Anda di halaman 1dari 31

KINETIKA

KIMIA

Dhanar Ardhyaksa
Destian Adhitama
Enik
Muhammad Fachrur Rozy

Mikhael Otniel Lao


Sahoed Tamara
Sri Rahmawati Hamzah
Wulan Rahmandasari
Yulianti Indarti

KINETIKA KIMIA
1

Laju reaksi kimia

Hukum laju reaksi kimia

Reaksi orde nol, satu dan dua

4Pengaruh suhu terhadap laju reaksi


5

Katalis

Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi Laju Reaksi
1.
1. Sifat
Sifat Reaktan
Reaktan
2.
2. Konsentrasi
Konsentrasi Reaktan
Reaktan
3.
3. Temperatur
Temperatur
4.
4. Katalis
Katalis

Sifat Reaktan

Ukuran reaktan yang besar akan menyebabkan


reaksi berjalan lambat yg disebabkan oleh besarnya
kemungkinan tumbukan terjadi di area lain selain
situs aktif reaktan serta karena pergerakan reaktan
yg lambat sehingga jumlah tumbukan menjadi
kurang.
Reaktan padatan akan sulit untuk bereaksi satu sama
lain.misalnya :K2SO4 (s) + Ba(NO3)2 (s) tdak akan
menunjukkan reaksi yang jelas dalam kurun waktu
beberapa tahuntp apabila berada dalam bentuk
larutannya maka dengan cepat menghasilkan BaSO4
+ 2KNO3
4

LAJU REAKSI
Kinetika
Kimia

Laju
Reaksi
Perubahan
konsentrasi reaktan
atau
produk
terhadap
waktu
(M/dt)

Bagian dari ilmu kimia


yang mangkaji
kecepatan atau laju
terjadinya reaksi kimia

aA + bB cC + dD

Laju reaksi

- A
- B
C
D

at
bt
ct
dt

Hukum laju untuk reaksi yang melibatkan reaktan A, B, .. dapat ditulis


sebagai berikut:

Laju = k[A]x[B]y .
5

.Laju Reaksi

A B
A
Laju
t
[A] =
perubahan
konsentrasi
selama waktu t

Laju
Menurunnya
jumlah
molekul A dan
meningkatnya
molekul
B
seiring dengan
waktu

Laju dalam perubahan


konsentrasi terhdap waktu

B
t

[B] =
perubahan
konsentrasi
selama waktu t

.Laju Reaksi
2 mol A menghilang untuk setiap mol B
yang terbentuk
Laju hilangnya A adalah dua kali
lebih cepat dibandingkan laju
terbentuknya B

Laju

1 A
2 t

atau Laju

B
t

Laju reaksi A B, dinyatakan


sebagai penurunan molekul A
seiring dengan waktu dan sebagai
peningkatan molekul B seiring
dengan waktu

2A B

.Laju Reaksi

aA + bB cC + dD
1 A
1 B
1 C
1 D
Laju

a t
b t
c t
d t

Contoh
2N2O5(g) 4NO2(g) + O2(g)

Laju ?????

LATIHAN
Tulislah rumus laju untuk reaksi-reaksi
berikut ini ditinjau hilangnya reaktan dan
munculnya produk

I-(aq) + OCl-(aq) Cl-(aq) + OI-(aq)

3O2(g) 2O3(g)

4NH3(g) + 5O2(g) 4NO(g) + 6H2O(aq)

HUKUM LAJU
F2(g) + 2ClO2(g) 2FClO2(g)
Table : Data Laju Untuk Reaksi Antara F 2 dan ClO2
[F2] (M)

[ClO2]
(M)

Laju
Awal(M/dt)

1.

0.10

0.010

1.2 x 10-3

2.

0.10

0.040

4.8 x 10-3

3.

0.20

0.010

O2.4 x 10-3

Pada data 1 dan 3 dalam Tabel


Jika melipat duakan [F2], sementara
[ClO2] dijaga tetap maka laju menjadi
2 kali lipat
laju berbanding lurus dengan [F2]

