Anda di halaman 1dari 13

DISKUSI

KELOMPOK
MAHASISWA AKBID
BINA HUSADA
JEMBER
2015-2016

N
A
B
U
T
E
K
R
I
A
I
L
O
B
M
E

ASKEB IV PATOLOGI

OLEH :
1.KURROH AL AENI
2.MAULINDA AGUSTIN
3.RENI ULFA LAILATUL M
4.RISKA PUTRINA
5.RISKIYAH
6.SELVIATUL L
7.SITI ANISA

EMBOLI AIR KETUBAN

PENGE
RTIAN
EMBO
LI AIR
KETUB
AN

ETIO
LOGI

MANIFESTASI
KLINIK

PENANGANAN

PATOFISI
OLOGI

PENGERTIAN EMBOLI AIR


KETUBAN
Emboli cairan ketuban adalah masuknya cairan
ketuban beserta komponennya ke dalam
sirkulasi darah ibu
Dua tempat utama masuknya cairan ketuban
dalam sirkulasi darah maternal adalah vena yang
dapat robek sekalipun pada persalinan normal.
Ruptura uteri meningkatkan kemampuan
masuknya cairan ketuban.

Etiologi
Multiparitas
Usia lebih dari 30 tahun
Janin besar intrauteri
Kematian janin intrauteri

Mekonium dalam cairan ketuban


Kontraksi uterus yang kuat
Insidensi yang tinggi kelahiran dengan operasi

Manifestasi klinik
Tekanan darah turun secara signifikan dengan hilangnya diastolik pada saat pengukuran ( Hipotensi )
Dyspnea
Batuk
Sianosis perifer dan perubahan pada membran mukosa akibat dari hipoksia.
Janin Bradycardia sebagai respon terhadap hipoksia, denyut jantung janin dapat turun hingga kurang
dari 110 denyut per menit (dpm). Jika penurunan ini berlangsung selama 10 menit atau lebih, itu adalah
Bradycardia. Sebuah tingkat 60 bpm atau kurang lebih 3-5 menit mungkin menunjukkan Bradycardia
terminal.
Pulmonary edema.
Cardiac arrest.
Rahim atony: atony uterus biasanya mengakibatkan pendarahan yang berlebihan setelah melahirkan.
Kegagalan rahim untuk menjadi perusahaan dengan pijat bimanual diagnostik.
Koagulopati atau pendarahan parah karena tidak adanya penjelasan lain (DIC terjadi di 83% pasien.)

Penatalaksanaan

Terapi krusnal , meliputi : resusitasi , ventilasi , bantuan


sirkulasi , koreksi defek yang khusus ( atonia uteri , defek
koagulasi ).
Penggatian cairan intravena & darah diperlukan untuk
mengkoreksi hipovolemia & perdarahan .
Oksitosin yang di tambahkan ke infus intravena membantu
penanganan atonia uteri.
Morfin ( 10 mg ) dapat membantu mengurangi dispnea dan
ancietas .
Heparin membantu dalam mencegah defibrinasi
intravaskular dengan menghambat proses perbekuan.
Amniofilin ( 250 500 mg ) melalui IV mungkin berguna bila
ada bronkospasme .
Isoproternol menyebabkan vasodilatasi perifer, relaksi otot
polos bronkus, dan peningkatan frekuensi dan kekuatan
jantung. Obat ini di berikan perlahan lahan melalui Iv untuk
menyokong tekanan darah sistolik kira kira 100 mmHg.

Lanjutan..........

Kortikosteroid secara IV mungkin bermanfaat .


Heparin membantu dalam mencegah defibrinasi intravaskuler
dengan menghambat proses pembekuan.
Oksigen diberikan dengan tekanan untuk meningkatkan.
Untuk memperbaiki defek koagulasi dapat digunakan plasma beku
segar dan sedian trombosit.
Defek koagulasi harus dikoreksi dengan menggunakan heparin /
fibrinogen.
Darah segar diberikan untuk memerangi kekurangan darah; perlu
diperhatikan agar tidak menimbulkan pembebanan berlebihan
dalam sirkulasi darah.
Digitalis berhasiat kalau terdapat kegagalan jantung.

Ilmu Bermanfaat
Berguna untuk orang lain