Anda di halaman 1dari 113

Bab 7

Pemilihan Sampel

Terminologi yang sering digunakan: (1)


Elemen: Unit dimana data yang diperlukan akan
dikumpulkan
Populasi: Kelompok elemen yang lengkap, di mana kita
tertarik untuk mempelajarinya atau menjadi objek
penelitian
Unit pengambilan sampel: Sekelompok elemen yang tidak
tumpang tindih dengan populasi
Kerangka sampel: Representasi fisik dari objek, individu,
kelompok, yang sangat penting dalam penentuan sampel
Sampel: himpunan bagian (subset) dari unit populasi

Terminologi yang sering digunakan: (2)


Parameter: Ringkasan variabel dalam populasi
Statistik: Ringkasan dalam sampel
Kesalahan sampel: kesalahan prosedur dan kesalahan
penggunaan statistik untuk estimasi parameter
Efisiensi statistik: Ukuran perbandingan dari desain
sampel dengan besar sampel yang sama, yang
menghasilkan standar kesalahan yang lebih kecil
Perencanaan sampel: Spesifikasi formal dari metode dan
prosedur yang akan digunakan untuk mengidentifikasi
sampel yag dipilih dalam penelitian

Alasan pemilihan sampel:


Kendala sumberdaya: kendala waktu, dana, dan sumber
daya lain yang terbatas jumlahnya
Ketepatan: melalui pemilihan desain sampel yang baik,
peneliti akan memperoleh data yang akurat, dengan
tingkat kesalahan yang relatif rendah.
Pengukuran destruktif: kadang-kadang pengukuran yang
dilakukan merupakan pengukuran destruktif

Karakteristik sampel yang baik meliputi: (1)


Sampel yang baik memungkinkan peneliti untuk
mengambil keputusan yang berhubungan dengan
besaran sampel untuk memperoleh jawaban yang
dikehendaki.
Sampel yang baik mengidentifikasikan probabilitas dari
setiap unit analisis untuk menjadi sampel.

Karakteristik sampel yang baik meliputi: (2)


Sampel yang baik memungkinkan peneliti menghitung
akurasi dan pengaruh (misalnya kesalahan) dalam
pemilihan sampel daripada harus melakukan sensus.
Sampel yang baik memungkinkan peneliti menghitung
derajat kepercayaan yang diterapkan dalam estimasi
populasi yang disusun dari sampel statistika

Kesalahan yang biasa terjadi:


Sampling Frame Error: Kesalahan yang terjadi bila elemen
sampel tertentu tidak diperhitungkan, atau bila seluruh
populasi tidk diwakili secara tepat oleh kerangka sampel.
Random Sampling Error: Kesalahan akibat adanya
perbedaan antara hasil sampel dan hasil sensus yang
dilakukan dengan prosedur yang sama.
Nonresponse Error: Kesalahan akibat perbedaan statistik
antara survei yang hanya memasukkan mereka yang
merespon dan juga mereka yang gagal (tidak) merespon

Ilustrasi jenis kesalahan yang biasa terjadi

Proses pemilihan sampel meliputi:


Penentuan Populasi: Pemilihan suatu keompok dari
elemen penelitian, dimana elemen adalah unit terkecil
yang merupakan sumber dari data yang diperlukan.
Penentuan Unit Pemilihan Sampel: kelompok elemen.
Penentuan Kerangka Pemilihan Sampel: daftar elemen
dari setiap unit pemilihan sampel.
Penentuan Desain Sampel: metode untuk memilih sampel
dari populasi yang ada
Penentuan Jumlah Sampel
Pemilihan Sampel

Ilustrasi
Tahap pemilihan
Sampel

Zikmund (2000: 389) mengusulkan formula perhitungan


sampel sebagai berikut

Dimana n = jumlah sampel, Z = nilai yang sudah


distandarisasi dengan derajat keyakinan; S = deviasi
standar sampel atau estimasi deviasi standar populasi; E =
tingkat kesalahan yang ditolerir, plus minus faktor
kesalahan

Jumlah sampel yang sesuai untuk suatu penelitian


dipengaruhi oleh: (1)
Homogenitas: Semakin homogen suatu unit pemilihan
sampel, semakin kecil jumlah penelitian yang diperlukan.
Derajat kepercayaan: Mengukur seberapa jauh peneliti
yakin dalam mengestimasi parameter populasi secara
benar.
Presisi: Mengukur kesalahan standar estimasi yang
dilakukan.

Jumlah sampel yang sesuai untuk suatu penelitian


dipengaruhi oleh: (2)
Prosedur analisis: Peneliti perlu mempertimbangkan
jumlah sampel yang diperlukan sesuai dengan model
analisis yang dipergunakan.
Kendala sumberdaya: keterbatasan waktu, dana , dan juga
sumberdaya manusia sering menjadi pembatas yang
sangat menentukan dalam penentuan jumlah sampel yang
layak

Desain sampel terdiri dari: (1)


1. Sampel Probabilitas: Setiap sampel dipilih berdasarkan
prosedur seleksi dan memiliki peluang yang sama untuk
dipilih:
Sampel random sederhana (Simple Random
Sampling)
Sampel Sistematis (Systematic Sampling)
Sampel Stratifikasi (Stratified Sampling)
Sampel Kluster (Cluster Sampling)
Sampel daerah Multitahap (Multistage Area Sampling)

Desain sampel terdiri dari: (2)


2. Sampel Nonprobabilitas
Convenience sampling
Judgement sampling
Quota Sampling
Snowball Sampling: Prosedur pengambilan sampel di
mana responden pertama dipilih dengan metode
probabilitas, dan kemudian responde selanjutnya
diperoleh dari informasi yang diberikan oleh responden
yang pertama.

