Anda di halaman 1dari 37

IKATAN KIMIA

CHAPTER 5

Komeyni Rusba

Menikah
STABIL

Jomblo
TIDAK STABIL

Suatu
Unsur
Ikatan Kimia
Penurunan
Energi
Potensial

STABIL

ATURAN DUPLET & OKTET


Kecenderungan unsur-unsur untuk menjadikan
konfigurasi elektronnya sama seperti gas mulia
terdekat
Jumlah Elektron pada Kulit
Lambang
Atom

He

Ne

18

Ar

36

Kr

8 18

Xe

8 18 18

Rn

8 18 32 18 8

10

54

Jumlah
Elektron
Valensi
2
8

8
8

8
8

8
8

Ikatan Ion
Antar
Atom

Ikatan Kovalen
Ikatan Logam

Ikatan
Kimia
Ion-Dipol
Antar
Molekul

Dipol-Dipol
Dispersi London
Ikatan Hidrogen

TABEL PERIODIK: LOGAM DAN NON


LOGAM

3 KOMBINASI IKATAN ANTARA


LOGAM DAN NON LOGAM

Na

1
e-

Cl

Pembentukan
Ikatan Ion

Na+

Tarikan
Elektrostatik

NaCl

Cl-

CONTOH

Problem:
Kenapa BeCl2 merupakan senyawa kovalen, bukan
ionik?

Ikatan Kovalen

Ikatan yang terjadi karena pemakaian


pasangan elektron secara bersama
oleh 2 atom yang berikatan.

Terjadi akibat ketidakmampuan salah


1 atom yang akan berikatan untuk
melepaskan elektron (terjadi pada
atom-atom nonlogam).

LEWIS DOT FORMULA

Ikatan Kovalen Tunggal


Ikatan ini melibatkan pemakaian bersama satu
pasang elektron oleh dua atom yang berikatan

H H H
H

H F H F

Soal :
Tuliskan pembentukan ikatan kovalen dari senyawa berikut :
( lengkapi dengan rumus struktur dan rumus kimianya )
1. Atom C dengan H membentuk molekul CH 4
2. Atom H dengan O membentuk molekul H 2O
3. Atom Br dengan Br membentuk molekul Br 2

IKATAN KOVALEN RANGKAP DUA


Ikatan ini melibatkan pemakaian bersama dua
pasang elektron oleh dua atom yang berikatan.
Contoh: O2, CO2, C2H4

IKATAN KOVALEN RANGKAP TIGA


Ikatan ini melibatkan pemakaian bersama tiga
pasang elektron oleh dua atom yang berikatan.
Contoh: N2, C2H2

IKATAN KOVALEN KOORDINASI


Adalah ikatan yang terbentuk dengan cara
penggunaan bersama pasangan elektron yang
berasal dari salah 1 atom yang berikatan
[Pasangan Elektron Bebas (PEB)], sedangkan
atom yang lain hanya menerima pasangan
elektron yang digunakan bersama.
Pasangan elektron ikatan (PEI) yang
menyatakan ikatan koordinasi digambarkan
dengan tanda anak panah kecil yang arahnya
dari atom donor menuju akseptor pasangan
elektron.

Contoh:
BF3-NH3

* F*
* *
**

**
** F
**

**
* F*
* ** H
o
B N

*o

H
*o

**
** F
**

**
* F *
* *
*o
B
+

* F*
* *
**

**
O

oo
+ O
oo

oo
O

oo

oo
O +
oo

**

Ozone, O3

**
O

oo
O
oo

OO

Polarisasi Ikatan Kovalen

Distribusi
elektron
ikatan

Polar
Bentuk
keseluruhan

Kepolaran Ikatan & Keelektronegatifan


Selisih keelektro- Sifat ikatan
negatifan

Contoh

> 2,0

Ionik

KCl, NaCl

0,5 2,0

Kovalen polar

HCl, H2O, NH3

< 0,5

Kovalen nonpolar CH4, H2, O2

18

ELEKTRONEGATIVITAS VS POLARITAS IKATAN

MOMEN DIPOLE

A polar bond has a dipoleit has a negative end


and a positive end.

