Anda di halaman 1dari 34

Analisis Mengenai Dampak

Lingkungan (AMDAL)
Oleh : Yelmira Zalfiatri, S.T, M.Eng

Teknologi Hasil Pertanian


Fakultas Pertanian Universitas Riau
TA 2012-2013

AMDAL

Defenisi AMDAL
AMDAL merupakan kajian dampak
besar dan penting terhadap
lingkungan hidup, dibuat pada tahap
perencanaan, dan digunakan untuk
pengambilan keputusan.

Hal-hal yang dikaji dalam proses


AMDAL: aspek fisik-kimia, ekologi,
sosial-ekonomi, sosial-budaya, dan
kesehatan masyarakat sebagai
pelengkap studi kelayakan suatu
rencana usaha dan/atau kegiatan.

Tujuan secara umum AMDAL adalah


menjaga dan meningkatkan kualitas
lingkungan serta menekan
pencemaran sehingga dampak
negatifnya menjadi serendah
mungkin. Dengan demikian AMDAL
diperlukan bagi proses pengambilan
keputusan tentang pelaksanaan
rencana kegiatan yang mempunyai
dampak terhadap lingkungan hidup.

Peraturan tentang kewajiban membuat AMDAL diatur dalam


peraturan peraturan berikut:
1. UU No. 29 Tahun 1986 tentang Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1993 tentang
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan;
3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 77 Tahun
1994 tentang Badan Pengendalian Dampak Lingkungan;
4. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 98 Tahun 1996
tentang Pedoman Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja
Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah.

Dokumen AMDAL terdiri dari :


Dokumen Kerangka Acuan Analisis
Dampak Lingkungan Hidup (KA-ANDAL)
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan
Hidup (ANDAL)
Dokumen Rencana Pengelolaan
Lingkungan Hidup (RKL)
Dokumen Rencana Pemantauan
Lingkungan Hidup (RPL)

Kegunaan AMDAL
Bahan bagi perencanaan pembangunan wilayah
Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan
lingkungan hidup dari rencana usaha dan/atau kegiatan
Memberi masukan untuk penyusunan disain rinci teknis dari
rencana usaha dan/atau kegiatan
Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan dan
pemantauan lingkungan hidup
Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak yang
ditimbulkan dari suatu rencana usaha dan atau kegiatan
memberikan alternatif solusi minimalisasi dampak
negatif
digunakan untuk mengambil keputusan tentang
penyelenggaraan/pemberi ijin usaha dan/atau kegiatan

Prosedur AMDAL terdiri dari :


Proses penapisan (screening) wajib AMDAL
Proses pengumuman dan konsultasi masyarakat
Penyusunan dan penilaian KA-ANDAL (scoping)
Penyusunan dan penilaian ANDAL, RKL, dan RPL
Proses penapisan atau kerap juga disebut
proses seleksi kegiatan wajib AMDAL, yaitu
menentukan apakah suatu rencana kegiatan
wajib menyusun AMDAL atau tidak.

Gambar.1. Proses AMDAL

Keterangan :
Pelingkupan adalah proses pemusatan studi pada hal hal
penting yang berkaitan dengan dampak penting.
Kerangka acuan (KA ANDAL) adalah ruang lingkup kajian analisis
mengenai dampak lingkungan hidup y ang merupakan hasil
pelingkupan.
Analisis dampak lingkungan hidup (ANDAL) adalah telaahan
secara cermat dan mendalam tentang dampak besar dan penting
suatu rencana usaha dan/atau kegiatan.
Rencana pengelolaan lingkungan hidup (RKL) adalah upaya
penanganan dampak besar dan penting terhadap lingkungan
hidup yang ditimbulkan akibat dari rencana usaha dan/atau
kegiatan.
Rencana pemantauan lingkungan hidup (RPL) adalah upaya
pemantauan komponen lingkungan hidup yang terkena dampak
besar dan penting akibat dari rencana usaha dan/atau kegiatan.

