Anda di halaman 1dari 209

Mikrobiologi

Farmasi

Referensi

Mims et al. 2004. Medical Microbiology. Elsevier Mosby-Year Book Europe


Fried George H and Hademenos George. 2006. Biologi Edisi Kedua.
Erlangga. Jakarta
Jawetz, Melnick and Aderbergs. 2005. Mikrobiologi Kedokteran.
Salemba Medica, Jakarta
Irianto, Koes. 2006. Mikrobiologi Menguak Dunia Mikroorganisme Jilid
1. Yrama Widya. Bandung
Irianto, Koes. 2006. Mikrobiologi Menguak Dunia Mikroorganisme Jilid
2. Yrama Widya. Bandung
Muliawan, T. Sylvia. 2009. Bakteri Intraseluler Obligat. Erlangga, Jakarta
Djide, N., Sartini dan Kadir, S., 2005. Analisis Mikrobiologi Farmasi.
Unhas. Makassar

MATERI 1

SEJARAH MIKROBIOLOGI

Defenisi dan ruang lingkup


mikrobiologi farmasi
Defenisi
Ilmu yang mempelajari
mikroba/makhluk hidup berukuran
kecil/ mikroorganisme dan
peranannya dalam ilmu farmasi

Mikroorganisme

Bakteri

Virus
Jamur/fungi

Alga

Ruang lingkup mikrobiologi


farmasi
Orientasi taksonomi
Orientasi habitat
Orientasi masalah

Ruang lingkup mikrobiologi farmasi :


taksonomi
Biologi

Ruang lingkup mikrobiologi


farmasi : habitat dan masalah
Habitat
air, tanah dan udara
Masalah
Malefit ( merugikan) dan benefit
(menguntungkan)

Sejarah perkembangan
mikrobiologi

Tahap
Tahap
Tahap
Tahap

kegelapan
penemuan mikroskop
perkembangan mikrobiologi
biomolekuler

Tahap Kegelapan

Penyakit menular dan tidak menular


Disebabkan benda kecil
Masih mengenal mistik dan gaib
Generatio spontanea (Abiogenesis)

Tahap Penemuan Mikroskop

Antoni Van Leeuwenhoek

Tahap Perkembangan
Mikrobiologi
Louis Pasteur
Pendukung Teori
Biogenesis
Penemu
- fermentasi
- pasteurisasi
- vaksin rabies dan
antraks

Tahap Perkembangan
mikrobiologi
- Penemuan basil TB,
difteri, demam tifoid dan
gonorrhoe
- Awal mula pengujian
laboratorium (postulat
koch)
- Penemuan mikroskop
elektron
Robert Koch

Perkembangan mikrobiologi

PROSTULAT KOCH

Mikroorganisme penyebab
penyakit dapat diisolasi
dari Makhluk hidup yang
terinfeksi penyakit

Tahap Biomolekuler
Penemuan DNA
sebagai pembawa
sifat sel
Identifikasi yang
lebih sensitif dan
spesifik

Peranan mikroba
Peran positif
Produsen bahan obat, pangan,
medis, bioremediasi
Peran negatif
Penyebab kerusakan dan
menyebabkan penyakit (patogen)

Produk pangan hasil


fermentasi MO

Aspergillus
wentii

Penicillium sp

Rhizopus oryzae
Lactobacillus

Monilia sitophila

Kerugian akibat mikroba

Materi 2

PROKARIOTIK
DAN EUKARIOTIK

Defenisi sel
Unit dasar kehidupan
Penyusun terkecil makhluk hidup

Sejarah Klasifikasi Mikroba

Klasifikasi Klasik hanya ada dua


Kingdom yaitu tanaman (Plantae)
dan hewan (Animalia).
Mikroorganisme masuk ke dalam
Plantae
Haeckel (1866) mengusulkan
Kingdom baru utk mikroba. Dia
menempatkan semua organisme
uniselular (mikroskopik) dalam
Kingdom baru yaitu "Protista",
terpisah dari tanaman (Plantae)
dan hewan (Animalia) yang
merupakan organisme multiselular
(makroskopik).
22

Ernst Hckel
1834-1919

Sejarah Klasifikasi Mikroba


Perkembangan mikroskop elektron (1950)
membagi Kingdom "Protista nya Haeckel
menjadi 2: berdasar ada tidaknya membran
nukleus. Mikroba yang tidak mempunyai membran
inti dimasukkan dalam Kingdom ke-4 yaitu
Monera atau disebut juga Procaryotae.
Sementara Kingdom Protista remained masih
tetap ada yang berisi mikroa uniselular eukariotik.
Whittaker (1967) memperbaiki sistem dengan
mengusulkan Kingdom ke-5 yaitu Fungi seagai
kingdom bagi organisme eukariotik multiselular
yang mengambil nutrisi dengan cara absorbsi.
24

Klasifikasi Mikroba Moderen

Woese (1980-an), mulai menganalisis filogenetik dari seluruh


mahluk hidup berdasarkan perbandingan sekuens urutan DNA
dari subunit kecil RNA ribosom (ssrRNA) yang terdapat dalam
sel organisme.
Dikotomi yang baru muncul pada Prokariot menjadi Bakteri
dan Archae. Woese menyampaikan 3 Domain kehidupan
(Pohon Kehidupan) yaitu: Eucarya, Bacteria and Archaea.
Konsep Kingdom dari Whittaker (Plantae, Animalia dan Fungi)
atau semua organisme eukariotik multiselular pada akhirnya
hanya menempati cabang yang kecil dari pohon kehidupan
dan cabang-cabang kehidupan lainnya akan mengarah ke
mikroorganisme, baik prokariot (Bacteria and Archaea), atau
protista (unicellular algae and protozoa).