Tabel diatas menunjukkan perbandingan antara Sampel


Probabilitas dan Nonprobabilitas

Bab 8
Pengumpulan data

Data
Sekumpulan informasi yang diperlukan untuk
pengambilan keputusan
Menurut jenisnya, data dibedakan menjadi: (1)
A. Data kuantitatif vs Kualitatif
1.Kuantitatif: Data yang diukur dalam suatu skala
numerik (angka). Data jenis ini dapat dibedakan
menjadi:
Data interval: data yang diukur dengan jarak di
antara dua titik pada skala yang diketahui.
Data rasio: data yang diukur secara proporsi.

Menurut jenisnya, data dibedakan menjadi: (2)


2.Kualitatif: Data yang tidak dapat diukur di dalam
skala numerik. Data jenis ini digolongkan menjadi:
Data Nominal: data yang dinyatakan dalam
bentuk kategori
Data ordinal: data yang dinyatakan dalam
bventuk kategori, namun posisi data tidak sama
derajatnya karena dinyatakan dalam skala
peringkat.

Menurut jenisnya, data dibedakan menjadi: (2)


B.Data menurut dimensi waktu
1.Data runtut waktu (time-series): data yang secara
kronologis disusun menurut waktu pada suatu variabel
tertentu. Data ini dibedakan menjadi:
Data harian
Data mingguan
Data bulanan
Data kuartalan
Data tahunan

Menurut jenisnya, data dibedakan menjadi: (2)


2.Data silang tempat (cross-section): data
yang sikumpulkan pada suatu titik waktu
3.Data pooling: kombinasi antara data runtut
waktu dan silang tempat
C. Data menurut sumber
Data internal: berasal dari dalam organisasi tersebut;
dan Data eksternal: berasal dari luar organisasi.
Data primer: data yang diperoleh dengan survei
lapangan yang menggunakan semua metode
pengumpulan data original; dan Data sekunder: data
yang telah dikumpulkan oleh lembaga pengumpul
data dan dipublikasikan kepada masyarakat

Menurut jenisnya, data dibedakan menjadi: (2)


C. Data menurut sumber
1. Data internal: berasal dari dalam organisasi
tersebut; dan Data eksternal: berasal dari luar
organisasi.
2. Data primer: data yang diperoleh dengan survei
lapangan yang menggunakan semua metode
pengumpulan data original; dan Data sekunder:
data yang telah dikumpulkan oleh lembaga
pengumpul data dan dipublikasikan kepada
masyarakat pengguna data

Dua alasan penggunaan data sekunder dalam penelitian


bisnis dan ekonomi, yaitu:
Efektivitas biaya
Penghematan waktu
Metode pencarian data sekunder dilakukan dengan cara: (1)
Pencarian data secara manual:
Data Internal: data sekunder yang sudah tersedia
di dalam perusahaan
Data eksternal: data sekunder yang berasal dari
berbagai institusi di luar perusahaan

Metode pencarian data sekunder dilakukan dengan cara: (2)


Pencarian data melalui kontak langsung
Alasannya adalah:
Penghematan waktu
Kecermatan
Kenaikan relevansi
Efektivitas biaya

Kriteria yang harus di pertimbangkan dalam evaluasi data


sekunder yaitu:
Ketepatan waktu
Relevansi
Akurasi

Metode Pengumpulan Data Primer (PDP) dibedakan


berdasarkan 3 dimensi:
Derajat kesamaran (Degree of disguise):
memperhatikan apakah tujuan studi diketahui atau tidak oleh
responden
Derajat struktur: memusatkan perhatian pada
formalisasi proses pengumpulan data
Metode pengumpulan: menunjukkan cara bagaimana
data diperoleh dari unit-unit analisis dalam penelitian

PDP dibedakan menjadi: (1)


1.PDP pasif. Metode observasi yang memiliki ciri:
Mewujudkan tujuan penelitian
Dikumpulkan dan dicatat secara sistematis
. Validitas dan reliabilitasnya selalu dicek dan dikontrol
2. PDP aktif. Metode PDP yang di tempuh dengan metode:
a. Wawancara personal: wawancara antar orang, yaitu
antara peneliti dengan responden yang diarahkan
oleh pewawancara untuk tujuan memperoleh
informasi yang relevan

PDP dibedakan menjadi: (2)


Beberapa kesalahan yang mungkin terjadi yaitu:
Kesalahan tidak merespon: kesalahan karena
responden yang dimasukkan dalam disain
studi tidak dapat dicapai/ ditemui.
Kesalahan merespon: kesalahan yang muncul
karena terdapat perbedaan antara data yang
dilaporkan dengan nilai variabel yang sebenarnya

PDP dibedakan menjadi: (3)


Kesalahan semacam ini dapat digolongkan menjadi
empat macam, yaitu
Keanekaragaman Wawancara (Interview
Variablity): berkaitan dengan perbedaan
dalam situasi wawancara dan karakter si
pewawancara
Struktur dan Urutan pertanyaan: muncul
karena format dan urutan-urutan pertanyaan
dapat menimbulkan bias pada hasil studi.