Laju [F2][ClO2]
= k [F2][ClO2]

laju
F2 ClO2

1.2 x 10 3 M / dt

(0.10 M )(0.010 M )
1.2 / M .dt

Pada data 1 dan 2 dalam Tabel


Jika melipat duakan [ClO2] pada [F2]
dijaga tetap maka laju meningkat
menjadi sebanyak 4 kali
laju berbanding lurus dengan [ClO2]

k = konstanta laju : konstanta


kesebandingan antara laju reaksi
dan konsentrasi reaktan
HUKUM LAJU

........Hukum Laju
Untuk reaksi umum dengan jenis

aA + bB cC + dD

Hukum Lajunya berbentuk

Laju = k[A]x[B]y
Jika nilai k, x dan y serta konsentrasi A dan B maka hukum laju dapat digunakan
untuk menghitung laju reaksi

Orde reaksi : jumlah dari pangkat-pangkat setiap konsentrasi


reaktan yang ada dalam hukum laju
Pada persamaan diatas, orde reaksi adalah x+ y
Orde reaksi memungkinkan melihat ketergantungan laju terhadap
konsentrasi reaktan
Misal x= 1 dan y = 1 maka hukum laju adalah

Laju = k[A]1[B]2
Reaksi ini adalah orde pertama dalam A, orde kedua
dalam B dan orde ketiga secara keseluruhan (1 + 2)

Arti Dari Pangkat Konsentrasi


aA + bB cC + dD
Laju = k[A]
pangkat zat A adalah satu (1), berarti laju reaksi berbanding lurus dengan
konsentrasi A

Laju = k[A]2
pangkat zat A adalah dua (2), berarti laju reaksi meningkat seiringan dengan
kuadrat konsentrasi A

12

Contoh Persamaan Laju


3NO(g) N2O(g) + NO2(g)
Laju = k[NO]2
orde reaksi NO adalah 2 dan orde reaksi
keseluruhan adalah 2

2NO2(g) + F2(g) 2NO2F(g)

Laju = k[NO2][F2]
orde reaksi NO2 adalah 1, orde reaksi F2 adalah
1 dan orde reaksi keseluruhan adalah 2

H2O2(aq) + 3I-(aq) + 2H+(aq) 2H2O(l) + I3(aq)


Laju = k[H2O2][I-]
orde reaksi H2O2 adalah 1, orde reaksi I- adalah
1, orde reaksi H+ adalah nol dan orde reaksi
13
keseluruhan adalah 2

Konstanta Laju, k
Nilai k spesifik untuk setiap reaksi, ditentukan
berdasarkan reaksi yang setimbang.
Satuan k tergantung dengan orde reaksi
keseluruhan.
Nilai k tidak berubah meskipun konsentrasi
reaktan atau produk berubah.
Nilai k tidak akan berubah dengan perubahan
waktu
Nilai k untuk setiap reaksi spesifik pada
temperatur tertentu.
Nilai k dipengaruhi oleh keberadaan katalis.
Nilai k harus ditentukan melalui percobaan untuk
setiap reaksi pada kondisi tertentu.

14

Konsentrasi Reaktan
Persamaan Laju Reaksi Untuk Reaktan A,
B,

Laju =
x tidaky dipengaruhi konsentrasi
k adalah konstanta laju, nilainya
tetap
k[A]
[B]
reaktan
Exponen x dan y adalah nilai yang ditentukan secara eksperimen, dan x+y
merupakan order reaksi

Contoh:

A + B + C

laju = k[A]
Pengaruh perubahan
[B]2 konsentrasi terhadap laju:

Jika konsetrasi A 2x dan yang lain tetap maka: laju = 21 = 2

Jika konsentrasi B 2x dan yang lain tetap maka: laju = 2 2 =

Perubahan C tidak mempengaruhi laju

Jika konsentrasi A dan B 2x maka: laju = 21 x 22 = 8

15

MENENTUKAN PERSAMAAN LAJU


Contoh: A + 2B

Percobaan

[A]

[B]

Laju awal
pembentukan C

0,020 M

0,020 M

3,0 x 10-4 M.s-1

0,020 M

0,040 M

3,0 x 10-4 M.s-1

0,040 M

0,060 M

12,0 x 10-4 M.s-1

a. Tentukan nilai x, y dan k dan


persamaan lajunya
b. Tentukan orde reaksi A, B dan
16
keseluruhan

Perco
baan
1
2
3

[A]

[B]