25

Sistem Klasifikasi
3 Domains 1978 Carl Woese
1. Bacteria
Prokariot unicellular dengan dinding sel
mengandung peptidoglycan

2. Archaea
Prokariot unicellular, dinding sel tidak
mengandung peptodoglycan

3. Eukarya

Protista
Fungi
Plantae
Animalia

26

Tipe Sel
Prokariotik:

Struktur sel
mikroorganisme dimana sel tidak
memiliki membran inti sel

Eukariotik:

Struktur sel yang


lebih kompleks, memiliki membran inti
sel (Fungi, animal, Plant)

Prokaryotic cell

Eukaryotic cell

MIKROBA

Pendahuluan
Mikroba memiliki sifat kosmopolit
Ekologi mikroba meliputi bahan
pangan, lingkungan, makhluk hidup
Hubungan mikroba dengan inangnya
dapat bersifat menguntungkan atau
merugikan

Keberadaan mikroba

Jenis mikroba

Struktur Sel Bakteri

Bakteri
- Mikroskopik (Panjang 1,0 - 5,0 dan
tebal 0,2 1,5
Kosmopolit
Heterotrof/autotrof
Bersimbiosis dengan organisme lain
Reproduksi dengan membelah diri
dan paraseksual (transformasi,
transduksi dan konyugasi)

Struktur tubuh bakteri

Dinding sel
Terletak di luar membran sel
Fungsi : memberi bentuk pada sel
serta menjaga keutuhan sel
Struktur dapat berubah apabila
terjadi penggunaan antibiotik
irrasional

Dinding sel
Terdiri atas peptidoglikan
Berdasarkan peptidoglikan --- bakteri
gram (+) dan bakteri gram (-)
Fungsi : poteksi, pembelahan sel,
biosintesis, determinan permukaan
antigen bakteri, aktivitas endotoksin
non spesifik

Dinding sel

41

Struktur dinding sel

Fungsi Dinding sel


Lalu lintas zat dari dan ke dalam sel
Reseptor
Tempat berlangsungnya reaksi kimia

Ribosom
Organel sintesis
protein
Terdiri atas ribosom
unit kecil dan
ribosom unit besar

Kromosom
Pembawa informasi
genetik ke generasi
berikutnya
Replikasi sel
Sintesis protein

Kapsul dan sitoplasma


Kapsul
- Terdiri atas
polipeptida/polisak Sitoplasma
arida
Berisi air, protein
- Berperan pada
dan ribosom
saat perlekatan
bakteri dan
mencegah
fagositosis

Flagel dan endospora


Flagel : Membantu
pergerakan
Endospora :
melindungi sel dari
kondisi yang tidak
menguntungkan

Pergerakan sel

Flagel

Endospora
Upaya
pertahanan
diri
Pada
Bacillus dan
Clostridium

Pili

Membantu
pelekatan pada
hospes

Sebagai jembatan
sitoplasma pada saat
reproduksi sel

Pili

Berperan pada
reproduksi sel

Sitoplasma
Tempat berlangsungnya reaksi kimia

DNA

Sintesis protein
Pembawa materi genetik

Plasmid

Vektor dalam rekayasa


genetika

Ribosom

Kapsul

Melindungi dari kondisi yang


ekstrim

Bentuk-bentuk bakteri

57

Bentuk-bentuk bakteri

Bakteri coccus

Neisseria gonorrhoeae

Streptococcus pneumonia

Bakteri basil

Salmonell typhi

Bacillus antraxis

Bakteri spiral

Spirillum sp

Vibrio cholerae

Reproduksi bakteri
(vegetatif)

Transformasi

Konyugasi
Transduksi

Dasar Klasifikasi bakteri


Pewarnaan
Bakteri gram positif dan bakteri
gram negatif
Aktivitas metabolik
Bakteri aerob, bakteri anaerob dan
fakultatif anaerob
Berdasarkan morfologi
Bakteri coccus, basil dan spiral

Klasifikasi pada bakteri

Kingdom: Prokariotik
Divisi : Monera
Class : Bakteri
Order : Actinomycetales
Family : Mycobacteriaceae
Genus : Mycobacterium
Species : Mycobacterium
tuberculosis