PDP dibedakan menjadi: (5)


Persyaratan agar wawancara personal dapat
berjalan dengan baik yaitu:
1. Akses: kemampuan responden untuk
menyampaikan informasi yang ditanyakan
oleh pewawancara
2. Kepercayaan/ niat baik: pewawancara agar
membina hubungan baik dengan responden
3. Keahlian: keahlian pewawancara yang
menyebabkan hasil wawancara dapat
dipercaya, memperoleh legitimasi, dan dapat
dipertanggunjawabkan
4. Motivasi: kemauan dan hasrat pihak yang di

PDP dibedakan menjadi: (6)


b. Wawancara telepon: komunikasi antra
pewawancara dan responden dengan
menggunakan telepon sebagai alat untuk
mencapai tujuan penelitian.
c. Wawancara lewat pos: wawancara dengan
menggunakan kuesioner tertulis yang dikirim
lewat pos untuk mencapai tujuan penelitian
tertentu.
d. Wawancara lewat komputer: metode PDP

Bab 9
Pengukuran
dan
desain instrumen
dalam survei

Tugas peneliti setelah merumuskan masalah penelitian


dan memilih desain penelitian yaitu memilih teknik
pengukuran dan mendesain instrumen penelitian

Teknik pengukuran: aturan dan prosedur yang digunakan


untuk menjembatani antara apa yang ada dalam dunia
konsep dengan apa yang terjadi di dunia nyata.
Desain Instrumen: Penyusunan instrumen pengumpulan
data untuk mendapatkan data yang dibutuhkan guna
memecahkan masalah penelitian

Tiga komponen yang dibutuhkan dalam setiap


pengukuran:
1.Kejadian empiris (empirical events)
2.Penggunaan angka (the use of numbers)
3.Sejumlah aturan pemetaan (set of mapping rules)

Proses pengukuran dapat digambarkan sebagai sederet


tahap yang saling berkaitan yang dimulai dari:
1.Mengisolasi kejadian empiris
2.Mengembangkan konsep kepentingan (concept of
interest)
3.Mendefinisikan konsep secara konstitutif dan operasional
4.Mengembangkan skala pengukuran
5.Mengevaluasi skala berdasarkan reliabilitas dan
validitasnya
6.Penggunaan skala

Dalam mengevaluasi skala pengukuran, harus diperhatikan


dua hal: (1)
1. Validitas. Secara konseptual, validitas dibedakan ke dalam 3 jenis:
a. Validitas isi (content validity): memastikan bahwa ukuran telah cukup
memesukkan sejumlah item yang representatif dalam menyusun
sebuah konsep
b. Validitas yang berkaitan dengan kriteria (criterion-related Validity):
validitas yang berkaitan dengan kriteria ketika sebuah ukuran
membedakan indivual pada kriteria yang akan diperkirakan. Hal ini
dapat dilakukan dengan menetapkan:

Dalam mengevaluasi skala pengukuran, harus diperhatikan


dua hal: (2)
i. Concurrent Validity: terjadi jika skala yang ditetapkan dapat
membedakan individual yang telah diketahui berbeda,
sehingga skor untuk masing-masing instrumen harus
berbeda.
ii. Predictive Validity : menunjukkan kemampuan sebuah
instrumen pengukuran dalam membedakan individu dalam
c. Validitas
(construct Validity): untuk membuktikan
kriteria konstruk
masa depan.
seberapa bagus hasil yang diperoleh dari penggunaan
ukuran sesuai dengan teori dimana pengujian dirancang.

Dalam mengevaluasi skala pengukuran, harus diperhatikan


dua hal: (3)
Hal ini dinilai dengan:
i. Convergent validity: terjadi ketika skor yang dihasilkan
oleh dua buah instrumen yang mengukur konsep yang
sama memiliki korelasi yang tinggi.
ii. Discriminant Validity:terjadi ketika berdasarkan teori, dua
buah variabel diperkirakan tidak berkorelasi.

2. Reliabilitas: konsistensi dan stabilitas dari suatu skor


(skala pengukuran). Reliabilitas mencakup dua hal utama:
a. Stabilitas ukuran: menunjukkan kemampuan sebuah
ukuran untuk tetap stabil atau tidak rentan terhadap
perubahan situasi apapun

Dalam mengevaluasi skala pengukuran, harus diperhatikan


dua hal: (4)
Terdapat dua jenis uji stabilitas:
Test-retest reliabilty: koefisien reliabilitas yang
diperoleh dari pengulangan pengukuran konsep
yang sama dalam dua kali kesempatan.
Reliabilitas bentuk pararel (paralel-form
reliability): respon dari dua pengukuran yang
sebanding dalam menyusun konstruk yang sama
memiliki korelasi yang tinggi.

