Anda di halaman 1dari 66

CHAPTER 2

LOGO

STRUKTUR ATOM &


SPU
Komeyni Rusba

PERKEMBANGAN MODEL
ATOM

Filosof Yunani
(2500 tahun lalu)

Democritus (460-370 SM)


Jika suatu benda dibelah
terus menerus, maka
pada saat tertentu akan
didapat bagian yang tidak
dapat dibelah lagi.

ATOM

Bagian terkecil dari suatu unsur yang tidak


dapat dibelah lagi namun masih memiliki
sifat kimia dan sifat fisika benda asalnya.

John Dalton (1803)

Teori

Kelemahan

1. Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang


sudah tidak dapat dibagi lagi.
2. Atom digambarkan sebagai bola pejal yang
sangat kecil, suatu unsur memiliki atom-atom yang
identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda.
3. Atom-atom bergabung membentuk senyawa
dengan perbandingan bilangan bulat dan
sederhana.
4. Reaksi kimia merupakan pemisahan atau
penggabungan atau penyusunan kembali dari
atom-atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan
atau dimusnahkan.
Tidak dapat menerangkan suatu larutan dapat
menghantarkan listrik. Bagaimana mungkin suatu bola
pejal dapat menghantarkan listrik, padahal listrik
adalah elektron yang bergerak. Berarti ada partikel lain
yang dapat menyebabkan terjadinya daya hantar
listrik.

Joseph John Thomson (1897)


Partikel bermuatan negatif
(elektron) dapat dibelokkan ke
arah kutub positif medan listrik
Thomson mengusulkan model
atom seperti roti kismis.
Bola pejal yang permukaannya
dikelilingi elektron dan partikel
lain yang bermuatan positif
sehingga atom bersifat netral.

Kelemahan model Thomson ini


tidak dapat menjelaskan susunan
muatan positif dan negatif dalam
bola atom tersebut.

Robert Andrew Milikan (1908)


Minyak disemprotkan ke
dalam tabung yang
bermuatan listrik. Akibat gaya
tarik gravitasi akan
mengendapkan tetesan
minyak yang turun. Bila
tetesan minyak diberi muatan
negatif maka akan tertarik ke
kutub positif medan listrik.
Muatan tetes-tetes minyak
selalu bulat dari suatu
muatan tertentu, yaitu 1,602
x 10-19 coulomb

Ernest Rutherford (1910)


Eksperimen yang
dilakukan Rutherford
adalah penembakan
lempeng tipis dengan
partikel alpha
Ternyata partikel itu ada
yang diteruskan,
dibelokkan atau
dipantulkan.
Berarti di dalam atom
terdapat susunan partikel
bermuatan positif dan
negatif.

Hipotesa dari Rutherford adalah atom yang tersusun dari inti


atom dan elektron yang mengelilinginya (Tata Surya)
Kelemahan dari Rutherford tidak dapat menjelaskan
mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom.
Berdasarkan teori fisika, gerakan elektron mengitari inti ini
disertai pemancaran energi sehingga lama - kelamaan
energi elektron akan berkurang dan lintasannya makin lama
akan mendekati inti dan jatuh ke dalam inti

Neils Bohr (1913)


Menggunakan spektrum atom hidrogen. Postulatnya:
a. Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan dikelilingi
oleh elektron yang bermuatan negatif di dalam suatu
lintasan.
b. Elektron dapat berpindah dari satu lintasan ke yang lain
dengan menyerap atau memancarkan energi sehingga
energi elektron atom itu tidak akan berkurang.
Kelemahan model atom ini adalah:
tidak dapat menjelaskan spektrum
warna dari atom berelektron
banyak. Sehingga diperlukan
model atom yang lebih sempurna
dari model atom Bohr.