Bakteri gram

Mycobacterium tuberculosis

Contoh bakteri
Gram positif

Gram negatif

Escherichia coli

Staphylococcus aureus

Pewarnaan Sederhana
Prinsip Dasar: bakteri mudah bereaksi
dengan pewarna sederhana karena
sitoplasmanya bersifat basofilik (suka
dengan basa).
Menggunakan satu jenis zat warna
(kristal violet, metylen blue, karbol ,
fuchsin , dan safranin
Tujuan untuk melihat bentuk sel bakteri
dan untuk mengetahui morfologi dan
susunan selnya

PEWARNAAN GRAM
Metode untuk membedakan spesies bakteri menjadi dua
kelompok besar, yakni gram-positif dan gram-negatif
Ditemukan oleh: Hans Christian Gram (18531938)
Pengelompokan berdasarkan reaksi atau sifat bakteri
terhadap zat warna yang ditentukan oleh komposisi
dinding selnya
Bakteri Gram-negatif Berwarna merah karena mengikat
zat warna sekunder berwarna merah.
Bakteri gram-positif Berwarna ungu, karena bakteri
tersebut mengikat kompleks zat warna kristal unguiodium.
Perbedaan tersebut struktur dinding sel bakteri dan
kandungan asam ribonukleat antara bakteri Gram positif
dan Gram negatif

Bakteri Gram Positif


Bakteri yang dinding selnya
menyerap warana violet dan
memiliki lapisan peptidoglikan yang
tebal.

Gram Positif: Stapylococcus


aureus
Klasifikasi Staphylococcus aureus :
Divisio : Protophyta
Class : Schizomycetes
Ordo : Eubacteriales
Famili : Micrococcaceae
Genus : Staphylococcus
Spesies : Stapylococcus aureus

Karakteristik
Berbentuk bulat atau kokus dengan diameter 0,41,2 m
Untuk membiakkan diperlukan suhu optimal
antara 28-38 atau sekitar 35 0C
pH optimal untuk pertumbuhan Stapylococcus
aureus adalah 7,4
Bakteri Stapylococcus aureus terdapat pada
hidung, mulut, tenggorokan, pori-pori dan
permukaan kulit, kelenjar keringat dan saluran
usus
Infeksi Staphylococcus aureus dapat berupa
jerawat, bisul, abses dan luka

Bakteri Gram Negatif


Bakteri yang dinding selnya
menyerap warna merah dan
memiliki lapisan peptidoglikan
yang tipis.
Lapisan peptidoglikan pada
Bakteri gram negatif terletak
di ruang perpilasmik antara
membran plasma dengan
membran luar
Tidak mengandung asam
teikoik tetapi mengandung
sejumlah polosakarida dan

Gram Negatif: Escherichia coli

Klasifikasi Escherichia coli


Divisio : Protophyta
Kelas : Shizomycetes
Ordo : Eubacteriaceae
Famili : Enterobacteriaceae
Suku : Escherichiaeae
Genus : Escherichia
Spesies : Escherichia coli

Karakteristik
Bakteri gram negatif, bersifat aerobik dan anaerobik fakultatif, sering
dijumpai didalam usus bagian bawah
Penyebab utama infeksi saluran kemih,diare dan maningtis pada bayi
Escherichia coli dalam usus besar bersifat patogen apabila melebihi
dari jumlah normalnya.
Bakteri ini menjadi patogen yang berbahaya bila hidup di luar usus
seperti pada saluran kemih, yang dapat mengakibatkan peradangan
selaput lendir (sistitis)
Dapat dipindahsebarkan melalui air yang tercemar tinja atau air seni
orang yang menderita infeksi pencernaan, sehingga dapat menular
pada orang lain

Prinsip Dasar Pewarnaan


Bakteri Tahan Asam
Dinding bakteri lapisan lilin dan lemak yang
sukar ditembus cat.
Pengaruh fenol dan pemanasan lapisan lilin
dan lemak dapat ditembus cat basic fuchsin.
Pada waktu pencucian lapisan lilin dan lemak
yang terbuka akan merapat kembali.
Pada pencucian dengan asam alkohol warna
fuchsin tidak dilepas. Sedangkan pada bakteri
tidak tahan asam akan luntur dan mengambil
warna biru dari methylen blue
Contohnya Mycobacterium tuberculosis
(penyebab Tuberkolosis)

Flora normal
Organisme yang ditemukan hidup
secara alamiah dalam tubuh manusia
Meliputi bakteri, jamur dan protista

Tipe flora normal


Mikroorganisme normal/resident
flora/indigenous
MO jenis tertentu yang biasanya ditemukan
pada
bagian tubuh tertentu dan pada usia tertentu

Mikroorganisme sementara/transient
flora
MO nonpatogen/potensial patogen yang berada
di kulit dan selaput lendir/mukosa selama kurun
waktu beberapa jam, hari,
atau minggu.

Peranan flora normal

Sumber infeksi opportunistik


Immunostimulation
Proteksi terhadap MO lain
Nutrisi

Keberadaan Flora normal


Kulit

Jumlah Normal flora

Human body
1013 cells
1014 bacteria

Flora normal pada sal.