Dalam mengevaluasi skala pengukuran, harus diperhatikan


dua hal: (5)
b. Konsistensi internal ukuran: indikasi homogenitas
item-item yang ada dalam ukuran yang menyusun
konstruk. Konsistensi ukuran dapat diamati melalui:
Reliabilitas konsistensi antar item: konsistensi
jawaban responden untuk semua item dalam ukuran.
Split-half reliability: korelasi antara dua bagian instrumen

Langkah awal dalam menyusun desain instrumen adalah


membuat kuesioner, yaitu daftar pertanyaan-pertanyaan yang
disusun secara tertulis.
Hal-hal yang harus diperhatikan adalah: (1)
1. Apakah pertanyaan itu perlu: hal ini untuk menghindari
kebingungan responden.
2. Bagaimana pertanyaan itu sebaiknya diajukan: hal ini
untuk menghindari perbedaan persepsi dan menghindari
pertanyaan-pertanyaan yang sensitif atau menyinggung
responden

Hal-hal yang harus diperhatikan adalah: (2)


3. Apakah bentuk pertanyaannya terbuka atau tertutup:
pertanyaan terbuka memberikan kebebasan kepada
responden untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sesuai
jalan pikirannya dan bersifat eksploratif sehingga akan
cukup sulit untuk menganalisisnya dan juga pemberian
kode, sedangkan pertanyaan tertutup adalah sebuat
pertanyaan dimana jawabannya telah disediakan dan
dibatasi oleh peneliti; hal ini akan memudahkan peneliti
untuk melakukan analisa, pengkodean, serta lebih efisien
dalam penanganannya.

Hal-hal yang harus diperhatikan adalah: (3)


4. Bagaimana seharusnya pertanyaan itu dirumuskan:
pertanyaan sebaiknya dirumuskan semudah mungkin agar
persepsi ganda dapat dihindari.
5. Bagaimana format jawaban disusun: berkaitan dengan
berbagai pertanyaan penting seperti alternatif jawaban
dikotomi atau pilihan berganda, bagaimana pertanyaan
alternatif jawaban disusun, serta bagaimana antisipasi
terhadap jawaban tidak tahu, tidak ada jawaban, dan
jawaban netral.

Hal-hal yang harus diperhatikan adalah: (4)


Apa teknik skala yang sebaiknya digunakan Ada dua teknik
utama yang sering digunakan, yaitu:
a. Rating scales: skala penilaian dimana hal yang dievaluasi
adalah suatu dimensi orang, objek, atau fenomena pada
suatu titik dalam suatu rentang/ kategori.
Jenisnya adalah:
i. Graphic rating scales: responden menunjukkan perasaannya
dalam skala grafik.

ii. Itemized rating scales: di mana dipilih suatu kategori dalam


bentuk berurutan.

Hal-hal yang harus diperhatikan adalah: (5)


iii. Comparative rating scales: di mana orang, objek, atau
fenomena lain dinilai dalam suatu standar orang, objek,
atau fenomena lain.
iv. Itemized rating scales: di mana dipilih suatu kategori dalam
bentuk berurutan.
v. Comparative rating scales: di mana orang, objek, atau
fenomena lain dinilai dalam suatu standar orang, objek,
atau fenomena lain.

Hal-hal yang harus diperhatikan adalah: (6)


b. Attitude scales: suatu kumpulan alat pengukuran yang
mengukur tanggapan individu terhadap suatu objek.
Jenis ini dibagi menjadi:
a. Likert scale: repsonden menyatakan tingkat setuju
atau tidak setuju mengenai berbagai pernyataan
menegenai perilaku, objek, orang atau kejadian.
b. Semantic differential: dimana responden menilai
perilaku objek dengan skala 5 atau 7 titik dari dua
kutub kata sifat atau frase.

Dua hal yang harus diperhatikan dalam desain


instrumen adalah:
1. Urutan skala dan layout,
2. Pratest dan perbaikan

Bab 10
Persiapan analisis data

Tujuan analisis data adalah menyediakan informasi


untuk memecahkan masalah

Tahapan-tahapannya adalah: (1)


1. Proses pra-analisis.
2. Penyuntingan Data: Proses yang bertujuan agar
data yang dikumpulkan memberikan kejelasan,
dapat dibaca, konsisten, dan komplet.
3. Pengembangan Variabel. Hal ini diciptakan untuk
analisis tertentu yang berkaitan dengan tujuan
studi

Tahapan-tahapannya adalah: (2)


4. Pengkodean Data (Data Coding): menerjemahkan data
ke dalam kode, biasanya kode angka, yang bertujuan
untuk memindahkan data tersebut ke dalam media
penyimpanan data dan analisis komputer lebih lanjut.
5. Cek Kesalahan. Proses ini mempunyai dua tugas, yaitu
meyakinkan bahwa semua tahap pra-analisis
sebelumnya telah dilakukan dengan benar, dan data
yang telah diberi kode harus dicek kembali untuk
mendeteksi kemungkinan adanya salah ketik

Tahapan-tahapannya adalah: (3)


6. Pembentukan Struktur data
7. Pra-analisis cek komputer. Hal ini dilakukan
dengan menampilkan tabulasi frekuensi
8. Tabulasi

Bab 11
Studi Deskriptif
dan
Analisis Data Dasar

Analisis deskriptif dibedakan menjadi dua metode:


1.Metode kasus: Digunakan untuk menemukan
ide-ide baru mengenai hubungan antarvariabel,
yang kemudian diuji lebih mendalam dalam
penelitian eksploratif
2.Metode statistik: Metode yang paling umum
digunakan dalam dunia bisnis

Deskripsi dengan ukuran numerik dibagi dalam dua klasifikasi:


1. Ukuran Tendensi Sentral. Ada tiga metode untuk
mengukur tendensi sentral, yaitu:
Rata-rata hitung, atau biasa disebut rata-rata.
Median: angka tengah yang diperoleh apabila
data disusun dari nilai terendah hingga nilai
tertinggi
Modus: nilai yang paling sering muncul.