Partikel dasar Penyusun Atom

X
A

= Lambang atom
= Nomor Massa
= Jumlah proton +
Netron
Z
= Nomor Atom
= Jumlah elektron
Untuk Atom Netral
Jumlah proton = Jumlah
elektron

27
13

Al

27
13

Al

ISOTOP

13
7

Isoton dan Isobar


Isoton
Isoton ialah atom dari unsur yang berbeda (mempunyai nomor atom
berbeda),tetapi mempunyai jumlah neutron yang sama.Karena nomor
atomnya berbeda maka sifat-sifatnya juga berbeda.
Isobar
Isobar adalah atom dari unsur yang berbeda (mempunyai nomor atom
berbeda) tetapi mempunyai jumlah nomor massa yang sama. Karena
nomor atomnya berbeda maka sifat-sifatnya juga berbeda.

Teori Atom Modern


Werner Heisenberg (1923) mengembangkan teori mekanika
kuantum yang dikenal dengan prinsip ketidakpastian yaitu
Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum
suatu benda secara seksama pada saat bersamaan, yang
dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron
pada jarak tertentu dari inti atom.
Erwin Schrdinger (1926)
Daerah ruang di sekitar inti dengan kebolehjadian untuk
mendapatkan elektron disebut orbital. Bentuk dan tingkat
energi orbital dirumuskan oleh Erwin Schrdinger. Erwin
Schrdinger memecahkan suatu persamaan untuk
mendapatkan fungsi gelombang untuk menggambarkan
batas kemungkinan ditemukannya elektron dalam tiga
dimensi

Persamaan Schrdinger

Penyelesaian dari persamaan Schrdinger adalah


4 bilangan kuantum

Bilangan Kuantum Utama (n)


Bilangan kuantum utama (n): menunjukkan lintasan
elektron dalam atom.
n mempunyai harga 1, 2, 3, .....
n = 1 sesuai dengan kulit K
n = 2 sesuai dengan kulit L
n = 3 sesuai dengan kulit M, dan seterusnya
Tiap kulit atau setiap tingkat energi ditempati oleh sejumlah
elektron. Jumlah elektron maksimum yang dapat
menempati tingkat energi itu harus memenuhi rumus Pauli
= 2n2.
Contoh:
kulit ke-4 (n=4) dapat ditempati maksimum= 2 x 42 elektron
= 32 elektron

Bilangan kuantum azimuth (l)


Menunjukkan sub kulit di mana elektron itu bergerak
sekaligus menunjukkan sub kulit yang merupakan penyusun
suatu kulit.
Bilangan kuantum azimuth mempunyai harga dari 0 sampai
dengan (n-1).
n = 1 ; l = 0 ; sesuai kulit K
n = 2 ; l = 0, 1 ; sesuai kulit L
n = 3 ; l = 0, 1, 2 ; sesuai kulit M
n = 4 ; l = 0, 1, 2, 3 ; sesuai kulit N, dan seterusnya
Sub kulit yang harganya berbeda-beda ini diberi nama
khusus:
l = 0 ; sesuai sub kulit s (s = sharp)
l = 1 ; sesuai sub kulit p (p = principle)
l = 2 ; sesuai sub kulit d (d = diffuse)
l = 3 ; sesuai sub kulit f (f = fundamental)

Orbital s

Orbital p

Orbital d

Orbital f

Bilangan kuantum magnetik (m)


Bilangan kuantum magnetik (m): mewujudkan adanya
satu atau beberapa tingkatan energi di dalam satu sub
kulit. Bilangan kuantum magnetik (m) mempunyai harga
(-l) sampai harga (+l).
Untuk:
l = 0 (sub kulit s), harga m = 0 (mempunyai 1 orbital)
l = 1 (sub kulit p), harga m = -1, O, +1 (mempunyai 3
orbital)
l = 2 (sub kulit d), harga m = -2, -1, O, +1, +2 (mempunyai
5 orbital)
l = 3 (sub kulit f), harga m = -3, -2, O, +1, +2, +3
(mempunyai 7 orbital)

Bilangan Kuantum Spin (s)