Pernafasan (hidung)
Corynebacteria
Staphylococcus
Streptococcus

Flora normal pada sal.


pencernaan

108 bacteria/mL of saliva;


potentially >700 species
Pada kolon banyak
ditemukan Bacterioides,
Lactobacillus, Fusobacteria
dan Clostridia

Flora normal pada alat


kelamin
Flora norma
berupa
Lactobacillus dan
Candida albicans

Flora normal pada Vagina

Normal flora - Risks and


Opportunistic

Clinicalconditionsthatmaybecausedbymembersofthenormalflora

Inhibitor flora normal

Pembersihan
Pemanasan
Penyinaran
Penggunaan germisida
Penggunaan pelarut lemak

PATOGENITAS DAN EPIDEMOLOGI


MIKROORGANISME

Patogenitas : kemampuan suatu


mikroorganisme untuk menyebabkan
penyakit

Bakteri menyebabkan penyakit


dengan cara

Perantara
Produksi
Melakukan

Tahapan Infeksi bakteri


attachment

Attachment
Terjadi interaksi
antar molekul
(reseptor) pada
permukaan sel
Fimbrae dan kapsul
serta adhesin
berperan dalam hal
ini

Figure 14.5 The adhesion of pathogens to host cells-overview

Colonization
Terbentuk lapisan tipis (monolayer) pada pemukaan
host
Bakteri mensekresikan Polysaccharide Intercelluler
Adhesin (PIA), Accumulation Assosiated Protein (AAP)
Terjadi detachment/
pelepasan
senyawa
toksin
dan
degradasi
makromolekul ekstraseluler
kerusakan jaringan

Mekanisme pembentukan biofilm/lapisan


koloni
Pada Staphylococcus epidermidis

Invasion
sel bakteri mulai meninggalkan host
untuk mencari host yang baru

Biofilm yang terbentuk pada kulit


mengakibatkan infeksi

Port of entry mikroba


Membran mukosa

Figure 14.3 Routes of entry for invading pathogens

Ear

Broken
skin
Insect
bite

Conjunctiva
of eye
Nose

Sensor

Mouth

Placenta
Vagina
Anus

In males:
Penis

Urethra

Portal of exit microba

Figure 14.11 Portals of exit

Ear
(earwax)

Eyes
(tears)
Nose
(secretions)

Broken skin
(blood)

Mouth
(saliva, sputum)

Skin
(flakes)

In females:
Mammary glands
(milk, secretions)
Vagina
(secretions, blood)

Anus
(feces)

Seminal vesicles
(semen and lubricating secretions)

Urethra
(urine)

Virus

Ciri-ciri Virus
Berukuran ultra mikroskopis yaitu 20-300
milimikron
Parasit obligat
Berbentuk oval, bulat, batang, huruf T,
kumparan
Kapsid tersusun dari protein yang berisi
DNA saja atau RNA
Dapat dikristalkan
Aktivitasnya harus di sel makhluk hidup

2. Sejarah Penemuan Virus


1. Edward Jenner (1749-1823) adalah ilmuwan pertama yang
berhasil menemukan vaksin mencegah penyakit cacar
(variola). Penyakit cacar (variola) disebabkan virus.
2. Louis Paster berhasil menemukan pusat infeksi penyakit
rabies terdapat pada otak dan medula spinalis. Selain itu,
ia juga mampu memindahkan infeksi tsb ke hewan
percobaan di dalam laboratorium.
3. Adolf Meyer (jerman), 1883 adalah ahli mikrobiolog bahwa
: daun tembakau berbintik-bintik kuning organisme lebih
kecil dari bakteri. Buktinya : menyemprotkan getah
tanaman yang sakit ke tanaman yang sehat ternyata
tertular.

116

Sejarah Penemuan Virus


4. Charles Chamberland (1851-1908)
Membuat filter bakterial untuk memisahkan bakteri dan
mikroba yang berukuran lebih besar;
Teknik ini mengarahkan penemuan virus sebagai agen
penyebab penyakit
5. Dimitri Ivanowsky (Rusia), 1893. ahli botani
tanaman tembakau terkena penyakit mosaik.
Kemudian menyaring melalui pori-pori yg sgt halus
ternyata masih mampu menginfeksi daun tembakau.
6. M.W. Beijerinck, 1897.( Belanda) penyakit tembakau
mengandung jasad hidup yang disebut virus
117

Para Ilmuwan Penemuan Virus


7. Loffler dan Forsch (1897) ilmuwan dari Jerman Virus yang
menyerang hewan yakni penyakit kuku dan mulut pada
hewan ternak.
8. Reed (1900) menemukan virus menyebabkan penyakit
demam berdarah pada manusia. Penyakit disebabkan
nyamuk Aedes aegypti.
9. Laidraw dan Stuart Harris (1933-1936) Menemukan virus
influenza.
10.Jonas Salk (1953) menemukan vaksin pencegah penyakit
polio.
118

Apa itu Virus?