0,020 M
0,020 M
0,040 M

0,020 M
0,040 M
0,060 M

Laju awal
pembentukan C
3,0 x 10-4 M.s-1
3,0 x 10-4 M.s-1
12,0 x 10-4 M.s-1

Perumusan Masalah
Diketahui:
Persamaan laju umum untuk reaksi
A + 2B AB2 adalah laju = k[A]x[B]y
Nilai yang harus ditentukan adalah k, x dan y
Penjelasan dan penyelesaian:
Data dari eksperimen 1 dan 2

laju 1 k A 1 B1

laju 2 k A 2 x B 2 y
x

laju 1 B1


laju 2 B 2

3,0 10 4 M.s -1 0,020 M

4
-1
3,0 10 M.s
0,040 M

laju = k[A]x[B]0

1,0 =(0,5)

maka y = 0

atau laju = k[A]x


17

Data eksperimen 1 dan 3

laju 3 A 3


laju 1 A1

12,0 10 M.s
0,040 M

4
-1
3,0 10 M.s
0,020 M
-1

4,0 = (2,0)x diperoleh x =2

laju = k[A]2
Menentukan nilai k

laju1 =
k[A1]2

laju 1
k
x
A1

maka

3,0 10 4 M.s 1
-1 -1
=
0,75
M
.s
k
2
0,020 M
18

Waktu Paruh Reaksi

Faktor yang Mempengaruhi


Laju Reaksi
Konsentrasi: molekul-molekul harus bertumbukan
agar terjadi reaksi dalam konteks ini laju reaksi
proporsional dengan konsentrasi reaktan

Misal

NO2(g) + CO(g) NO(g) + CO2(g)

Reaksi dapat terjadi bila molekul-molekul NO2 bertumbukan


dengan molekul CO.
Jika konsentrasi NO2 dinaikkan dua kali lipat maka molekul
CO adalah menjadi dua kali lipat. Hanya sangat sedikit
kemungkinan setiap reaksi terjadi menjadi dua kali lipat
seandainya konsentrasi NO2 yang dua kali lipat.

Karbon terbakar lebih cepat dalam oksigen murni (a)dibandingkan


dalam udara (b)
Karena konsentrasi dari spesi yang bereaksi yaitu O2 lebih besar

NO bereaksi dengan O3. Meningkatnya konsentrasi


NO atau O3 akan meningkatkan laju reaksi

.Faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi

Tekanan
Tekanan tak berpengaruh pada reaksi yang
terjadi dalam cairan atau padatan
Pada gas, tekanan gas dinaikkan dua kali
lipat maka konsentrasi naik dua kali lipat
Sehingga perubahan tekanan dari gas atau
campuran gas hanya akan merubah
konsentrasi aksi

.Faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi

Temperatur:

molekul harus bertumbukan


dengan energi yang cukup untuk bereaksi

Temperatur akan mempengaruhi reaksi dan laju dari reaksi


kimia akan meningkat dengan meningkatnya temperatur
Temperatur akan naik 10 % dari 273 ke 300 K

Temperatur
Kenaikan temperatur dapat meningkatkan laju reaksi.
Persamaan Arrhenius

k Ae

Ea / RT

atau

Ea
ln k ln A
RT
e = 2,718
A adalah konstanta
yang nilainya sama
dengan konstanta laju
k adalah konstantan
laju pada temperatur
tertentu
R =8,314 J/mol
25

Pengaruh Struktur Molekul :


Faktor Frekuensi
Tumbukan Efektif: molekul harus

bertumbukan sedemikian rupa


sehingga atom yang bereaksi
melakukan kontak dengan energi
yang cukup sehingga membentuk
produk
2 kriteria: energi yang cukup dan
orientasi molekul yang tepat

Collision Theory
Sebelum reaksi bisa terjadi, molekul, atom atau
ion harus bisa mencapai keadaan untuk bisa
saling berbenturan/bertabrakan
Peningkatan jumlah konsentrasi reaktan akan
meningkatkan jumlah tabrakan per satuan waktu
Faktor-faktor yang mempengaruhi tabrakan
reaktan:
1. Harus mencapai keadaan energi minimum yang
dibutuhkan untuk menata ulang elektron terluar
sehingga bisa terbentuk ikatan
2. Harus dalam keadaan orientasi yang tepat untuk
bisa bereaksi
27

Collision theory

28

Katalis
Zat
lain
yang
ditambahkan
mempercepat laju reaksi.

untuk

tujuan

Katalis dapat menurunkan energi aktivasi, sehingga


bisa memepercepat laju reaksi
Katalis tidak terlibat dalam reaksi
Katalis terbagi dua kelompok :

Katalis homogen: fasa sama dengan reaktan

Katalis heterogen: fasa berbeda dengan reaktan

29

30

SEMOGA
MENGERTI!!!