Deskripsi dengan ukuran numerik dibagi dalam dua klasifikasi:


2. Ukuran variabilitas/ penyimpangan: suatu ukuran
yang mengukur sebaran data. Biasanya akan
menggunakan beberapa ukuran variabilitas sebagai
berikut:
a. Kecondongan (Skewness): Ukuran bentuk atau
derajat simetri distribusi data
b. Rentang (Range): Selisih antara nilai terbesar dan
nilai terkecil dari suatu himpunan data.

Deskripsi dengan ukuran numerik dibagi dalam dua klasifikasi:


c. Deviasi standar (Standard Deviation): ukuran
penyimpangan yang diperoleh dari akar kuadrat dari
rata-rata jumlah kuadrat deviasi antara masingmasing nilai dengan rata-ratanya.
S = Standar Deviasi

Skewness dan Perbandingan


rata-rata dari median

Ukuran Tendensi Sentral


dan Variabilitas

Rangkuman deskripsi data menurut SPSS for Windows


meliputi: (1)
1. N, yaitu jumlah observasi yang valid/ tersedia datanya
(Valid), dan yang hilang atau datanya tidak lengkap
(Missing)
2. Mean, rata-rata dari data kuantitatif, yang diperoleh dari
penjumlahan seluruh ukuran (data) dibagi dengan jumlah
ukuran
3. Median, nilai tengah yang diperoleh apabila ukuran
disusun dari nilai terkecil ke nilai terbesar.

Rangkuman deskripsi data menurut SPSS for Windows


meliputi: (2)
4. Mode, yaitu ukuran yang frekuensinya paling sering muncul.
5. Std. Deviation, standar deviasi yang merupakan akar dari
varians sampel. Semakin besar nilai standar deviasi berarti
semakin tinggi penyimpangan data dengan nilai rata-ratanya.
6. Variance, jumlah dari selisih antara data dengan nilai rataratanya dibagi dengan (n 1)
7. Skewness, kecondongan yang merupakan selisih antara
rata-rata dan nilai tengah.

Rangkuman deskripsi data menurut SPSS for Windows


meliputi: (3)
8. Std. Error of Skewness menunjukkan standar kesalahan
dari nilai kecondongan
9. Kurtosis mengukur apakah distribusi data lebih tinggi,
lebih rendah, atau sama pas di tengah dengan sitribusi
normal.
10.Std. Error of Kurtosis menunjukkan standar kesalahan
dari nilai kurtosis.

Rangkuman deskripsi data menurut SPSS for Windows


meliputi: (4)
11.Range menunjukkan selisih antara nilai tertinggi
dan nilai terendah
12.Minimum menunjukkan nilai minimum dari data
13.Maximum menunjukkan nilai maksimum dari
data

Bab 12
Asosiasi
dan
Uji Perbedaan

Metode asosiasi akan membantu kita untuk memahami


hubungan secara baik, namun juga membantu kita
mengetahui kekuatan hubungan secara lebih baik

Metode Asosiasi yang sesuai dengan Kombinasi Pengukuran

Analisis Bivariat: Prosedur Umum untuk Uji Asosiasi

Tabulasi Silang adalah cara termudah untuk melihat


asosiasi dalam sejumlah data
Korelasi Kontinjensi: untuk mengukur kekuatan
hubungan dalam tabulasi silang. Untuk itu perlu
menggunakan koefisien phi (f)

Korelasi Spearman Bank: cara yang paling tepat untuk mengukur


asosiasi hubungan antar variabel. Rumusnya adalah:

N = Jumlah Ranking
d = perbedaan antar ranking
dalam dua distribusi ranking

Uji perbedaan adalah untuk mendeteksi mengenai


perbedaan antar kelompok yang amat berguna bagi para
peneliti. Uji ini meliputi uji Chi Square untuk menguji
perbedaan antar grup dan uji Z untuk perbedaan proporsi,
serta uji t untuk perbedaan rata-rata

Bab 13
Analisis Multivariat

Analisis multivariat adalah analisis di mana masalah


yang diteliti bersifat multidimensional dan menggunakan
tiga atau lebih variabel
Analisis ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu: (1)
1. Dependence Method: Analisis yang digunakan untuk
menjelaskan atau memprediksi variabel terikat
berdasarkan dua atau lebih variabel bebas. Metode ini
terdiri empat macam, yaitu:
a. Analisis Regresi berganda (Multiple Regression
Analysis)
b. Analisis Diskriminan Berganda (Multiple Discriminant
Analysis)