Virus adalah
organisme
aselular
(bukan sel) yang tidak
memiliki
organelorganel.
Virus adalah parasit
berukuran mikroskopik
yang menginfeksi sel
organisme biologis

Struktur Virus

Reproduksi Virus
Siklus Litik

SIKLUS LITIK

1. Fase Adsorbsi (fase


penempelan)
2. Fase Injeksi (memasukkan
asam inti)
3. Fase Sintesis (pembentukan)
4. Fase Asemblin (perakitan)
5. Fase Litik (pemecahan sel
inang)

SIKLUS LISOGENIK

1.Fase
2.Fase
3.Fase
4.Fase
5.Fase

Penggabungan
Pembelahan
Sintesis
Perakitan
Litik

Multiplication Cycles in Animal


Viruses

Adsorption
Penetration
Uncoating
Synthesis
Assembly
Release

Adsorption
Virus encounters susceptible host cells
Adsorbs specifically to receptor sites on the
cell membrane
Because of the exact fit required, viruses
have a limited host range

Penetration
Flexible cell membrane of the host is
penetrated by the whole virus or its
nucleic acid
Endocytosis: entire virus engulfed by
the cell and enclosed in a vacuole or
vesicle
The viral envelope can also directly
fuse with the host cell membrane

Uncoating
Enzymes in the vacuole dissolve the envelope and
capsid
The virus is now uncoated

Synthesis
Free viral nucleic acid exerts control over the
hosts synthetic and metabolic machinery
DNA viruses- enter host cells nucleus where
they are replicated and assembled
DNA enters the nucleus and is transcribed into
RNA
The RNA becomes a message for synthesizing
viral proteins (translation)
New DNA is synthesized using host nucleotides

RNA viruses- replicated and assembled in


the cytoplasm

Assembly
Mature virus
particles are
constructed from
the growing pool of
parts

Release
Nonenveloped and complex viruses
are released when the cell lyses or
ruptures
Enveloped viruses are liberated by
budding or exocytosis
Anywhere from 3,000 to 100,000
virions may be released, depending
on the virus
Entire length of cycle- anywhere from
8 to 36 hours

Figure 6.15

Klasifikasi Virus

1. Berdasarkan kandungan asam nukleatnya,


virus diklasifikasikan menjadi dua.
a) Ribovirus (virus RNA), yaitu virus
yang asam nukleatnya berupa RNA.
b) Deoksiribovirus (virus DNA), yaitu
virus yang asam nukleatnya berupa DNA.

diklasifikasikan sebagai
berikut.

a) Virus bentuk
ikosahedral : bentuk tata
ruang yang dibatasi oleh
20 segitiga sama sisi
dengan sumbu rotasi
ganda.
b) Virus bentuk helikal:
menyerupai batang
panjang, nukleokapsidnya
tidak kaku, berbentuk
heliks, dan memiliki satu
sumbu rotasi.
c) Virus bentuk kompleks:
Struktur yang amat
kompleks dan pada
umumnya lebih lengkap

Helical

Icosahedral

KLASIFIKASI SELANJUTNYA...
3) Berdasarkan keberadaan selubung yang melapisi
nukleokapsid, virus dibedakan menjadi dua.
a) Virus berselubung, mempunyai selubung yang tersusun
dari
lipoprotein atau glikoprotein.
b) Virus telanjang. Nukleokapsid tidak diselubungi oleh
lapisan
yang lain.

4) Berdasarkan jumlah kapsomernya, virus diklasifikasikan


sebagai berikut.
a) Virus dengan 252 kapsomer,
b) Virus dengan 162 kapsomer.
c) Virus dengan 72 kapsomer.
d) Virus dengan 60 kapsomer.
e) Virus dengan 32 kapsomer.

5) Berdasarkan sel inangnya, virus diklasifikasikan sebagai


berikut.
a) Virus yang menyerang manusia.
b) Virus yang menyerang hewan.
c) Virus yang menyerang tumbuhan.
d) Virus yang menyerang bakteri.

Peran Virus

MENGUNTUNGKAN
:
Membuat antitoksin

MERUGIKAN
1. Pada Tumbuh-tumbuhan : Mozaik pada
daun tembakau Tobacco Mozaic Virus dan
Mozaik pada kentang Potato Mozaic Virus
2. Pada Hewan : Tetelo pada Unggas New
Castle Disease Virus, Cacar pada sapi
Vicinia Virus, Lidah biru pada biri-biri
Orbivirus dan Tumor kelenjar susu
monyet Monkey Mammary Tumor Virus
3. Pada Manusia : Influensa Influenzavirus
AIDS Retrovirus SARS Coronavirus Flu
burung Avianvirus

In vivo Disease Processes


!!
Cell destruction
Virus-induced changes to
gene expression
Immunopathogenic disease

Acute Virus Infections

Localised to specific
site of body
Development of
viraemia with
widespread infection of
tissues

Poliovirus
Properties of the virus
Enterovirus.
Possesses a RNA
genome.
Transmitted by the
faecal oral route.
Cause of
gastrointestinal
illness and
poliomyelitis.