Bilangan kuantum spin (s): menunjukkan arah perputaran
elektron pada sumbunya.
Dalam satu orbital, maksimum dapat beredar 2 elektron dan
kedua elektron ini berputar melalui sumbu dengan arah yang
berlawanan, dan masing-masing diberi harga spin +1/2 atau
-1/2.
Pertanyaan:
Bagaimana menyatakan keempat bilangan kuantum dari
elektron 3s1 ?
Jawab:
Keempat bilangan kuantum dari kedudukan elektron 3s1
dapat dinyatakan sebagai,
n= 3 ; l = 0 ; m = 0 ; s = +1/2 ; atau -1/2

Konfigurasi Elektron
1. Aturan Aufbau

1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2, dan seterusnya

2. Aturan Hund
Dalam subkulit yang sama semua orbital masing-masing
terisi satu elektron terlebih dengan arah panah yang sama
kemudian sisa elektronnya baru diisikan sebagai elektron
pasangannya dengan arah panah sebaliknya.

Penyingkatan konfigurasi elektron

Larangan Pauli

Tidak ada 2 elektron yang memiliki keempat


bilangan kuantum yang sama
Bilangan Kuantum 8 elektron O :
e1 : n = 1, l = 0, m = 0,

s=+

e2 : n = 1, l = 0, m = 0,

s=

e3 : n = 2, l = 0, m = 0,

s=+

e4 : n = 2, l = 0, m = 0,

s=

e5 : n = 2, l = 1, m = 1, s = +
e6 : n = 2, l = 1, m = 0,

s=+

e7 : n = 2, l = 1, m = +1, s = +
e : n = 2, l = 1, m = 1, s =

Aturan Penuh-Setengah Penuh


Suatu elektron mempunyai kecenderungan untuk berpindah
orbital apabila dapat membentuk susunan elektron yang
lebih stabil Biasanya untuk konfigurasi elektron yang
berakhiran pada sub kulit d.
24

Cr = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d4

24

Cr = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1 3d5

29

Cu = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d9

2
2
6
2
6
1
10
Cu
=
1s
2s
2p
3s
3p
4s
3d
29

Soal
1.

a. Tuliskan konfigurasi elektron 15P


b. Ada berapa elektron dalam orbital 3p ?
Tuliskan semua bilangan kuantumnya

2. a. Tuliskan konfigurasi elektron 20Ca


b. Ada berapa elektron dalam orbital 3p ?
Tuliskan semua bilangan kuantumnya
c. Ada berapa elektron dalam orbital 4s ?
Tuliskan semua bilangan kuantumnya

SISTEM PERIODIK
UNSUR

Sejarah Sistem Periodik Unsur


Ahli Kimia dari Arab dan
Persia

Pengelompokan unsur
berdasarkan sifat logam
dan non logam

Antoine Lavoisier (1789)


Pengelompokan
zat-zat yang
dipercaya sebagai
unsur (seperti
cahaya, kalori dan
beberapa
senyawa)
berdasarkan sifat
kimianya menjadi
gas, non-logam

John Dalton (1808)


Pengelompokan
unsur-unsur
(sebanyak 36 unsur)
berdasarkan
kenaikan massa
atomnya.

John Jacobs Berzellius (1828)


Berhasil membuat
dan mempublikasikan
daftar massa atom
unsur-unsur yang
lebih akurat daripada
yang dikemukakan
oleh Dalton

Johann Dbereiner (1829)

TRIAD
DOBEREINE
R

John Newlands (1865)


Pengelompokkan unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa
atom. Setiap pengulangan delapan unsur akan terdapat
kemiripan sifat.

OKTAF NEWLANDS

Lothar Meyer (1969)


Hubungan antara kenaikan massa atom dengan
sifat unsur. Hal ini dilakukan antara lain dengan
membuat Kurva volume atom versus fungsi massa
atom.

Unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atom


secara vertikal. Pengulangan sifat unsur membentuk kolom.
Sedangkan unsur-unsur dengan sifat yang mirip terletak pada
baris yang sama.