Analisis ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu: (2)


b. Analisis Multivariat Varians (Multivariate Analysis of
Variance)
c. Analisis Korelasi Kanonikal (Canonical Corrrelation
Analysis)
2. Metode saling ketergantungan (Interdependence
Method). Metode ini dikelompokkan menjadi tiga,
yaitu:
a. Analisis Faktor (Factor Analysis)
b. Analisis Kluster (Cluster analysis)
c. Skala multidimensional (Multidimensional Analysis)

Semua data yang dikumpulkan dapat dikelompokkan ke


dalam: (1)

1. Data Kuantitatif: Data yang diukur dalam suatu skala


numerik; hal ini dapat dibedakan menjadi:
a. Data Interval: data yang diukur dengan jarak di antara
dua titik pada skala yang sudah diketahui
b. Data Rasio: data yang diukur dengan suatu proporsi.

Semua data yang dikumpulkan dapat


dikelompokkan ke dalam: (2)
2. Data Kualitatif: Data yang tidak dapat diukur dalam skala
numerik.
Data kualitatif digolongkan menjadi:
a. Data nominal: data yang dinyatakan dalam bentuk
kategori
b. Data ordinal: data yang dinyatakan dalam bentuk
kategori, namun posisi data tidak sama derajatnya
karena dinyatakan dalam peringkat..

Metode yang dapat digunakan untuk


Analisis Regresi adalah: (1)
1. Metode OLS (Pangkat Kuadrat Terkecil Biasa). Metode
ini mengestimasi suatu garis regresi dengan jalan
meminimalkan jumlah dari kuadrat kesalahan setiap
observasi terhadap garis tersebut. Tujuannya adalah untuk
mengestimasi fungsi regresi populasi (FRP) berdasarkan
fungsi regresi sampel

Metode yang dapat digunakan untuk


Analisis Regresi adalah: (2)
2. Inferensi Hasil Regresi. Terdapat 3 jenis kriteria, yaitu:
1. Uji signifikansi individual (uji statistik t): uji yang
menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel
penjelas secara individual dalam menerangkan variase
1

variabel terikat
2

Keterangan:
1. Hipotesis nol (Ho) yang hendak diuji adalah apakah suatu
parameter (bi) sama dengan nol,
2. Hipotesis alternatifnya (Ha), parameter suatu variabel
tidak sama dengan nol,
3. Rumus Statistik t
4. Rumus lain Statistik t, dimana:
n = jumlah observasi
k = jumlah parameter dalam model, termasuk intersept

2. Inferensi Hasil Regresi. Terdapat 3 jenis kriteria, yaitu (2)


2. Uji Signifikansi Simultan (uji statistik f): Menunjukkan
apakah semua variabel bebas yang terdapat dalam
model mempunyai pengaruh secara bersama-sama
terhadap variabel terkait.
1

Keterangan:
1. Hipotesis nol (Ho) yang hendak diuji adalah apakah
semua parameter dalam model sama dengan nol,
2. Hipotesis alternatifnya (Ha), tidak semua parameter
secara simultan sama dengan nol,
3. Rumus Statistik F, dimana:

3. Koefisien Determinasi: Perangkat yang mengukur


seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan
variasi variabel terikat. Formulanya adalah:

Selain itu, banyak juga peneliti menganjurkan untuk


menggunakan nilai Adjusted R2 pada saat mengevaluasi
mana model regresi yang terbaik

ANOVA untuk Analisis Regresi

Analisis Diskriminan dipergunakan untuk diskriminasi


dan klasifikasi
Analisis Korelasi Kanonikal adalah analisis atau teknik
yang digunakan untuk menentukan tingkat hubungan antara
dua kelompok variabel yang masing-masing terdiri dari
beberapa variabel
Analisis MANOVA(multivariate analysis of variance)
adalah analisis yang menaksir hubungan antara dua atau
lebih variabel dependen dan klasifikasi atau faktor

Analisis Interdependence mempunyai tujuan yang berbeda,


yaitu: untuk mengetahui lebih dalam mengenai struktur dari
seperangkat variabel atau objek
Analisis ini terdiri dari 3 macam: (1)
1. Analisis Faktor: jenis analisis yang digunakan untuk mengenali
dimensi pokok atau keteraturan sebuah fenomena. Pendekatan
yang paling populer digunakan adalah principal component
analysis, yaitu analisis yang mentransformasikan sejumlah
variabel ke dalam suatu variabel komposit baru, atau komponen
utama yang tidak berkorelasi satu sama lain.

Analisis ini terdiri dari 3 macam: (2)


2. Analisis Kluster: Teknik yang digunakan untuk
mengidentifikasi objek atau individu yang serupa dengan
memperhatikan beberapa kriteria. Tujuan utama
penggunaan teknik ini adalah untuk menggolongkan individu
atau objek yang berhubungan secara mutually exclusive ke
dalam jumlah yang lebih kecil. Biasanya analisis ini
digunakan untuk memudahkan segmentasi pasar dengan
mengidentifikasi subjek atau individu yang memiliki
kesamaan kebutuhan, gaya hidup, atau respon terhadap
strategi pemasaran.