Incidence of Poliomyelitis
A

Number of cases (in thousands)

40

Poliovirus vaccines

A: Salk killed inactivated


vaccine.
B: Sabin live attenuated
vaccine

30

20

10

0
1950

1960

1970

1980

Influenza A virus
Properties of the virus
Myxovirus
Enveloped virus
with a segmented
RNA genome
Infects a wide range
of animals other
than humans
Undergoes
extensive antigenic
variation
Major cause of
respiratory

Influenza A virus Infection


Spread by respiratory route
Virus infects cells of the
respiratory tract
Destruction of respiratory
epithelium

Secondary bacterial infections

Altered cytokine expression leading to


fever
e.g interleukin-1 and interferon

Spread of influenza virus

Respiratory Tract

Generation of Novel Influenza A Viruses


Human H2N2

ANTIGENIC SHIFT

Genetic Reassortment
Avian H3N8
Point mutation of HA and NA
genes

ANTIGENIC DRIFT

Human H3N2

Viruses and Human


Tumours
Epstein Barr Virus
Burkitts Lymphoma

Human papillomavirus
Benign warts
Cervical Carcinoma

Human T-cell Leukaemia Virus


(HTLV-1)
Leukaemia

Hepatitis C virus
Liver carcinoma

Virus-induced
tumours
Virus
Infection

[ ]
Uninfected
Cell

Uncontrolled cell
growth and tumour
formation

Virus-induced
transformation
Normal cells

Transformed cells

Virus-Induced Tumours
Virus infects cell.
Virus nucleic acid, as DNA,
integrates into cellular genome.
Virus causes changes in cellular
gene expression.
Uncontrolled cell multiplication
and tumour formation.

Medical Importance of
Viruses
Most common cause of acute
infections that do not result in
hospitalization
Most do not cause death but those
that do can have very high mortality
rates
Others can lead to long-term debility

Treatment of Viral Infections


Because they are not bacteria,
antibiotics are ineffective
Antiviral drugs block virus replication
by targeting one of the steps in the
viral life cycle
Interferon shows potential for
treating and preventing viral
infections
Vaccines stimulate immunity

Antiviral Targets
Attachment/Entry
Nucleic acid replication
Virus protein processing
Virus maturation

Problems with Antivirals


Identification of virus-specific
target.
Generation of resistant
variants.

JAMUR

Anda kenal ???

Introduction

Fungi/jamur

Tanpa klorofil
Dinding sel tersusun atas selulosa/kitin
Habitat di tempat lembab
Kemoorganoheterotrof
Tubuh tersusun atas hifa
Soliter/bersimbiosis
Reproduksi dengan spora, budding dan
konyugasi. Pembelahan sel
Saprofit

ra Memperoleh Nutrisi pada Fungi


Anggota Fungi mendapatkan nutrisi melalui 3 cara :
1. Saprofit.
Menguraikan sisa bagian makhluk hidup yang
sudah mati.

2. Parasit.
3. Simbiosis.

Mengambil nutrisi dari makhluk yang masih


hidup.

Hidup bersama makhluk hidup lainnya.


Cacing
Nematoda
Malang
Hifa

Copyright Dony
Lichen, Simbiosis
Jamur dengan
wbs silahkan gunakan
slide ini untuk Algae
kemajuan

Jamur Parasit

Heterotrophic by Absorption

k dow n

Product diffuses back


into hypha and is used

uc
ts
Pr
od

Enzymes

Nucleus hangs back


and directs

Enzymatic brea

Fungi get carbon from organic


sources
Hyphal tips release enzymes
Enzymatic breakdown of substrate
Products diffuse back into hyphae

Modifications of hyphae

3. Klasifikasi Kingdom Fungi


Diklasifikasikan berdasarkan cara spora dihasilkan. Ada 4 kelompok
Fungi, yaitu :

1.
2.
3.
4.
5.

Zygomicotina
Ascomicotina
Basidiomicotina
Chytridiomicotina
Glomerulomicotin
a

Copyright Dony
wbs silahkan gunakan
slide ini untuk kemajuan

Deuteromicotina

asci

basidia

zygosporangia

motile spores

Classificati
on &
Phylogeny

3.1. Zygomicotina

Contohnya : Jamur tempe / Rhizopus orizae.

Ciri Umum Zygomicotina.

Heterotrof saprofit
Tubuh disusun oleh hifa dan miselium.
Hifa tidak bersekat.
Spora dihasilkan oleh sporangium.
Reproduksi menghasilkan spora dilakukan melalui
2 cara :
1. Aseksual : dilakukan saat kondisi lingkungan
mendukung.
2. Seksual : dilakukan bila kondisi lingkungan
kurang
Copyright Dony
wbs silahkan gunakan
mendukung
slide ini untuk kemajuan

Zygomycota common
molds

The fungal mass of


hyphae, known as the
MYCELIUM penetrates
the bread and
produces the fruiting
bodies on top of the
stalks

Mycelia = a mass of hyphae or


filaments

Sexual
zygsporangium
with one
zygospore
Asexual
sporangium
with spores
inside
Life cycle of Rhizopus

Zygomicotina

sporangium

Rhizopus stolonifer

sporangiophor
e

Mucor
sp.