=ex
d

Di mana,
= Momen Dipole (Debye, D)
e = Besarnya muatan
(electrostatic units, esu)
d = Jarak antara dua muatan
(10-8 cm)

Ikatan
Logam

Ikatan antara muatan positif


dari ion-ion logam dengan
muatan negatif dari
elektron-elektron yang
bebas bergerak (lautan
elektron)
Elektron
terdelokalisasi

Lautan elektron

Muatan
+ logam

Beberapa Sifat
Logam

Berbentuk padat pada


suhu kamar

Mudah ditempa

Bersifat sebagai konduktor


listrik & panas

Penyimpangan Aturan Oktet

Oktet tak lengkap (kurang


dari 8)

:
O NO

Elektron
terluarnya = 6

Elektron
terluarnya = 7

:F B F :
|
:F:

Oktet berkembang (lebih


dari 8)

Elektron
terluarnya = 10

Elektron
terluarnya = 12

GAYA ANTARMOLEKUL
PADAT

CAIR

GAS

Ikatan

Basis

Energi

Contoh

(kj/mol)
Ion

Kation-Anion

Kovalen

Sharing pas. elektron 150-1100

H2

Logam

Kation-Elektron

Fe

terdelokalisasi

400-4000

75-1000

NaCl

Gaya

Basis

Energi

Contoh

(kj/mol)
Ion-Dipole

Muatan ion Muatan


dipole

40 600

Na+...H2O

H-Bond

Polar bond muatan


dipole H

10 40

H2O.. H2O

Dipole-Dipole

Antar Muatan dipole

5 25

ICl..ICl

Ion-Dipole terinduksi

Muatan ion Awan


elektron terpolarisasi

3 15

Fe2+O2

Dipole-Dipole
terinduksi

Muatan dipole awan


elektron terpolarisasi

2 10

HCl...ClCl

Dispersi (London)

Antar awan elektron

0,05 40

FFFF

Gaya Ion-Dipole
Gaya ion-dipole adalah hasil interaksi elektrik
antara ion dan muatan parsial molekul polar

Gaya Dipole-Dipole
Molekul

netral tapi polar mengalami


gaya dipole-dipole sebagai hasil interaksi
elektrik antara dipole-dipole molekul
tetangga.
Gaya yg terjadi bisa tarikan atau tolakan

Semakin polar substansi, semakin kuat interaksi dipoledipole.

Gaya Dispersi London


Molekul Br2

Distribusi elektron merata

Dipole sesaat

Mempengaruhi distribusi elektron


molekul tetangga dan menginduksi
dipole sesaatnya Gaya tarik lemah

Besarnya gaya London bergantung pada kemudahan awan elektron


terdistorsi oleh medan listrik dekat (Polarizabiliy)
Molekul /atom kecil kurang terpolarisasi dan memiliki gaya
dispersi lebih kecil karena mempunyai elektron yg lebih sedikit,
terikat kuat pada inti.
Molekul /atom besar lebih terpolarisasi dan memiliki gaya
dispersi lebih besar karena mempunyai elektron yg lebih banyak,
terikat lemah pada inti.

Bagaimana polarizability
pada kation dan anion?

Pengaruh bentuk molekul terhadap Gaya London

Lebih menyebar, Luas


permukaan lebih besar
interaksi (Gaya London)
lebih kuat

Lebih padat/compact
Interaksi (Gaya London)
lebih lemah

Ikatan Hidrogen

Ikatan Hidrogen adalah interaksi tarik-menarik molekul


yang memiliki atom hidrogen terikat pada atom yang
sangat elektronegatif (O, N, or F) dengan pasangan
elektron bebas

Soal:
Urutkan kekuatan ikatan hidrogen antara NH 3, H2O, dan HF

Ikatan hidrogen menyebabkan titik didih senyawa


menjadi tinggi

IKATAN HIDROGEN DALAM TUBUH

Hydrogen bonding holds huge biomolecules in the shapes


needed to play their essential roles in biochemistry.
Deoxyribonucleic acid (DNA), for instance, contains two long
molecular strands coiled around each other and held together
by hydrogen bonds.

Latihan Soal
1. Identifikasi jenis-jenis gaya antarmolekul dari:
(a) HCl
(b) CH3CH3
(c) CH3NH2

(d) Kr

2. Identifikasi jenis-jenis gaya antarmolekul dari


pasangan substansi di bawah ini. Tentukan substansi
dengan titik didih lebih tinggi.
(a) MgCl2 atau PCl3
(b) CH3NH2 atau CH3F
(c) CH3OH atau CH3CH2OH
(d) Heksasa atau 2,2-dimetilbutana