Dmitri Mendeleev
(1869)
Sistem periodik berdasarkan
kenaikan massa atom dan
kemiripan sifat.
Unsur-unsur dengan sifat yang
mirip ditempatkan pada kolom
yang disebut golongan.
Sedangkan pengulangan sifat
menghasilkan baris yang
disebut periode.

Tidak mempunyai
kesamaan sifat

Te seharusnya diletakkan
setelah I

Henry Moseley (1913)

Sistem
periodik
modern

Pengelompokan berdasarkan
Kenaikan nomor atom

Elektron
mengisi level energi yang lebih
dalam
rendah
Kategori
Elektron

Elektron
mengisi level energi yang paling
Luar
tinggi
Elektron
elektron terluar yang terlibat
Valensi
dalam ikatan kimia.

Untuk gol utama, e- valensi = eluar


Untuk gol transisi, e- valensi
melibatkan elektron orbital d

Gol. Utama

e valensi

Gol. Transisi

e valensi

IA

ns1

IIIB

(n-1) d1ns2

IIA

ns2

IVB

(n-1) d2ns2

IIIA

ns2np1

VB

(n-1) d3ns2

IVA

ns2np2

VIB

(n-1) d5ns1

VA

ns2np3

VIIB

(n-1) d5ns2

VIA

ns2np4

VIIIB

(n-1) d6,7,8ns2

VIIA

ns2np5

IB

(n-1) d10ns1

VIIIA

ns2np6

IIB

(n-1) d10ns2

Penentuan Periode & Golongan Suatu Unsur

Tentukan periode dan golongan dari unsur 24Cr

Keberkalaan Tabel
Periodik
Jari-jari Atom

Afinitas Elektron

Sifat Logam

Energi Ionisasi

Keberkalaan

Elektronegativitas

Sifat Asam-basa

Jari-Jari Atom

Untuk Golongan
Utama (A)

Jari-Jari Atom

Untuk Golongan
Transisi (B)
Kiri
kanan

efek shielding dari


elektron orbital d

Energi Ionisasi (EI)


Energi (dalam kJ) yang dibutuhkan untuk
melepas 1 mol elektron dari 1 mol atom gas
atau ion.
Endotermi
k
EI11 paling
penting

Energi ionisasi
rendah

Mudah
membentuk
kation

Afinitas Elektron
Afinitas Elektron (EA) adalah perubahan
energi (dalam kJ) yang menyertai
penambahan 1 mol elektron kepada 1 mol
atom gas / ion

Afinitas
elektron
makin negatif

Mudah
membentuk
anion

Elektronegatifitas

Suatu ukuran
kecendrungan suatu
atom untuk menarik
elektron ke arah dirinya
sendiri ketika atom
tersebut berikatan
dengan atom lain.

Sifat Logam & Nonlogam


Loga
m
Non
Loga
m

Terletak di sisi kiri tabel periodik


Padatan bersinar
Titik lebur tinggi
Konduktor panas dan listrik yang
baik
Bisa dibuat kabel dan lembaran
Cenderung memberikan elektron
kepada nonlogam
Terletak di seperempat sisi kanan tabel
periodik.
Tidak bersinar titik lebur relatif rendah
Konduktor panas dan listrik yang jelek
Rapuh atau berbentuk gas
Cenderung menerima elektron dari
logam.

Metaloi
d

Terletak di wilayah
antara logam dan
nonlogam dan
mempunyai sifat
keduanya.

Jadi, sifat logam menurun dari kiri ke kanan


dan meningkat dari atas ke bawah Tabel
periodik

Sifat Asam Basa


LOGAM

Basa
NaOH, Ca(OH)2, CaO

NON
LOGAM

Asam
HCl, H2SO4, HClO4,
P4O10

Sifat Magnetik Logam Transisi


Paramagnetism
e: tertarik oleh
medan magnet
eksternal.
Disebabkan oleh
elektron yang tak
berpasangan
Diamagnetisme: tidak tertarik medan
magnet. Disebabkan oleh elektron pada
orbital d berpasangan.