Anda di halaman 1dari 14

Loading... Pleace Wait...

MENU

INDENTITAS
SISWA

PENDAHULUAN

LAPORAN
KEGIATAN

HASIL LAPORAN

POINT

PHOTO POLIO

MENU

Indentitas Siswa

Nama : Deni Hadi Risyanto


Ttl : Indramayu,02 Juni 1998
Jenis Kelamin : Laki-laki
Hobby : Designs
Alamat : Ds. Karanganyar
Blok. Anjun Lor
MENU

Pendahuluan
BAB I
PENDAHULUAN
11.Latar Belakang PRAKERIN SMK
Praktek Kerja Industri merupakan suatu bentuk penyelenggaraan Pendidikan Keahlian yang diperoleh melalui kegiatan bekerja

secara langsung di dunia kerja untuk mencapai suatu tingkat keahlian sesuai dengan Program Keahlian. Pada dasarnya Program
Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) dimaksudkan untuk meningkatkan mutu pendidikan pada Sekolah Menengah Kejuruan. Kegiatan
secara terprogram dapat mencapai keahlian dan keterampilan dengan cara kerja langsung pada dunia usaha yang sesungguhnya,
untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan memiliki sikap kerja yang profesional.
Latar belakang diadakannya program PRAKERIN sebagai berikut :
a)Garis-garis Besar Haluan Negara tahun 1993 telah memberikan arahan yang jelas bagi pembangunan Indonesia mengahadapi
perkembangan masa mendatang. Sesuai dengan ketentuan pada GBHN tahun 1993 titik berat pembangunan jangka panjang tahap
II dan pelita IV ialah pembangunan ekonomi dan seiring dengan itu pembangunan sumber daya manusia. Pendidikan sebagai
perantara utama pembangunan SDM, harus jelas berperan membentuk peserta didik menjadi aset bangsa dan diharapkan mampu
menciptakan produk unggul industri Indonesia dalam menghadapi persaingan pada dasar global.
b)Keahlian profesional pada dasarnya mengandung unsur ilmu pengetahuan, teknik dan kiat unsur ilmu pengetahuan dan teknik
dapat dipelajari tetapi unsur kiat adalah sesuatu yang tidak bisa diajarkan tetapi harus dikuasai.
c)Program PRAKERIN akan menjadi salah satu model pendidikan yang paling efektif mendekati kesesuaian antaraSuply And
Demandketenagakerjaan sesuai dengan kebijaksanaan depdikbud tentangLink And Match.
1.2.Dasar Hukum PRAKERIN
Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) menjadi salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan menengah kejuruan sesuai dengan
ketentuan UUNo. 2/1989 tentang sistem 1. Peraturan Pemerintah No. 29/1990 tentang pendidikan menengah, Peraturan
Pemerintah No. 39/1992 tentang peranan masyarakat dalam pendidikan nasional, dan keputusan Mendikbud No. 080/U/1993
tentang kurikulum SMK sebagai berikut :
1.Penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan melalui dua jalur yaitu jalur pendidikan sekolah dan jalur pendidikan luar sekolah.
2.Penyelenggaraan sekolah menengah dapat bekerjasama dengan masyarakat terutama dari dunia usaha dan para dermawan
untuk memperoleh sumber daya dalam rangka menunjang penyelenggaraan pendidikan dan pengembangan pendidikan (PP No.10
Bab 11 Ayat 1)
3.Pengadaan dan pendayagunaan sumber daya pendidikan dilakukan oleh pemerintah, masyarakat dan keluarga peserta didik.
4.Masyarakat sebagai mitra pemerintah berkesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan serta dalam penyelenggaraan
pendidikan nasional.
5.Peran serta masyarakat dapat membentuk pemberian kesempatan untuk latihan kerja atau magang.
6.Pemerintah dan masyarakat menciptakan peluang yang lebih besar untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam
sistem pendidikan nasional .

MENU

2.Dasar Hukum PRAKERIN


Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) menjadi salah satu bentuk
penyelenggaraan pendidikan menengah kejuruan sesuai dengan
ketentuan UUNo. 2/1989 tentang sistem 1. Peraturan Pemerintah No.
29/1990 tentang pendidikan menengah, Peraturan Pemerintah No.
39/1992 tentang peranan masyarakat dalam pendidikan nasional, dan
keputusan Mendikbud No. 080/U/1993 tentang kurikulum SMK sebagai
berikut :
1.Penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan melalui dua jalur yaitu
jalur pendidikan sekolah dan jalur pendidikan luar sekolah.
2.Penyelenggaraan sekolah menengah dapat bekerjasama dengan
masyarakat terutama dari dunia usaha dan para dermawan untuk
memperoleh sumber daya dalam rangka menunjang penyelenggaraan
pendidikan dan pengembangan pendidikan (PP No.10 Bab 11 Ayat 1)
3.Pengadaan dan pendayagunaan sumber daya pendidikan dilakukan
oleh pemerintah, masyarakat dan keluarga peserta didik.
4.Masyarakat sebagai mitra pemerintah berkesempatan yang seluasluasnya untuk berperan serta dalam penyelenggaraan pendidikan
nasional.
5.Peran serta masyarakat dapat membentuk pemberian kesempatan
untuk latihan kerja atau magang.
6.Pemerintah dan masyarakat menciptakan peluang yang lebih besar
untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam sistem pendidikan
nasional.

MENU

5.Peran serta masyarakat dapat membentuk pemberian kesempatan


untuk latihan kerja atau magang.
6.Pemerintah dan masyarakat menciptakan peluang yang lebih besar
untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam sistem pendidikan
nasional.
7.Pada sekolah menegah dilakukan uji coba gagasan baru yang
diperlukan dalam rangka pengembangan pendidikan menengah.
Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) dapat memilih pola penyelenggaraan
pengajaran sebagai berikut :
a.Menggunakan unit produksi sekolah yang beroperasi secara
professional sebagai wahana pelatihan kejuruan.
b.Melaksanakan kegiatan sebagai kelompok mata pelajaran keahlian
kejuruan disekolah dan sebagian lainnya didunia usaha dan industri.
c.Melaksanakan kelompok mata pelajaran keahlian kejuruan
sepenuhnya dimasyarakat, dunia usaha dan industry (Keputusan
Mendikbud No. 080/U/1993 Bab. IV Butir C 1-Kurikulum 1994 SMK).
Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) juga di atur dalam Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan No. 323/U/1997 tentang penyelenggaraan Praktek Kerja
Industri pada Sekolah Menegah Kejuruan.

MENU

Laporan Kegiatan

MENU

Hasil Laporan / Rangkuman


Laporan

MENU

Point

MENU

Photo Polio
1. Photo Tempat Kerja
2. Photo Rekan Kerja
3. Photo Kegiatan Kerja

MENU

Photo Tempat Kerja

MENU

Photo Rekan Kerja

MENU

Photo Kegiatan Kerja

MENU