Zygomycota zygote fungi


Rhizopus

Rhinocerebral zygomycosis

3.2. Ascomicotina

Contohnya : Jamur oncom / Neurospora crassa.


Ciri Umum Ascomicotina.

Heterotrof saprofit
Ada yang uniseluler (mis : Saccharomyces) dan
multiseluler.
Tubuh disusun oleh hifa dan miselium, dan ada
yang memiliki tubuh buah.
Hifa bersekat.
Spora dihasilkan oleh konidiospora bila secara
aseksual dan sel askus bila spora dihasilkan
secara seksual.
Reproduksi menghasilkan spora dilakukan melalui
2 cara :
Copyright Dony
wbs
silahkan
gunakan
1.
Aseksual
: dilakukan saat kondisi lingkungan
slide ini untuk kemajuan

Anggota Jamur Ascomicotina.

(a) Ascomicotina dengan tubuh buah


of Aleuria aurantia.
(b) Tubuh buah
Morchella esculenta, biasanya
tumbuh dekat dengan anggrek.
10 m

Copyright Dony
wbs silahkan gunakan
slide ini untuk kemajuan

(c) Tuber melanosporum

(d) Neurospora crassa atau


jamur oncom (SEM).

Siklus Hidup Jamur Ascomicotina

Contohnya : Neurospora

Key
Haploid (1n)
Heterokaryotic (1n + 1n)
Diploid (2n)

Hifa (-)

Reproduksi
Aseksual

Konjugasi
Hifa (+)

Sel
Ascus

Inti melebur
Reproduksi Seksual

Meiosis

Copyright Dony
wbs silahkan gunakan
slide ini untuk kemajuan

Sel Ascus
menghasilkan
spora

Yeasts
Single celled fungi
Adapted to liquids
Plant saps
Water films
Moist animal
tissues

Saccharomyces

Candida

Penecillium
Conidiophores carrying Conidia

Antibiotics

3.3. Basidiomicotina

Contoh : Jamur Merang / Volvariella volvachea


Ciri Umum Basidiomicotina.

Heterotrof saprofit
Multiseluler.
Tubuh disusun oleh hifa dan miselium dan tubuh
buah.
Hifa bersekat.
Spora dihasilkan oleh sel basidium melalui
reproduksi secara seksual.
Reproduksi menghasilkan spora dilakukan melalui
2 cara :
1. Aseksual : dilakukan saat kondisi lingkungan
Copyright Dony
mendukung.
wbs silahkan gunakan
slide
untuk kemajuan : dilakukan bila kondisi lingkungan
2.iniSeksual

Contoh Anggota Jamur Basidiomicotina.

b. Dictyphora sp

a. Amanita muscaria), jamur


yang sangat beracun

Copyright Dony
wbs silahkan gunakan
slide ini untuk kemajuan

c. Jamur kayu, tumbuh pada kayu


Yang sudah mati

d. Puffballs memancarkan
sporanya

Siklus Hidup Jamur Basidiomicotina


Konjugasi

Basidiocarp
Hifa (-)

Hifa (+)

Reproduksi Seksual
Sel Basidium dgn
basidiospora
Peleburan Inti
Meiosis

Copyright Dony
wbs silahkan gunakan
slide ini untuk kemajuan

Sel
Basidium,
penghasil
spora

Key
Haploid (1n)
Heterokaryotic (1n + 1n)
Diploid (2n)

Bawah tudung jamur


Basidiomicotina inilah
spora dihasilkan oleh
sel basidium

Copyright Dony
wbs silahkan gunakan
slide ini untuk kemajuan

Sel
Basidium

Spora

3.4 Chytridiomycotina
Simple fungi
Produce motile spores
- zoospores
Mostly saprobes and
parasites in aquatic
habitats
Could just as well be
Protists

Chytridium growing on spores

Chytriomyces growing on pine pollen

Deuteromicotina
Yaitu kelompok jamur yang belum diketahui cara
reproduksi seksualnya.
Semua jamur yang belum diketahui cara
reproduksi seksualnya dimasukkan ke dalam
kelompok ini.

Copyright Dony
wbs silahkan gunakan
slide ini untuk kemajuan

Molds
Rapidly growth
Asexual spores
Many human
importances

Food spoilage
Food products
Antibiotics, etc.