Prosedur pelaksanaan AMDAL menurut PP.


No. 27 th 1999 adalah sebagai berikut.

Pihak-pihak terkait dalam


AMDAL
Pemrakarsa
Orang atau badan hukum yang bertanggung jawab atas suatu rencana
usaha/kegiatan yang akan dilaksanakan. Dalam penyusunan studi AMDAL,
pemrakarsa dapat meminta jasa konsultan untuk menyusunkan dokumen
AMDAL. Penyusun dokumen AMDAL harus telah memiliki sertifikat Penyusun
AMDAL dan ahli di bidangnya
Komisi penilai
Komisi yang bertugas menilai dokumen AMDAL.
Masyarakat yang berkepentingan
Masyarakat yang terpengaruh atas segala bentuk keputusan dalam proses
AMDAL berdasarkan alasan-alasan seperti kedekatan jarak tinggal dengan
rencana usaha dan/atau kegiatan, faktor pengaruh ekonomi, perhatian pada
lingkungan hidup, dan/atau faktor pengaruh nilai-nilai atau norma yang
dipercaya. Masyarakat berkepentingan dalam proses AMDAL dapat dibedakan
menjadi masyarakat terkena dampak, dan masyarakat pemerhati.

PELINGKUPA
N

Pelingkupan adalah proses


pemusatan studi pada hal hal
penting yang berkaitan dengan
dampak penting.

Menentukan apakah suatu rencana usaha/kegiatan wajib menyusun


AMDAL atau tidak.
Berdasarkan Kepmen LH no 17 tahun 2001, terdapat beberapa
rencana usaha dan bidang kegiatan yang wajib dilengkapi dengan
AMDAL, yaitu: pertahanan dan keamanan, pertanian, perikanan,
kehutanan, kesehatan, perhubungan, teknologi satelit, perindustrian,
prasarana wilayah, energi dan sumber daya mineral, pariwisata,
pengembangan nuklir, pengelolaan limbah B3, dan rekayasa
genetika.
Kegiatan yang tidak tercantum dalam daftar wajib AMDAL, tetapi
lokasinya berbatasan langsung dengan kawasan lindung, termasuk
dalam kategori menimbulkan dampak penting, dan wajib menyusun
AMDAL. Kawasan lindung yang dimaksud adalah hutan lindung,
kawasan bergambut, kawasan resapan air, kawasan sekitar
waduk/danau, kawasan sekitar mata air, kawasan suaka alam, dan
lain sebagainya.

Untuk mengukur atau menentukan dampak besar dan


penting tersebut di antaranya digunakan kriteria
mengenai :
besarnya jumlah manusia yang akan terkena dampak
rencana usaha dan/atau kegiatan;
luas wilayah penyebaran dampak;
intensitas dan lamanya dampak berlangsung;
banyaknya komponen lingk ungan hidup lain yang akan
terkena dampak;
sifat kumulatif dampak;
berbalik (reversible) atau tidak berbaliknya (irreversible)
dampak.

Menurut PP No. 27/1999 pasal 3 ayat 1 Usaha dan/atau kegiatan yang


kemungkinan dapat menimbulkan dampak besar dan penting
terhadap lingkungan hidup meliputi :
pengubahan bentuk lahan dan bentang alam
eksploitasi sumber daya alam baik yang terbaharui maupun yang tak
terbaharu
proses dan kegiatan yang secara potensial dapat menimbulkan
pemborosan, pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup, serta
kemerosotan sumber daya alam dalam pemanfaatannya;
proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempengaruhi lingkungan
alam, lingkungan buatan, serta lingkungan sosial dan budaya;
proses dan kegiatan yang hasilnya akan dapat mempengaruhi
pelestarian kawasan konservasi sumber daya dan/atau perlindungan
cagar budaya;
introduksi jenis tumbuh -tumbuhan, jenis hewan, dan jenis jasad renik;

KA ANDAL

Kerangka acuan (KA ANDAL) adalah


ruang lingkup kajian analisis
mengenai dampak lingkungan hidup
y ang merupakan hasil pelingkupan.