Analisis ini terdiri dari 3 macam: (3)

3. Skala multidimensi (Multidimensional Scale): Teknik yang


digunakan untuk mengukur objek dalam ruang multidimensi
berdasarkan kesamaan penilaian responden terhadap suatu
objek. Alat analisis yang biasanya digunakan adalah
Tipologi Klassen yang pada dasarnya membagi daerah
berdasarkan dua indikator utama, yaitu pertumbuhan
ekonomi daerah dan pendapatan perkapita daerah.

Bab 14
Studi Kausal-Komparatif

Studi ini adalah studi yang berusaha mengamati alasan


atau penyebab terjadinya sebuah fenomena yang diteliti
Terdapat beberapa prosedur yang dapat dijalankan: (1)
1. Model dan Prosedur. Hal ini melibatkan pemilihan dua
kelompok yang berbeda pada variabel independen dan
membandingkannya pada beberapa variabel dependen.
Penentuan definisi dan pemilihan kelompok pembanding
merupakan bagian yang sangat penting dalam prosedur
kausal-komparatif.

Terdapat beberapa prosedur yang dapat dijalankan: (2)


2. Prosedur Kontrol. Metode statistik dan non-statistik yang
dapat digunakan untuk mengendalikan variabel-variabel
yang tidak berhubungan:
a. Matching: Peneliti mencari subjek yang memiliki nilai yang
sama atau serupa pada variable control
b. Membandingkan grup atau subgrup yang homogen
c. Analisis Covarian: metode statistic yang dapat digunakan
untuk menyamakan kelompok pada satu atau lebih variable.

Statistik inferensi yang paling banyak


digunakan dalam studi kausal-komparatif
adalah:

Uji t,
ANOVA,
Uji Chi-square

Uji Kausalitas Granger


Tujuan kausalitas Granger adalah meneliti apakah
A mendahului B, ataukah B mendahului A, ataukah
hubungan antara A dan B timbal balik. Granger
mempostulasikan bahwa suatu variable X dikatakan
menyebabkan variable lain, Y, apabila Y saat ini dapat
diprediksi lebih baik dengan menggunakan nilai-nilai
masa lalu X

Rumus yang digunakan untuk


uji Kausalitas Granger adalah:

Yt = ai Y t-1 + bj Xt-j + vt
Xt = ci X t-I + dj Yt-j + t
Dimana (t, vt) adalah vektor random independen
dengan rata-rata nol dan matriks kovarian terbatas

Bab 15
Studi Eksperimen

Studi Eksperimen
Penelitian investigasi dengan kondisi yang terkendali,
di mana satu atau lebih variabel dapat dimanipulasi
untuk melakukan uji hipotesis
Tujuannya adalah untuk memungkinkan peneliti untuk
mengendalikan situasi penelitian sehingga hubungan kausal
antar variabel dapat dievaluasi

Teknik yang banyak digunakan oleh para peneliti adalah:


Teknik Analisis Komponen Utama (PCA), dan
Teknik Analisis Faktor (FA)
Tujuan penggunaan teknik ini adalah untuk meringkas pola
korelasi antarvariabel yang diamati, mengurangi jumlah
variabel yang diobservasi dari jumlah yang banyak menjadi
sedikit, memberikan definisi operasional bagi proses yang
mendasari, atau menguji suatu teori mengenai proses yang
melatarbelakangi

Langkah-langkah dalam penelitian eksperimen:


1. Pemilihan dan perumusan masalah
2. Pemilihan objek penelitian dan instrumen
pengukurannya
3. Pemilihan desain penelitiannya
4. Pelaksanaan prosedur penelitian
5. Analisis data
6. Perumusan kesmpulan

Penelitian eksperimen, dipandu dengan minimal satu


hipotesis yang menyatakan hubungan kausal yang
diharapkan antara dua variabel. Dan biasanya penelitian
eksperimen akan melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok
eksperimen dan kelompok kontrol
Manipulasi langsung oleh peneliti atas minimal satu variabel
independen adalah karakteristik tunggal yang membedakan
penelitian eksperimen dengan metode penelitian yang
lainnya

Kontrol menunjuk pada upaya peneliti untuk mempengaruhi


kinerja variabel dependen.
Dua macam variabel yang berbeda yang harus
dikontrol, yaitu:
1. Variabel Subjek seperti tingkat kemampuan
dari subjek dalam dua kelompok yang mungkin
berbeda, dan
2. Variabel lingkungan seperti topik diskusi dan
tingkat informasi dari tutor.

Bab 16
Penyusunan Laporan
dan
Referensi Sistem Harvard

Format laporan menggambarkan secara umum bagaimana


penyajian laporan penelitian
Secara umum, laporan penelitian berisi:

Format laporan memerlukan beberapa penyesuaian


dikarenakan setidaknya oleh dua alasan, yaitu:
1. Untuk menentukan seberapa resmi format yang harus
digunakan,
2. Untuk mengurangi kompleksitas pelaporan