Noble Rot - Botrytis

Fig 31.21 Antibiotic activity

Simbiosis pada Fungi

Simbiosis Fungi dengan Algae (Lichen)


Fungi jenis tertentu dapat
bersimbiosis dengan algae
uniseluler membentuk
lichen (lumut kerak).
Simbiosis ini bersifat
menguntungkan.
1. Bagi algae :
mendapatkan suplai
air dan mineral.
2. Bagi Fungi :
mendapatkan
hasil fotosintesis berupa
Copyright Dony wbs
nutrisi.
silahkan gunakan slide ini untuk

Simbiosis Fungi dengan Akar Tanaman (Mikoriza)


Mikoriza merupakan
simbiosis antara fungi
dengan akar tanaman.
Simbiosis ini
menguntungkan bagi
keduanya.
1. Bagi tanaman :
meningkatkan
penyerapan air dan
mineral.
2. Bagi fungi : mendapatkan
nutrisi
Dony wbs
dari tanaman.silahkanCopyright
gunakan slide ini untuk

Ectomycorrhizae

Russula

mushroom
mycorrhizas
on Western
Hemlock root
Mycorrhiza cross sections

Fungal hyphae
around root and
between cells

HUMAN-FUNGUS INTERACTIONS
Beneficial Effects of Fungi
Decomposition - nutrient and carbon recycling.
Biosynthetic factories. Can be used to produce drugs,
antibiotics, alcohol, acids, food (e.g., fermented
products, mushrooms).
Model organisms for biochemical and genetic studies.

Harmful Effects of Fungi


Destruction of food, lumber, paper, and cloth.
Animal and human diseases, including allergies.
Toxins produced by poisonous mushrooms and within
food (e.g., grain, cheese, etc.).
Plant diseases.

Fungi as Parasites &


Pathogens

FUNGI DAN PENYAKIT


Menimbulkan sakit melalui 4 (empat) jalan:
Pertama:
Fungi bisa menghasilkan toksin yang
bisa berlangsung menimbulkan kondisi
keracunan setelah dimakan.

195

Lanjutan-1

Kedua:
Fungi tertentu menimbulkan
pencemaran
pada crops (padi) dan
menghasilkan toksin
yang sangat berbahaya.
Contoh: Jamur tercemar rye, cereal
dengan
racun ergot, jamur lain
yang hidup di tanah
dan
kacang-kacangan yang telah kering
menghasilkan aflatoxin yang
diduga penyebab kanker hati (Asia
& Afrika)

197

Lanjutan-2

Ketiga:
Spora jamur yang terhirup bisa
menimbulkan alergi yang persisten
pada paru alveolitis,
Farmers lung timbul akibat
spora jamur
pada jerami.
Spora juga menimbulkan:
-asthma allergic dan
-allergic rhinitis (hay fever)

198

Lanjutan-3

Keempat:
Sebagian fungi menginvasi dan membentuk
koloni atau myelia dalam:
- paru
- kulit, di bawah kulit
- terkadang dalam berbagai jaringan
menimbulkan: iritasi kulit sampai ke
infeksi berat yang kadang bisa fatal.

199

Micosis subcutaneus.
Sporotricosis

Candidiasis

Dermatofitos: Tinea

Tinea manum

Tinea pedis

Tinea unguium

Dermatofitos: Tinea

Tinea capitis

Tinea corporis

Tinea nigra

Exophiala werneckii

Pitiriasis versicolor

Malassezia furfur

FUNGICIDAL
Contoh obat anti jamur fungicidal:
- Amphotericin B
- Ciclopirox
- Clotrimazole, Econazole
- Griseovulvin
- Ketoconazole, Miconazole,
- Nystatin, Tolnaftate
Pemberian obat melalui oral atau injeksi
bisa mengganggu fungsi ginjal dan hati.
206

Question................
https://ticketleap-media-master.s3.amazonaws.com/9aecae1e-c852-4991-a2ad-

Kerjakan sesuai dengan kemampuan


anda SENDIRI dengan BAIK !!
1. Sebutkan 3 tokoh dan peranannya dalam sejarah perkembangan
mikrobiologi!
2. Sebutkan 4 postulat koch!
3. Sebutkan 4 perbedaan antara Eukaryota dan Prokaryota !
4. Sebutkan 4 perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan!
5. Selain dengan membelah diri, Bakteri mampu bereproduksi
dengan 3 cara. Jelaskan!
6. Apa yang anda ketahui tentang :

Ribosom
Mitokondria
Aparatus golgi
Retikulum endoplasma
Sitoplasma
flagella

7. Sebutkan 4 contoh bakteri dan peranannya yang berguna


dalam dunia farmasi!
8. Ada 3 cara bakteri menyebabkan penyakit pada manusia,
sebutkan!
9. Ada 3 proses bakteri menginfeksi manusia, sebutkan!
10.Sebutkan 4 contoh bakteri yang merugikan bagi kehidupan
manusia!
11.Berdasarkan kelasnya ada 5 kelas pembagian Fungi, Sebutkan!
12.Sebutkan5 ciri umum Virus !
13.Sebutkan 3 akibat adanya infeksi virus pada sel manusia!
14.Jelaskan bagaimana proses virus T menginvasi Bakteri !
15.Sebutkan 4 contoh penyakit pada manusia yang disebabkan
oleh Fungi!