Penyusunan KA-ANDAL adalah proses


untuk menentukan lingkup
permasalahan yang akan dikaji
dalam studi ANDAL (proses
pelingkupan). Setelah selesai
disusun, pemrakarsa mengajukan
dokumen KA-ANDAL kepada Komisi
Penilai AMDAL untuk dinilai.

ANDAL

Analisis dampak lingkungan hidup


(ANDAL) adalah telaahan secara
cermat dan mendalam tentang
dampak besar dan penting suatu
rencana usaha dan/atau kegiatan.

Evalusi Dampak Potensial yang


menjadi dampak penting hipotetik
1. Dampak Fisika-Kimia-Biologi
Degradasi Lahan
Banjir penting
Erosi penting
Pemanfaatan air (domestik & pertanian) penting
Pasokan - penting
Potensi pencemaran dan gangguan
Kualitas Air penting
Gangguan habitat satwa khususnya habitat satwa
gajah, harimau dan kera terhadap keselamatan
pemukim dan hasil pertanian para pemukim - penting

2. Sosial, Ekonomi, Budaya


Potensi Konflik
- Konflik antara pemukim dengan masyarakat setempat penting
- Konflik antar pemukim penting
- Konflik antara manusia dan fauna bebas penting
Perambahan hutan
-Perambahan hutan untuk pemanfaatan non hutan (pertanian)
penting
- Illlegal Logging penting
Ketidakpastian
-Peraturan (status pemilikan, pemanfaatan lahan pertanian &
luas)
penting
- Kesuaian & keberlanjutan mata pencaharian & pemukiman penting

3. Perubahan Bentang Lahan


Kompetisi pemanfaatan lahan penting
Peningkatan pengambilan material (kayu)) terkait
dengan peningkatan bangunan oleh pemukim
dan/atau pendatang baru penting
Kesesuaian pemanfaatan lahan dengan RT/RW-penting
4. Lain-lain
Potensi bencana kebakaran hutan, banjir dan tanah
longdor - penting

RKL DAN RPL

Rencana pengelolaan lingkungan


hidup (RKL) adalah upaya
penanganan dampak besar dan
penting terhadap lingkungan hidup
yang ditimbulkan akibat dari rencana
usaha dan/atau kegiatan.

Rencana pemantauan lingkungan


hidup (RPL) adalah upaya
pemantauan komponen lingkungan
hidup yang terkena dampak besar
dan penting akibat dari rencana
usaha dan/atau kegiatan.

UKL DAN
URL

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup


(UKL) dan Upaya Pemantauan
Lingkungan Hidup (UPL) adalah upaya
yang dilakukan dalam pengelolaan dan
pemantauan lingkungan hidup oleh
penanggung jawab dan atau kegiatan
yang tidak wajib melakukan AMDAL
Kegiatan yang tidak wajib menyusun
AMDAL tetap harus melaksanakan
upaya pengelolaan lingkungan dan
upaya pemantauan lingkungan.

Kewajiban UKL-UPL diberlakukan bagi


kegiatan yang tidak diwajibkan
menyusun AMDAL dan dampak
kegiatan mudah dikelola dengan
teknologi yang tersedia.
UKL-UPL merupakan perangkat
pengelolaan lingkungan hidup untuk
pengambilan keputusan dan dasar
untuk menerbitkan ijin melakukan
usaha dan atau kegiatan.

Proses dan prosedur UKL-UPL tidak


dilakukan seperti AMDAL tetapi dengan
menggunakan formulir isian yang berisi :
Identitas pemrakarsa
Rencana Usaha dan/atau kegiatan
Dampak Lingkungan yang akan terjadi
Program pengelolaan dan pemantauan
lingkungan hidup
Tanda tangan dan cap