Untuk penyesuaian format terhadap tingkat formalitas,


dapat dilihat pada tabel berikut

Bagian-bagian dari suatu laporan umumnya memiliki


format sebagai berikut: (1)
1.Halaman Judul: bagian ini meliputi judul laporan, kepada
siapa laporan tersebut dibuat, dengan siapa laporan
tersebut dikerjakan, dan tanggal presentasi
2.Halaman pengiriman: bagian ini hanya terdapat pada
laporan semi formal/ resmi dan formal saja. Tujuannya
adalah untuk mengirimkan laporan kepada si penerima.
3.Lembar pengesahan: bagian ini untuk mengesahkan
penelitian, siapa yang bertanggung jawab dalam penelitian
tersebut, dan sumber data yang mendukung penelitian

Bagian-bagian dari suatu laporan umumnya memiliki


format sebagai berikut: (2)
4.Daftar isi: bagian ini harus mencakup bagian dan
subbagian laporan dengan diberi nomor halamannya. Bila
ada gambar atau tabel, perlu juga dimasukkan dalam
Daftar Gambar atau Daftar Tabel.
5.Ringkasan: bagian ini menjelaskan secara jelas tentang
mengapa penelitian tersebut dilakukan, masalah penelitian
apa yang diteliti, apa hasilnya, dan langkah apa yang
selanjutnya perlu diambil.

Bagian-bagian dari suatu laporan umumnya memiliki


format sebagai berikut: (3)
6.Isi: bagian ini merupakan bagian terbesar dalam laporan.
Pada subbagian penjelasan metodologi, ada lima hal yang
perlu dibahas:
a. Desain Penelitian
b. Metode pengumpulan data
c. Desain sampel
d. Kerja lapangan
e. Analisis

Sedangkan cakupan masing-masing bab


adalah: (1)
a. Pendahuluan: terdiri atas uraian mengenai Latar
Belakang Masalah, Perumusan Masalah, Tujuan
Penelitian, Metodolog, Sistematika Penulisan.
b. Survei literatur: mengidentfikasi secara cermat
semua teori dan studi empiris sebelumnya yang
relevan dengan topik penelitian/ tesis.

Sedangkan cakupan masing-masing bab


adalah: (2)
c. Metodologi: menjelaskan kronologis penelitian, termasuk,
cara pengumpulan data, macam data, alat analisis, dan
model yang digunakan.
d. Analisis data: menyajikan hasil-hasil utama penelitian yang
mengikuti metodologi yang telah digariskan.
e. Kesimpulan & Implikasi: menyajikan pernyataan apa
penemuan penelitian ini dan tindak lanjutnya.

Bagian-bagian dari suatu laporan umumnya memiliki


format sebagai berikut: (4)

7. Lampiran: berisikan bahan-bahan yang


mendukung dan bermanfaat bagi pembaca

Proses penulisan secara


singkat dapat digambarkan
dalam gambar berikut:

Skema laporan memiliki dua fungsi utama:


1.Menunjukkan urutan penyajian laporan: ditunjukkan
oleh urutan pada halaman
2.Menunjukkan bagaimana bagian-bagian yang ada
saling terkait: ditunjukkan oleh indensitas (indentation)
subbagian yang ada

Ada dua cara pokok dalam menulis


skema laporan:
1. Metode Tradisional: menggunakan nomor dan huruf
untuk menunjukkan tingkat subordinasi
2. Metode Baru/ Metode Desimal: menggunakan
sistem desimal

Menulis konsep pertama sering kali menjadi kesulitan yang


dihadapi pada penulisan sebuah laporan penelitian.
Ada beberapa saran:
1. Konsolidasikan waktu.
2. Jika ditemui kesulitan untuk memulai, letakkan pena di
atas kertas dan tuliskan semua yang ada dalam benak
anda.
3. Jangan melakukan revisi dan koreksi yang berlebihan
pada konsep pertama.
4. Gunakan tape recorder bila memang dapat membantu
anda sebelum anda menuliskannya di atas kertas

Revisi
Hal yang paling penting dalam pemeriksaan tulisan adalah
objektivitas. Salah satu caranya adalah menyingkirkan draft
yang telah dibuat sebelum merevisinya. Cara yang lain
adalah meminta orang lain untuk membaca, dan
mendorongnya untuk memberikan saran

Tujuan utama revisi adalah untuk menghilangkan masalah


ketidakjelasan (vagueness).
Empat kriteria revisi dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Periksa tulisan agar mudah dibaca
2. Revisi tata bahasa dan ejaan
3. Evaluasi kelayakan
4. Evaluasi isi

Referensi
Dengan adanya referensi, maka menunjukkan bahwa
tulisan yang disusun tidak seluruhnya merupakan
gagasan sendiri, tetapi merupakan gagasan, informasi,
dan bukti dari orang lain. Hal tersebut adalah kekuatan
dan bukan kelemahan, karena bila memang orang lain
telah melakukan penelitian atau memiliki pemikiran
yang berharga, maka tidak perlu ragu untuk
menjadikannya referensi.

Referensi memungkinkan pembaca untuk menyelidiki


sumber yang sama untuk mereka gunakan, sehingga
pembaca tanpa kesulitan mampu melacak sumber yang
Anda gunakan di perpustakaan.
Adanya referensi juga untuk menghindari tuduhan
penjiplakan atau plagiarisme, dan juga membantu
meningkatkan nilai akademik seperti pertukaran
pengetahuan, dengan cara menunjukkan sumber yang ada
kepada pembaca dan menghargai ilmu pengetahuan
dengan mengakui pemikiran orang lain.