merah (Psidium guajava linn) terhadap
Kadar Kolesterol Mencit (Mus Musculus) Diabetik. Skripsi. FKUSU. Medan
Jelantik IMG, Haryati E. 2014. Hubungan Faktor Resiko Umur, Jenis Kelamin, Kegemukan dan
Hipertensi dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Mataram.
Volume 8, No 1. Media Bina Ilmiah. Widyaiswara BPTK Mataram Dinkes Prop. NTB
Poerwadaminta WJS. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: PN Balai Pustaka, 2006.
Depkes RI. 2009. Pengelompokkan Pekerjaan Menurut Kementrian Kesehatan. Jakarta.
http://www.depkes.go.id/pekerjaanpembagiandarimenkes.//2009.vw=2&1d=2383
Agustina T. 2009. Gambaran Sikap Pasien Diabetes Melitus di Poli Penyakit Dalam RSUD DR
Moewardi Surakarta Terhadap Kunjungan Ulang Konsultasi Gizi. KTI. FIK UMS Gizi. Surakarta.
Notoatmodjo S. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta. Jakarta.